MAKALAH
ANALISA RASIO LIKUIDITAS, RASIO SOLVABILITAS RASIO AKTIVITAS DAN RASIO PROFITABILITAS
OLEH KELOMPOK 6:
SEPTI ROSALINA S 5304211416
DORA HARTIKA 5304211418
RAFIKA IMELDA 5304211421
REFNI ANJELLA 5304211429
IRHAM FAHMI 53042114
PROGRAM STUDI AKUNTANSI KEUANGAN PUBLIK JURUSAN ADMINISTRASU NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
T.A 2023/2024
ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis rasio keuangan secara time series. Analisis rasio merupakan suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan antar pos – pos tertentu dalam lapora neraca, laporan laba rugi secara individual, maupun kombinasi dari kedua laporan neraca dan laba rugi secara individual.
Variabel yang digunakan ada- lah rasio likuiditas yang terdiri dari current ratio dan quick ratio, yang kedua rasio aktivitas yang terdiri dari inventory turnover ratio, fixed assets turnover ratio, dan total assets turn- over ratio, yang ketiga rasio solvabilitas yang terdiri dari debt to asset ratio, dan debt to equity ratio, dan yang keempat rasio profitabilitas yang terdiri dari net profit margin, return on assets, dan return on equity. Hasil penelitian menunjukan bahwa likuiditas perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan kurang baik atau tidak likuid.
Hal ini tercermin dari nilai current ratio dan quick ratio yang menunjukan bahwa adanya resiko bagi kemampuan peru- sahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
PENDAHULUAN
Perkembangan layanan bisnis jasa transportasi udara di Indonesia saat ini menjadi semakin pesat, hal ini dapat dibuktikan dengan melonjaknya jumlah penumpang dan banyaknya bandar udara yang dibangun sejak dikeluarkannya regulasi perusahaan transportasi udara. (Warpani, 2002). Transportasi udara memiliki peran penting sebagai sarana penghubung antar wilayah di Indonesia. Meski adanya sejumlah sarana transportasi yang beroprasi di Indonesia, minat masyarakat dalam menggunakan transportasi udara semakin meningkat. Tersedianya sarana transportasi udara dapat membuka konektivitas yang akan berdampak positif terhadap masyarakat untuk menambah wawasan, serta mendorong perekonomian di Indonesia.
Pesatnya perkembangan jasa transportasi udara membuat perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara terus melakukan perbaikan terhadap kualitas kinerja yang baik. Banyaknya bandar udara yang dibangun di Indonesia, dapat menciptakan adanya persaingan yang semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara yang ditawarkan. Bandar udara merupakan sebuah intansi yang memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan kepada masyarakat yang dilengkapi oleh fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan dan pengembangan bandar udara telah membuat sejumlah infrastruktur transportasi dapat menunjang kepadatan lalu lintas udara yang ada. Pembangunan dan pegembangan ini juga dapat memudahkan masyarakat yang berada di daerah untuk melakukan perpindahan antar daerah dengan memanfaatkan fasilitas bandar udara yang ada.
Hubungan dari penelitian ini yaitu agar hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai pertumbuhan keuangan perusahaan dan dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan, guna mendorong kinerja keuangan perusahaan agar menjadi lebih baik
`
BAB I DEFINISI
A. Rasio LikuiditasRasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya. Menurut (Brigham dan Houston, 2018:127), terdapat dua rasio likuiditas yang umum digunakan, yaitu pertama rasio lancar (current ratio) adalah rasio yang dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas lancar. Rasio ini menunjukan sampai sejauh apa liabilitas lancer ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.
Menurut (Brigham dan Houston, 2018), rasio likuiditas menunjukan hubungan antara kas dan asset lancar perusahaan lainnya dengan liabilitas lancarnya. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, efek yang dapat diperdagangkan, piutang usaha, dan persediaan. Sedangkan liabilitas lancar meliputi utang usaha, upah dan pajak yang masih harus dibayar, serta wesel bayar jangka pendek kepada bank, yang semuanya jatuh tempo dalam satu tahun. Menurut (Brigham dan Houston, 2018), terdapat dua rasio likuiditas yang umum digunakan, yaitu Rasio lancar (current ratio) adalah rasio yang dihitung dengan membagi aset lancer dengan liabilitas lancar. Rasio ini menunjukan sampai sejauh apa liabilitas lancar ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.
B. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah serangkaian rasio yang digunakan guna mengukur seberapa efektif perusahaan telah mengelola aktiva – aktivanya. Brigham dan Houston, (2009). Rasio aktivitas dapat digunakan untuk melihat seberapa efisien dan efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimilikinya.
Sehingga manajemen dapat mengukur kinerja perusahaan dan dapat membandingkan antara tingkat penjualan dengan investasi dalam aktiva untuk satu periode. Kemampuan manajemen dalam
menggunakan dan mengoptimalkan aktiva yang dimiliki perusahaan merupakan tujuan utama dari rasio aktivitas.
Rasio aktivitas dapat digunakan untuk melihat seberapa efisien dan efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimilikinya. Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan manajemen perusahaan dalam menggunakan dan mengoptimalkan aktiva yang dimiliki perusahaan.
Menurut Brigham dan Houston, (2009) terdapat beberapa rasio aktivitas yang umum digunakan, yaitu, pertama rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) adalah rasio yang dihitung dengan cara membagi penjualan dengan persediaan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus:
C. Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas adalah tingkat penggunaan utang sebagai sumber pembiayaan perusahaan.
(Brigham dan Houston, 2009). Rasio solvabilitas dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar beban utang yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Sehingga rasio solvabilitas dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang. Menurut (Brigham dan Houston, 2009:301) terdapat beberapa rasio solvabilitas yang umum digunakan, yaitu: Rasio utang terhadap aset (debt to assetratio) adalah rasio yang dihitung dengan cara membagi total utang dengan total aset. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus:
D. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang mencerminkan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional. (Brigham dan Houston, 2014). Rasio profitabilitas adalah rasio yang dapat menghubungkan dari suatu laba penjualan dan investasi yang merupakan sebuah ukuran kinerja keuangan perusahaan serta bagian dari laporan keuangan perusahaan.
Kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan laba dapat menggunakan sumber – sumber perusahaan seperti (aktiva, modal, atau penjualan perusahaan) yang diukur dengan rasio profitabilitas.
Rasio profitabilitas akan menunjukan efisiensi terhadap suatu perusahaan dengan menggunakan modal kerja dan tingkat profitabilitas sebagai ukuran efisiensi dari operasional perusahaan secara keseluruhan. Wachowicz, (2009). Menurut (Brigham dan Houston, 2014) terdapat beberapa rasio profitabilitas yang umum digunakan, yaitu:
BAB II
RUMUSAN MASALAH
PT. KOKOH INTI AREBAMA TBK.PT . Kokoh Inti Arebama Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris Fitricia Arisusanti, SH, CN, Nomor 27 tanggal 6 Juli 2001, sebagai penjabat notaris Dokter Irawan Soerodjo, SH, M.Si.
Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No C - 03717 HT.01.01.TH.2001 tanggal 25 Juli 2001 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 86 tanggal 26 Oktober 2001, Tambahan Nomor 6683. Secara operasional, Perseroan mulai beroperasi pada tahun 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Leonlin Jayayanti, SH, Nomor 9 tanggal 21 Juli 2009 tentang perubahan, penyesuaian dan pengaturan ulang dari artikel yang seluruh asosiasi sesuai dengan Peraturan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Badan Pengawas Nomor IX.J.1 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Badan Pengawas Kep-
179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Akta Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU - AH.01.10 - 15137 tanggal 10 September 2009 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 63 tanggal Agustus 6 , 2010, Tambahan Nomor 726.
Pada awal berdirinya, Perseroan secara internal dengan menjadi distributor tunggal untuk produk-produk dari PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk, PT KIA Serpih Mas dan PT KIA Keramik Mas. Dalam perkembangannya, Perseroan memperoleh kepercayaan mitranya untuk melayani distribusi produk dari Saint - Gobaint Konstruksi Produk Sdn Bhd , Clay Industries Sdn Bhd , PT Multi Warna Alam , PT Jaya Mulia Perkasa dan PT Bital Asia . Memiliki
pemasaran dan jaringan distribusi membentuk 19 cabang yang tersebar di kota-kota strategis di seluruh Indonesia, termasuk Medan, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Samarinda dan Makassar. Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan , untuk memperkuat struktur modal pada tanggal 9 April 2008, Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Seiring dengan kemajuan dan pembangunan, langsung menarik investor asing untuk menanamkan modalnya, sehingga pada tanggal 3 Juni 2011, Perusahaan diakuisisi oleh SCG Distribution Co, Ltd, yang merupakan anak perusahaan Siam Cement Group, bermarkas di 1 Siam semen Road, Bangsue Kecamatan, Bangkok, Thailand dengan kepemilikan saham 99.09
%. Saat ini memiliki satu anak perusahaan, PT Karya Makmur Kreasi Prima, dengan total
kepemilikan saham 99,9%.
(1) Rasio Lancar (Current Ratio)
(2) Rasio Cepat (Quick Ratio)
(3) Rasio Kas (Cash Ratio)
(1) Rasio Utang (Debt Ratio)
(2) Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER)
(3) Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas (Long Term Debt to Equity Ratio)
(4) Rasio Laba Operasional terhadap Utang
(1) Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)
(2) Perputaran modal kerja (Capital Turn Over Ratio)
(3) Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turn Over Ratio)
(4) Perputaran total Aset (Total Assets Turn Over)
(1) Return On Assets (ROA)
(2) Return On Equity (ROE)
3) Gross Profit Margin (GPM)
(4) Operating Profit Margin
(5) Net Profit Margin (NPM)
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULANPada awal berdirinya, Perseroan secara internal dengan menjadi distributor tunggal untuk produk-produk dari PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk, PT KIA Serpih Mas dan PT KIA Keramik Mas. Dalam perkembangannya, Perseroan memperoleh kepercayaan mitranya untuk melayani distribusi produk dari Saint - Gobaint Konstruksi Produk Sdn Bhd , Clay Industries Sdn Bhd , PT Multi Warna Alam , PT Jaya Mulia Perkasa dan PT Bital Asia . Memiliki
pemasaran dan jaringan distribusi membentuk 19 cabang yang tersebar di kota-kota strategis di seluruh Indonesia, termasuk Medan, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Samarinda dan Makassar. Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan , untuk memperkuat struktur modal pada tanggal 9 April 2008, Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
B. SARAN
Perusahaan sudah dalam keadaan yang likuid, hal ini harus dipertahankan agar untuk kedepannya dapat tetap baik atau likuid.
Perusahaan harus meningkatkan pengelolaan utang, perputaran modal, perputaran persediaan, dan perputaran total aset agar tidak mengalami penurunan tiap tahunnya