• Tidak ada hasil yang ditemukan

142210072 Ayunda Ramadhani EA-A TATA KELOLA PERUSAHAAN

N/A
N/A
Ayunda Ramadhani

Academic year: 2025

Membagikan "142210072 Ayunda Ramadhani EA-A TATA KELOLA PERUSAHAAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Ayunda Ramadhani NIM : 142210072

Kelas : EA – A

1. Profile Perusahaan

PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) didirikan pada 28 Oktober 1992 sebagai bagian dari Grup Baramulti. Perseroan berfokus pada bisnis pertambangan batu bara dan terus berkembang menjadi salah satu perusahaan yang terbaik di bidang energi. PT Mitrabara Adiperdana Tbk. didukung dengan infrastruktur yang terintegrasi antara kegiatan eksplorasi hulu hingga hilir. erusahaan ini bergerak di bidang pertambangan batubara dengan operasi penambangan yang berlokasi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Sejak didirikan, PT Mitrabara Adiperdana Tbk telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terkemuka di sektor pertambangan batubara di Indonesia. Batu bara yang dihasilkan perusahaan berkualitas tinggi dengan nilai kalori (calorific value) menengah, produk ini sangat diminati oleh pasar internasional karena karakteristiknya yang lebih ramah lingkungan.

2. Profil Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Organ Dewan Komisaris a. Dewan Komisaris

- Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengarahkan Direksi, serta memastikan bahwa eksekusi kebijakan sejalan dengan anggaran dasar perusahaan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan prinsipprinsip GCG.

- Dewan Komisaris berwenang memberhentikan sementara anggota Direksi dengan menyebutkan alasannya dan melaksanakan fungsi kepengurusan perusahaan untuk untuk jangka waktu tertentu sesuai Anggaran Dasar perusahaan. Dewan Komisaris juga berwenang untuk membentuk Komite Audit dan komite lainnya jika diperlukan dan mengevaluasi kinerja mereka pada akhir tahun.

(2)

- Komisaris Utama (Doddy Sumantyawan Hadidojo Soedary); Komisaris Independen (Abdullah Fawzy Siddik).

b. Dewan Direksi

- Direksi diwajibkan untuk mengawasi efektivitas implementasi prinsip-prinsip GCG oleh perusahaan dan membuat penyesuaian terhadapnya.

- Direksi ditentukan secara kolektif oleh seluruh anggota Direksi, yang terdiri dari proses untuk mengkaji, memantau dan mengawasi implementasi strategi perusahaan, pengendalian internal, pengembangan organisasi, sumber daya manusia, dan manajemen risiko. Dalam menjalankan tugasnya, Direksi mendapat supervisi dan arahan dari Dewan Komisaris. Kebijakan tertentu membutuhkan persetujuan Dewan Komisaris atau RUPS

- Direktur Utama (Khoirudin); Direktur (Yulius Leonardo, Helmy Paramaditya, dan Dani Prastiadi).

c. Komite Audit

- Komite audit merupakan profesional dan independen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka serta tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan.

- Komite audit berasal dari luar perusahaan yang tidak memiliki kepentingan atau keterkaitan pribadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dan konflik kepentingan dengan perusahaan.

- Ketua Komite Audit (Abdullah Fawzy Siddik); Anggota Komite Audit (Dini Rosdini dan Dadan Gunawan)

d. Internal Audit

- Audit internal adalah membantu manajemen dalam memberikan kepastian atas pengendalian internal, tata kelola dengan praktik terbaik, dan efektivitas manajemen risiko, serta memberikan saran untuk memperbaiki proses bisnis perusahaan. Selain itu, strategic business partner dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan produksi perusahaan.

- Internal Audit: Arip Saripudin.

e. Manajemen Risiko

- Manajemen risiko berfokus untuk memperkuat implementasi, yang telah mencakup hampir semua tingkat divisi di seluruh perusahaan dalam Grup Mitrabara. Pendekatan ini adalah jalan menuju tercapainya keunggulan ERM

(3)

f. Sekretaris Perusahaan

- Sekretaris Perusahaan memiliki berbagai tanggung jawab, di antaranya Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengikuti perkembangan regulasi terutama peraturan yang berlaku di pasar modal, mempersiapkan laporan tahunan perusahaan serta publikasi laporan keuangan di surat kabar.

- Penunjukkan Sekretaris Perusahaan mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.

35/POJK.04/2014 pada 8 Desember 2014 - Sekretaris Perusahaan: Chandra Lautan.

3. Tata Kelola Perusahaan

• Perseroan berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) demi menjamin efektivitas fungsi setiap organ Perseroan sekaligus mempertahankan keberlangsungan usaha yang berkelanjutan.

Atas dasar itulah Perseroan melalui Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan senantiasa mengembangkan budaya perusahaan yang baik melalui implementasi tata kelola perusahaan dengan baik dan konsisten, serta terus melakukan inovasi dan penyempurnaan sesuai dengan peraturan yang berlaku, kebutuhan usaha, serta perkembangan industri pertambangan terkini, khususnya terkait pertambangan batubara.

(4)

• Tata nilai tersebut terdiri dari Integritas, Antusias, Gigih, Peduli, dan Rendah Hati, yang merupakan bentuk komitmen Perseroan terhadap penerapan prinsip-prinsip GCG yaitu transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness (TARIF).

a. Transparansi

PT Mitrabara Adiperdana dapat memastikan bahwa informasi terkait kinerja keuangan, operasional, dan keputusan penting lainnya disampaikan secara terbuka. Ini bisa dilakukan melalui laporan tahunan, keterbukaan informasi di bursa saham, serta komunikasi dengan pemegang saham dan publik.

b. Akuntabilitas

PT Mitrabara Adiperdana memiliki struktur organisasi yang jelas, di mana peran dan tanggung jawab setiap individu, mulai dari direksi hingga manajemen, didefinisikan dengan baik. Pengawasan oleh dewan komisaris dan internal audit juga memastikan keputusan diambil dengan pertimbangan yang tepat.

c. Responsibillity

Perusahaan mematuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang ketat, serta melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan.

d. Independency

Perusahaan memastikan bahwa dewan direksi, komisaris, dan manajemen memiliki independensi dalam pengambilan keputusan, bebas dari tekanan politik atau ekonomi dari pihak ketiga.

e. Fairness

Perusahaan memperlakukan semua pemangku kepentingan secara adil dan setara, termasuk pemegang saham minoritas, karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat. Selain itu, memastikan bahwa hak-hak para pemangku kepentingan dilindungi dan tidak ada diskriminasi dalam perlakuan.

4. Peraturan Perundangan Industri Pertambangan

- Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

- Beberapa aspek penting dari undang-undang ini meliputi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, perlindungan lingkungan, serta pembagian keuntungan antara pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan.

(5)

- PT Mitrabara Adiperdana harus mematuhi ketentuan ini dalam hal pengelolaan izin usaha, pengawasan, dan pembatasan lingkungan dalam kegiatan penambangan.

5. Kinerja Keuangan (disajikan dalam Dolar AS) a. Profitabilitas

Return on Assets (ROA) untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.

ROA2023 = 21.686.927

= 0,094 229.500.650

Return on Equity (ROE) untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan laba.

ROE2023 = 21.686.927

= 0,125 172.787.797

Gross Profit Margin untuk mengukur persentase laba kotor dari pendapatan penjualan.

Gross Profit Margin2023 = 46.312.734

x 100% = 20,66%

224.087.006

Net Profit Margin untuk mengukur persentase laba bersih dari pendapatan penjualan.

Net Profit Margin2023 = 21.686.927

x 100% = 9,67%

224.087.006

b. Likuiditas

Current Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki. Current Ratio pada PT Mitrabara Adiperdana sebesar 3,74.

Quick Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan aset paling likuid, seperti kas dan piutang.

Quick Ratio pada PT Mitrabara Adiperdana sebesar -1,45.

(6)

c. Leverage

Debt to Equity Ratio (DER) untuk mengukur proporsi utang terhadap ekuitas pemegang saham. Debt to Equity Ratio (DER) pada PT Mitrabara Adiperdana sebesar 0,33.

Debt to Assets Ratio untuk mengukur proporsi utang terhadap total aset perusahaan. Debt to Assets Ratio pada PT Mitrabara Adiperdana sebesar 0,25.

d. Arus Kas Operasi

Rasio Arus Kas dari Aktivitas Operasi terhadap Total Liabilitas (Cash Flow to Total Liabilities Ratio) untuk mengukur seberapa baik arus kas dari operasi dapat memenuhi total liabilitas perusahaan.

Arus Kas terhadap Liabilitas2023 = 4,182,393

= 0,073 56,712,853

Rasio arus kas terhadap beban bunga (Cash Flow to Interest Ratio) untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga utangnya dengan arus kas yang dihasilkan dari operasi.

Arus Kas terhadap Beban Bunga2023 = 4,182,393

= 0,054 77,089

Rasio Arus Kas terhadap Penjualan (Cash Flow to Sales Ratio) menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam mengkonversi penjualannya menjadi arus kas dari operasi.

Arus Kas terhadap Penjualan2023 = 4,182,393

= 0,018 224,087,006

Rasio Pertumbuhan Arus Kas Operasi (Operating Cash Flow Growth Ratio) untuk mengukur pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi dari waktu ke waktu

Pertumbuhan Arus Kas Operasi2023 = 4,182,393 - 201,315,222

= -0,97 201,315,222

Referensi

Dokumen terkait

Dewan komisaris bertanggung jawab pada pemegang saham dalam mengawasi kebijakan Direksi terhadap Operasional Bank secara umum yang mengacu pada rencana bisnis yang telah

mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Perseroan serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta

 Kecukupan struktur Tata Kelola (governance structure) PT BPR Kurnia Sewon yaitu Direksi, Dewan Komisaris, Pejabat Eksekutif, dan pegawai telah sesuai dengan

Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab dalam memastikan kualitas dan akurasi dari informasi dan nasehat yang diberikan kepada Komisaris dan Direksi mengenai

Komite Audit & Kepatuhan bertanggung jawab untuk mendukung Dewan Komisaris antara lain dalam memonitor dan melakukan evaluasi atas hasil temuan audit dan kepatuhan

Adanya peran dari dewan komisaris selaku pengawas terhadap manajemen direksi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, pihak asing yang lebih concern terhadap tanggung jawab sosial dan

Tanggung Jawab Jajaran Perusahaan 1 Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa Perusahaan memiliki pengembangan organisasi dan budaya perusahaan yang jelas, formal

Komposisi dewan merupakan perbandingan antara anggota dewan komisaris independen dengan keseluruhan anggota dewan komisaris yang dimiliki oleh suatu perusahaan Kepemilikan Direksi