• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 1"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kelahiran prematur yaitu bayi lahir hidup kurang dari 37 minggu kehamilan, menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas perinatal. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, risiko penyakit, disabilitas dalam hal motorik jangka panjang, kognitif, visual, pendengaran, sikap, emosi sosial, kesehatan, dan masalah pertumbuhan jika dibandingkan dengan bayi normal (Zhang et al., 2012). Jumlah kelahiran prematur diperkirakan 15 juta setiap tahun. Hampir satu juta anak meninggal setiap tahun akibat komplikasi kelahiran prematur di mana lebih dari 60% kelahiran prematur terjadi di Afrika dan Asia Selatan. Sementara itu, negara-negara berpenghasilan rendah, rata-rata terjadi 12% bayi lahir prematur, sedangkan di negara-negara berpenghasilan tinggi hanya 9% (WHO:2014).

Angka kelahiran prematur berkisar 10%-20% di Indonesia pada tahun 2009 dan angka ini menyebabkan Indonesia termasuk dalam peringkat kelima dengan kelahiran prematur terbesar.

Kelahiran bayi prematur yang terjadi sebagai akibat dari infeksi,dimediasi secara tidak langsung oleh perindahan produk bakteri seperti endotoksin (lipopolisakarida atau LPS) dan aktivitas dari mediator inflamasi pada kehamilan (Krisnadi, 2006). Produksi abnormal dari mediator pada infeksi meningkat pada saat yang tidak tepat sewaktu kehamilan menyebabkan kontraksi uterus sehingga memicu terjadinya persalinan prematur (Cunningham, 2013)

Berdasarkan kejadian di atas, peneliti ingin mengetahui adanya distribusi kejadian keputihan pada ibu hamil dengan kelahiran preterm pada pasien di poliklinik obstetri dan ginekologi di RSUD Tarakan periode 2016-2018.

B. Perumusan masalah

Angka kelahiran prematur di Indonesia cukup tinggi dan angka kematian bayi dengan kelahiran prematur juga menjadi perhatian karena kelahiran prematur menjadi salah satu penyumbang terbesar pada kematian perinatal dan kesakitan neonatus, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal ini menyebabkan peneliti merasa perlu untuk melihat distribusi kejadian keputihan pada ibu hamil dan pengaruhnya terhadap kelahiran preterm di RSUD Tarakan periode 2016- 2018. Peneliti memilih pasien di poliklinik obestetri dan ginekologi di RSUD Tarakan periode 2016-2018 karena belum adanya penelitian tentang kasus terkait di RSUD Tarakan. Penulis berharap dengan adanya penelitian ini akan membantu bagian obstetri dan genikologi dalam memberikan penyuluhan tentang efek keputihan terhadap terjadinya kelahiran preterm.

C. Pertanyaan penelitian

1. Bagaimanakah distribusi status gizi, usia, tingkat pedidikan, dan tingkat ekonomi pasien bagian obstetri di RSUD Tarakan ?

2. Bagaimanakah distribusi kejadian keputihan pada ibu hamil di RSUD Tarakan periode 2016-2018 ?

3. Bagaimanakah distribusi faktor-faktor yang menyebabkan kelahiran preterm dengan kejadian kelahiran preterm di RSUD Tarakan periode 2016-2018 ?

4. Bagaimanakah distribusi kejadian keputihan pada ibu hamil dengan kejadian kelahiran preterm di RSUD Tarakan 2016-2018 ?

D. Tujuan penelitian

(2)

1. Tujuan umum

1. Mengetahui distribusi status gizi, usia, tingkat pendidikan, status ekonomi pasien bagian obstetri di RSUD Tarakan.

2. Mengetahui distribusi kejadian keputihan pada ibu hamil di RSUD Tarakan.

3. Mengetahui distribusi faktor-faktor penyebab kelahiran preterm dengan kejadian kelahiran preterm.

2. Tujuan Khusus

1. Mengetahui distribusi keputihan pada ibu hamil dengan kejadian kelahiran preterm di RSUD Tarakan periode 2016-2018.

E. Manfaat penelitian

1. Bagi masyarakat umum: dapat meningkatkan kesadaran masyrakat akan pentingnya higenitas area genital terlebih pada ibu hamil.

2. Bagi pemerintah: penelitian ini dapat digunakan untuk penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama ibu hamil.

3. Bagi Ilmu Pengetahuan: dapat dijadikan informasi tambahan untuk melakukan penelitian selanjutnya khususnya dibidang obstetri dan genikologi.

4. Bagi peneliti: menjadi wawasan dan pengalaman baru bagi peneliti dalam bidang ilmu kedokteran obstetri dan genikologi dan dalam pembuatan penelitian lain.

5. Bagi Institusi: menambah hasanah penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Referensi

Dokumen terkait

Abortus Imminens ialah terjadinya pendarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan atau tanpa kontraksi uterus yang nyata dengan hasil konsepsi dalam uterus dan

Persalinan presipitatus adalah persalinan yang berlangsung sangat cepat, berlangsung kurang dari 3 jam, dapat disebabkan oleh abnormalitas kontraksi

Kejadian pre eklampsi akan mendorong terjadinya disfungsi pada plasenta maupun pada uterus sehingga dapat mendorong terjadinya persalinan prematur, selain itu diet pada

Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, terjadinya disebabkan oleh kontraksi uterus yang dirasakan bertambah kuat dan paling dominan terjadi pada kala I fase

Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, terjadinya disebabkan oleh kontraksi uterus yang dirasakan bertambah kuat dan paling dominan terjadi pada kala I

Riwayat prematur sebelumnya merupakan ibu yang pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya pada kehamilan yang terdahulu (Hacker, 2001). Ibu yang tidak dapat melahirkan

Hal ini akan menyebabkan rangkaian proses biologis yang mengarah pada jalur umum terjadinya proses persalinan,yang ditandai oleh terjadinya kontraksi uterus, pematangan serviks dan

Kehamilan pada remaja usia kurang dari 20 tahun dapat memberikan risiko kematian atau komplikasi dalam kehamilan dan persalinan anemia, perdarahan, keguguran, persalinan prematur,