• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 PENYUSUNAN KA ANDAL

N/A
N/A
Prati Ike

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 2 PENYUSUNAN KA ANDAL"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

PENYUSUNAN KA (KERANGKA ACUAN) ANDAL

2.1. Latar belakang,

- Yang dimaksud dengan KA (Kerangka Acuan) ANDAL adalah ruanglingkup dari studi ANDAL yang meruapakan hasil pelingkupan (PP No. 27 tahun 1999 pasal 1)

2.2. Tujuan dan Fungsi KA ANDAL

Adapun tujuan penyusunan KA ANDAL yaitu

1. Merumuskan lingkup dan kedalaman studi ANDAL

2. Mengarahkan studi ANDAL agar berjalan efektive dan efisen sesuai dengan biaya, tenaga dan waktu yang tersedia.

Fungsi dari KA ANDAL yaitu

1. Sbg rujukan bagi prmrakarsa , instansi yang bertanggung jawab yang membidangi rencana usahga atau kegiatan, dan penyusunan studi Andal tentang lingkup dan kedalaman studi Andal yg dilakukan

2. Sebagai salah satu bahan rujukan bagi penilai dokumen Andal untuk mengevaluasi hasil studi Andal

2.3. Dasar Pertimbangan Penyusunan KA ANDAL

Ada 3 hal yang menjadi dasar pertimbangan KA ANDAL yaitu 1. Keanekaragaman

Adal tidak lain melihat bagaimana dampak yang akan terjadi dari suatu rencana usaha/kegiatan dan rona lingkungan. Umumnya rencana usaha/kegiatan dan rona lingkungan itu beraneka macam. Rencana usaha/kegiatan bisa dilihat dari bentuknya, ukuran, tujuannya, sasaran dan sebagainya.

Sementara rona lingkungan bisa dilihat dari letak geografis, keanekaragaman faktor lingkungan, pengaruh manusia dll.

2. Keterbatasan sumberdaya manusia

Pertimbangan penyusunan Andal salah satu faktor yakni keterbatsan sumber daya, waktu dana, tenaga, metode dll.. Karena itu KA Andal mempertegas semua itu agar tujuan andal bisa tercapai tetapi tdk mengurangi mutu pekerjaan Andal tersebut.

Disini upaya penyusunan prioritas mana yang diutamakan agar Andal tercapai dengan sumberdaya yang terbatas.

3. Efiisiensi

(2)

Penggdunaan data dan informasi peril dibatasi, gunakan faktor faktor yg berkaitan langsung. Dg cara ini bisa lebih effisien.

2.4. Pihak yang terlibat dalam penyusunan KA Andal.

Pihak yang terlibat dalam penyusunan KA Andal yaitu 1. Pemrakarsa

2. Instansi yang bertanggung jawab 3. Calon penyusun studi Andal

Tetapi perlu diperhatikan bahwa ketika pelaksanaan penyusunan KA Andal (ketika proses pelingkupan) harus melibatkan para pakar serta masyarakat yg berkepentingan (PP N0.

27 Tahun 1999)

2.5. Hubungan antara Andal dan KA Andal

- Penyusunan Andal tidak lain termasuk dalam studi kelayakan yang digunakan untuk perencanaan dan juga oleh pengambil keputusan

- Sehingga penyusunan KA Andal sangatlah penting agar tercapai Andal dimana Andal akan memperlihatkan faktor penunjang dan penghambat terlaksananya suatu usaha/kegiatan yg ditinjau dari segi ekonomi dan teknologi.

- Andal memperlihatkan dampak yang ditimbulkan oleh usaha/kegiatan tsb terhadap lingkungan. Karena itu KA Andal sangat penting.

- Agar tercapai hasil yang maksimal maka penyusunan KA Andal harus mengikuti diagram alir sebagai berikut (Lihat diagram alir penyusunan Andal) :

2.6. Wawasan KA Andal

Dokumen KA Andal harus tegas mencerminkan wawasan lingkungan yg harus dipertimbangkan. Untuk itu ada beberapa faktor yang harus diperhatikan :

1. Dokumen KA Andal harus menampung berbagai aspirasi hal hal yang dianggap penting untuk ditelaah dalam studi Andal menurut pihak pihak yang terlibat

2. Perlu ditelah dan dievalkuasi alternative dari suatu rencana kegiatan yg dipandang layak baik dari segi lingkungan, teknis maupun ekonomis agar tdk timbul dampak negative yg lebih besar

3. Karena kegiatan pembangunan pd umunya merubah lingkungan, maka perlu memperhatikan komponen lingkungan yang berciri :

a. Komponen lingkungan yg ingin dipertahankan dan di jaga serta dilestarikan fungsinya, cth :

 Hutan lindung, Hutan Konservasi, dan Cagar Biosfer

 Sumberdaya air

 Keanekaragaman Hayati

(3)

 Kualitas udara

 Warisan alam dan warisan budaya

 Kenyamanan lingkungan

 Nilai nilai budaya yg berorientasi selaras dg lingkungan

b. Komponen lingkungan yang akan berubah secara mendasar dan perubahan tersebut dianggap penting oleh masyarakat disekitar rencana kegiatan, contoh :

 Pemilikan dan penguasahan lahan

 Kesempatan kerja dan usaha

 Taraf hidup masyarakat

 Kesehatan masyarakat

4. Pada dasarnya dampak lingkungan yang diakibatkan oleh suatu rencana kegiatan tdk berdiri sendiri, satu sama lain saling berkaitan dan ketergantungan. Hal ini perlu dipahami sejak dini dadlam proses KA Andal agar studi Andal terarah dan sistimatis.

2.7. PROSES PELINGKUPAN

- Proses pelingkupan ini adalah proses yang paling awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan meng identifiksi dampak penting (hipotesis/dugaan).

- Pelingkupan proses penting dlm menyusun KA Andal krn menghasilkan :

1. Melalui proses ini dapat mengambil dampak penting dan membuang jauh dampak tidak penting

2. Membatasi lingkup studi Andal berdasarkan pada : batas proyek, batas ekologis, batas social dan batas administrative

3. Kedalaman studi Andal tergantung dari metode yang digunakan, jumlah sample yang di ukur, dan tenaga ahli yg dibutuhkan yg disesuaikan dg sumberdaya yang tersedia (dana dan waktu).

- Semakin baik pelingkupan semakin tegas dan jelas arah studi Andal.

2.8. Pelingkupan Dampak Penting

Pelingkupan Dampak penting mellaui proses : 1. Identifikasi Dampak Potensial

2. Evaluasi Dampak Potensial

3. Pemusatan dampak penting (focusing)

2.8.1. Identifikasi Dampak Potensial

- Tahapan ini meng identifasi dampak (primer, sekunder dst)

- Tahapan ini meng inventarisir semua dampak tanpa memperhatikan besart/kecil dampak atau penting tdknya dampak

(4)

- Identifikasi potensial dampak didapat dari diskusi para pakar, pemrakarsa, instansi yg bertanggung jawab, masyarakat yg berkepentingan serta observasi lapangan.

- Metode identifikasi yang dipakai terdiri atas : 1. Daftar uji (sederhana, kuestioner, deskriftip) 2. Matriks interaksi sederhana

3. Bagan alr (flowchart) 4. Penelahaan pustaka 5. Pengamatan lapangan 6. Analisis isi (content analysis)

7. Interaksi kelompok (rapat, lokakarya, brain storming dll)

2.8.2. Evaluasi Dampak Potensial

- Tujuan menghlangkan dampak yang tdk relevan atau tidak penting.

- Lalu dampak potensial yg didapat disusun berdasarkan pertimbangan dianggap penting oleh masyarakat, instansi yg bertanggung jawab dan oleh pakar.

- Namun pd tahap ini dampak potensial tsb belum tertata secara sistimatis - Metode yang dipakai pd tahap ini : rapat, lokakarya, brain storming.

- Meng identifikasi dampak ini bisa dilakukan oleh pemrakarsa (dapat diwakili oleh konsultan penyusun Andal).

2.8.3. Pemusatan Dampak Penting (focusing)

- Pada tahap ini dilakukan pelingkupan dg tujuan mengelompokkan/mengorganisir dampak penting agar isu isu pokok lingkungan dapat mencerminkan atau menggambarkan secara utuh dan lengkap, perihal :

1. Keterkaitan antara rencana kegiatan/usaha dengan komponen lingkungan yg mengalami perubahan mendasar (dampak penting)

2. Keterkaitan antar berbagai komponen dampak penting yg telah dirumuskan - Isu isu pokok lingkungan tersebut di rumuskan melalui 2 tahapan, yaitu

1. Segenap dampak penting dikelompokkan menjadi beberapa kelompok menurut keterkaitannya satu sama lain

2. Dampak penting yg berkelompok tersebut selanjutnya di urut berdasarkan kepentingannya baik dari segi ekonomi, social maupun ekologis.

2.9. Pelingkupan Wilayah Studi

- Tujuan pelingkupan wilayah studi yaitu untuk membatasi wilayah studi Andal sesuai dengan pelingkupan dampak penting dengan memperhatikan keterbatasan sumberdaya, waktu dan tenaga.

(5)

- Lingkup wilayah studi Andal di tetapkan berdasarkan pertimbangan batas batas ruang sbb :

1. Batas Proyek 2. Batas Ekologis 3. Batas Sosial

4. Batas Adminsitratif

5. Batasan Ruang lingkup studi Andal

Diagram Alir Penyusunan Andal

Pengumpulan Data dan Informasi tentang :

Rencana Usaha/Kegiatan

Rona Lingkungan Awal

Rekomendasi/Saran tindak untuk pengambil keputusan perencana dan pengelola Lingkungan berupa :

Alternatif usaha/kegiatan

Rencana Pemantauan Lingkungan

Rencana Pemantauan Lingkungan Evaluasi dampak penting terhadap

lingkungan

Penentuan dampak penting thd lingkungan yg ditimbulkan akibat Rencana kegiatan Proyeksi erubahan rona lingkungan awal

sebagai akibat adanya rencana kegiatan

(6)

Referensi

Dokumen terkait

8 tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan AMDAL yang mencakup dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan

Dalam proses pelingkupan, beberapa hal berikut sudah harus teridentifikasi secara jelas: komponen rencana usaha dan/atau kegiatan, komponen lingkungan yang terkena dampak

Uraikan secara singkat rona lingkungan hidup di wilayah studi rencana usaha dan/atau kegiatan. Rona lingkungan hidup yang diuraikan pada butir ini agar dibatasi pada

totalitas terhadap beragam dampak penting hipotetik lingkungan hidup yang dimaksud pada Bab V, dengan sumber usaha dan/atau kegiatan penyebab dampak.  Dampak-dampak penting

a. Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan Gedung FISIP-UIN Syarif Hidayatullah yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak besar yang penting

Kualitas air laut akan turun pada tahap konstruksi khususnya pada asat pemasangan pipa lepas pantai dan pembangunan dermaga di Kilang LNG serta operasi produksi gas dan gas

Materi sosialisasi meliputi rencana kegiatan pembangunan Rumah Sakit bertaraf internasional di Meruya Selatan, Jakarta Barat, lokasi administratif kegiatan, tahap-tahap

Alternatif-alternatif yang akan dikaji dalam ANDAL Kajian AMDAL merupakan studi kelayakan dari aspek lingkungan hidup, maka komponen rencana usaha dan/atau kegiatan harus memiliki