• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2

N/A
N/A
Indah Dewi

Academic year: 2024

Membagikan "BAB 2"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Misalnya: Rumah Sakit Onkologi, Rumah Sakit Bersalin dan Anak, Rumah Sakit Jantung dan lain-lain. Rumah Sakit Tipe B (Rumah Sakit Provinsi) akan didirikan di setiap ibu kota provinsi untuk memberikan layanan rujukan dari rumah sakit kabupaten. Rumah Sakit Tipe C direncanakan akan didirikan di setiap kabupaten/kota (RS Kabupaten) untuk memberikan pelayanan rujukan dari Puskesmas.

Rumah sakit ini bersifat transaksional karena suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit khusus yang hanya menawarkan satu jenis pelayanan medis. Dalam ketentuan Pasal 15 ayat (3) UU No. 44 Tahun 2009 untuk Rumah Sakit disebutkan bahwa pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan medis habis pakai di rumah sakit hendaknya dilaksanakan dengan sistem terpadu di Instalasi Farmasi.

Dengan demikian, seluruh Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Kesehatan Habis Pakai (BMHP) yang beredar di Rumah Sakit menjadi tanggung jawab Fasilitas Farmasi. Rumah sakit harus memiliki mekanisme yang mencegah kekurangan obat yang biasanya tersedia di rumah sakit dan memperoleh obat ketika instalasi farmasi ditutup. Bagi rumah sakit pemerintah, pembelian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai harus sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa yang berlaku.

Persiapan yang dilakukan di rumah sakit harus memenuhi persyaratan mutu dan dibatasi hanya pada kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Penyimpanan

Penetapan waktu pembelian dan kedatangan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai (BMHP). Obat dan bahan kimia yang digunakan untuk menyiapkan obat diberi label yang jelas dan terbaca dengan nama, tanggal wadah pertama kali dibuka, tanggal kadaluarsa dan peringatan khusus. Elektrolit konsentrasi tinggi yang disimpan di unit perawatan pasien dilengkapi dengan tindakan pengamanan, harus diberi label dengan jelas dan disimpan di area terbatas untuk mencegah pengelolaan yang ceroboh.

Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai (BMHP) yang dibawa pasien harus disimpan dan diidentifikasi secara khusus. Zat yang mudah terbakar disimpan dalam ruangan tahan api dan diberi tanda khusus sebagai zat berbahaya. Gas medis disimpan dalam posisi berdiri, diikat dan diberi tanda agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan jenis gas medis.

Cara penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan dan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan kesehatan habis pakai serta disusun berdasarkan abjad dengan menerapkan prinsip First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIEU), disertai oleh sistem informasi manajemen. Penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai yang mempunyai kemiripan rupa dan nama. LASA) atau NORUM (Nama Obat yang mirip pengucapannya) tidak diletakkan berdekatan dan harus diberi tanda khusus untuk mencegah kesalahan pada saat meminum obat.

Faktor Lingkungan a. Suhu

Perlindungan terhadap pembekuan biasanya tertera pada label bahwa kain harus dilindungi dari pembekuan untuk mencegah kerusakan pada isinya.

Faktor Penyusun Obat 1. Berdasarkan Abjad

Hight Alert

Berdasarkan jenis obat

  • Distribusi
  • Pencatatan dan Pelaporan
  • Pengelolaan Obat Rusak, Kadaluarsa, Pemusnahan Obat dan Resep
  • Aspek Asuhan Kefarmasian (pharmaceutical care)
  • Konseling Promosi dan Edukasi
  • Pengobatan Sendiri (self Medication)

Obat yang mirip dan terdengar mirip (Nama Obat Mirip dan Dikatakan Mirip/NORUM, atau Mirip Suara Mirip/LASA). Obat bebas merupakan obat yang dapat dijual bebas dan dapat dibeli tanpa resep dokter. . Narkotika dalam pengertian yang tertulis dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 3 Tahun 2015 adalah zat atau bahan yang berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan, baik sintetik maupun semi sintetik, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi atau menghilangkan. sakit dan dapat menyebabkan kecanduan.

Obat yang mempunyai lambang warna hijau bergambar pohon ini tergolong obat yang terbuat dari tanaman herbal atau tanaman tradisional yang biasa disebut obat herbal. Rumah Sakit harus menentukan sistem distribusi yang dapat menjamin terselenggaranya pengawasan dan pengendalian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di unit pelayanan. Pendistribusian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai (BMHP) untuk perbekalan di ruang perawatan disiapkan dan dikelola oleh Instalasi Farmasi.

Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai (BMHP) yang disimpan di ruang perawatan harus sesuai jenis dan jumlah yang benar-benar diperlukan. Apoteker harus memberikan informasi, peringatan dan kemungkinan interaksi obat untuk setiap jenis obat yang ditawarkan dalam stok dasar. Pendistribusian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan kesehatan habis pakai (BMHP) berdasarkan resep perorangan/rawat jalan dan rawat inap melalui instalasi farmasi.

Merupakan pendistribusian perbekalan farmasi dimana pasien menerima obat yang telah dipisahkan untuk sekali pakai, namun obat tersebut diserahkan kepada pasien untuk digunakan sehari-hari. Sistem pendistribusian sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai untuk pasien rawat inap menggunakan kombinasi a+b atau b+c atau a+c. Obat rusak adalah obat dalam bentuk atau kondisi yang tidak dapat digunakan lagi, sedangkan tanggal kadaluwarsa adalah waktu yang menunjukkan batas waktu obat tersebut masih memenuhi persyaratan dan waktu kadaluarsa yang dinyatakan dalam bulan dan tahun harus dicantumkan pada kemasan obat. ditunjukkan.

Obat kadaluwarsa dapat berbahaya karena mengurangi kestabilan obat dan dapat menimbulkan efek toksik (racun). Hal ini disebabkan karena efek obat yang tidak maksimal dan kecepatan reaksi berkurang sehingga obat yang masuk ke dalam tubuh hanya akan mengendap dan menjadi racun. Pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai yang tidak dapat dipergunakan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menyusun daftar sediaan farmasi, alat kesehatan, dan perbekalan kesehatan habis pakai (BMHP) yang akan dimusnahkan. Pemberian konseling obat bertujuan untuk mengoptimalkan hasil terapi, mengurangi risiko terjadinya reaksi obat yang merugikan (ADRs) dan meningkatkan efektivitas biaya, yang pada akhirnya meningkatkan keamanan penggunaan obat bagi pasien (patient safety).

Referensi

Dokumen terkait

1) Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai untuk persediaan di ruang rawat disiapkan dan dikelola oleh Instalasi Farmasi. 2)

a) Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai untuk persediaan di ruang rawat disiapkan dan dikelola oleh Instalasi Farmasi.. b) Sediaan

penggunaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dapat.. dilakukan oleh Instalasi Farmasi harus bersama dengan Tim Farmasi

pengendalian penggunaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dapat dilakukan oleh instalasi farmasi harus bersama dengan Tim Farmasi dan Terapi

a) memilih sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit. b) merencanakan kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan dan

Rumah sakit harus menetapkan regulasi dan proses untuk pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang aman, bermutu, bermanfaat, serta

Pendistribusian adalah kegiatan dalam menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai kepada unit

Meningkatkan efisiensi penggunaan obat ‘Perencanaan kebutuhan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai di puskesmas setiap periode, dilakukan oleh ruangan farmasi di puskesmas,