• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN KERJASAMA BILATERAL INDONESIA-LAOS

N/A
N/A
Windy Marsella A

Academic year: 2023

Membagikan " HUBUNGAN KERJASAMA BILATERAL INDONESIA-LAOS"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

Jembatan pertama yang menghubungkan provinsi Vientiane di Laos dan Nong Khai di Thailand dibangun pada tahun 1994, dengan panjang lebih dari 1100 m. Jembatan ketiga adalah jembatan sepanjang 1.400 m yang menghubungkan provinsi Thakhek, Khammouane di Laos dengan provinsi Nakhon Phanom di Thailand.

Bidang Sosial Budaya

Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, jumlah penduduk Laos tergolong sedikit. Per Per 1 Maret 2015, jumlah penduduk Laos sebanyak 6.492.400 jiwa. Sedangkan provinsi dengan jumlah penduduk terkecil adalah Xaysombon dan Sekong yang masing-masing berpenduduk kurang dari 2% total penduduk Laos.

Laos Dalam Kancah Internasional

Kerugian ekonomi yang dialami negara-negara seperti ini membuat sebagian besar negara yang tidak memiliki daratan diklasifikasikan sebagai Negara Tertinggal (LDC). Kecuali Eropa, tidak ada negara yang terkurung daratan yang maju sebagaimana diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia.

Hubungan Laos dan ASEAN

Pada tanggal 13 Maret 2013, perwakilan PBB dan pejabat senior pemerintah dari negara-negara kurang berkembang (LLDCs) di Eropa, Asia dan Pasifik bertemu di Vientiane, Laos, untuk membahas bagaimana berpartisipasi penuh dalam perdagangan global dan mengatasi isolasi pasar global. dan permasalahan sosial lainnya. Konsekuensi ekonomi dari tidak adanya akses langsung ke laut.31 Pada tanggal 6 September 2016, KTT ASEAN ke-28 dan ke-29 dibuka secara resmi di National Convention Centre, Vientiane, di hadapan para Kepala Negara dan Pemerintahan ASEAN, para Menteri ASEAN Luar Negeri dan menteri terkait. pihak, Sekretaris Jenderal ASEAN, tamu, delegasi dan media lokal dan asing.32. Selain menjadi anggota AS EAN, Laos menjadi anggota sejumlah organisasi internasional seperti PBB dan badan khususnya, GNB, G-77, Great Mekong Sub Region (GMS), AS EM dan diterima sebagai negara anggota. anggota WTO pada awal tahun 2013.34. Di bidang ekonomi, perekonomian Laos tumbuh rata-rata 8,1% selama tiga tahun terakhir dan pendapatan per kapitanya mencapai US$.

Barang ekspor utama Laos adalah pertambangan, hasil pertanian, kayu dan produk kayu, pakaian, dan tujuan utama adalah Thailand, China dan Vietnam. Sedangkan impor umumnya berasal dari Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan Jepang dalam bentuk bahan bakar, makanan, barang konsumsi, mesin, kendaraan, dan suku cadang.35. Selama periode Rencana Pembangunan Sosial Ekonomi Nasional (NSEDP) ke-7, pemerintah Laos menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 8%.

Laos dua kali menjadi tuan rumah KTT ASEAN, yakni yang pertama pada 29-30 November 2004. KTT ASEAN di ibu kota Laos, Vientiane, membahas tema utama pembentukan zona perdagangan bebas. Untuk mempercepat proses tersebut, 10 negara ASEAN sepakat untuk mempercepat penghapusan pajak dan bea di cabang-cabang industri terpenting, termasuk sektor otomotif, tekstil, dan produk elektronik. Turut dinegosiasikan adalah penghapusan seluruh bea masuk antara negara-negara ASEAN dengan Tiongkok. 37 Kedua, pada tanggal 6 September 2016, KTT ASEAN ke-28 dan ke-29 resmi dibuka di National Convention Centre, Vientiane dengan dihadiri para Kepala Negara/Kepala Pemerintahan ASEAN. , Menteri Luar Negeri ASEAN, menteri terkait, Sekretaris Jenderal ASEAN, tamu undangan, delegasi dan media lokal dan asing.38.

Hubungan Laos dan Negara CLMV

Negara-negara CLMV ini mempunyai sejumlah kesamaan dalam kondisi perekonomiannya, meskipun mereka berbeda dalam ukuran pasar dan prioritas ekonominya.40 Pendapatan per kapita masing-masing negara rendah, dan sumber daya manusianya terbatas. Kesamaan CLMV mencakup perekonomian transisi yang sebagian besar berbasis pertanian, tingginya angka kemiskinan, infrastruktur dan institusi yang tidak memadai yang masih terlalu lemah untuk melakukan transisi ke ekonomi pasar dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya.41. Persamaan yang dimiliki CLMV antara lain adalah perekonomian transisi yang sebagian besar berbasis pertanian, tingkat kemiskinan yang tinggi, infrastruktur yang tidak memadai, dan institusi yang masih terlalu lemah untuk melakukan transisi ke perekonomian pasar.

CLMV terus menghadapi tantangan besar dalam memerangi kemiskinan, mempersempit kesenjangan kekayaan antar penduduk dan mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Meskipun setiap negara dalam CLMV menghadapi hambatan pembangunan yang berbeda, CLMV secara keseluruhan mempunyai potensi besar untuk pembangunan di masa depan. 39 Andrias Darnayadi, “KESEMBIHAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI NEGARA CLMV DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (AEC) 2015”, (Bandung, 2015), hal. 2.

Hubungan Indonesia dan Negara CLMV 1. Kerjasama Bilateral Indonesia dan Kamboja

Kerjasama Bilateral Indonesia Laos

Sejak saat itu, pemerintah Indonesia dan Laos mampu menjaga dan mengembangkan hubungan politik kedua negara. Pada tahun 2007, pemerintah Indonesia dan pemerintah Laos memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan mengadakan seminar bertajuk. Indonesia dan empat negara ASEAN menandatangani Deklarasi Borobudur yang berujung pada “Jejak Peradaban Agama Buddha dalam Seni Pertunjukan”.

Selama tiga tahun terakhir, Indonesia menjadi tuan rumah “Jejak Peradaban Agama Buddha dalam Seni Pertunjukan” yang diselenggarakan di Candi Borobudur. “Jejak Peradaban Agama Budha Dalam Seni Pertunjukan” tahun 2009 juga diselenggarakan di Indonesia, di Candi Borobudur, dengan mengangkat tema “Tilakhana”.56. Pemerintah Indonesia juga terus berupaya mengembangkan kerja sama dengan Laos dengan memberikan bantuan pendidikan dan pelatihan kepada pelajar dan pejabat Laos.

Pemerintah Indonesia berharap hubungan bilateral dengan pemerintah Laos dapat lebih ditingkatkan melalui pendekatan people-to-people.57. Selain itu, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Jepang (JICA), pusat GNB dan Departemen Pendidikan Negara RI juga menyediakan beberapa sumber daya untuk pelatihan dan pendidikan, seperti:. Lokakarya Internasional Manajemen Risiko Bencana untuk Pertemuan Konsultatif Pakar Asia-Pasifik, Jakarta, 9-11 Juni 2009.

Kerjasama Bilateral Indonesia Myanmar

Perjanjian tersebut kemudian diratifikasi oleh Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1952 dengan UU No. 18 Tahun 1952 tentang Persetujuan Perjanjian Persahabatan antara Republik Indonesia dan Uni Burma. Sementara itu, salah satu pesawat Garuda Indonesia Airways RI-007 kini disimpan di Museum Angkatan Bersenjata Yangon, Myanmar.63. Hubungan Indonesia dan Myanmar masih terjalin dengan baik, ditandai dengan adanya pertukaran kunjungan para pemimpin kedua negara.Presiden Soeharto mengunjungi Myanmar pada tanggal 26 November 1972, 22 dan 29 Agustus 1974 serta 23 dan 25 Februari 1997.

Jenderal Ne Win juga melakukan kunjungan pribadi ke Indonesia pada tanggal 23-25 ​​September 1997 atas undangan Presiden Soeharto. Sementara itu, Jenderal Senior Than Shwe juga mengunjungi Indonesia pada tanggal 5-8 Juni 1995, November 1996, dan April 2005. Indikasi lain membaiknya hubungan Indonesia-Myanmar adalah kunjungan tiga presiden Indonesia ke Myanmar: Presiden Abdurrahman Wahid pada 7 November 1999, Presiden Megawati Sukarnoputri pada tanggal 24 Agustus 2001, dan Presiden Dr.

Hubungan antara Indonesia dan Myanmar telah berkembang secara signifikan sejak Myanmar menjadi anggota ASEAN pada tahun 1997. Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dan U Nyan Win, Menteri Luar Negeri Uni Myanmar, menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) mengenai kerja sama bilateral antara Myanmar dan Indonesia pada tanggal 1 Maret 2006 di Yangon. Indonesia juga berkontribusi dalam pembentukan Tripartite Core Group (TCG) untuk membantu para korban Topan Nargis yang melanda Delta Ayeyawaddy pada 2 Mei 2008.65.

Total nilai perdagangan RI-Myanmar pada tahun 2008 (per Juni) sebesar US$

Beberapa hambatan perdagangan antara Indonesia dan Myanmar kedua negara yang selama ini mengemuka antara lain

Myanmar mengindikasikan keinginannya untuk mengimpor pupuk atau semen dan mengundang investor Indonesia untuk menanamkan modal atau membuka usaha di Myanmar. Importir besar Myanmar umumnya ingin mengimpor berbagai barang dalam kontainer berbeda. Sulit bagi pengusaha swasta Indonesia untuk melakukan kontak langsung dengan pengusaha Myanmar untuk menawarkan barang ekspornya karena aktivitas perdagangan di Myanmar dilakukan oleh pemerintah.

Kesulitan yang dialami pemerintah Myanmar dalam membeli barang-barang kebutuhannya di pasar bebas karena devisa atas barang-barang impor umumnya berupa bantuan dan pinjaman dari luar negeri seperti Jepang, Jerman dan badan internasional lainnya. Pemerintah Myanmar masih menerapkan sistem perizinan ekspor dan impor, dan upaya pengusaha untuk mengajukan izin ekspor dan impor ditolak oleh pemerintah tanpa penjelasan lengkap.

Kerjasama Bilateral Indonesia Vietnam

Hubungan diplomatik Indonesia dan Vietnam diawali dengan dibukanya Konsulat Indonesia di Hanoi pada tanggal 30 Desember 1955, yang kemudian ditingkatkan menjadi KBRI pada tanggal 10 Agustus 1964. Pada tahun 1973, kedua negara menormalisasi hubungan dengan merelokasi duta besar masing-masing ke Jakarta dan Hanoi. . Sejak saat itu, hubungan antara Indonesia dan Vietnam terus meningkat baik dalam kerangka bilateral, regional, dan multilateral.75.

Pada bulan Juni 2013, Presiden Republik Indonesia dan Presiden Vietnam sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara dari kerja sama komprehensif menjadi kemitraan strategis. Untuk melaksanakan kemitraan strategis tersebut, kedua negara juga telah menandatangani periode Plan of Action (PoA) yang berisi rencana aksi berbagai bidang kerja sama yaitu politik dan pertahanan keamanan, antikorupsi, ekonomi dan pembangunan, investasi, pertanian, kehutanan. . , memancing, pariwisata, transportasi. , energi, informasi dan komunikasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial, kerja sama teknis dan kerja sama konsuler serta memperkuat kerja sama, koordinasi dan saling mendukung dalam forum regional dan . Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan target nilai perdagangan Indonesia-Vietnam dari US$5 miliar pada tahun 2015 menjadi dolar AS.

Barang ekspor utama Indonesia ke Vietnam antara lain: kertas, bahan kimia, mesin, suku cadang, serat, komponen listrik, komponen motor, pakan ternak. Sedangkan barang impor utama Indonesia dari Vietnam antara lain: beras, tekstil, kopi, sepatu, sayuran, karet.77.

Kondisi Pendidikan Laos

Selama masa kolonial, Perancis mendirikan sistem pendidikan sekuler yang meniru sekolah Perancis, dan bahasa Perancis adalah bahasa pengantar. Pada tahun 1970, sekitar sepertiga pegawai sipil RLG adalah guru, meskipun sebagian besar dari mereka dibayar sangat rendah dan mendapat pelatihan minimal dengan tujuan menjadi guru sekolah dasar. Sistem pendidikan yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1950 dan direstrukturisasi menghadapi banyak permasalahan yang sama seperti yang pernah dihadapi.

Sistem pendidikan Perancis diganti dengan kurikulum Laos, meskipun kurangnya bahan ajar menghambat efektivitas pengajaran. Kampanye literasi orang dewasa yang intensif diluncurkan pada tahun 2018 untuk memobilisasi masyarakat terpelajar yang tinggal di pedesaan dan perkotaan untuk mengajarkan literasi dan keterampilan tingkat dasar kepada lebih dari 750.000 orang dewasa. Menurut PBB, pada tahun 1985 orang yang mampu membaca dan menulis diperkirakan 92 persen laki-laki dan 76 persen perempuan berusia 15 hingga 45 tahun.

Pendidikan di Laos setelah tahun 1990 mempunyai tantangan perkembangan dalam sistem pendidikan Laos. Populasi Laos yang berjumlah 4,9 juta jiwa memiliki keragaman etnis dan bahasa. Sistem pendidikan dikembangkan dalam kondisi yang sulit, yang mengakibatkan guru tidak cukup siap, gaji tidak mencukupi, dana tidak mencukupi, fasilitas tidak memadai, dan sebagainya. Undang-Undang Pendidikan, yang disahkan pada tahun 2000 dan diubah pada tahun 2007, menegaskan kembali klaim konstitusi Laos bahwa "semua warga negara Laos mempunyai hak atas pendidikan tanpa diskriminasi" dan menetapkan bahwa pemerintah mempunyai tugas untuk memperluas pendidikan guna "mengembangkan pengetahuan yang diperlukan" tentang pendidikan. Warga negara Laos dan kemampuan mereka untuk bekerja atau melanjutkan studi.” Meskipun pendidikan di Laos masih belum sama dengan di negara-negara maju, jelas bahwa pemerintah LPDR memprioritaskan peningkatan pendidikan sebagai sarana modernisasi negara dan menjamin masa depan rakyatnya. .

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan antara Pengetahuan tentang Keluarga Berencana dengan Keinginan untuk Menjadi Akseptor pada Calon Pengantin Laki-Laki di Kota Surakarta.. Fakultas

Untuk itu dalam melihat Islam secara teologis memang ada teks agama yang secara langsung membedakan antara laki laki dan perempuan, akan tetapi yang harus menjadi kesadaran

Usia gestasi dan berat badan lahir menjadi faktor risiko terjadinya duktus arteriosus persisten, dimana risiko PDA meningkat 29% untuk setiap kekurangan berat badan 100 gram dan

Perempuan dengan persen lemak yang tinggi beresiko untuk mengalami menarche dibawah usia 12 tahun (Pramanik, Rakshit, & Saha, 2015), namun dilain pihak sangat jarang

Secara makro bisa dikatakan bahwa media yang dikuasai ideologi laki-laki - mencoba untuk merepresentasikan bahwa Malinda Dee telah gagal menjadi perempuan dengan posisi

Duta besar Tiongkok untuk Indonesia yaitu Xi Feng mengatakan bahwa proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan hasil dari kesepakatan pemimpin kedua

Dengan tetap memperhatikan sistem transportasi udara masing-masing negara, Para Pihak sepakat untuk mengembangkan hubungan udara di antara kedua negara, termasuk pelayanan

Warga Negara Indonesia, pemegang paspor diplomatik dan dinas yang sah, wajib tidak dipersyaratkan untuk memperoleh visa untuk masuk, transit dan tinggal di