26 Tidak
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Bagan Alir Penelitian
Bagan alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1 dibawah ini.
Gambar 3.2 - Bagan Alir Penelitian YA
MULAI
Identifikasi Masalah
Data Primer
Sistem Air Limbah Domestik
Data primer kuisioner studi EHRA sistem air limbah domestik
Dokumentasi
Data Sekunder
Data dari BLH setempat
Data dari BPS Surabaya
Data dari dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau
Pengolahan Analisis Data
KESIMPULAN SELESAI
StudiPustaka
27 3.2 Bagan Alir EHRA
Guna alur penelitian untuk memanagemen waktu agar mudah diterapkan dan mudah di implementasikan menjadi data data yang sesuai dengan studi EHRA, berikut adalah alur data yang digunakan dalam studi kasus ini.
Gambar 3.2. Alur Penelitian Studi Kasus EHRA 3.2.1Persiapan Studi/Studi EHRA
Tercapainya kesepakatan dan persamaan, jadwal kerja, pembagian tugas, dan tanggung jawab setiap anggota Pokja Sanitasi dalam studi EHRA.
3.2.2Penentuan Area Studi EHRA
Untuk menetapkan Desa/Kelurahan Lokasi Area Studi, menetapkan Jumlah dan Nama Desa/Kelurahan terpilih sebagai Target Area Studi, dan menetapkan RT/RW dan Jumlah Responden untuk tiap Desa/Kelurahan Target Area Studi.
28
3.2.3Pelatihan Supervisor, Enumerator dan Petugas Entri Data
Untuk teridentifikasinya Supervisor, Enumerator dan Petugas Entri Data, Terlaksanannya pelatihan untuk Supervisor, Enumerator dan Petugas Entri Data dan Tersusunnya rencana studi EHRA.
3.2.4 Pelaksanaan Studi EHRA
Untuk terlaksananya studi EHRA di Kabupaten/Kota sesuai dengan target area studi.
3.2.5 Pengolahan Data dan Analisa Data
Agar tersedia kuesioner yang siap untuk dientri dengan menggunakan Softaware, dihasilkannya data hasil entri yang siap untuk dianalisis dengn menggunakan software, Dihasilkannya tabel hasil analisis studi EHRA
3.3 Jenis Penelitian
Studi EHRA merupakan studi kasus mengenai sanitasi dan perilaku yang berhubungan dengan sanitasi antara lain mencakup akses dan kondisi sarana sanitasi yang telah ada seperti air bersih, jamban, air buangan dan saluran pembuangan air dan jasa pengumpulan limbah padat serta bagaimana perilaku anggota rumah tangga dalam hubungannya dengan risiko kesehatan lingkungan dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran
29
kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami menurut Creswell, 1998:15 dalam(Dinas Kesehatan, 2015). Studi EHRA memberikan informasi kualitatif tentang kondisi sarana sanitasi yang ada, serta masyarakat pengguna sanitasi tersebut. Studi EHRA adalah studi yang mendalami sanitasi dan perilaku yang berhubungan dengan sanitasi antara lain mencakup akses dan kondisi sarana sanitasi yang telah ada, termasukair bersih, jamban, air buangan dan saluran pembuangan air dan jasa pengumpulan limbah padat serta bagaimana perilaku anggota rumah tangga dalam hubungannyadengan resiko kesehatan lingkungan.Untuk kepentingan mengukur pencapaian program pengembangan sanitasi diwaktu berikutnya Studi EHRA menerapkan rumus dibawah ini untuk menghitung besaran sampel:
n = D [(Zα + Zβ)2 * (P1 (1 - P1) + P2 (1 - P2)) /(P2 - P1)2] 5 dimana :
n = jumlah sample yang dibutuhkan D = design effect
P1 = proporsi indikator di waktu pertama (t1)
P2 = proporsi indikator tertentu yang diharapkan pada masa berikutnya (t2) Zα = skor Z dari α (tingkat signifikansi)
Zβ = skor Z dari β (statistical power) Unit (Dinas Kesehatan, 2015)
30 3.4. Teknik Sampling
Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian disebut sampel. Sampel atau contoh adalah wakil dari populasi yang ciri-cirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi.
Oleh karena itu, jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data, maka data yang diperoleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi, tetapi ciri dari sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi.Dalam banyak hal pengujian atau eksperimen tidak mungkin melibatkan seluruh populasi. Oleh sebab itu penelitian atau eksperimen dilaksanakan melalui sampling. Permasalahannya adalah bagaimana cara memilih sampel agar informasi yang diperolehdapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. Sampel representatif sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan, ukuran sampel yang diambil, dan cara pengambilannya. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling.
Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a) Probability Sampling (RandomSample)
Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
31
b) Non Probability Sampling (Non Random Sample)
Non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Teknik Sampling yang digunakan dalam studi EHRA adalah Random Sample dengan menggabungkan antara teknik random multistage (bertingkat) dan randomsystematic.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penelitian.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data erat kaitannya dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Pemilihan teknik dan alat pengumpulan data perlu mendapat perhatian yang cermat. Alat/instrumen pengumpulan data yang baik,menghasilkan data yang berkualitas dan kualitas data akan menentukan kualitas penelitian.Teknik pengumpulan data sebagai bahan pembuatan laporan studi EHRA yaitu:wawancara(dengan instrumen kuesioner) dan observasi. Wawancara, menurut Afriani(2009) dalam(Dinas Kesehatan, 2015)merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keteranganyang diperoleh sebelumnya.
3.6 Penentuan Jenis Sampel
Penentuan jumlah sampel merupakan bagian yang sangat penting untuk melakukan penelitian, yang dimana sampel adalah jumlah banyaknya masyarakat dari populasi yang digunakan. Tujuan penentuan jenis sampel
32
digunakan untuk mendapatkan hasil yang representatif dari populasi.
Penentuan jumlah sampel ini dapat dihitung berdasarkan persamaan Slovin:
Dimana :
n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
e = kesalahan sampling yang diperbolehkan
Kecamatan Bulak memiliki total penduduk sebanyak 42.978 jiwa.
Dengan derajat kepercayaan pada penelitian sebesar 90%, maka tingkat kesalahan sebesar 10%. Dengan menggunakan rumus slovin dan dengan margin of error 10%, didapatkan jumlah sampel/responden yang dibutuhkan sebanyak 100 sampel. 1 kecamatan sebanyak 5 kelurahan setiap kelurahan diambil 8 RT setiap RT diambil 5 sampel/responden.
3.7 Teknik Analisis Data
Setelah data diperoleh peneliti menganalisais secara kualitatif melalui tigatahapan:
a. Klasifikasi data b. Interpretasi data c. Analisis data
33
Teknik analisis yang diterapkan adalah teknik statistik deskriptif sederhana seperti prosentase dan frekuensi. Analisis statistik yang diterapkan berdasarkan pada satuanrumah tangga. Hasil analisis data EHRA merupakan analisis deskriptif kondisi sanitasi yang disajikan dalam bentuk diagram dan narasi.
3.8 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bulak yang termasuk wilayah Geografis Kota Surabaya yang merupakan bagian dari Wilayah Surabaya Utara, dengan ketinggian ± 4 – 12 meter diatas permukaan laut dan memiliki 4 kelurahan (Kelurahan Kedung Cowek, Kelurahan Bulak,Kelurahan Kenjeran dan Komplek Kenjeran, serta Kelurahan Sukolilo).
Gambar 3.3. Peta Lokasi Penelitian Kecamatan Bulak