V
rBidklffio Komunikosi Ekstrobel & lntr.osel
Membron: Struktur & Fungsi
',,t ,t,: , :: ::: , , rt r:, , i,:,.: i. |,:, r' .,it::., : : ,,,
Roberl K. Murroy, MD, PhD & Doryl K. Gronner, MD
PERAN BIOMEDIS
Membran adalah
struktur
piastis ataulentur
yang sangaikental. Membran plasma membentuk
kompartementertutup yang mengelilingi protoplasrna sel
untuk memisahkan saru sel dengan sellain
sehingga terbentuk individualitas sel. Membran plasma memiliki permeabilitasselektif dan
bekerja sebagai penghalang (sawar) sehingga perbedaan komposisi antara bagiandalam dan luar
seidapat dipertahankan. Pelmeabilitas selektif
rerurama dimungkinkan oleh adanya kanal dan pompa untuk ion dan substrat. Membran plasma juga mempertukarkan zat denganlingkungan
ekstraselmelalui
eksositosis serta endositosis, dan terdapat bagian-bagian khususdi struktur membran- taut
celah @apjunction)-rempar
sel-sel yanpS berdekatan mempertukarkan zat-zatnya. Selair-ritu,
membran plasma berperanpenting dalam interaksi antarsel dan
dalam penyaluran sinyal transmembran.Membran juga membentuk
berbagai kompartemenkhusus di dalam sel. Membran intrasel
semacamini membantu membentuk banyak struktur-struktur
yang berbeda secara morfologis (organel), misalnya n.ritokondria,RE, retikulum
sarkoplasma,kompleks Golgi,
granula sekretorik, lisosom, dan membran nuldeus.
Membran melokalisir enzim, berfungsi sebagai eiemen integral dalampenggabungan eksitasi-respons, dan menjadi
temparuntuk transduksi energi,
misalnya pada fotosintesis dan fosforiiasi oksidatif.Perubahan
di
dalamstruktur
membran(mis.
akibat iskemia) dapat memengaruhi keseimbanganair
dan aliranion
sehingga dapat memengaruhi semua prosesdi
dalamsel.
Defisiensiatau
perubahan spesifikpada
komponen membran tertentu menyebabkan berbagaipenyakit
(lihatTabel
40-5).
Secara singkat, fungsi normal sel bergantung pada kenormalan membran.PEMELIHARAAN TINGKUNGAN NORMAL INTRA. & EKSTRASET MERUPAKAN HAL MENDASAR BAGI KEHIDUPAN
Kehidupan berawal di lingkungan yang
mengandung air;jadi,
berbagai reaksi enzim, prosesdi tingkat
sel serta subsel, dan seterusnya berkembanguntuk
berfungsi dalam lingkungan tersebut. Karena mamaiiahidup di
lingkungan gas, bagaimana keadaan cairini
dipertahankan? Membran melaksanakannva dengan menginternalisasi dar.r men.rbagi- bagi air tubuh dalam kompartemen-kompartemen.Air lnlernol Tubuh Mengolomi Komporlementqlisosi
Air
membentuk sekitar 607o massa tubuh tanpa-lemak (lean body masi) pada tubuh manusia dan terdistribusi dalan-r dua kompartemen besar.A. CATRAN lrurnlsel (crs)
Kompartemen
ini
mengandung dua-pertiga airtubuh
total dan membentuk lingkungan yang bermanfaat bagi seluntuk
(1) membentuk, menyimpan, dan menggunakan energi; (2) memperbaikidiri;
(3) bereplikasi; dan (4) melakukan tugas khusus.435
Tabel
40-1. Perbandingan
konsentrasi rata-rataberbagai molekul di luar dan di dalam
selmamalia
MEMBRAN ADALAH STRUKTUR
KOMPLEKS YANG TERDIRI DARI LIPID' PROTEIN, & KARBOHIDRAT
Kita
terutama akan membahas membran yang terdapat di dalam sel eukariot, meskipun banyak prinsip yang dijelaskan juga berlaku bagi membran prokariot. Berbagai membran sel memiliki komposisi yang berbeda, seperti tercermin dalam rasio protein terhadaplipid
(Gambar 40-1). Halini
tidaklah mengherankanmengingat
perbedaanfungsi
membran-membran tersebut. Membran adalah struktur
tertutuP mirip-lembaran asimetrik dengan permukaan dalam dan luar yang berbeda. Struktur berbentuk lembaranini
adalah susunan nonkovalen yang stabil secara termodinamik danaktif
secarametabolik' Protein yang
melakukan fungsi-fr-rngsi spesifik organel, sel, atau organisme, banyak terdapat
di
dalam membran.No*
'Kr
Coz- {bebos}
,V1g'.
c{"
,t,
HCG'',:' ,
' POra- Glukoso Protein140
mmol/t
l4 mrnol,/Ll 2,5 mmoUl
',
1,5 mmol,/L 100 mmol/L27 mnollL
2 mmol/L 5,5 mmol/Li 0 rnnroly'L 140
mmolll
0,
I gmolll
30
mmolll,
'
4mmolft
1O
mmolll
60 mmol/L0*l
mmol/LI 6
s/dl
2
sldL
B. CAIRAN EKSTRASEL (CES)
MielinSel hati mencit Sel batang retina (sapi) Eritrosit manusia
Ameba
Sel HeLa
Membran luar mitokondria
Retikulum sarkoplasma Membran dalam mitokondria Kompartemen
ini
mengandung sekitar sepertigaair
tubuhtotal dan terdistribusi
antara plasmadan
kompartemen interstisiurn. Cairan ekstrasel adalah suatu sistem penyalur'Cairan iui
men.rbawake
selnutrien (mis.
glukosa, asamlemak,
asamamino),
oksigen, berbagaiion
setta trace mineral,dan
berbagaimolekul
regulator(hormon)
yang mengoordinasikan fungsi sel-sel yang terpisahjauh'
Cairan ekstrasel mengeluarkan CO., produk sisa, dan zat toksik atau zat yangtelah didetoksifikasi dari lingkungan sekitar sel'Komposisi lon Cqiron lnlrqsel & Ekstrosel Songot Berbedo
Lingkungan internal
kaya akar.rK'
sertaMgr'
dan fosfatadalah
anion
utamanya, seperti diperlihatkan pada Tabel 40-1.Cairan
ekstrasel ditandai oleh kandungan Na- serta Cart yang tinggi danCl
adalah anion utamanya. Perhatikan juga bahwa konsentrasi glukosa lebih tinggidi
dalam cairan.kitr"rel
dibandingkan dengandi dalam sel,
sedangkanuntuk protein berlaku keadaan sebaliknya.
Mengapa terdapat perbedaan ini? l.ingkungan primordial diperkirakan metupakan tempat asal kehidupan dahulu yang kaya akanK
dan
Mgr'.
Oleh karena itr-r masuk akaljika
realsi enzim dan proses biologis lain berkembang maksimal dalam lingkungan t.rr.L',r-rt sehingga konsentrasi ion-ionini di
dalam sel menjadi tinggi. Sel menghadapi tekanan seleksi yang tinggi sewaktu laut berubah secara bertahap menuju komposisi yang kaya:Lkan Na.dan Cazt. Evolusi perangkat biokimia dan fisiologis yang sama sekali baru akan memerlukan perubahan yang sangat besar;
lacli, sel membentuk pembatas (sawar)-membran disertai
pompa-unuk
mempertahankan linghungan mikro internal'01234
Perbandingan protein terhadap lemak
Cambar 40-1. Rasio protein terhadap lipid di berbagai membran' Protein sama atau melebihi iumlah lipid di hampir semua membran' Pengecualian yang mencolok adatah mielin, suatu insulator listrik vang terdapat di banyak serabut saraf.
(E
Ea
(o
c(5 -o Eq)
lipid Uromo podo Adolqh Fosfolipid, Kolesterol
A. Fospolrprp
Membron Momolio Glikosfingolipid, &
Dari
dua kelas fosfolipid utama yang terdapatdi
membran, fosfogliserida adalahfosfolipid
terbanyak danterdiri
dari tulang punggung gliserol tempat melekatnya dua asam lemak dalam ikatan esrer dan saru alkohol terfosforilasi (Gambar 40- 2). Konstituen asam lemak biasanya adalah molekul dengan jumlah karbon genap, rerutama yang mengandung 16 ataul8
karbon. Asam-asam lemakini
tidak bercabang dan dapat jenuh atau tak-jenuh. Fosfogliserida yang paling sederhana adalah asam fosfatidat, yaitu 1,2-diasilgliserol 3-fosfat, suatuz t
antarakunci
dalam pembentukan semua fosfogiiseridalain
(Bab 24). Pada fosfogliseridalain,
3-fosfat mengalami esterifikasimenjadi suatu alkohol,
misalnya etanolamin, koiin, serin, gliserol, atau inositol (Bab 15).Kelas utama kedua pada fosfolipid adalah sfingomielin, yang mengandung tulang punggung sfingosin dan bukan gliserol. Suatu asam lemak melekat pada gugus asam amino sfingosin melalui ikatan amida yang membentuk seramid.
Gugus hidroksil primer pada sfingosin mengalami esterifikasi menjadi fosforilkolin. Sfingomielin, seperti diisyaratkan oleh namanya, banyak ditemukan di selubung mielin.
Jumlah dan komposisi
asamlemak pada
berbagai fosfolipid berbeda-beda bergantung pada membran selnya.B. GLIKoSFINGoLIPID
Glikosfingolipid (GSL) adalah
lipid
yang mengandung gula dan dibentukdari
tulang punggung seramid; golonganini
mencakup galaktosil- dan glukosilseramid (serebrosida) dan gangliosida. Struktur glikos6ngolipid ini dijelaskan pada Bab 15. Senyawa golongan
ini
terutama ditemukan di membran plasma sel.Asam lemak
o il
Rr
-c - o-1cH2
Rz-C-O-2CH
I O-o lttt 3cH"-o-P-o-R. -il
o -___--Y-J \___raJ
Gliserol
AlkoholGambar 40-2. Suatu fosfogliserida yang memperlihatkan komponen asam lemak (R, dan Rr), gliserol, dan alkohol terfosforilasi. pada asam fosfatidat, R. adalah hidrogen.
C. Srenol
Sterol
yang
terbanyakditemukan
pada membran adalahkolesterol
(Bab 15), yang rerurama terletakdi
membran plasma sel mamalia,tetapi juga
dapat ditemukan dalamjumlah yang lebih sedikit di membran
mitokondria, kompleks Golgi, dan nuldeus. Kolesterol terselipdi
antarafosfolipid membran dengan gugus hidroksilnya
pada permukaan yang menghadap lingkungan cair dan sisanyadi
dalam lapisan membran. Kolesterol memengaruhi fluiditas membran seperti akan dibahas kemudian.Semua
lipid di
atas dapat dipisahkan satu sama lain denganteknik-teknik,
seperti kromatografikolom,
lapis tipis, dan gas-cair serra strukturnya dapat diketahui dengan spektrometri massa.Setiap membran sel eukariot
memiliki
komposisilipid
membran yang agak berbeda meskipun fosfolipidnya tetap merupakan kelas utama di semua sel.Lipid Membron Bersifor Amfipotik
Semua
lipid
utama pada membran mengandung bagianhidrofobik dan hidrofilik
sehinggadisebut "amfipatik".
Jadi, membran
itu
sendiri bersifat amfipatik.Jika
bagian hidrofobiknya dipisahkan dari bagianlain
molekul, bagianini tidak
akanlarut
daiam air, tetapilarut
dalam minyak.Sebaliknya,
jika
bagianhidrofilik
dipisahkandari
bagian molekul lainnya, bagianini
tidak akan larut dalam minyak, tetapi iarut dalam air. Sifat amGpatik fosfolipid diperlihatkan pada Gambar 40-3. Olehkarena itu, gugus kepaia polar padafosfolipid
dan gugushidroksil
kolesterol bertemu dengan lingkungan air; situasi serupa berlaku bagi gugus gula GSL (1ihat bawah)./-
Gugus kePala PolarGambar 40-3, Diagram fosfolipid atau
lipid
membran lainnya.Cugus kepala polar besifat hidrofilik, dan ekor hidrokarbon bersifat hidrofobik atau lipofilik. Asam-asam lemak di ekor dapat bersifat jenuh (S) atau tak-jenuh (U); asam lemak jenuh biasanya melekat pada karbon 1 gliserol dan asam lemak tak-jenuh pada karbon 2. Perhatikan lengkungan di ekor asam lemak tak-jenuh (U) yang penting untuk meningkatkan fluiditas membran.
W it
1\ {\
SU t\
ffi ll
SS
lr-hidrokarbon
apoiar
Asam lemak jenuh memiliki ekor lurus,
sedangkan asamlemak tak-jenuh yang umumnya
terdapat dalam'bentuk rls di membran membentuk ekor
melengkung (Gambar 40-3). Seiring dengan bertambahnya lengkungan padaekor,
membranmenjadi
semakinkurang
terkemas rapat sehingga bersifat lebih cair.Detergen adalah molekul amfipatikyang Penting dalam biokimia serta pekerjaan rumah tangga. Struktur molekular suatu detergen tidak banyak berbeda dari struktur fosfolipid.
Detergen
tertentu
banyak digunakanuntuk
melarutkanprotein
membran sebagai tahap pertama pemurniannya.Ujung hidrofobik
detergenmengikat
bagian hidrofobikprotein, yang
menggeser sebagian besarikatan
lipidnya.Ujung polar
detergen berada bebas,dan
menyebabkanprotein terlarut
dalambentuk komplela
detergen-protein yang biasanya juga mengandung sejumlahlipid
sisa.Lipid Membrqn Membeniuk Lopis-Gondo
Karakter amfipatik fosfolipid menunjukkan bahwa terdapat dua bagian molekul yang memiliki kelarutan yang tak-sama;
namun, daiam pelarut seperti
ait
fosfolipid menata dirinya menjadi suatu bentuk yang secara termodinamik memenuhi persyaratan kelarutandi
kedua bagian.Misel
(Gambar 40-4)
adalah salah satu strukrur sepertiini;
bagian hidrofobikterlindung dari air
sementaragugus polar hidrofiiik
terbenam
di
dalam lingkungan air. Namun, misel biasanya berukuran kecil (mis. sekitar 200 nm) sehingga potensinya untuk membentuk membran menjadi terbatas.Seperti
yang telah diketahui
padatahun 1925
olehGorter
dan Grendel,lapisan bimolekular,
atau lapisan- gandalipid
(lipid bilayer) juga dapat memenuhi persyaratantermodinamik molekul amfipatik dalam lingkungan
air'Lapisan-ganda, dan bukan misel,
memang merupakanstruktur kunci dalam
membranbiologis.
Lapisan-gandamemiliki bentuk
lembaran sehinggabagian hidrofobik
fosfolipid terlindung dari lingkungan air, sementara bagianhidrofilik
terbenamdi
dalamair
(Gambar40-5).
Hanyaujung
atautepi
lembar lapisan-ganda yang terpajan oleh iingkungan yang tak mendukung, tetapi bahkan permukaan yang terpajanini
dapat dihilangkan dengan melipat baliklembar untuk membentuk
vesikeltertutup tanpa
tepi' Lapisan-ganda dapat diperluas dalam jarak yang cukup besar (mis.I
mm). Lapisan-ganda yang tertutup merupakan salah satusifat
membranyang penting.
Lapis-gandaini
tidakpermeabel terhadap sebagian besar molekul larut-air karena molekul-molekul
ini
tidak akan larut daiaminti hidrofobik
lapisan-ganda.Lapisan-ganda
lipid
terbentuk melalui penataan-diri,yang didorong oleh efek hidrofobik (Bab 2).
Entropimolekul pelarut di
sekitarnyameningkat
saat molekul- molekullipid
menyatu dalam suatu lapisan-ganda.Dua
pertanyaanmuncul dari
pembahasandi
atas'Pertama, berapa banyak materi bioiogis yang larut- lipid
sehingga dapat masuk ke dalam sel dengan mudah?Gas, seperti oksigen, COr, dan nitrogen-molekul kecil
denganinteraksi
terbatas denganpelarut-mudah
berdifusi menembus bagian hidrofobik membran. Koefisien permeabilitas beberapaion
dan sejumlah molekullain
di lapisan-gandalipid
diperlihatkan pada Gambar 40-5 'Tiga
elektrolit yang diperlihatkan (Na.,K.,
danCl )
menembuslapisan-ganda
jauh
lebih lambat dibandingkan dengan air' Secara umum, koefisien permeabilitas molekul kecil dalamfrHfrF,fi,.ryH$i:,..,.
#yHHr#H$1,.*,*
Air
Gambar 4o-5. Diagram potongan suatu membran lapisan-ganda yang dibentuk dari molekul-molekul fosfolipid. Ekor asam lemak iak-fenuh melengkung
dan
menyebabkan terbentuknya Iebih banyak ruang antar gugus-gugus kepala polar sehingga ruang gerak lebih besar. Hal ini sebaliknya menyebabkan peningkatan fluiditas membran (Sedikit dimodifikasi dan diproduksi ulang dengan izin dari Styer L. Biochemistry, edke-2 Freeman, '1981. Hak cipta O 1981 oleh WH Freeman and Company).Gambar 40-4. Diagram potongan melintang sebuah misel. Cugus kepala polar terendam dalam air, sementara ekor hidrokarbon hidrofobik dikelilingi oleh hidrokarbon lain sehingga terlindung dari air. Misel adalah struktur bulat yang relatif kecil (dibandingkan dengan lapisan-ganda liPidt.
q,.
:"'-,-..',i'\i i,
S:-:*,:=
,r-ir"..?,
M"-'#
,,J@
M
10-14 10-12 10-10 10-8 10-6 10-4 Koefisien permeabilitas (cm/dtk)
Permeabilitas
Tinggi
Gambar 40-6. Koefisien permeabilitas
air,
beberapaion,
dan molekul kecil lain di membran lapisan-ganda Iipid. Molekul yang cepat bergerak menembus suatu membran dikatakan memiliki koefisien permeabilitas yang tinggi. (Sedikit dimodi{ikasi dan diproduksi ulang dengan izin dari Styer L. Biochemistry, ed ke-2. Freeman, 1 981. Hak cipta O 1981 oleh WH Freeman and Company).suatu lapisan-ganda
lipid
berkorelasi dengan kelarutannya dalam peiarut nonpolar. Contohnya, steroidlebih
mudahmenembus
lapisan-gandalipid dibandingkan
dengan eiektroiit. Koefisien permeabilitas air yang sangat tinggiitu
sendiri mengherankan,tetapi
sebagian dapat diterangkan oleh ukurannyayangkecil dan ketiadaan relatif muatan.Pertanyaan kedua berkaitan dengan molekul yang
tidak larutJipid.
Bagaimana gradien konsentrasi transmembranuntuk
mempertahankanmolekul yang tak-larut
lipid?Jawabannya adalah bahr,va membran mengandung protein, dan protein juga merupakan molekul amfipatik yang dapat disisipkan ke dalam lapisan-ganda
lipid
amfipatik. Protein membentukkanal untuk
memindahkanion
dan molekuikecil serta berfungsi
sebagaitransporter
(pengangkut) molekul besar yang tidak akan dapat melewati lapisan-ganda seandainyatidak
terdapatprotein
tersebut. Proses-proses tersebut dijelaskan di bawah.Protein Membron Berikqtqn dengon lopis- Gondo lipid
Fosfolipid
membran berfungsi sebagai pelarutuntuk
pro- tein membran, dan menciptakan suatu lingkungan agar pro- tein tersebut dapat berfungsi. Seperti diuraikan pada Bab 5,struktur heliks-a protein
memperkecil karakterhidrofilik
ikatan peptidaitu
sendiri.Oleh
karenaitu, protein
dapat bersifatamfipatik dan menjadi
bagianintegral
membran dengan membentuk bagianhidrofiliknya yang
menonjoldi
permukaan bagian dalam dan luar, tetapi berhubungan dengan bagianhidrofobik
yang menembusinti
hidrofobiklapisan-ganda. Pada kenyataannya, bagian-bagian protein membran yang menembus membran mengandung cukup banyak asam amino
hidrofobik
dan hampir selalumemiliki
banyak lembar B-pleated atau heliks-o. Bagi banyak mem- bran, rangkaian dengan panjang sekitar 20 asam amino dalam susunan heliks-o akan menembus lapisan-ganda tersebut.Kita dapat memperkirakan suatu rangkaian asam amlno yang terdapat
di
dalam suatu pr-otein sesuai dengan lokasi transmembran atautidak. Hal
ini dapat dilakukan denganmelihat suatu tabel yang
mencantumkan hidrofobisitas masing-masing
dart 20 asam amino umum dan nilai energi bebasuntuk
memindahkan asam amino dari bagian dalam suatu membranke
air. Asamamino hidrofobik
memilikinilai positif;
asamamino polar memiliki nilai
negatif.Nilai
energi bebastotal untuk
memindahkan rangkaian20
asam amino daiam protein kemudiandiplotkan
untuk menghasilkan hydropatlry p/or. Nilai yang melebihi 20 kkal.mol-r konsisten
dengan-tetapi
tidakmembuktikan-lokasi
transmembran.Aspek lain pada interaksi lipid dan protein adalah bahwa sebagian
protein
melekat pada salah satu lembar lapisan- ganda melalui ikatan kovalen kelipid
tertentu. Palmitat dan miristat adalah asam lemakyang terlibat dalam ikatan dengan protein-protein khususini.
Sejumlah protein lain (lihat Bab 46) berikatan dengan struktur glikofbsfatidilinositol (GPI).Membrqn yong Berbedq Memiliki Komposisi Profein yqng Berbedo
Jumlah berbagai protein di suatu membran bervariasi mulai kurang dari selusin di retikulum sarkoplasmahingga lebih dari 100
di
membran plasma. Sebagian besar protein membrandapat
dipisahkansatu
samaIain
dengan menggunakan elektroforesis gel poliakrilamid natrium dodesil sulfat (SDS- PAGE), suatu teknik yang mengubah penelitianini
dengan cepat. Thnpa SDS (sodium doderyl sulfare), hanya sedikitprotein
membran yang tetaplarut
sewaktu elektroforesis.Protein adalah molekul fungsional utama
membrandan
membentukenzim, pompa
sertakanal,
komponenstuktural, antigen
(mis.untuk
histokompatibilitas), dan reseptoruntuk
berbagai molekul. Karena setiap membranmemiliki komplemen protein yang
berbeda,tidak
adastruktur
membranyang khas. Sifat enzimatik
berbagai membran diperlihatkan pada Ta6el 40-2.Membron Adoloh Struktur Dinqmik
Membran dan
komponennya adalahstruktur dinamik.
Lipid dan protein di
membran mengalami pertukaran/pergantian (turnouer) seperti yang terjadi
di
kompartemen sel lainnya. Berbagailipid
memiliki laju pertukaran berbeda, dan laju pertukaran masing-masing spesies protein membran dapat sangat bervariasi. Membranitu
sendiri bahkan dapat mengalami pertukaranlebih
cepat dibandingkan dengan konstituen-konstituennya.Hal ini
dibahaslebih rinci
dibagian mengenai endositosis.
Indikator lain.sifat dinamik
membran adalah bahwa berbagai penelitiantelah
membuktikan bahwaiipid
danlndol
I
K+
ruu*l cl-
ill
T!:iptofan
clukosa
I
Ur"u,\ I
gliserol)l I
HrO
I
10-2
Tabel
40-2.
Enzim penanda pada berbagai membranlrMembran mengandung banyak protein dan sebagian di antaranya memiliki aktivitas enzimatik. Sebagian enzim ini terdapat hanya di membran tertentu sehingga dapat digunakarr sebagai penanda untuk mengikuti pemurnian membran-membran ini
TC N, trans-Colgi network
protein
tertentu memperlihatkandifusi lateral di
bidangmembrannya.
Sebagianprotein tidak
memperlihatkan difusi lateral karena melekat pada struktur intrasel, misalnyamikrofilamen. Sebaliknya, gerakan transversal lipid
menembus membranW;p-fup)
berlangsung sangat lambat (lihat bawah) dan belum dibuktikan terjadi pada protein.Membrqn Adqlqh Struktur Asimetrik
Sebagian struktur asimetri ini dapat dijeiaskan oleh distribusi
iregular protein di dalam membran. Struktur
asimetrib.gt* dalam-luar membran terbentuk karena
lokasi eksternal karbohidrat yang melekat pada protein membran.Selain
itu,
enzim-enzim tertentu terletak hanyadi
bagian luar atau dalam membran, misalnya membran mitokondria dan membran plasma.Pada membran terdapat
struktur asimetri
regional.Sebagian, seperti yang terdapat
di tepi
vilosa se1 mukosa, hampir dapat dilihat secara makroskopis. Yang lain, seperti yang terdapatdi taut
celah (gapjunction), :atrt
elat (tightjunction), dan
sinaps, menempati bagian membran yangjauh lebih kecil
sehingga membentuk asimetri yang jauh iebih kecil.Pada
fosfolipid
juga terdapatstruktur
asimetri bagiandalamluar
(transversal).Fosfolipid yang
mengandungkolin
(fosfatidilkolin dan sfingomielin) terletak terutama di lapisanluar
molekul;aminofosfolipid
(fosfatidiiserin dan fosfatidiletanolamin) terutama terletakdi lembar
bagiandalam. Jelaslah, jika asimetri
ini
memang harus ada, terdapat mobilitas transversal yang terbatas(flp-f'op)
pada fosfolipidmembran. Pada kenyataannya,
fosfolipid di
lapisan-ganda sintetik memperlihatkanflip-fl.op
dengan kecepatan yang sangat lambat; waktu paruh asimetri tersebut dapatdiukur
dalam beberapa minggu.Mekanisme yang berperan membentuk asimetri
lipid belum
dipahami sepenuhnya. Enzim-enzim yang terlibat dalam sintesis fosfoiipid terletakdi
sisi sitoplasmik vesikel membran mikrosom. Terdapat berbagai tra nslokase (flipp as e) yang memindahkan fosfolipid tertentu (mis. fosfatidilkolin) dari lembar dalam ke lembar luar. Thmpaknya juga terdapat beberapaprotein spesifik yang cenderung mengikat
masing-masingfosfolipid di
kedua lembar lapisan-ganda, yang ikut be rperan menentlikan distribusi asimetrik molekui- molekui lemak ini. Selain itu , pbospholipid excbangeprotein
mengenali fosfolipid spesifik dan memindahkannya dari satu membran (mis.
retikulum
endoplasma[RE])
ke membranlain
(mis. mitokondria dan peroksisom). Dalam kaitannya dengan GSL danglikoprotein
juga terdapat asimetri; gugus gula molekul-molekulini
menonjol keluardari
membran plasma dan tidak terdapat di permukaan dalam.Membron Mengondung Protein Integrol &
Perifer
Protein-protein membran sebaiknya diklasifikasikan menjadi dua jenis: integral dan perifer (Gambar 40-7). Sebagian besar protein membran termasuk dalam jenis integral, yang berarti bahwa protein-protein
ini
berinteralsi secara luas dengan fosfolipid dan memerlukan detergenuntuk
melarutkannya.Protein-protein
ini
biasanyajuga
menembus lapisan-ganda lipid. Protein integral biasanya globular dan amfipatik. Protein tersebut terdiri dari dua ujung hidrofilik yang dipisahkan oleh regio hidrofobikdi bagian tengah dan menembus inti hidrofobik lapisan-ganda. Seiring dengan terungkapnya struktur berbagaiprotein
integral membran,menjadi
semakin jeias bahwa protein tertentu (mis. molekul pengangkut, berbagai resepto!dan protein
G)
menembus lapisan-ganda berkaii-kali (lihat Gambar 45-5). Protein integral juga terdistribusi secara asimetris menembus lapisan-ganda membran. Orientasi asimetrikini
terbentuk sewaktu protein tersisip ke dalam lapisan-ganda lipid.Mekanisme molekular yang berperan dalam penyisipan protein ke dalam membran dan topik pen)'usunan membran dibahas
padaBab 45.
Protein perifer
tidak berinteraksi langsung denganinti
hidrofobik fosfolipiddi
dalam lapisan-ganda sehinggatidak
memerlukan detergen untuk membebaskannya. Proteinini
terikat secara lemah dengan bagian
hidrofilik
protein integral tert€ntu dan gugus kepala fosfolipid serta dapat dibebaskan dengan pemberianlarutan
garam dengan kekuatanionik yang tinggi. Contohnya, ankirin, suatu protein
perifer, terikat pada protein integral " band3" di
membran eritrosit.Spektrin, suatu struktur
sitoskeletondi dalam
eritrosit,Protein integral
Gambar 40-7. Model mosaik cair pada struktur membran. Membran terdiri dari suatu lapisan lipid bimolekular dengan protein tersisip di dalamnya atau terikat pada salah satu permukaannya. Protein membran integral terbenam kuat di dalam lapisan-lapisan lipid. Sebagian protein ini menembus seluruh ketebalan lapisan-ganda dan disebut protein transmembran, sementara yang lain terbenam di lembar bagian Iuar atau dalam lapisan-ganda lipid. Protein perifer terikat secara lemah pada permukaan dalam atau luar membran. Banyak dari protein dan semua glikolipid memiliki rantai oligosakarida yang terpa.jan ke arah luar. (Diproduksi ulang dengan ijin dari Junqueira LC, CarneiroJ. Basic Histology: Text and Atlas, ed ke-.10. McCraw-Hill, 2003).
selanjutnya berikatan dengan
ankirin
sehingga berperan penting dalam pemeliharaan bentuk bikonkaf eritrosit.MEMBRAN ARTIFISIAT DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI FUNGSI MEMBRAN
Dengan teknik-teknik yang tepat, kita dapat
membuat sistem membran artifisial. Sistemini
umumnyaterdiri
dari campuran satu atau lebih fosfolipid alami atau sintetik yang dapat diproses (mis. dengan menggunakan sonikasi ringan)untuk membentuk
vesikelbulat
sehinggalipid-lipidnya
suatu membentuk lapisan-ganda. Vesikel semacamini
yang dikelilingi oleh lapisan-gandalipid,
disebut liposom.Beberapa keuntungan dan pemakaian sistem membran artifisial dalam penelitian tentang fungsi membran adalah sebagai berikut:
(1) Kandungan lipid
membran dapat diubah-ubah, dan memungkinkan pemeriksaan sistematis terhadap efek berbagai komposisilipid
pada fungsi tertentu.(2) Enzim atau protein membran mumi
dapat dimasukkanke
dalam vesikelini untuk
memperkirakan faktor apa (mis.Iipid
spesifik atau protein tambahan) yang dibutuhkan protein agar dapat berfungsi.(3) Lingkungan sistem ini dapat dikendalikan secara ketat dan diubah-ubah secara sistematis (mis. konsentrasi ion, ligan).
(4) Ketika dibentuk, liposom dapat dibuat untuk memerangkap senyawa tertentu di dalam
dirinya,misalnya obat dan gen. Kini muncul minat untuk
menggunakan liposom sebagai alatuntuk
mendistribusikan obat ke jaringan tertentu, danjika
suatu komponen (mis.antibodi
terhadap molekul permukaan sel tertentu) dapat dimasukkan ke dalam liposom sehingga komponen tersebutdapat membidik jaringan atau tumor tertentu,
dampak terapeutiknya akan sangat besar.DNA
yang dimasukkan ke dalam liposom tampaknya menjadi kurang sensitif terhadap serangan oleh nuklease; pendekatanini mungkin
terbukti bermanfaat dalam terapi gen.MODEI MOSAIK CAIR UNTUK STRUI(TUR ME'YIBRAN TELAH DITERIMA SECARA IUAS
Model mosaik cair
(fluid
rnosaic model) struktur membran yang diajukan pada tahun 1972 oleh Singer dan Nicholson (Gambar40-7) kini
telah diterima secara luas.Model ini
sering disamakan seperti gunung es (protein membran) yang mengapung di laut dan didominasi oleh moiekul fosfolipid.
Bukti-bukti
awaluntuk model ini
adalah temuan bahwa protein integral yang spesifikuntuk
spesies tertentu (yang dideteksi dengan teknik pelabelan fluoresen) secara cepat dan acak mengalami redistribusi di dalam membran plasma suatusel
hibrid
antarspesies yang dibentuk dengan menginduksi penyatuan dua selinduk
berbeda secara artifisial.Hal ini
selan.jutnya membuktikan bahwa fosfolipid juga mengalami redistribusi cepat di bidang membran. Difusi di dalam bidang membran yang disebut difusi lateral
ini
dapat berlangsung sangat cepatuntuk
suatu fosfolipid; pada kenyataannya, di bidang membran, satumolekul fosfolipid
dapat bergerak beberapa mikrometer per detik.Perubahan
fase-dan dengan demikian
perubahanfluiditas msrnhxn-52ngat
bergantungpada
komposisilipid membran. Pada suatu
lapis-gandalipid,
rantaihidrofobik
asam-asamlemak dapat tertata atau
terikatsangat rapi
sehinggamembentuk struktur yang
agak kaku. Seiring dengan meningkatnya suhu, rantai sampinghidrofobik
mengalami transisidari
keadaanteratur
(iebih mirip-gel atau fase kristal) ke keadaan tak-teratuq menjadi bentuk yangmirip
cairan ataufluida.
Suhu saat struktur mengalami transisi dari keadaan teratur menjadi tak-teratur(yi.
meleleh) disebut"suhu transiri' (q). Rantai
asam lemak yang lebih panjang dan jenuh berinteralsi lebih kuat satu samalain
melaluirantai
hidrokarbonnya yang lebih panjang sehingga nilaiT
lebihtinggi-yi.
suhu yang lebihtinggi diperlukan untuk
meningkatkanfluiditx
lapisan- ganda.Di
pihak lain, ikatan tak-jenuh yang terdapat dalamkonfigurasi cls
cenderung meningkatkanfluiditas
lapis- ganda dengan menurunkan kepadatan ikatan rantai samping tanpa mengurangi hidrofobisitas (Gambar 40-3). Fosfolipid membran sel umumnya mengandung paling sedikit satu asam lemak tak-jenuh dengan sedikitnya satu ikatan rangkap cis.Kolesterol memodifikasi
fuiditas
membran. Pada suhudi
bawahT ,
senyawaini
mengganggu interaksi ekor-ekor hidrokarbon asam lemak sehingga meningkatkan fluiditas.Pada suhu
di
atasT ,
kolesterol mengurangi keteracakan karena senyawaini lebih
kaku dibandingkan dengan ekor hidrokarbon asam lemak dantidak
dapat banyak bergerakdi
membran dengan derajat yang sama sehingga membatasi fluiditas. Pada rasio kolesterol:fosfolipid yangtinggi,
suhu- suhu transisi tidak dapat dibedakan.Fluiditas membran
memengaruhifungsi
membran secara bermakna. Seiring dengan meningkatnya fluiditas membran, permeabilitas membran terhadap air dan molekulhidrofilik kecil
lainnyajuga
meningkat.Mobilitas
lateralprotein
integral meningkat seiring dengan meningkatnyafuiditas
membran. Jika tempataktif protein
integral yang berperandalam suatu fungsi hanya
terdapatdi
bagianhidrofiliknya,
perubahanfluiditas lipid mungkin
tidak banyak berpengaruh pada aktivitasprotein;
namun,jika protein
berperan dalamfungsi
transpor yang komponen ffanspornya menembus membran,efek
faselipid
dapat mengubahlaju
transpor secara signifikan. Reseptor insulin adalahcontoh
yang sangatbaik untuk
perubahan fungsiakibat
perubahanfluiditas.
Seiring dengan meningkatnyakonsentrasi asam
lemak tak-jenuh di
membran (denganmengkuitur
sel dalammedium
yang akan kaya molekulini), fuiditas
akan meningkat.Hal ini
mengubah reseptor sehingga reseptor mengikat lebih banyak insulin.Rokit tipid {l.ipid Raftl, Koveol, & Tqut Erot (Tight Junctionl Adqloh Struktur Khusus Membrqn Plqsms
Membran plasma mengandung beberapa
struktur
khusus yang sifat biokimiawinya telah cukup banyakditeliti.
R.akit
lipid (lipid rart)
adalah bagiandinamik
lembar eksoplasmik lapisan-gandalipid
yang diperkaya oleh koles- terol, sfingolipid, dan protein tertentu (lihat Gambar 40-8).Struktur ini
tampaknya berperan dalam transduksi sinyal dan proses lain. Diperkirakan bahwa pengelompokan kom- ponen-komponen tertentu sistem sinyai dapat meningkat- kan efisiensi fungsi komponen-komponen tersebut.Kaveola (caaeolae)
mungkin
berasaldari rakit
lipid.Banyak struktur
ini
mengandungkaveolin-I,
yang mungkinberperan dalam pembentukannya dari rakit.
Denganmikroskop elektron, kaveola tampak
sebagai indentasi (cekungan) berbentuk vasdi
membran sel (Gambar 40-9).Protein yang terdeteksi di kaveola antara lain adalah berbagai komponen sistem transduksi sinyal
(mis.
reseptor insulin dan sebagian protein G), reseptor folat, dan nitrogen oksida sintase endotel (eNOS). Kaveola dan rakit lemak merupakan bagian yang banyakditeliti,
dan gagasan-gagasan mengenai keduanya serta kemungkinan peran kedua struktur tersebut dalam berbagai penyakit terus berkembang pesat.Taut erat (tight junction)
adalahstruktur lain
yang ditemukan pada membran permukaan.Struktur ini
seringterletak di bawah permukaan apikal sel epitel dan mencegah
difusi
makromolekuldi
antara sel.Thut
eratterdiri
dari berbagai protein, termasukokludin,
berbagai klaudin, dan junctional adhesion molecules (molekul perekat taut).Struktur
khususlain yang ditemukan di
membran permukaan antaralain
adalah desmosom,taut
adheren, danmikrovili;
sifat kimiawi dan fungsi struktur-strukturini
tidak dibahas di bab
ini.
Sifat taut celah (gapjunction)
akan dijelaskan di bawah.SELEKTIVITAS MEMBRAN
MEMUNGKINKAN PENYESUAIAN KOMPOS|S| & FUNGST SEt
Jika membran plasma relatif
impermeabel, bagaimana sebagian besarmolekul
masukke
dalam sel? Bagaimanaselektivitas pergerakan ini terbentuk? Jawaban
atas pertanyaan semacamini penting untuk
memahami cara sel menyesuaikandiri
terhadap lingkungan ekstrasel yang terus berubah. Organisme metazoajuga
harusmemiliki
ff
Fosfolrpid {PL)q
Kolesterol
Sfingomielin (SM) Berbagai gula dalam glikosfingolipid {GSL) atau protein ierkait-GPl
Gambar 40-8. Diagram skematis suatu rakit lipid. Rakit lipid sedikit lebih tebal dibandingkan dengan bagian Iapisan- ganda lainnya. Struktur ini diperkaya oleh sfingolipid (mis. sfingomielirr), glil<os{ingolipid (mis. gangliosida CM,), fosfolipid jenr-rh, dan kolesterol. Rakit ini juga mengandung protein terkait-CPl ierlentLr (lembar luar) dan protein terasilasi serta terprenilasi (lembar dalam). Protein terkait-CPl dibahas pada Bab 46. Asilasi dan prenilasi adalah modifikasi pascatranslasi protein membran tertentu.
$ w
stt
il a {
cara
untuk berkomunikasi di
antara sel yang berdekatandan
berjauhan sehingga proses-prosesbiologis
kompleks dapat dilaksanakan. Sinyal-sinyalini
harus sampaidi
dan disaiurkanoleh
membran,atau harus dibentuk
sebagai konsekuensidari
interal<sidengan membran.
Sebagian mekanisme utamayang
digunakanuntuk
melaksanakan berbagai tugasini
dicantumkan di Thbel 40-3.I
MembranJ
plasmaGambar 40-9. Diagram skematis sebuah kaveola. Kaveola adalah suatu invaginasi di membran plasma. Protein kaveolin tampaknya berperan penting dalam pembentukan kaveola, dan terdapat sebagai dimer. Setiap monomer kaveolin melekat pada lembar dalam membran plasma melalui tiga molekul palmitoil (tidak diperl ihatkan).
Mekonisme Fosif Memindqhkon Seiumloh Moleku! Kecil Melolui Membron
Molekul
dapat secara pasif menembus membran lapisan- gandalipid
dengan mengikuti penurunan gradien elektro-kimiawi
melalui prosesfifusi
sederhana ataudifusi
ter-fas ilitasi (fa c i
lit
a t e d diffas i o n) . P er ge r akan s po n tan me n uj u keseimbanganini
berlawanan dengantr.rnspor aktif
yang memerlukan energi karena prosesini
merupakan pergerak- an melawan suatu gradien elektrokimiawi. Gambar 40-10 memperlihatkan skema mekanisme-mekanisme ini.Tabel
40-3. Pemindahan material dan
informasimelalui
membranProtein terkait-GPl
Molekul yang
I siss
Gradien
n
elektro*imiawi
'#if,{
ffflryfi III I
I ll ll\l
Difusi
Difusisederhana
lerfasiliiasi*_--_---Y__-J
Transpor
pasif
Transpor ektifGambar 40-10. Banyak molekul kecil yang tak-bermuatan bergerak bebas melalui lapis-ganda lipid.
Molekul bermuatan, molekul tak-bermuatan berukuran besar, dan beberapa molekul kecil tak-bermuatan dipindahkan melalui kanal atau pori atau oleh protein pembawa spesifik. Transpor pasif selalu mengikuti gradien elektrokimiawi,
dan
menuju keseimbangan. Transporaktif
berlangsung melawan gradien elektrokimiawi dan memerlukan masukan energi, sementara transpor pasif tidak memerlukannya. (Digambar dan diproduksi ulangdengan izin dari Alberts B, etal. Molecular Biology of the Ce//. Carland, 1983).Seperti dijelaskan di atas, sebagian zat terlarut, misalnya
gas dapat masuk ke dalam sel melalui difusi
denganmengikuti
gradien elektrokimiawimelalui
membran dan tidak memerlukan energi metabolik.Difusi
pasif sederhana suatuzat terlarut melalui
membran dibatasioleh
agitasi termal molekul spesifik tersebut, oleh gradien konsentrasidi
kedua sisi membran, dan oleh kelarutan molekul yangbersangkutan (koefisien permeabilitas, Gambar
40-6)di dalam inti hidrofobik
lapisan-gandalipid.
Kelarutan berbanding terbalik denganjumlah
ikatan hidrogen yang harus diputuskan agar suatu zat yangterlarut
dalam faseair
eksternal terserapke
dalam lapisan-ganda hidrofobik.Elektrolit
yangsulit larut
dalamlipid, tidak
membentuk ikatan hidrogen dengan air, tetapi memperoleh selubung airdari
hidrasi oleh interaksi elektrostatik.Ukuran
selubung berbanding lurus dengan densitas muatan (charge density) elektrolit. Elektrolit dengan densitas muatan besarmemiliki
selubung hidrasi yanglebih
besar sehinggalaju
difusinya lebih lambat. Na-, contohnya,memiliki
rapat muatan yanglebih
besar dibandingkan denganK-.
Jadi,Na-
terhidrasi lebih besar dibandingkan denganK-
terhidrasi; oleh sebabitu, K.
terhidrasi cenderung bergeraklebih
mudahuntuk
menembus membran.Faktor berikut memengaruhi
difusi
netto suatu zat:(l)
Gradien konsentrasinya di kedua sisi membran .
Zat rcrlarrt
berpindah dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. (2) Potensial listrik di kedua sisi membran. Zat terlarrt bergerak ke arah larutan yang
memiliki
muatan berlawanan. Bagian dalam sel biasanyamemiliki
muatan negatif.(3)
Koefisien permeabilitas zat terhadap membran.(4)
Gradien tekananhidrostatik di
kedua sisi membran. Peningkatan tekanan akan meningkatkanlaju
dan mendorong tumbukan antara molekul dan membran.(5)
Suhu. Peningkatan suhu akanmeningkatkan
gerakanpartikel
sehingga meningkatkan frekuensi tumbukan antara partikel eksternal dan membran.Selain itu, terdapat beragam kanal di membran yang menjadi
pintu
masuk ion ke dalam sel.Kqnql lon Adqloh Protein Trqnsmembrqn yqng Memungkinkqn Mosuknyo Berbogoi lon Secqro Selektif
Membran alami
mengandung kanal-kanal transmembranatau struktur mirip-pori dan terdiri dari protein
yangmembentuk kanal ion selektif, Kanal
konduktif-kationmemiliki
garis tengah rerata sekitar5-8
nm. Permeabilitas suatu kanal bergantung pada ukuran,tingkat
hidrasi, dantingkat
densitas muatan suatuion. Kanal spesifik untuk Na-, K-,
Ca2.,dan Cl
telah berhasil diidentifikasi; salah satu kanalini
diperlihatkan pada Gambar 40-11. Kanalini
tl
Kanal Na+
otak tikus
Gamhar 40-l
l.
Diagram struktur kanal ion (kanal Na' pada otak tikus). Angka Romawi menunjukkan empat subunit kanal dan angka biasa menunjukkan domain-domain transmembran a-heliks masing-masing subunit. Pori-pori sebenarnya yang dile1vati oleh ion (Na-) tidak diperlihatkan, tetapi clibentuk oleh aposisi berbagai subunit. Bagian-bagian_spesifik dari subunit yang berperan dalam menutup dan membuka kanal juga tidak diperlihatkan (Berdasarkan WK Catterall.Dimodifikasi dan diproduksi ulang dari Hall ZW. An lntroduction fo Molecular Neurobiology. Sinauer, -l 992).
tampak
terdiri
dari empat subunit. Masing-masing subunit terdiri dari enam domain transmembran heliks-ct' Terminal karboksilamino
terletakdi
sitoplasma, dengan lengkung ekstraseldan intrasel. Pori-pori di kanal yang
dilewatioleh ion tidak
diperlihatkan. Sebuahpori
tersusun oleh suatustruktur inti
(garis tengahnya kira-kira 5-8 nm) yang terbentuk oleh aposisi berbagai subunit. Kanaiion
bersifat sangatselektif, yang umumnya hanya
memungkinkan lewatnya satu jenision (Nat,
Ca2-, dstnya). Banyak variasi ditemukan pada struktur di atas, tetapi pada dasarnya semua kanalion terdiri dari
subunit-subunit transmembran yang menyatu membentuk sebuah pori di tengah tempat lewatnya ion secara selektif.Membran sel saraf mengandung kanal
ion
yang telahterbukti berperan dalam pembentukan potensial
aksi.Aktivitas sebagian kanai
ini dikontrol
oleh neurotransmiterl oleh karenaitu,
aktivitasnya dapatdiatur.
Kanal
ion
terbuka secara transien sehingga "memiliki pintu/gerbang" (Sotrd. Gerbangini
dapat dikontrol dengan membuka atau menutupnya. Pada kanal bergerbang ligan (ligand-gated cbannels), suatu molekul spesifik berikatan dengan reseptordan
membukakanal' Kanal
bergerbang- tegangan (uobage-gated channel) membuka (atau menutup) sebagai respons terhadap perubahan potensial membran.Beberapa sifat kanal
ion
dicantumkan pada Tabel 40-4;aspek-aspek lain kanal ion dibahas secara singkat
di
Bab 48.Tabel
40-4.
Beberapaciri kanal
ion'Beberapa penyakit 1'ang disebabkan oleh mutasi kanal ion dibahas secara singkat di Bab 48.
PENELITIAN TERINCI TERHADAP KANAI K- & KANAT BERGERBANG.TEGANGAN MEMBERIKAN BANYAK PEMAHAMAN MENGENAI KERJA KANAT-KANAI INI
Terdapat sedikitnya empat ciri kanai ion yang harus diteliti:
(1) struktur keseluruhannya;
(2)
carakanalini
menyalurkan'
;.Kanal Regio heliks
Gambar 40-12. Diagram skematis struktur sebuah kanal K- (KvAP)
dari Streptomyces lividans. Diperlihatkan sebuah
ion
K- dalam rongga besar berisiair di
dalam interior membran. Dua regio hel i ks protein ka nal terorientasi dengan ujung-uj u ng karboksi latnya menunjuk ke arah lokasi K*. Kanal ini dilapisi oleh oksigen karboksil (Dimodi{ikasi dari Dovle DA, etal. Science 1998;280:60. Hak cipta (c) 1988 AAAS. Diadaptasi dengan izin).ion dengan
sedemikiancepat; (3)
selektivitasnya; dan(4) sifat-sifat
pintu/gerbangnya. Sepertiyang
dijeiaskan kemudian, telah banyak dicapai kemajuan dalam menjawab masalah-masalah sulir ini.Kemajuan khusus telah dicapai oleh
MacKinnon
dan rekan-rekannya yang berhasil mengungkapkan struktur dan fungsi kanalK
(KvAP)di
Streptomyces liuidans. Berbagaiteknik digunakan, termasuk
site-directed mutagenesisdan
kristalografi sinar-X.Kanal ini
adalah suatu protein membran integral yangterdiri
dari empat subunit identik, masing-masing dengandua
segmen transmembran, yang membentuk sebuahstruktur
kemahterbalik
(Gambar 40-l2).
Bagian kanal yang menentukan selektivitasion (filter selektivitas) berukuran panjang 12 A (relatif
pendek sehingga K- tidak harus berjalan jauh menembus membran) dan terletakdi ujung
lebar kemah terbalik. Rongga besar terisi air dandipol
heliks yang diperlihatkan pada Gambar 40-12 membantu mengatasi energi elektrostatik yangrelatif
besar dan menghalangi kation menembus membran.Filter selektivitas
dilapisi oleh atom oksigen karbonil (diberikan oleh sekuensTVGYG),
membentuk beberapa bagian yangdapat
berinteraksi denganK.. Ion K. yang
mengalami dehidrasi sewaktu memasukifilter
selekdvitas yang sempir tersebut, masuk pas ke dalam filter, sedangkanNa.
terlalu keciluntuk
berinteraksi secara benar dengan atom oksigen karbonil sehingga ditoiak. Jika duaion K.
berdekaran saru samalain di filter
akan saling tolak-menolak. Penolakanini
mengatasiinteralsi
antaraK*
danmolekul protein di
sekitarnya sehingga K- dapat lewat dengan cepat dan dengan selektivitas yang tinggi.Studi-studi lain terhadap kanal ion
bergerbang-tegangan (HvAP) pada Aero?yruffi ?ernix
berhasilmengungkapkan
banyak ciri
mekanismenya.Kanal ini
dibentuk oleh empat subunit, masing-masing dengan enam segmen transmembran. Salah satu
dari
enam segmen (S4 dan sebagian53)
adalah sensor tegangan. Segmen-segmenini
berperilaku sepertidayrng
bermuatan (charged paddle) (Gambar 40-13),yaitu
segmenini
dapat bergerak melalui interior membran yang memindahkan empat muatanpositif
(karena4
residuArg di
masing-masing subunit)dari
satu permukaan membranke
permukaanlain
sebagai responsterhadap perubahan
tegangan.Terdapat empat
sensor tegangandi
masing-masing kanal yang berkaitan dengan pintu/gerbang. Bagianpintu
kanal terbentuk dari heiiks 56 (satu dari masing-masing subunit). Pergerakan bagian kanalini
sebagai respons terhadap perubahan tegangan secara efektif menutup kanal atau membukanya kembali sehingga memungkinkan arus ion untuk lewat.lonofor Adqlqh Molekul yqng Berfungsi Sebogoi Pengongkuf Ulong-Alik Membron bogi Berogom lon
Mikroba tertentu menyintesis molekul organik
kecil,ionofor, yang berfungsi
sebagai pengangkut ulang-alikuntuk
pergerakanion menembus membran.
Ionoforini
mengandunginti hidrofilik yang berikatan
denganion
spesifikdan dikelilingi oleh
regiohidrofobik
perifer;susunan
ini
memungkinkan molekullarut
secara efektifdi
membran dan berdifusi menembus membran. Ionofor lain, seperti polipeptida gramisidin yangtelah
banyakditeliti,
membentuk kanal.Toksin mikroba, misalnya toksin di{leri dan
komponen komplemen serum
yang telahaktif
dapat menimbulkanSensor tegangan
Gerbang tertutup
Interior set
T\
E\"
\ qi
K*Gambar 40-13. Diagram skematis kanal K. bergerbang-tegangan pada Aeorpyrum pernix. Sensor tegangan berperilaku seperti dayung bermuatan yang bergerak melalui interior membran. Empat sensor tegangan (hanya dua yang diperlihatkan di sini) terhubung secara mekanis dengan pintu/gerbang kanal. Masing-masing sensor memiliki empat muatan positif yang dihasilkan oleh residu arginin (Dimodifikasi dari Sigworth FJ. Nature 2OQ3;423:21. Hak cipta O 2003.
Diadaptasi dengan izin dari Macmillan Publishers Ltd.).
Membran
iubang-lubang besar di membran sel sehingga makromolekul
memiliki
akses langsung ke lingkungan internal sel.Akuoporin Adoloh Protein yqng
Membentuk Konol Air di Membron Terlentu
Pada
sel tertentu (mis. sel darah merah, sel
duktulus koligentes ginjal), perpindahan air melalui difusi sederhana diperkuat oleh perpindahan melewati kanalair.
Kanalini terdiri dari
protein-protein transmembran tetramerik yangdinamai
akuaporin. Sekitar10
akuaporin berbeda(AP-l
sampaiAP-l0)
telah berhasil diidentifikasi. Mutasidi
gen yang mengode AP-2telah dibuktikan
menjadi penyebab salah satu tipe diabetes insipidus nefrogenik.ME'YIBRAN PLASMA BERPERAN DALAM DtFUSt TERFAS|UTAS|, TRANSPOR AKTID
& PROSES IAIN
Sistem transpor dapat dijelaskan secara
fungsional berdasarkanjumlah molekul
yang dipindahkandan
arah perpindahan (Gambar 40-14) atau berdasarkan perpindahan tersebut mendekati ataumenjauhi
keseimbangan. Sistemunipor (uniport) memindakan satu jenis molekul
ke kedua arah. Pada sistemkotranspor,
pemindahan satu zat terlarut bergantung pada pemindahan stoikiometrik (secara bersamaan atau berurutan) zat terlarut lai n. Simpor (simport)memindahkan dua zat terlarut dalam arah yang
sama.Contohnya adalah transporter proton-gula pada bakteri serta transporter Na--gula (untuk glukosa dan gula tertentu lain) dan transporter Na*-asam amino pada sel mamalia. Sistem
antipor (antiport)
memindahkan dua molekul dalam arah yang berlawanan (mis. Na. masuk dan Ca2- keluar).Unipor Simpor Antipor
---Y-'--- Kontranspor
Gamhar 40-14. Cambaran skematis jenis-jenis sistem transpor.
Transporter dapat diklasifikasikan berdasarkan arah pergerakan/
perpindahan dan apakah terdapat satu atau lebih molekul yang dipindahkan. Unipor
juga
dapat memungkinkan perpindahan dalam arah berlawanan, bergantung pada konsentrasi molekul yang bersangkutan di bagian dalam dan luar sel lDigambar dan diproduksi ulang dengan ijin dari Alberts B, et al. Molecular Biology of the Cel/. Carland,1 9B3).
Molekul yang tidak
dapat menembussendiri
secara leluasa lapisan-gandalipid
dapat melakukannya bersama dengan protein pembawa.Hal ini
melibatkan duaproses- difusi terfasilitast (facilitated difinion) dan
transporaktif-dan
sistem transpor yang sangat spesifik.Difusi
terfasilitasi dan transporaktif memiiiki
banyak kesamaan. Keduanya melibatkanprotein
pembawa, dan memperlihatkan spesifisitasuntuk ion, gula, dan
asamamino. Mutasi di bakteri dan sel mamalia
(termasuk sebagian mutasi yang menyebabkan penyakit pada manusia) mendukung kesimpulanini.
Difusi terfasilitasi dan transporaktif mirip
dengansuatu
reaftsi substrat-enzim kecuali bahwatidak terjadi
interaksi kovalen.Hal-hal
yang samadi
antara kedua proses tersebut adalah sebagai berikut: (1) Terdapat tempat pengikatan spesifikbagi
zar.terlarut.
(2) Pembawa dapat mengalami kejenuhan sehinggamemiliki
laju transpor maksimal (7-,u.; Gambar 40-15). (3) Terdapat konstanta pengikatan(d)
untuk zat terlarut sehingga sistem keseluruhanmemiliki K-
(Gambar40-15). (4) Inhibitor kompetitif yang strukturnya
serupadapat
menghambat transpof.Perbedaan utama adalah sebagai
berikut: (1)
Difusi terfasilitasi dapat terjadidi
kedua arah, sementara transporaktif
biasaya satuarah. (2) tanspor aktif
selalu bekerjamelawan gradien
listrik
ataukimia
sehingga memerlukan energi.Difusi Terfosilitosi
Beberapa zat terlarut berdifusi mengikuti
gradien elektrokimiadi
kedua sisi membranlebih
cepat daripada yang diperhitungkandari
ukuran, muatan, atau koefisienKm
Konsentrasi zat tedarut
Camhar 40-15. Perbandingan kinetik di{usi yang diperantarai oleh pembawa (difusi terfasilitasi) dengan difusi pasif. Laju perpindahan difusi pasif berbanding lurus dengan konsentrasi
zat
terlaru!sementara jika melibatkan pembawa, proses perpindahan dapat mengalami penjenuhan. Konsentrasi pada kecepatan separuh maksimal sama dengan konstanta pengikatan (K*) pembawa untuk zat terlarut (V-,0., laju maksimal).
o ot o
A\1II
$tt[( i ]$ifit[{ ii ]$ifit}i i il$tfi }r**
TAIL
%@#" a
P'ngT[il@@il] @@
Gambar40-16.Model "ping-pong" untukdifusiterfasilitasi. Sebuah protein pembawa (strukturabu-abu) di lapisan-ganda lipid berikatan dengan zat terlarut dalam konsentrasi tinggi di salah satu sisi membran. Kemudian terjadi perubahan konformasi ("pong" men;idi "ping"), dan zatterlarut dilepaskan di sisi yang mendorong terjadinya keseimbangan baru. Pembawa yang kosong kemudian kembali ke bentuk semula ("ping" men.iadi "pong") untuk menyelesaikan siklus;
a>-\
Pingffi;\
partisinya.
Difusi
terfasilitasiini
memperlihatkan sifat-sifat yang berbeda dengan difusi sederhana. Laju difusi terfasilitasi, suatu sistem unipor, dapat mengalami kejenuhan; yi. jumiah tempat pengikatan yangterlibat
dalamdifusi zat
terlarut spesifik tampak terbatas. Banyak sistemdifusi
terfasilitasi bersifat stereospesifik, tetapi seperti difusi sederhana, tidak memerlukan energi.Difusi
terfasilitasi dapat dijelaskan dengan mekanisme"ping-pong:'
(Gambar 40-16). Dalam modelini,
proteinpembawa berada dalam dua konformasi/bentuk utama' Pada keadaan
"pong", protein ini
terpajan dengan konsentrasi zat terlarut yangtinggi,
dan molekul zat terlarut berikatan dengan bagian spesifik di protein pembawa. Tianspor terjadi jika perubahan konformasi menyebabkan protein pembawa terpajanoleh
konsentrasi zatterlarut yang lebih
rendah (keadaan"ping").
Prosesini
bersifat reversibeltotal,
danaliran netto
yang menembus membran bergantung pada gradien konsentrasi.Laju
zat terlarut memasuki sel melalui difusi terfasilitasi ditentukan oleh faktor-faktor berikut: (1) Gradien konsentrasidi
kedua sisi membran.(2)
Jumlah pembawa yang tersedia(ini
adalah tahapkontroi
utama).(3)
Kecepatan interaksi antara zatterlarut
dan pembawa.(4) Kecepatan perubahan konformasi protein pembawa baik dalam keadaan 'terisi' maupun 'kosong'.
Hormon
mengatur difusi terfasilitasi dengan mengubahjumlah
pengangkut yang tersedia.Insulin
meningkatkantranspor
glukosadi lemak dan otot
dengan merekruttransporter dari cadangan intrasei. Insulin juga meningkatkan transpor asam amino
di hati
dan jaringanlain.
Salah satu kerja terpadu hormonglukokortikoid
adalah meningkatkan transpor asamamino ke
dalamhati,
tempat asam amino kemudian berfungsi sebagai substrat untuk glukoneogenesis.Hormon
pertumbuhan meningkatkan transpor asam amino di semua sel, dan estrogen melakukannya di uterus. Pada sel hewan, terdapat paiing sedikitlima
sistem pembawa yangberbeda
untuk
asam amino. Masing-masing sistem bersifat spesifikuntuk
satu kelompok asam amino yang berikatan erat,dan sebagian besar bekerja sebagai sistem Na--simpor (Gambar 40-14).Tronspor Aktif
Proses transpor
aktif
berbeda dengandifusi' yaitu
bahwamolekul
diangkut menjauhi keseimbangan termodinamik;oleh karena itu,
dibutuhkan
energi. Energiini
dapat berasaldari
hidrolisisAIP, dari
perpindahanelektron,
atau dari cahaya. Pemeliharaan gradien elektrokimiawi dalam sistem biologis sedemikian pentingnya sehingga pemeliharaanini
menghabiskan sekitar 30olo
dari
pengeluaran energi total sebuah sel.Secara
umum, sel
mempertahankan konsentrasi Na*intrasel yang rendah dan konsentrasi K- intrasel yang tinggi (Tabel 40-1), dengan potensial listrik netto negatifdi bagian dalam se1. Pompa yang mempertahankan gradien
ini
adalah suatu ATPase yangdiaktifkan oleh Nat dan Kt
(Na--K-,AT'Pase;
lihat
Gambar 40-17). ATPase adalah suatu protein membran integraidan
memerlukanfosfolipid
agar dapat beraktivitas.AIPase memiliki
pusat-pusat katalisis bagiATP
danNa. di
sisi sitoplasmik membran,tetapi
tempat pengikatanK-
terletakdi
sisi ekstrasel membran. Ouabain dandigitalis
menghambat ATPaseini
dengan cara berikatan dengandomain MPase
ekstrasel.Inhibisi
ATPase olehouabain dapat dilawan oleh
K'
ekstrasel.lmpuls Sqrof Disolurkqn Ke Atqs &
Ke Bowqh Melcrlui Membrqn
Membran yartg membentuk permukaan sel
neuronmempertahankan suatu asimetri voltase (tegangan) bagian
luar
sertabagian dalam
(potensiallistrik) dan
mudahse $t{} !t
i)
ss iltt
3 Na*
Gambar 40-17. Sloikiometri pompa NarK ATPase. Pompa ini memindahkan tiga ion Na* dari bagian dalam sel ke luar dengan membawa masuk dua ion K* dari luar ke dalam sel untuk setiap moiekul ATP yang dihidrolisis menjadi ADP oleh ATPase terkait- membran. Ouabain dan glikosida jantung lainnya menghambat pompa
ini
dengan bekerja pada permukaan ekstrasel membran.(Sumbangan R. Post).
tereksitasi
oleh listrik. Jika
dirangsang secaratepat
oleh suatu sinyalkimiawi
yang diperantarai oleh suatu reseptor membran sinaps spesifik (lihat pembahasan tentang transmisi sinyal biokimia, di bawah),pintu-pintu
di membran terbuka sehingga memungkinkan terjadinya influks cepat Na* atau Ca2- (dengan atau tanpa efluks K-) sehingga perbedaan voltase segera berkurang dan segmen membran yang bersangkutan mengalami depolarisasi. Namun, berkat kerja pompa ion di membran, gradienlistrik
tersebut segera dipulihkan.Jika
sejumlah besar area membran mengaiami depo-larisasi
dengan caraini,
gangguan elektrokimiaini
akanmenjalar seperti
gelombangmerambati membran,
danmenghasilkan impuls saraf. Selubung mielin
yang dibentuk oleh sel Schwann, membungkus serabut saraf dan membentuk insulator listrik yang mengelilingi sebagian besar saraf dan sangat mempercepat penjalaran gelombang (sinyal) dengan membiarkanion
mengalir keluar-masuk membran hanya di bagian membran yang bebas dari insulasi. Membranmielin terdiri
dari fosfolipid, koiesterol, protein, dan GSL.Protein
di
membranmielin
relatif sedikit; protein yang ada tampaknya berfungsi menyatukan berbagai lapisan-ganda membranuntuk
membentukstruktur
insulatorhidrofobik
yang impermeabel terhadap ion dan air. Penyakit tertentu, misalnya sklerosismultipel dan sindrom
Guiilain-Barrd, ditandai oleh demielinasi dan gangguan hantaran saraf.Tronspor Glukosq Melibqrkqn Beberopo Mekqnisme
Pembahasan tentang transpor glukosa meringkaskan banyak
dari
pokok-pokok bahasan yang disebutkandi
dalam bab ini. Glukosa harus masuk ke dalam sel sebagai tahap pertama pemakaian energi.Di dalam adiposit dan otot,
glukosamasuk melalui sistem transpor spesifik yang ditingkatkan
oleh insulin.
Perubahantranspor terutama
disebabkanoleh perubahan 7-"*, (diperkirakan
karena peningkatan atau penurunan transporteraktif),
tetapi perubahan padaKm
jugamungkin
berperan. Tlanspor glukosa melibatkan berbagai aspekdari
prinsip-prinsip transpor yang dibahas sebelumnya. Glukosa dan Na- berikatan dengan pengangkut glukosadi
tempat yang berbeda.Nat
berpindah ke dalam sel mengikuti gradien elektrokimia dan "menyeret" glukosa bersamanya (Gambar 40-18). Jadi, semakin besar gradienNa.,
semakin banyak glukosa yang masuk; danjika Na.
di cairan ekstrasel rendah, pengangkutan glukosa akan terhenti.Untuk
mempertahankan gradien Na- yang curam, simpor Na--glukosaini
bergantung pada gradien yang diciptakan oleh Na--K ATPase, yang mempertahankan konsentrasi Na.intrasel tetap rendah. Mekanisme serupa digunakan untuk memindahkan gula lain serta asam amino.
Perpindahan transelular gula melibatkan satu komponen tambahan: suatu unipor (Gambar 40- 1 8) yang memungkinkan glukosa yang terakumulasi
di
dalam sel berpindah melalui permukaanyang
berbedamenuju
keseimbangan baru;contohnya, hal
ini
terjadidi
dalam sel usus, dan melibatkan pengangkut glukosa (glucose tr/znsporter, GLUT2).Penanganan diare berat (seperti yang terjadi pada kolera) memanfaatkan informasi
di
atas. Pada kolera, dapat terjadi pengeluaran cairan dalamjumlah
besar sebagaitinja
cairSIIVIPOR
NATRIUM-GLUKOSA
LUMENGlukosa
CAIRAN EKSTRASEL
Gambar 40-IB. Perpindahan transelular glukosa di dalam sebuah
sel
usus. Clukosa mengikuti Na* menembus membran epitel luminal. Cradien Na* yang mendorong simpor ini diciptakan oleh pertukaran NarK*, yang terjadi di membran basal dan berhadapan dengan kompartemen cairan ekstrasel melalui kerja Na*-K*ATPase.Clukosa dengan konsentrasi tinggi