1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sejak tahun 2009, pemerintah Kabupaten Puncak (Provinsi Papua) mulai memberikan Bantuan Biaya Pendidikan kepada mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi baik di tanah Papua maupun yang tersebar pada seluruh universitas di Indonesia. Hal ini dilatar belakangi oleh cita- cita dan semangat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 22 huruf b dan huruf h yang mewajibkan pemerintah daerah menyelenggarakan jaminan sosial dalam rangka melaksanakan otonomi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia yang handal supaya mampu bersaing erah globalisasi masah kini dan mendukung berbagai bidang di daerah Kabupaten Puncak. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu memastikan apakah sistem yang ada telah berjalan secara efisien dan efektif mulai dari tahap seleksi, tahap penyaluran dana, tahap monitoring dan evaluasi, serta tahap pasca penempatan bagi para penerima bantuan beasiswa.
Dalam perjalanannya,Lukas Enembe (Gubernur Provinsi Papua) meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk memaksimalkan dana Otonomi Khusus (OTSUS) yang dialokasikan bagi sektor pendidikan agar mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal.
Gubernur provinsi Papua juga ingin agar dana Otsus yang diperuntukkan di bidang pendidikan benar-benar terserap, tepat guna dan tidak disia- siakan, baik oleh instansi yang mengatur hingga para penerima manfaat para pelajar dan mahasiswa. Dana Otsus yang telah bergulir semenjak pertama kali menjabat sebagai gubernur pada April 2013 hingga tiga
2 tahun berjalan semakin dirasakan masyarakat, namun masih perlu didorong dan melakukan evaluasi agar mendapatkan hasil yang memuaskan, yakni tujuan dan sasaran tercapai memajukan masyarakat Papua di segala bidang(suarapapua.com, 2016).
Bertolak dari semangat tersebut maka oleh pemerintah kabupaten melalui Dinas Sosial Kabupaten Puncak mengalokasikan dana sebesar Rp.
7.000.000.000,- (per tahun) untuk memberi bantuan biaya studi bagi mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Puncak Provinsi Papua yang tersebar pada berbagai wilayah di Indonesia. Persoalannya yaitu apakah dengan dana yang cukup besar ini mampu meningkatkan kualitas SDM yang handal? Atau apakah dana terbut hanya digelontorkan semata-mata untuk memenuhi program pemerintah? Apakah penyalurannya sudah tepat sasaran? dan sebagainya.
Salah satu wilayah tujuan studi mahasiswa Kabupaten Puncak adalah pulau Jawa khususnya di Kota Salatiga (Jawa Tengah). Penyelengraan beasiswa pemerintah Kabupaten Puncak Provinsi Papua sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahun.Salah satu jenis beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak kepada mahasiswanya yang berada di kota Salatiga adalah berupa bantuan untuk meringankan pembayaran biaya studi setiap semester. Jenis beasiswa ini bukan merupakan beasiswa penuh, tetapi bantuan dana yang sebatas untuk membayar uang kuliah setiap semester. Artinya memberikan 6 (enam) bulan sekali sesuai nominal yang sudah ditentukan berdasarkan jenjang studi yang ditempuh.
Kemudian, oleh pemerintah Kabupaten Puncak juga disediakan dana untuk mengotrak rumah atau sekretariatan serta dana operasional bagi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang kuliah di Kota Salatiga. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pihak penyelenggara untuk mengambil data mahasiswa setiap angkatan dan agar proses kontro
3 loleh pemerintah selaku penyelenggara lebih efektif dan efisien. Salah satu instansi yang menyalurkan dana bantuan studi adalah Dinas Sosial Kabupaten Puncak, sehingga instansi inilah yang menyelenggarakan proses seleksi, penyaluran, monitoring-evaluasi dan penempatan kerja bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang sudah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Pada kenyataannya, baik dalam proses seleksi sampai pada tahapan paska penempatan masih ditemukannya persoalan yang pada akhirnya dapat menjadi bom waktu konflik antara pihak pemerintah kabupaten, penyalur, koordinator wilayah dan penerima beasiswa seperti manipulasi data, proses kontrol yang rendah dan sebagainya. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji tentang sistem pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Puncak Provinsi Papua (Studi Kasus Pada Mahasiswa Anggota Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP) Kota Salatiga).
1.2. Persoalan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka persoalanyang akan dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana tahap seleksi dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
2. Bagaimana tahap penyaluran dana dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
3. Bagaimana tahap monitoring dan evaluasi serta kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
4. Bagaimana tahap paska penempatan dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
4
1.3. Tujuan penelitian
Berdasarkan persoalan penelitian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan tahap seleksi dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
2. Menjelaskan tahap penyaluran dana dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
3. Menjelaskan tahap monitoring dan evaluasi serta kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
4. Menjelaskan tahap paska penempatan dan kendala yang dihadapi oleh peserta penerima bantuan studi pemerintah Kabupaten Puncak.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat secara teoritis dan praktis:
1. Mahasiswa Kabupaten Puncak: Memberikan wawasan tentang tahapan dan atau prosedurpemberian beasiswa.
2. Pemerintah Kabupaten Puncak: hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan kepada pemerintah Kabupaten Puncak agar menjadi bahan evaluasi dalam implementasi program beasiswa.