• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Copy

N/A
N/A
muhammad farhanaja

Academic year: 2025

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Copy"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

2023

KELOMPOK 26 MODUL I JANGKA SORONG

NO TANGGAL KETERANGAN PARAF

Mengetahui , Diperiksa Oleh,

Pembimbing Asisten Laboratorium

Deassy Siska, S.Si, M. Sc Nurul Ramadhani

NIP. 198112142008122002 NIM. 190130062

(2)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR ASISTENSI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI...ii

DAFTAR TABEL...iii

DAFTAR GAMBAR... iv

DAFTAR RUMUS...v

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...1

1.3 Tujuan Praktikum...2

1.4 Batasan Masalah dan Asumsi...2

1.4.1 Batasan Masalah...2

1.4.2 Asumsi...2

1.5 Sistematika Penulisan...3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Jangka Sorong...4

2.2 Bagian-bagian Jangka Sorong...4

2.3 Fungsi Jangka Sorong...6

2.4 Cara Menggunakan Jangka Sorong...6

2.5 Rumus Jangka Sorong...7

BAB III PENGUMPULAN DATA 3.1 Prosedur Praktikum...9

3.1.1 Alat dan Bahan...9

3.1.2 Cara Kerja...9

3.2 Pengumpulan Data...10

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS DATA

ii

(3)

4.1.2 Pengolahan Data Pipa Besi...14 4.2 Analisis Data...18 4.3 Evaluasi...19 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan...21 5.2 Saran...21

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

iii

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Data Pengamatan Pipa PVC...10

3.2 Data Pengamatan Pipa Besi...10

4.1 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Luar Pipa PVC...11

4.2 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Dalam Pipa PVC...12

4.3 Pengolahan Data Pengukuran Kedalaman Pipa PVC...13

4.4 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Luar Pipa Besi...15

4.5 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Dalam Pipa Besi...16

4.6 Pengolahan Data Pengukuran Kedalaman Pipa Besi...17

4.7 Perbandingan Data Pipa PVC dan Pipa Besi...19

DAFTAR GAMBAR

iv

(5)

DAFTAR RUMUS

v

(6)

Rumus Halaman 2.1 Rumus Jangka Sorong...7 2.2 Rumus Rata-rata Hasil Pengukuran...8

vi

(7)

1.1 Latar belakang

Fisika merupakan ilmu fundamental karena merupakan dasar dari semua bidang sains yang lain. Fisika juga menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.

Pengukuran adalah aktivitas membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur. Pengukuran merupakan hal yang penting, segala sesuatu yang berbentuk pasti ada ukurannya, baik itu panjang, tinggi, berat, volume, atau pun dimensi dari suatu objek. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik.

Sesuatu yang dapat di ukur dan dapat dinyatakan dengan angka tersebut disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semula orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang berlainan disebut dengan satuan tidak baku.

Jangka sorong merupakan alat ukur yang ketelitiannya mencapai seratus milimeter, terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam, bagian luar dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran tergantung pada ketelitian dan keahlian pengguna maupun alat. Sebagai keluaran terbaru jangka sorong dilengkapi dengan bacaan digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelititan adalah 0.05 mm untuk jangka sorong dibawah 30 cm dan untuk diatas 30 cm yaitu 0.01 mm. Jangka sorong merupakan suatu alat ukur yang cepat dan alternatif terdiri untuk mengukur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman suatu benda.

Pada praktikum kali ini menggunakan jangka sorong untuk mengatur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman Pipa PVC dan Pipa Besi. Dengan melakukan 5 kali percobaan pengulangan disetiap percobaan yang diakukan di Laboratorium Teknik Industri.

1.2 Rumusan Masalah

1

(8)

23

Adapun rumusan masalah pada pratikum di praktikum jangka sorong adalah sebagai berikut :

1. Apa yang disebut dengan jangka sorong?

2. Bagaimana prosedur pengukuran jangka sorong yang baik dan benar?

3. Bagaimana hasil rata-rata pengukuran diameter dalam diameter luar dan kedalaman Pipa PVC dan Pipa Besi?

1.3 Tujuan Pratikum

Adapun tujuan praktikum jangka sorong adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui apa itu jangka sorong dan kegunaannya 2. untuk mengetahui prosedur pengukuran jangka sorong

3. Untur mengetahui hasil pengukuran jangka sorong pada diameter dalam, diameter luar dan kegunaannya

1.4 Batasan Masalah Asumsi 1.4.1 Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Skala yang digunakan pada Jangka sorong, yaitu 0,05 milimeter (mm).

2. Semua pengukuran diameter luar, diameter dalam dan kedalaman pipa berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum dilaksanakan dengan menggunakan jangka sorong.

3. Data yang diperoleh akan dilaksanakan dengan mengunakan metode yang ada.

1.4.2 Asumsi

Adapun yang menjadi asumsi pada pratikum Modul I ini adalah sebagai berikut :

1. Pengukuran diameter dalam, diameter luar serta kedalaman pipa dilakukan dalam sekali pengulangan untuk memperoleh hasil yang berbeda.

2. Pengukuran dilakukan secara berulang-ulang agar memperoleh hasil yang berbeda.

(9)

3. Setiap anggota sudah mahir dalam menggunakan jangka sorong 1.5 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan memahami isi laporan praktikum, maka penulis akan memberi laporan dalam lima bab, yang masing-masing bab mengandung beberapa sub bab, yaitu sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Merupakan pengantar dalam menguraikan secara tingkat dalam mengenali latar belakang ,rumusan masalah, pembahasan masalah, asumsi serta sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Merupakan penguraian tentang jangka sorong, kemudian memaparkan bag ian jangka sorong, fungsi dari jangka sorong dan cara menggunakan jangka sorong.

BAB III PENGUMPULAN DATA

Merupakan Penguraian tentang prosedur percobaan dan data pengamatan dengan menggunakan alat ukur jangka sorong.

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALIS DATA

Merupakan penguraian tentang data yang telah dilakukan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan akan diolah dan dijelaskan secara rinci termasuk data pengukuran diameter luar, diameter dalam dan kedalaman ba ik pada Pipa PVC maupun Pipa Besi dengan menggunakan jangka sorong serta analisis data dari evaluasi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memuat tentang kesimpulan yang dihasilkan dari pengamatan data, saran memuat tentang perbaikan- perbaikan yang harus dilakukan untuk proses pratikum agar lebih baik lagi.

(10)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat pengukur yang digunakan sebagai pengukur suatu benda. Jangka sorong sering digunakan untuk mengukur panjang benda, diameter benda, kedalaman benda, dan ketebalan suatu benda. Adapun tingkat keakuratan dan ketelitian jangka sorong adalah 0,1 mm. Alat ini digunakan secara luas disegala macam bidang industri, mulai dari proses desain/perancangan, manufaktur/pembuatan hingga pengecekan akhir produk. Jangka sorong di temukan oleh seorang ahli teknik berkebangsaan prancis bernama Pierre Vernier.

Hal tersebut membuat Vernier menjadi nama skala dalam pengukuran jangka sorong tersebut. Hal tersebut juga membuat jangka sorong memiliki nama lain Italic (faozan. 2021)

Pada jangka sorong terdapat dua bagian yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran. Bagian pertama biasa disebut rahang luar yang biasanya digunakan untuk mengukur diameter dalam pada sebuah lubang seperti pipa, lubang besi, dan lain-lain. Bagian kedua biasa disebut rahang dalam yang berfungsi untuk mengukur diameter suatu benda. Pada jangka sorong juga terdapat dua buah skala yang digunakan untuk membaca hasil pengukuran.

Pertama adalah skala utama yang menggunakan satuan centimeter (cm) dan milimeter (mm) pada bagian bawah dan satuan inch pada bagian atas. Kedua adalah skala nonius atau vernier (Abid. 2010)

2.2 Bagian-Bagian Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang dan terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut adalah skala utama, skala nonius, rahang tetap, rahang geser, rahang pengarkur garis tengah dalam, rahang pengatur garis tengah luar, dan pengukur kedalaman. Berikut ini adalah gambar dari Jangka sorong dan bagian-bagiannya.

4

(11)

Gambar 2.2 Jangka Sorong Manual Adapun bagian-bagian jangka sorong sebagai berikut : 1. Rahang Dalam

Rahang dalam ini digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda kerja.

Misalnya seperti diameter luar, panjang, lebar dan tebal suatu benda. Bagian ini terdiri dari rahang tetap dan rahang geser.

2. Rahang Luar

Rahang luar ini digunakan untuk mengukur dimensi dalam dari benda kerja.

Mialnya seperti diameter dalam dan lebar celah atau alur pada suatu benda.

3. Ekor

Bagian ekor ini digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah step Italic pada benda kerja. Misalnya untuk mengukur kedalaman suatu lubang pada benda kerja atau jarak antara bidang yang bertingkat.

4. Skala Utama (mm)

Bagian skala utama dengan satuan (mm) ini digunakan untuk menyatakan ukuran utama suatu benda dalam bentuk satuan milimerer (mm).

5. Skala Utama (Inch)

Bagian skala utama dengan satuan inch ini digunakan untuk menyatakan ukuran utama suatu benda dalam bentuk satuan inch. Skala ini teletak di bagian atas dekat rahang luar.

6. Skala Nonius (mm)

Bagian skala nonius dalam (mm) ini berfungsi untuk menentukan ukuran tambahan suatu benda dalam bentuk satuan mimeter (mm). Tingkat ketelitian Jangka sorong dapat dilihat dari skala noniusnya. Ada yang memiliki ketelitian 0.05 (mm) bahkan ada yang memiki ketelitian 0,02 (mm).

(12)

23

7. Skala Nonius (Inch)

Bagian skala nonius dalam inch ini berfungsi untuk menyatakan ukuran tambahan suatu benda dalam bentuk satuan inch.

8. Sekrup Pengunci

Sekrup pengunci berfungsi untuk menahan rahang gesek jangka sorong proses pengukuran langsung agar tetat berada pada posisinya.

9. Pengubah/Thumb Screw

Pengubah ini berfungsi untuk mengeser skala nonius pada saat proses pengukuran benda kerja. Bagian ini biasanya disentuh mengunakan ibu jari (Muhammad Reza Furqoni. 2022)

2.3 Fungsi Jangka Sorong

1. Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara cepit.

2. Untuk mengukur sisi dalam bentuk benda yang biasanya untuk lubang seperti pada pipa dengan cara mengukurnya.

3. Untuk mengukur kedalamannya celah atau lubang suatu benda dengan cara menancapkan atau menusukan bagian alat ukur.

4. Untuk mengukur ketebalan suatu bentuk benda.

5. Untuk mengukur diameter dalam bentuk benda menggunakan rahang tetap den rahang geser atas.

6. Untuk mengukur kedalaman suatu bentuk benda menggunakan tingkat ukur bagian bawah, misalnya kedalaman tabung, lubang kecil, atau perbedaan tinggi yang relatif kecil (kumparan. 2020)

2.4 Cara Menggunakan Jangka Sorong

Berikut ini menggunakan jangka sorong dalam beberapa langkah sebagai berikut :

1. Kendurkan baut pengunci dan geser rahang dan pastikan rahang tetap pada keadaan angka nol.

2. Bersihkan permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak ada benda asing yang menempel karena dapat terjadi kesalahan pengukuran.

(13)

3. Tutup rahang hingga mengcapit benda yang di ukur, pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin di ambil, bacalah skala utama dan skala noniusnya.

Untuk melakukan pengukuran diameter luar dengan jangka sorong. Langkah- langkah sebagai berikut:

1. Kendurkan sekrup pengunci.

2. Geserlah rahang bawah geser jangka sorong kekanan sehingga benda yang di ukur dapat masuk di antara kedua rahang antar rahang geser rahang bawah.

3. Letakan benda yang di ukur diantara kedua rahang.

4. Geserlah rahang kekiri secukupnya hingga benda yang diukur tercepit oleh kedua rahang.

5. Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi.

6. Baca hasil pengukur pada skala utama dan skala nonius.

Untuk melakukan pengukuran diameter dalam benda dengan jangka sorong.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Kendurkan sekrup pengunci.

2. Sesuaikan panjang pendek tungkai ukur kedalaman dengan menggeser rahang geser keatas atau ke bawah.

3. Masukan tungkai ukur kedalaman lubang atau rongga benda yang akan di ukur.

4. Atur kembali panjang pendek tungkai sampai dirasakan sambil mengatur posisi vertikal jangka sorong, pastikan berdiri tegak, tidak miring.

5. Putar sekrup pengunci agar tungkai tidak bergerak.

6. Baca pengukur pada skala utama dan nonius (Fauzan Nugroho.2021)

2.5 Rumusan Jangka Sorong

Adapun rumus yang digunakan pada jangka sorong adalah sebagai berikut:

SU + (SN x 0,05)……….……...………...……….(2.1) Keterangan :

SU : Skala Utama SN : Skala Nonius

Rumus rata-rata hasil pengukuran, yaitu :

(14)

23

X=∑ P

N ………..………..(2.2)

Keterangan :

X : Rata-rata hasil pengukuran

∑p : Jumlah hasil pengukuran dari sebuah percobaan N : Banyaknya percobaan yang dilakukan

(15)

3.1 Prosedur Pratikum 3.1.1 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:

1. Jangka sorong : 1 buah

2. Pipa PVC : 1 buah

3. Pipa besi : 1 buah

3.1.2 Cara Kerja

Adapun cara kerja jangka sorong untuk mengukur diameter luar,diameter dalam dan kedalaman suatu pipa adalah sebagai berikut :

1. Pengukuran Diameter Luar

a. Untuk mengukur diameter bagian maka letakan pipa secara melintang diantara rahang bawah lalu geser roda pengubah sehingga pipa tersebut terjepit di antara rahang tersebut.

b. Kemudian lakukan pembacaan pengukuran sebagai bentuk yang mana baca angka sekala pada skala utama yang berada di sebelah kiri skala nonius .Setelah itu lihat gambar skala nonius yang keberapa yang terhimpit dengan garis skala utama. hasil penjumlahan angka pada skala utama dengan angka nonius harus dikali 0,05 mm merupakan hasil pengurangan tersebut. Sebagai contoh, misalkan angka skala utama disebelah kiri nol noniusnya adalah 3:7cm atau 37 mm dan garis nomor nonius yang berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke 9 maka noniusnya adalah 9 x 0,05mm = 0,45mm.Hasil pengukran tersebut adalah : 37mm + 0,045mm = 37,47mm atau 3,747cm.

2. Pengukuran Diamater Dalam

a. Masukkan pipa atau silinder ke dalam rahang atas kemudian geser roda pengubah sehingga kedua rahang itu tepat menyentuh sisi bagian dalam pipa.

9

(16)

23

b. Selanjutnya lakukan pembacaan pengukuran dengan cara yang sama seperti nomor 1b di atas .

3. Pengukuran Ketinggian Pipa

a. Letakkan pipa tegak lurus diatas meja lalu geser roda pengubah ke arah luar sehinnga tungkai pengukur kedalaman kelihatan kedalam pipa sehingga menyentuh meja dban pinggiran jangka sorong menyentuh bagian atas pipa.

b. Lakukan pembacaan pengukuran seperti pada nomor 1b di atas.

3.2 Pengumpulan Data

Adapun data pengamatan yang dapat diambil dari hasil percobaan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Data pengamatan Pipa PVC

Percobaan Diameter luar (mm) Diameter dalam (mm) Kedalaman (mm) SU SN SU SN SU SN

1 29 3 33 4,5 87 3

2 28 0 32 3 86 1

3 29 3 33 3 86 3

4 29 3 32 3 87 2,5 5 28 0 33 4,5 86 2,5 Rata-rata 28,6 1,8 32,6 3,6 86,4 2,4 Sumber: Data Pengamatan Tabel 3.1 Data Pengamatan Pipa Besi Percobaan Diameter luar (mm) Diameter dalam (mm) Kedalaman (mm) SU SN SU SN SU SN 1 29 4 15 1 131 4

2 19 5 17 1 132 6

3 18 0 16 1 132 7

4 19 4 15 2 131 5

5 19 0 15 1 132 6 Rata-rata 20,8 6,5 15,6 1,2 131,6 5,6

Sumber: Data Pengamatan

(17)

4.1 Pengolahan Data

4.1.1 Pengolahan Data Pipa PVC

Adapan pengolahan data Pengukuran diameter luar pipa pvc dapat dilihat pada Tabel 4. 1 sebagai berikut :

Tabel 4.1 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Luar Pipa PVC

Percobaan Diameter Luar (mm)

SU SN Hasil 1 29 3 29,15 2 28 0 28 3 29 3 29,15 4 29 3 29,15 5 28 0 28 Rata-rata 28,6 1,8 28,69

Sumber: Pengolahan Data

Adapun hasil pengukuran diameter luar pipa pvc adalah sebagai berikut : Diameter Luar Pipa PVC

P₁ = SU + (SN x 0,05 ) = 29 mm + (3 mm x 0,05) = 29 mm + (0,15 mm) = 29,15 mm

P₂ = SU + (SN x 0,05) = 28 mm + (0 mm x 0,05) = 28 mm + (0 mm) = 28 mm

P₃ = SU + (SN x 0,05) = 29 mm + (3 mm x 0.05) = 29 mm + (0,15 mm) =29,15 mm

P₄ = SU + (SN x 0,05)

= 29 mm + ( 3 mm x 0,05)

11

(18)

23

= 29 mm + (0,15 mm) = 29,15 mm

P₅ = SU + (SN x 0.05 mm) = 28 mm + (0 mm × 0,05) = 28 mm + (0 mm) = 28 mm

Adapun rata-rata hasil perhitungan jangka sorong diameter luar Pipa PVC adalah sebagai berikut :

X =

P

N

= ( 29,15 mm + 28 mm + 29,15 mm + 29,15

mm + 28 mm )

5 = 143,45 mm

5 = 28,69 mm

Adapun pengolahan data pengukuran diameter dalam Pipa PVC dapat dilihat pada Tabel 4.2 sebagai berikut :

Tabel 4.2 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Dalam Pipa PVC

Percobaan Diameter Dalam (mm)

SU SN Hasil 1 33 4,5 33,225 2 32 3 32,15 3 33 3 33,15 4 32 3 32,15 5 33 4,5 33,225 Rata-rata 32,6 3,6 32,78

Sumber: Pengolahan Data

Adapun hasil pengukuran diameter dalam pipa PVC adalah sebagai berikut :

Diameter Dalam Pipa PVC P₁ = SU + (SN x 0,05)

= 33 mm + (4,5 mm x0,05) = 33 mm + (0,225 mm) = 33,225 mm

(19)

P₂ = SU + (SN x 0,05)

= 32 mm + ( 3 mm x 0,05) = 32 mm + ( 0,15 mm) = 32,15 mm

P₃ = SU + (SN x 0,05) = 33 mm + (3 mm x 0,05) = 33 mm + ( 0,15 mm) = 33,15 mm

P₄ = SU + (SN x 0,05) = 32 mm + (3 mm x 0,05) = 32 mm + (0,15 mm) = 32, 15 mm

P₅ = SU + (SN × 0,05)

= 33 mm + ( 4,5 mm x0,05) = 33 mm + (0,225 mm) = 33,225 mm

Adapun rata-rata hasil perhitungan sangra sorong pada diameter dalam Pipa PVC adalah sebagai berikut :

X = ∑ P N

= ( 33,23 mm + 32,15 mm +33,15 mm +32,15 mm +33,23 mm) 5

= 163,9 mm 5

= 32,78 mm

Adapun pengolahan data pengukuran kedalaman Pipa PVC dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berkut :

Tabel 4.3 Pengolahan Data Pengukuran Kedalaman Pipa PVC

Percobaan Kedalaman (mm)

SU SN Hasil 1 87 3 87,15 2 86 1 86,05 3 86 3 86,15 4 87 2,5 87,125 5 86 2,5 86,125

(20)

23

Rata-rata 86,4 2,4 86,52

Sumber: Pengolahan Data

Adapun hasil pengujian kedalaman pipa pvc adalah sebagai berikut:

Kedalaman Pipa PVC P₁ = SU + (SN x 0,05)

= 87 mm + ( 3 mm x 0,05 ) = 87 mm + (0,15 mm) = 87.15 mm

P₂ = SU + (SN x 0,05)

= 86 mm + (1 mm x 0105 ) = 86 mm + (0,15 mm ) = 86,05 mm

P₃ = SU + (SN x 0,05)

= 86 mm + (3 mm x 0,05) = 86 mm + (0,15 mm) = 86,15 mm

P₄ = SU + (SN x 0,05)

= 87 mm + (2,5 mm x 0,05) = 87 mm + (0.125 mm) = 87,125 mm

P₅ = SU + (SN x 0,05)

= 86 mm + (2,5 mm x 0,05) = 86 mm + (0,125 mm) = 86,125 m

Adapun rata-rata hasil perhitungan jangka sorong pada kedalaman Pipa PVC adalah sebagai berikut :

X =

P

N

= 87,15 mm + 86,05 mm + 86,15 mm + 89,125 mm + 86,125 mm 5

= 86,52 mm

4.1.2 Pengolahan Data Pipa Besi

(21)

Adapun pengolahan dara pengukuran diameter luar pipa besi dapar dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut :

Tabel 4.4 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Luar Pipa Besi

Percobaan Diameter Luar (mm)

SU SN Hasil 1 29 4 29,2 2 19 5 19,25 3 18 0 18 4 19 4 19,2 5 19 0 19 Rata-rata 20,8 2,6 20,93

Sumber: Pengolahan Data

Adapun hasil pengukuran diameter luar pada pipa besi adalah sebagai berikut :

Diameter Luar Pipa Besi P₁ = SU + (SN x 0,05) = 29 mm + (4 mm x 0,05) = 29 mm + (0,2 mm ) = 29,2 mm

P₂ = SU + (SN x 0,05) = 19 mm + (5 mm x 0,05) = 19 mm + (0,25 mm) = 19, 25 mm

P₃ = SU + (SN x 0,05) = 18 mm + (0 mm x 0,05) = 18 mm + (0 mm )

= 18 mm

P₄ = SU + (SN x 0,05) = 19 mm + (4 mm x0.05) = 19 mm + (0,2 mm) = 19, 2 mm

P₅ = 54 + (SN x 0,05)

= 19 mm + (0 mm x 0.05)

(22)

23

= 19 mm + (0 mm)

= 19 mm

Adapun rata-rata hasil perhitungan jangka sorong pada diameter luar Pipa Besi adalah sebagai berikut :

X = ∑ P N

= 29,2 mm + 19,25 mm + 18 mm + 19,2 mm + 19 mm 5

= 104,65 mm 5

= 20,93 mm

Adapun pengolahan data pengukuran diameter dalam pipa besi dapat dilihat pada Tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5 Pengolahan Data Pengukuran Diameter Dalam Pipa Besi

Percobaan Diameter Dalam (mm)

SU SN Hasil 1 15 1 15,05 2 15 1 15,05 3 17 1 17,05 4 16 2 16,1 5 15 1 15,05 Rata-rata 15,6 1,2 15,66

Sumber: Pengolahan Data

Adapun hasil pengukuran diameter dalam pada pipa besi adalah sebagai berikut :

Diameter Dalam Pipa Besi P₁ = SU + (SN x 0,05)

= 15 mm + (1 mm x 0.05)

= 15 mm + (0,05 mm)

= 15,05 mm

P₂ = SU + (SN x 0,05)

= 15 mm + (3 mm x 0.05)

= 15 mm + (0,05 mm)

(23)

= 15, 05 mm P₃ = SU + (SN x 0,05)

= 17 mm + (1 mm x 0,05)

= 17 mm + (0,05 mm)

= 17,05 mm

P₄ = SU + (SN x 0,05)

= 16 mm + (2 mm x 0,05)

= 16 mm + (0,1 mm)

= 16,1 mm

P₅ = SU + (SN x 0,05)

= I5 mm + (1 mm x 0,05)

= 15 mm + (0,05 mm)

= 15,05 mm

Adapun rata-rata hasil perhitungan jangka sorong pada diameter dalam Pipa Besi adalah sebagai berikut :

X=∑ P N

= 29,2 mm + 19,25 mm + 18 mm + 19,2 mm + 19 mm 5

= 104,65 mm

5

= 15,66 mm

Adapun pengolahan data pengukuran Kedalaman Pipa Besi dapat dilhat pada Tabel 4.6 sebagai berikut :

Tabel 4.6 Pengolahan Data Pengukuran Kedalaman Pipa Besi

Percobaan Kedalaman (mm)

SU SN Hasil 1 131 4 131,2 2 132 6 132,3 3 132 7 132,35 4 131 5 131,25 5 132 6 132,3 Rata-rata 131,6 5,6 131,88

Sumber: Pengolahan Data

(24)

23

Adapun hasil pengukuran kedalaman pipa Besi adalah sebagai berikut:

Kedalaman Pipa PVC

P₁ = SU + (SN x 0,05)

= 131 mm + (4 mm x 0.05)

= 131 mm + (0,2 mm)

= 131,2 mm

P₂ = SU + (SN x 0,05)

= 132 mm + (6 mm x 0.05)

= 132 mm + (0,3 mm)

= 132,3 mm

P₃ = SU + (SN x 0,05)

= 132 mm + (7 mm x 0,05)

= 132 mm + (0,35 mm)

= 132,35 mm P₄ = SU + (SN x 0,05)

= 131 mm + (5 mm x 0,05)

= 131 mm + (0,25 mm)

= 131,25 mm P₅ = SU + (SN x 0,05)

= 132 mm + (6 mm x 0,05)

= 132 mm + (0,3 mm)

= 132,3 mm

Adapun rata-rata hasil perhitungan jangka sorong pada kedalaman Pipa Besi adalah sebagai berikut :

X=∑ P N

= 131,2 mm + 132,3 mm + 132,35 mm + 131,25 mm + 132,3 mm 5

= 659,4 mm 5 = 131,88 mm 4.2 Analisis Data

Berdasarkan hasil pengukuran diameter luar ,diameter dalam, dan kedalaman pipa menggunakan jangka sorong, didapatkan hasil yang berbeda- beda pada setiap

(25)

pengukurannya. Dengan lima kali pengulangan yang telah dilakukan didapatkan hasil pengolahan data sebagai berikut :

Pada pengukuran di diameter luar Pipa PVC diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 29,15 mm, ke-2 sebesar 28 mm, ke-3 sebesar 29,15 mm, ke-4 sebesar 29,15 mm, ke-5 sebesar 28 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 28,69 mm.

Pada pengukuran di diameter dalam Pipa PVC diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 33,225 mm, ke-2 sebesar 32,15 mm, ke-3 sebesar 33,15 mm, ke- 4 sebesar 32,15 mm, ke-5 sebesar 33,225 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 32,78 mm.

Pada pengukuran di kedalaman Pipa PVC diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 87,15 mm, ke-2 sebesar 86,05 mm, ke-3 sebesar 86,15 mm, ke-4 sebesar 87,125 mm, ke-5 sebesar 86,125 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 86,52 mm.

Pada pengukuran di diameter luar Pipa Besi diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 29,2 mm, ke-2 sebesar 19,25 mm, ke-3 sebesar 18 mm, ke-4 sebesar 19,2 mm, ke-5 sebesar 19 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 20,93 mm.

Pada pengukuran di diameter dalam Pipa Besi diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 15,05 mm, ke-2 sebesar 15,05 mm, ke-3 sebesar 17,05 mm, ke- 4 sebesar 16,1 mm, ke-5 sebesar 15,05 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 15,66 mm.

Pada pengukuran di kedalaman Pipa Besi diperoleh data yaitu untuk percobaan 1 sebesar 131,2 mm, ke-2 sebesar 132,3 mm, ke-3 sebesar 132,35 mm, ke-4 sebesar 131,25 mm, ke-5 sebesar 132,3 mm, dan diperoleh rata-ratanya sebesar 131,88 mm.

4.3 Evaluasi

Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, perbandingan dari kedua pipa dapat dilihat pada Tabel 4.7 sebagai berikut :

Tabel 4.7 Perbandingan Data Pipa PVC dan Pipa Besi Pengukuran Pipa PVC Pipa Besi

(26)

23

Diameter Luar 28,69 20,93 Diameter Dalam 33,78 15,66 Kedalaman 86,52 131,88

Sumber: Pengolahan Data

Dari tabel diatas diperoleh nilai diameter luar Pipa PVC lebih besar daripada Pipa Besi yaitu 28,69 > 20,98. Nilai diameter dalam Pipa PVC lebih besar daripada Pipa Besi yaitu 33,78 > 15,66. Dan nilai kedalaman Pipa PVC lebih kecil daripada Pipa Besi yaitu 86,52 < 131,88.

(27)
(28)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari semua pengamatan jangka sorong sebagai berikut :

1. Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk dijangkau dengan pengukuran biasa dan kegunaannya untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit. Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit. Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang atau kedalaman dengan cara diukur. Untuk mengukur kedalaman dengan memasukkan bagian pengukuran.

2. Cara penggunaan jangka sorong yang benar adalah dengan mengendorkan baut pengunci atau roda dari geser bagian rahang sorong bawahnya, lalu pastikan bahwa bagian rahang geser jangka sorong dapat berfungsi dengan benar dan pastikan bahwa hitungan rahang geser saat tertutup berada pada posisi nol. Selanjutnya pastikan membersihkan terlebih dahulu permukaan benda yang akan diukur menggunakan jangka sorong dan partikel bahwa tidak ada kotoran atau debu.

3. Hasil pengukuran diameter luar, diameter dalam serta kedalaman pipa. Rata- rata pengukuran diameter luar adalah 28,69 mm sedangkan rata-rata pengukuran diameter luar pipa besi adalah 20,93. Sementara itu arta-rata hasil pengukuran diameter dalam pipa PVC adalah 33,78 mm. Sedangkan rata-rata hasil pengukuran diameter dalam pipa besi adalah 15,66 mm. Adapun kedalaman pipa PVC rata-ratanya adalah 86,52 mm. Sedangkan rata-rata kedalaman pipa besi adalah 131,88 mm.

5.2 Saran

Adapun saran-saran untuk praktikum jangka sorong ini adalah sebgai berikut:

1. Pada percobaan jangka sorong sering terjadi kesalahan dalam membaca skala maka dari itu ketelitian dan pemahaman harus menjadi hal pokok.

2. Diharapkan sebelum melakukan percobaan hendaknya Mahasiswa memahami konsep pengukuran jangka sorong.

21

(29)
(30)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari semua pengamatan jangka sorong sebagai berikut :

4. Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk dijangkau dengan pengukuran biasa dan kegunaannya untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit. Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara dicapit. Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang atau kedalaman dengan cara diukur. Untuk mengukur kedalaman dengan memasukkan bagian pengukuran.

5. Cara penggunaan jangka sorong yang benar adalah dengan mengendorkan baut pengunci atau roda dari geser bagian rahang sorong bawahnya, lalu pastikan bahwa bagian rahang geser jangka sorong dapat berfungsi dengan benar dan pastikan bahwa hitungan rahang geser saat tertutup berada pada posisi nol. Selanjutnya pastikan membersihkan terlebih dahulu permukaan benda yang akan diukur menggunakan jangka sorong dan partikel bahwa tidak ada kotoran atau debu.

6. Hasil pengukuran diameter luar, diameter dalam serta kedalaman pipa. Rata- rata pengukuran diameter luar adalah 28,69 mm sedangkan rata-rata pengukuran diameter luar pipa besi adalah 20,93. Sementara itu arta-rata hasil pengukuran diameter dalam pipa PVC adalah 33,78 mm. Sedangkan rata-rata hasil pengukuran diameter dalam pipa besi adalah 15,66 mm. Adapun kedalaman pipa PVC rata-ratanya adalah 86,52 mm. Sedangkan rata-rata kedalaman pipa besi adalah 131,88 mm.

5.2 Saran

Adapun saran-saran untuk praktikum jangka sorong ini adalah sebgai berikut:

3. Pada percobaan jangka sorong sering terjadi kesalahan dalam membaca skala maka dari itu ketelitian dan pemahaman harus menjadi hal pokok.

4. Diharapkan sebelum melakukan percobaan hendaknya Mahasiswa memahami konsep pengukuran jangka sorong.

22

(31)

5. Diharapkan Mahasiswa lebih teliti dan fokus dalam pengambilan data pada pengukuran jangka sorong agar tidak terjadi kesalahan.

6. Diharapkan pada saat melakukan percoban ruang Laboratorium dalam keadaan tertib agar Mahasiswa bisa lebih teliti dalam melakukan percobaan.

(32)

23

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Abid. 2018. Cara membaca Jangka Sorong, Pengertian, Sejarah, Bagian- bagian, dan kegunaanya. Diakses pada 26 Maret 2023, dari https://informazone.com/jangka-sorong/amp

Faozan. 2021. Pengertian Jangka sorong . Diakses pada 26 Maret 2023, dari https://www.bola.com/ragam/read/4462104/pengertian-jangka-sorong- fungsi-jenis-bagian-dan-cara-membacanya-yang-perlu-diketahui

Furqoni, Reza. Muhammad..2022. Alat Ukur, Panjang dan Bagian Jangka Sorong.

Diakses pada 26 Maret 2023,

https://teknikece.com/alat-ukur/panjang/jangka-sorong/bagian-jangka- sorong/amp

Kumparan. 2020. Cara Mengukur Diameter dan Kedalaman Benda Dengan Jangka Sorong. Diakses pada 26 Maret 2023, dari https://kumparan.com/berita-hari- ini/cara-mengukur-diameter-dan-kedalaman-benda-dengan-jangka-sorong Nugroho, T. Faozan. 2021. Pengertian Jangka Sorong, fungsi, jenis, bagian, dan cara

membacanya yang perlu diketahui. Diakses pada 26 Maret 2023, dari https://m.boba.com/ragam/read/4462104/Pengertian-Jangka-Sorong-

Fungsi-Jenis-Bagian-dan-Cara-Membacanya-yang-Perlu-Diketahui

(34)

23

LAMPIRAN

Data Pengamatan Pipa PVC Percobaan

Diameter luar Diameter dalam Kedalaman (mm) (mm) (mm) SU SN SU SN SU SN

1 29 3 33 4,5 87 3

2 28 0 32 3 86 1

3 29 3 33 3 86 3

4 29 3 32 3 87 2,5 5 28 0 33 4,5 86 2,5 Rata-rata 28,6 1,8 32,6 3,6 86,4 2,4 Sumber: Data Pengamatan Data pengamatan Pipa Besi Percobaan Diameter luar Diameter dalam Kedalaman (mm) (mm) (mm) SU SN SU SN SU SN 1 29 4 15 1 131 4

2 19 5 17 1 132 6

3 18 0 16 1 132 7

4 19 4 15 2 131 5

5 19 0 15 1 132 6 Rata-rata 20,8 6,5 15,6 1,2 131,6 5,6

Sumber: Data Pengamatan

Diperiksa Oleh,

Asisten Laboratorium

Nurul Ramadhani

Nim. 190130062

(35)

LAMPIRAN Alat dan Bahan

Proses Praktikum

Diperiksa Oleh, Asisten Laboratorium

Nurul Ramadhani Nim. 190130062

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, yang merupakan isi dari hasil penelitian yang mana dalam bab ini dijelaskan mengenai pokok pembahasan yang telah

Bab IV, pada bab ini akan membahas pembahasan hasil penelitian yang didapat dilapangan melalui wawancara dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti agar dapat

Pada bab ini akan dilakukan pengumpulan dan pengolahan data yang terkait dengan penelitian, mulai dari penjabaran visi dan misi knowledge management menjadi

Pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan SIG, dimana dengan SIG memberikan kemudahan untuk menangani data spasial dalam jumlah besar, dimana data dapat diolah untuk

Pada bab ini akan dijelaskan secara rinci tentang pembahasan dan analisa- analisa mengenai pengaruh atribut produk terhadap proses keputusan pembelian konsumen dalam

Bab ini menjelaskan tentang analisis yang dilakukan pada pengumpulan dan pengolahan data penelitian menjadi informasi dan dari informasi menjadi knowledge menggunakan

Bab V : Analisa dan Hasil Pembahasan Bab ini memuat data-data hasil penelitian sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pada pemecahan

BAB IV PEMBAHASAN Bab ini merupakan bagian terpenting dalam laporan akhir, karena pada bab ini penulis akan menganalisis data-data yang diperoleh dari perusahaan berdasarkan landasan