• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - SIAKAD STIKes DHB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - SIAKAD STIKes DHB"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mata merupakan alat indra yang terdapat pada manusia yang secara konstan menyesuaikan pada jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinyu yang dengan segera di hantarkan pada otak. Penglihatan pada manusia melibatkan deteksi gelombang cahaya yang sangat sempit dengan panjang gelombang sekitar 400 sampai 750 nm. Panjang gelombang terpendek dipersepsi sebagai warna biru, dan panjang gelombang terpanjang dipersepsi sebagai warna merah. Mata memiliki fotoreseptor yang mampu mendeteksi cahaya, tetapi, sebelum cahaya mengenai reseptor yang bertanggung jawab untuk deteksi ini, cahaya harus difokuskan ke retina (ketebalan 200 μm) oleh kornea dan lensa.

( Pearce E.C, 2006)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan penglihatan memiliki dampak negatif pada aktivitas harian yang memerlukan fungsi penglihatan seperti mobilitas, keikutsertaan dalam kegiatan sosial, dan ranah kualitas hidup lainnya. Hal yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan, mengisi waktu luang, atau melakukan aktivitas harian lainnya.

(2)

Gangguan penglihatan memiliki implikasi multidimensional seperti dampak fisik ( penurunan tajam penglihatan), fungsional (hambatan mengurus diri sendiri, mobilitas dan aktivitas lainnya), dampak sosial (Kontak sosial dan hubungan interperson), dan dampak psikologis (status emosional, kesejahteraan, kepuasan hidup dan kebahagiaan).

(Stelmack, J A,2003)

Kelainan Refraksi menjadi masalah yang sering terjadi pada penglihatan anak, sehingga salah satu tujuan dari WHO adalah vision 2020 : The Right To Sight adalah megeliminasi kebutaan karena kelainan refraksi yang tidak terkoreksi.

Ketika anak memasuki bangku sekolah, perhatian orang tua lebih tertuju pada pemilihan sekolah dan pemeriksaan kecerdasan. Hampir tidak ada orang yang memperhatikan kesehatannya, padahal kesehatan berperan besar dalam menunjang prestasi anak. Penglihatan yang terganggu, sering menjadi penyebab turunnya prestasi anak.

Kelainan refraksi yang terjadi pada anak usia sekolah harus mendapatkan perhatian khusus terutama dari pihak keluarga. Keluarga Merupakan orang terdekat yang dapat mempengaruhi perilaku individu dan mempunyai intensitas bertemu yang besar. Beberapa kelainan

(3)

kacamata yang telah tersedia sesuai dengan fungsinya, lensa kontak, dan tindakan pembedahan. Namun pada anak , kacamata adalah pilihan terbaik.

Berdasarkan pemaparan diatas , peneliti bermaksud untuk meneliti topik penelitian mengenai pengetahuan , sikap dan perilaku orang tua terhadap kelainan refraksi pada anak. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakakan metode literature review. Literatur review adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Literatur review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (artikel, buku, slide, informasi dari internet dan lain-lain).

B. Identifikasi Masalah

Berdasarakan latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini bermaksud untuk mengetahui “Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Orang Tua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak dengan menggunakan literature review.

(4)

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Melakukan penelitian dengan menganalisis jurnal – jurnal mengenai Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Orang Tua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui Pengetahuan Orang Tua Tentang Kelaiann Refraksi Pada Anak Melalui Studi Literatur

b. Mengetahui Sikap Orang Tua Tentang Kelainan Refraksi Pada Anak Melalui Studi Literatur

c. Mengetahui Perilaku Orang Tua Tentang Kelainan Refraksi Pada Anak Melalui Studi Literatur

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapakan dapat memberikan gambaran dan informasi mengenai pengetahuan , sikap dan perilaku orang tua terhadap kelainan refraksi pada anak.

2. Manfaat Praktis

(5)

melakukan deteksi dini guna meminimalisir terjadinya kelainan refraksi yang tidak terkoreksi.

E. Ruang Lingkup Penelitian

1. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode Studi literatur, yang mana topik yang diangkat mengenai Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Orang Tua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Anak.

2. Ruang Lingkup Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan dengan menganalisa hasil dari beberapa sumber- sumber literatur mengenai Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Orang Tua Tentang Kelainan Refraksi pada Anak.

3. Lingkup Waktu Penelitian

Pelaksanaan kajian literatur dilaksanakan pada bulan April s/d Juli 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Penyuluhan dan bimbingan pemakaian kacamata kepada klien.” Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwa salah satu kompetensi profesi refraksi optisi yang harus dimiliki adalah

Salah satu tenaga kesehatan yang sering di jumpai di tempat pelayanan kesehatan mata adalah tenaga kesehatan Refraksi Optisi Refraksi Optisi adalah seseorang yang merupakan tenaga

Lingkup Masalah Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang masalah yang akan diteliti, yaitu membandingkan tajam penglihatan pada mahasiwa Program Studi DIII Refraksi Optisi tingkat

Penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh penulis, melakukan uji schirmer test I pada 3 orang 3 mata mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Program Studi D3 Refraksi Optisi dengan

Dengan landasan bahwa mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik tidak selalu memiliki sikap yang positif dan praktik yang baik pula, maka dari itu peneliti ingin meneliti pada mahasiswa

Manfaat Teoritis Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menjadi sebuah informasi, referensi serta gambaran penatalaksanaan refraksi mata menggunakan alat optotip digital oleh

Maka dari itu penulis tertarik untuk meneiliti topik penelitian mengenai Gambaran kesesuaian Distant Vitror dan Power pada kacamata baca jadi agar dapat dijadikkan informasi dan edukasi

STIKes Dharma Husada Bandung pembaca mengenai bagaimana proses pembuatan koreksi astigmat mixtus derajat kelainan tinggi apakah membutuhkan tehnik khusus atau sama pada umumnya dengan