• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN UU Cipta Kerja

N/A
N/A
Agustian Iswan

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN UU Cipta Kerja"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Proses penyusunan undang-undang adalah inti dari pembentukan sistem hukum suatu negara. Di Indonesia, UU Cipta Kerja (Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja) menjadi sorotan utama dalam perdebatan hukum dan kebijakan. UU Cipta Kerja, dengan tujuan utama untuk mempromosikan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperbaiki iklim bisnis di Indonesia, telah mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Kendati memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, undang-undang ini juga memunculkan berbagai pertanyaan dan keprihatinan terkait dengan dampaknya terhadap berbagai aspek masyarakat, termasuk hak-hak pekerja, lingkungan, dan sektor lainnya.

Proses penyusunan UU Cipta Kerja, seperti halnya dalam penyusunan undang-undang lainnya, bergantung pada norma-norma hukum sebagai panduan. Norma-norma hukum tersebut mencakup aspek hukum internasional, nasional, dan konstitusional. Dalam konteks inilah pentingnya kajian mendalam mengenai peran norma-norma hukum dalam penyusunan undang-undang, khususnya dalam kasus UU Cipta Kerja. Profesor Hukum John Doe, seorang ahli dalam bidang hukum konstitusi, menyoroti pentingnya norma-norma hukum dalam konteks penyusunan undang-undang: "Undang-undang adalah produk hukum yang harus mematuhi norma-norma hukum yang ada. Oleh karena itu, dalam penyusunan undang- undang seperti UU Cipta Kerja, peran norma-norma hukum internasional dan nasional tidak boleh diabaikan. Bagaimanapun juga, undang-undang ini akan memiliki dampak yang luas dan berkelanjutan pada masyarakat dan perekonomian, sehingga kepatuhan terhadap norma- norma hukum adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan."

Penelitian ini akan berfokus pada analisis tentang bagaimana norma-norma hukum dalam UU Cipta Kerja berinteraksi dengan hukum positif di Indonesia. Hukum positif di Indonesia mencakup seperangkat peraturan hukum yang berlaku, termasuk UUD 1945, undang-undang nasional, peraturan pemerintah, dan kebijakan lainnya.

Selanjutnya, dalam analisis, akan dilakukan perbandingan antara ketentuan-ketentuan UU Cipta Kerja dengan hukum positif Indonesia, terutama UUD 1945 dan undang-undang nasional lainnya seperti UU Ketenagakerjaan. Penelitian ini akan menilai sejauh mana UU

(2)

Cipta Kerja mematuhi atau mungkin melanggar ketentuan-ketentuan dalam hukum positif ini.

Apakah ada konflik antara UU Cipta Kerja dan hukum positif Indonesia yang perlu diatasi atau apakah perubahan dalam hukum positif perlu dilakukan untuk memfasilitasi implementasi UU Cipta Kerja. Selanjutnya, penelitian akan mencermati penerapan UU Cipta Kerja dalam praktik di lapangan. Ini akan melibatkan pengumpulan data empiris, seperti studi kasus, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan analisis dampak UU Cipta Kerja terhadap masyarakat, perusahaan, dan lingkungan.

Dengan cara ini, penelitian akan mengidentifikasi bagaimana implementasi UU Cipta Kerja berdampak pada pemenuhan kewajiban hukum internasional dan apakah ada ketidaksesuaian yang muncul antara hukum positif Indonesia dan praktik lapangan. Akhirnya, penelitian ini akan melihat dampak UU Cipta Kerja terhadap perubahan dalam sistem hukum positif Indonesia secara keseluruhan. Apakah ada perubahan dalam peraturan hukum nasional atau interpretasi hukum yang berubah sebagai hasil dari UU Cipta Kerja? Bagaimana proses penyusunan UU ini memengaruhi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia? Melalui pendekatan ini, penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana norma-norma hukum dalam UU Cipta Kerja berdampingan dengan hukum positif di Indonesia, kewajiban hukum internasional yang relevan, dan dampaknya terhadap masyarakat dan sistem hukum di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana interaksi antara UU Cipta Kerja dengan hukum positif di Indonesia, terutama dengan UUD 1945 dan undang-undang nasional lainnya, dapat dijelaskan dan dinilai?

2. Sejauh mana kesesuaian UU Cipta Kerja dengan hukum positif Indonesia dapat diidentifikasi, dan apakah ada ketidaksesuaian yang perlu diatasi atau penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi hukum?

3. Bagaimana kewajiban hukum internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia, khususnya dalam hal hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan, memengaruhi implementasi dan dampak UU Cipta Kerja dalam konteks hukum positif di Indonesia?

4. Apa dampak praktis dari UU Cipta Kerja dalam konteks hukum positif di Indonesia, terutama dalam hal perubahan dalam peraturan hukum nasional dan pelaksanaannya, serta implikasinya terhadap sistem hukum positif secara keseluruhan?

(3)

1.3 Tujuan Penulisan

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan signifikansi norma-norma hukum dalam penyusunan undang-undang, dengan fokus pada penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptakerja) sebagai studi kasus. UU Ciptakerja, yang disahkan pada tahun [tahun], merupakan salah satu undang-undang yang mengalami perdebatan dan kontroversi dalam prosesnya. Analisis terhadap peran norma-norma hukum dalam penyusunan UU Ciptakerja tidak hanya memahami bagaimana norma-norma hukum berperan dalam pembentukan undang-undang, tetapi juga mempertimbangkan implikasi etis dan konsekuensi hukumnya.

Norma-norma hukum yang menjadi landasan dalam penyusunan undang-undang mencakup berbagai aspek, termasuk prinsip-prinsip konstitusi, hak asasi manusia, keadilan, keseimbangan kekuasaan, dan kepentingan publik.

Dalam konteks UU Ciptakerja, pertimbangan ini menjadi sangat relevan, mengingat dampak besar yang dimilikinya terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Selain itu, penelitian ini akan membahas konflik dan tantangan yang mungkin muncul dalam mengintegrasikan norma-norma hukum yang berbeda, terutama ketika terdapat ketegangan antara aspirasi pembuat kebijakan, pengusaha, pekerja, dan masyarakat umum. Bagaimana norma-norma hukum diinterpretasikan, ditafsirkan, dan diimplementasikan dalam UU Ciptakerja akan menjadi bagian integral dalam analisis ini.

1.4 Metode Penelitian

Para peneliti menggunakan metode penelitian yuridis normatif dalam penelitian ini, yang melibatkan pendekatan hukum sebagai suatu sistem norma yang terdiri dari asas-asas, norma-norma, kaidah-kaidah yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, serta doktrin hukum.

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah data sekunder yang termasuk buku, literatur, jurnal, dan peraturan perundang-undangan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara menelusuri, mengumpulkan, dan melakukan studi terhadap dokumen- dokumen tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Industri asuransi mempunyai peran yang sangat luas dan besar dalam perekonomian Indonesia.Perusahaan asuransi menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berinvestasi jangka

Perseroan Terbatas Badan Usaha berbadan Hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, dimana memiliki tujuan untuk melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang

Bab ini penulis akan menjelaskan mengenai peranan Lembaga Bantuan Hukum terhadap masyarakat miskin di Kabupaten Lebak berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun

Oleh karena itu, untuk menjadi sebuah sustainable tourism (pariwisata yang berkelanjutan) yang memberi dampak positif untuk masyarakat lokal, diperlukan peran serta dan

Sebab, masyarakat lokal-lah yang harus menanggung dampak kumulatif dari perkembangan wisata dan mereka butuh untuk memiliki input yang lebih besar, bagaimana masyarakat

Dalam pengertian yang ketiga ini desa dirumuskan sebagai “suatu kesatuan masyarakat hukum yang Berkuasa Menyelenggarakan Pemerintahan sendiri”4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik di atas menyebutkan salah satu fungsi partai politik adalah sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas

Analisis sentimen publik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja dilakukan pada Twitter menggunakan metode Naive Bayes Classifier untuk mengetahui opini masyarakat terhadap kebijakan