1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Kebutuhan informasi yang semakin meningkat, kemudahan, kecepatan dan ketepatan dalam mengakses informasi menjadi tuntutan pengguna informasi untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang komputer dan ilmu komunikasi menyebabkan adanya perubahan sistem dalam suatu organisasi. Menurut Mulyani & Kurniadi (2015:23)
“kemajuan suatu organisasi sangat tergantung pada teknologi dan sistem informasi, budaya organisasi dan sistem manajemen mutu”.
Menurut Siswanto (2018) kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia.
Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP).
Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP). Peningkatan kualitas pendidikan merupakan
salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap instansi pendidikan.
Pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dilakukan agar mampu mencapai tujuan suatu organisasi secara efektif dan efisien.
Universitas Bina Sarana Informatika merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia yang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap pelayanan akademiknya. Salah satu bukti bahwa UBSI merupakan perguruan tinggi yang up to date terhadap perkembangan teknologi yaitu diluncurkannya sebuah aplikasi latihan ujian online berbasis mobile yang dikenal dengan M-TryOut BSI. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dibangun untuk siswa-siswi SMA/SMK/sederajat kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional. Pada aplikasi ini juga terdapat informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan berita-berita seputar Kampus UBSI.
Universitas Bina Sarana Informatika memberikan kesempatan kepada seluruh siswa-siswi kelas XII yang akan menghadapi UNBK untuk mengerjakan soal-soal tryout pada aplikasi yang telah diunduh dan diinstal pada smartphone masing- masing. Tujuan dibuatnya aplikasi ini yaitu untuk latihan pelaksanaan ujian nasional agar peserta dapat lebih mempersiapkan diri sehingga pada saat pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar dan menguji kemampuan belajar siswa untuk menghadapi ujian nasional dengan pelatihan-pelatihan yang tersedia pada aplikasi tersebut.
Penerapan dari sebuah sistem tidak terlepas dari tingkat penerimaan baik secara positif maupun penerimaan secara negatif. Menurut Agustina (2015:172)
“Salah satu kunci awal yang dapat menentukan keberhasilan implementasi
teknologi informasi adalah kemauan untuk menerima teknologi tersebut di kalangan pengguna”. Selama aplikasi M-TryOut digunakan belum ada evaluasi dan analisis yang membahas apakah M-TryOut BSI sudah sesuai dengan harapan siswa- siswi peserta UNBK khususnya siswa-siswi kelas XII SMK Singaparna yang merupakan pengguna dan diterima sepenuhnya sebagai bentuk dari perkembangan teknologi? Penggunaan aplikasi M-TryOut sebagai media latihan ujian online juga belum memiliki tolak ukur keberhasilan dan pengukuran apakah sudah maksimalkan diterapkan. Selain itu belum adanya penelitian yang membahas tentang penerapan aplikasi M-TryOut tersebut.
Salah satu model pendekatan yang bisa digunakan untuk memahami sikap pengguna terhadap teknologi baru adalah Technology Acceptance Model (TAM).
TAM mendefinisikan dua hal yang dapat mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap suatu teknologi baru yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi dan kemudahan dalam menggunakan teknologi itu sendiri (Agustina, 2015:172).
TAM bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan penerimaan (acceptance) pengguna terhadap suatu sistem informasi. TAM menyediakan suatu basis teoritis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan terhadap suatu teknologi dalam suatu organisasi. TAM menjelaskan hubungan sebab akibat antara keyakinan (akan manfaat suatu sistem informasi dan kemudahan penggunaannya) dan perilaku, tujuan/keperluan, dan penggunaan aktual dari pengguna/user suatu sistem informasi. Model TAM dianggap sebagai model yang paling tepat yang dapat mengungkap bagaimana pandangan pengguna terhadap aspek kemudahan dan kegunaan teknologi, sikap dan minat pengguna dalam menggunakan teknologi, serta bagaimana penggunaan teknologi yang sesungguhnya (Mahendra, 2015:71).
Menurut Paramita & Mudjahidin (2014:217) “TAM merupakan salah satu model yang digunakan untuk menganalisis faktor penentu sebuah penerimaan teknologi informasi yang tidak hanya memprediksi, namun juga menjelaskan perilaku pengguna yang memiliki hubungan sebab akibat antara keyakinan (belief) akan manfaat suatu sistem informasi serta kemudahan dalam penggunaannya, sikap (attittude), hubungan perilaku pengguna (user behavior relationship), minat penggunaan (intention) secara aktual dari user suatu sistem informasi”. Selain itu menurut Gunawan & Lynawati (2018:130), “Technology Acceptance Model (TAM) merupakan metode yang mempunyai kontribusi tinggi dalam monitoring implementasi Information Technology (IT). Model ini banyak digunakan oleh peneliti untuk mengukur tingkat penerimaan sebuah teknologi baru karena dapat menjelaskan bahwa persepsi pengguna akan menentukan sikapnya dalam penerimaan penggunaan teknologi. TAM secara lebih jelas menggambarkan bahwa penerimaan penggunaan teknologi dipengaruhi oleh kemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (easy of use)”.
Berdasarkan pemaparan diatas mengenai Technology Acceptance Model (TAM) maka dapat disimpulkan bahwa TAM merupakan model perilaku yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan mengapa banyak sistem teknologi informasi gagal diterapkan karena pemakai tidak mempunyai niat untuk menggunakan. Selain itu model ini juga telah diuji dengan banyak penelitian dan hasilnya sebagaian besar mendukung dan menyimpulkan bahwa TAM merupakan model penerimaan yang baik. Oleh karena itu Technology Acceptance Model (TAM) akan sangat cocok digunakan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi M-TryOut BSI maka peneliti
mengambil judul “Analisis Penerimaan M-TryOut BSI Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus: SMK Singaparna)”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas, penulis memberikan identifikasi masalah yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian dengan merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah persepsi kemudahan (perceived easy of use) berpengaruh signifikan positif terhadap persepsi kegunaan (perceived usefullnes) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI?
2. Apakah persepsi kemudahan (perceived easy of use) berpengaruh signifikan positif terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI?
3. Apakah persepsi kegunaan (perceived usefullnes) berpengaruh signifikan positif terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI?
4. Apakah persepsi kemudahan (perceived easy of use) dan persepsi kegunaan (perceived usefullnes) secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI?
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penulisan Skripsi ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan (perceived easy of use) terhadap persepsi kegunaan (perceived usefullnes) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI.
2. Untuk mengetahui pengaruh persepsi kemudahan (perceived easy of use) terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI.
3. Untuk mengetahui pengaruh persepsi kegunaan (perceived usefullnes) terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M-TryOut BSI.
4. Untuk mengetahui pengaruh simultan dari persepsi kemudahan (perceived easy of use) dan persepsi kegunaan (perceived usefullnes) terhadap sikap menggunakan (attitude toward using technology) pada penggunaan aplikasi M- TryOut BSI.
Tujuan dari penulisan Skripsi ini yaitu sebagai salah satu syarat kelulusan Program Strata Satu (S1) Jurusan Sistem Informasi pada Universitas BSI Bandung.
1.4. Metode Penelitian
Metode penelitian dilakukan untuk memperoleh data-data sebagai bahan penulisan penelitian. Penulis mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk membuat hasil penelitian dengan berbagai langkah yang ditempuh, diantaranya:
a. Observasi
Penelitian ini menggunakan metode observasi yang merupakan salah satu teknik pengumpulan data. Pada proses ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian untuk melihat kegiatan yang
dilakukan. Observasi ini dilakukan pada siswa-siswi kelas XII SMK Singaparna yang merupakan peengguna aplikasi M-TryOut BSI.
b. Kuisioner
Pada langkah ini penulis melakukan penyebaran kuisioner yang harus diisi langsung oleh responden yang merupakan siswa-siswi kelas XII SMK Singaparna atau lebih tepatnya pengguna aplikasi M-TryOut BSI.
c. Studi Pustaka
Studi kepustakaan dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data sekunder yang merupakan usaha pengumpulan informasi yang berhubungan dengan teori-teori yang ada kaitannya dengan masalah dan variabel yang diteliti. Studi literatur didapat dari beberapa sumber yaitu perpustakaan Universitas BSI, Jurnal, serta penelitian terkait lainnya.
1.5. Ruang Lingkup
Dalam penulisan Skripsi ini, agar didapatkan hasil yang maksimal dan pembahasan dapat mencapai sasaran, maka ruang lingkup pembahasannya dirumuskan sebagai berikut:
1. Sasaran penelitian adalah siswa-siswi kelas XII SMK Singaparna Tahun Ajaran 2018/2019 yang merupakan pengguna aplikasi M-TryOut BSI.
2. Penelitian ini hanya melihat pada sisi penerimaan aplikasi M-TryOut BSI.
3. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology Acceptance Model (TAM).
4. Penelitian ini hanya menggunakan 3 konstruk utama dari model TAM, meliputi persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), persepsi kegunaan
(perceived usefulness) dan sikap menggunakan (attitude toward using technology).
5. Tools yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini hanya menggunakan Microsoft Office Excell , SPSS 16 for windows.
1.6. Hipotesis
Pentingnya hipotesis dalam suatu penelitian kuantitatif tidaklah diragukan lagi jika dikaitkan dengan fungsinya yaitu untuk membantu dan menuntun dalam memahami kejadian peristiwa yang akan diteliti. Menurut (Yusuf, 2017:130)
“hipotesis adalah suatu dugaan sementara, suatu tesis sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui pendidikan ilmiah”. Hipoetesis juga dapat dikatakan kesimpulan sementara, merupakan suatu konstruk (construct) yang masih perlu dibuktikan, suatu kesimpulan yang belum teruji kebenarannya. Hipotesis dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori.
Hipotesis diajukan untuk membuktikan benar atau tidaknya dugaan penulis mengenai adanya pengaruh variabel satu terhadap dengan variabel lainnya.
Variabel hipotesis dalam penelitian ini diambil dari 3 konstruk utama Technology Acceptance Model (TAM). Adapun 3 konstruk utama tersebut terdiri dari: PEOU (Perceived Ease of Use), PU (Perceived Usefulness), ATUT (Attitude Toward Using Technology). Adapun hipotesis yang digunakan antara lain:
H1 : Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Perceived Usefulness (PU)
H2 : Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)
H3 : Perceived Usefulness (PU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)
H4 : Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) berpengaruh terhadap Attitude Toward Using Technology (ATUT)
Tabel I.1.
Hipotesis Penelitian
No Hipotesis
H1 Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU terhadap PU Ha Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap PU
H2 Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU terhadap ATUT Ha Ada pengaruh signifikan PEOU terhadap ATUT H3 Ho Tidak ada pengaruh signifikan PU terhadap ATUT
Ha Ada pengaruh signifikan PU terhadap ATUT
H4 Ho Tidak ada pengaruh signifikan PEOU dan PU terhadap ATUT Ha Ada pengaruh signifikan PEOU dan PU terhadap ATUT