1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu usaha secara sadar dan sengaja yang didalamnya terjadi proses belajar mengajar untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan. Selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam proses pembelajaran, tentunya memiliki tujuan pembelajaran dan target yang dicapai, maka guru harus dapat mencapai tujuan tersebut agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, guru harus mendesain proses pembelajaran yang nyaman dan membentuk pembelajaran semenarik mungkin sesuai dengan karakteristik siswa. Saat ini, proses pembelajaran lebih diarahkan dengan memanfaatkan teknologi atau disebut dengan pembelajaran daring.
Menurut Syarifudin (2020: 32) mengemukakan bahwa “pembelajaran daring atau e-learning pada dasarnya merupakan pembelajaran secara virtual yang memanfaatkan jaringan internet melalui aplikasi virtual yang tersedia sehingga siswa memiliki keleluasaan untuk belajar dimanapun dan kapanpun tanpa dibatasi dengan waktu, jarak dan ruang.” Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
internet, guru dan siswa mudah berinteraksi dan berkomunikasi dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai walaupun dalam pembelajaran daring. Perubahan dari proses pembelajaran tatap muka (face to face) ke proses pembelajaran daring, tentunya bukan hal mudah dan menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan siswa, karena memiliki perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu, guru yang berperan penting dalam pembelajaran harus mampu untuk mengorganisasi pembelajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran daring, salah satunya dalam pembelajaran biologi.
Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang didalamnya terdapat konsep-konsep yang bersifat abstrak dan kompleks sehingga sulit dimengerti dan dipahami oleh siswa. Karakteristik mata pelajaran biologi tersebut menjadi suatu tantangan bagi siswa yang mempelajari dan bagi guru yang mengajar. Bahkan tidak jarang ditemukan guru yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi biologi terutama dalam proses pembelajaran daring saat ini. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran daring biologi tidak selalu berjalan dengan lancar dan efektif, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh guru biologi.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru biologi yang ada di SMA Negeri 4 Tanjungpinang, yang mengatakan bahwa terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran daring seperti, kurang maksimalnya pemberian materi pembelajaran oleh guru, kurang leluasanya guru dalam pengelolaan pembelajaran, pengawasan, dan penilaian serta masih terdapat beberapa siswa yang belum memahami prosedur pelaksanaan proses pembelajaran daring. Hal ini tentu tidak terlepas dari persiapan guru dan siswa, jika guru dan
siswa tidak siap maka proses pembelajaran daring tidak akan berjalan sesuai harapan. Menurut Rasidi (2021: 161) mengemukakan bahwa “terdapat beberapa hambatan atau kendala guru dalam menerapkan pembelajaran daring diantaranya adalah mendesain pembelajaran, persiapan guru yang terbatas, sarana dan prasarana kurang memadai, resistensi terhadap gangguan teknologi, kendala dalam perangkat teknologi, kompetensi guru dalam mengoperasikan pembelajaran, serta kendala guru dalam mengontrol proses pembelajaran”.
Sejalan dengan pendapat Ahmad (2014: 271) yang mengatakan bahwa
“kendala-kendala yang ditemui dalam pembelajaran berpusat pada keterbatasan keterampilan guru dalam penerapan variasi pembelajaran, kurangnya antusias peserta didik, kesulitan dalam memahami materi, masalah media pembelajaran, sistem penilaian, dan keterbatasan fasilitas dan sumber belajar”. Adanya kendala- kendala tersebut menyebabkan pembelajaran secara daring tidak berjalan dengan optimal dan berlangsung secara tidak efektif sehingga pembelajaran menjadi monoton dan kurang menyenangkan. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu mempersiapkan proses pembelajaran daring agar berjalan efektif serta tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dengan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji kendala proses pembelajaran biologi secara daring yang dialami guru di SMA Negeri Kota Tanjungpinang.
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti mengambil judul penelitian yaitu “Kendala Proses Pembelajaran Biologi Secara Daring yang dialami Guru di SMA Negeri Kota Tanjungpinang.”
B. Batasan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penelitian ini difokuskan pada seluruh SMA Negeri yang ada di Kota Tanjungpinang untuk mengetahui kendala proses pembelajaran biologi secara daring yang dialami guru.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana kendala proses pembelajaran biologi secara daring yang dialami guru di SMA Negeri Kota Tanjungpinang?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala proses pembelajaran biologi secara daring yang dialami guru di SMA Negeri Kota Tanjungpinang.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Guru
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan mendorong guru dalam menyempurnakan proses pembelajaran biologi secara daring sehingga dapat ditemukan solusi untuk meminimalisir kendala proses pembelajaran biologi secara daring.
2. Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran biologi secara daring agar lebih dapat
berjalan dengan lancar dan optimal serta dapat menentukan langkah-langkah penanganan yang tepat dari tiap-tiap kendala yang dialami guru.
3. Peneliti lain
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada peneliti lain untuk meneliti lebih dalam mengenai kendala proses pembelajaran biologi secara daring yang dialami guru di SMA Negeri Kota Tanjungpinang.