• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB II.docx"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Istilah-istilah yang berasal dari terminologi dalam bahasa Arab antara lain altarbiyah, al-ta’lim, al-ta’dib, al-tadrib dan al-riyadhoh. Istilah pendidikan dalam konteks Islam lebih umum dikenal dengan menggunakan istilah “at-Tarbiyah, at-Ta’lim, at-Ta’dib dan ar-Riyadloh”. Sedangkan menurut Rasyid Ridha, ta’lim adalah proses menanamkan berbagai ilmu ke dalam jiwa seseorang tanpa batas.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam adalah suatu kegiatan atau usaha, tindakan dan bimbingan yang dilakukan secara sadar, sengaja dan terencana yang mengarah pada pembentukan kepribadian peserta didik sesuai dengan yang diharapkan. norma-norma. ditentukan oleh ajaran agama. Pendidikan Agama Islam juga merupakan upaya yang disengaja dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengenal, memahami, menghayati, beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Al-Quran dan Al-Quran. -Hadits, melalui kegiatan pengajaran bimbingan, amalan, dan penggunaan pengalaman. Pancasila yang menjadi dasar setiap perilaku dan aktivitas bangsa Indonesia, dengan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sila pertama, berarti menjamin setiap warga negara untuk memeluk, beribadah, dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan agama, termasuk penyelenggaraan pendidikan agama. .7.

Merujuk kepada uraian di atas, tujuan pendidikan Islam adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada Tuhan dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun sosial. Nilai-nilai seperti kejujuran (sidiq), amanah (amanah), adil, sabar, syukur, pemaaf, tidak bergantung pada benda (zuhud), menerima apa yang (qona'ah), berserah kepada Tuhan (tawakal), malu. melakukan perkara-perkara buruk (haya'), persaudaraan (ukhuwwah), toleransi (tasamud), tolong-menolong (ta'awun) dan saling menyayangi (takaful), adalah rangkaian bentuk akhlak yang mulia. Petikan di atas menafsirkan pendidikan agama Islam sebagai proses pembentukan akhlak manusia untuk melaksanakan ajaran Islam secara kaffah.

Inilah yang disebut dengan isi materi, pendidikan agama Islam, yaitu suatu konsep yang mencakup mata pelajaran dan kegiatan pengajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Pendidikan Karakter

Pengertian Pendidikan Karakter

Menurut Elkind dan Sweet, pendidikan karakter diartikan sebagai upaya serius untuk membantu masyarakat memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru yang dapat mempengaruhi karakter siswa 22. Dalam Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter disebutkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan karakter, pendidikan.

Menurut Ratna Megawangi, pendidikan karakter merupakan upaya mendidik anak agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan mempertimbangkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap lingkungannya. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter pada warga sekolah yang meliputi komponen-komponen. Selain itu, pengajaran nilai diartikan sebagai perilaku warga sekolah yang dengan memberikan pengajaran harus mempunyai nilai.

Dalam konteks pendidikan, pendidikan karakter merupakan upaya sadar yang dilakukan untuk mengembangkan peserta didik menjadi pribadi yang positif dan berakhlak mulia. Pada dasarnya tujuan pendidikan karakter adalah membimbing dan memfasilitasi anak menjadi karakter yang positif (baik). Model yang dapat dikembangkan untuk menunjang keberhasilan pendidikan karakter adalah melalui proses bertahap, yaitu: (1) sosialisasi; (2) internalisasi; (3) adat; (4) akulturasi sekolah.

Tujuan pendidikan karakter bagi guru diharapkan agar para pendidik menjadi pemeran utama, yang dapat menjadi anggota dan menjadi teladan bagi seluruh lingkungan sekolah khususnya siswa, sehingga guru mempunyai profesionalitas dan tanggung jawab penuh dalam pembangunan nasional. peradaban melalui lembaga pendidikan 28. Ramli, dikutip Kementerian Pendidikan Nasional, pendidikan karakter mempunyai hakikat dan makna yang sama dengan pendidikan akhlak dan pendidikan akhlak. 27 Dharma Kesuma, dkk, Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktek di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hal.

Oleh karena itu hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yaitu pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, guna mengembangkan kepribadian generasi baru. 29. Dalam konteks pendidikan, pendidikan karakter merupakan upaya sadar yang dilakukan untuk membentuk peserta didik menjadi individu positif yang berakhlak mulia sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sehingga mampu. Oleh karena itu, pendidikan karakter hendaknya mampu memfasilitasi dan mengembangkan nilai-nilai positif secara alamiah.

Menjadikan seluruh personel sekolah berfungsi sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab terhadap pendidikan karakter dan setia pada nilai-nilai dasar yang sama. Doni A, menyatakan bahwa pendidikan karakter di sekolah memerlukan prinsip-prinsip dasar yang mudah dipahami dan dipahami oleh siswa dan setiap individu yang bekerja dalam lingkup pendidikan itu sendiri.

Konsep Pendidikan Karakter

Karakter yang baik mengandaikan bahwa perbuatan baik dilakukan dengan cara yang baik, meskipun Anda harus membayar mahal untuk itu karena mengandung risiko. Hadiah dari karakter yang baik adalah Anda menjadi orang yang lebih baik, dan itu akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali. 40. Berdasarkan tujuan pendidikan nasional, pendidikan karakter merupakan program pendidikan (sekolah dan luar sekolah) yang menata dan menyederhanakan sumber daya moral dan disajikan dengan memperhatikan pertimbangan psikologis untuk pertimbangan pendidikan.

Tujuan pendidikan karakter adalah mengajarkan nilai-nilai tradisional tertentu, nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut juga digambarkan sebagai perilaku moral. Pendidikan kelas 42 hanya dilaksanakan pada tingkat prasekolah. Sementara itu, kurikulum di Indonesia pada tingkat sekolah dasar dan seterusnya masih belum optimal dari segi aspek. karakter tersebut, padahal sudah ada materi pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan.

Padahal, jika Indonesia ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan segera pulih. Jika tertinggal, Indonesia perlu merombak sistem pendidikan yang ada, termasuk memperkuat pendidikan karakter. Ketiga strategi pembelajaran tersebut hendaknya direncanakan secara sistematis agar siswa dan guru dapat menerapkan seluruh nilai dan moral sesuai dengan potensi dan peluang yang tersedia di lingkungannya. Oleh karena itu, hasil belajar adalah terbentuknya kebiasaan berpikir dalam arti siswa mempunyai pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk berbuat dengan baik.

Melalui pemahaman komprehensif tersebut diharapkan dapat mempersiapkan model-model manajemen pembelajaran yang dapat menghasilkan peserta didik yang berkarakter kuat, dalam arti memiliki ketahanan batin. pengetahuan, keimanan, dan amal saleh, baik secara pribadi maupun sosial. Pendidikan Karakter adalah suatu sistem pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik... agar mempunyai nilai dan karakter serta menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan formal, pendidikan karakter dapat dilaksanakan melalui beberapa strategi dan metode pendekatan, yang antara lain 43. Pada hakikatnya materi dan kegiatan pembelajaran selain menjadikan siswa menguasai materi sasaran juga dirancang agar siswa mengenal, menyadari dan memperoleh nilai-nilai dalam berperilaku.

Pengintegrasian nilai-nilai nilai ke dalam setiap mata pelajaran bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut sehingga diharapkan siswa dapat merealisasikannya. pentingnya nilai-nilai tersebut diinternalisasikan dalam perilaku siswa melalui proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.44. Kedua, menyiapkan sumber daya dan lingkungan yang dapat mendukung program pendidikan karakter dengan mengintegrasikan mata pelajaran dengan indikator karakter yang akan dipelajari, mengelola suasana kelas yang berkarakter, dan menyiapkan lingkungan sekolah yang sesuai. Ketiga, meminta komitmen bersama (kepala sekolah, guru, staf, dan orang tua siswa) untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pelaksanaan program pendidikan karakter.

Sebagai individu yang sedang berkembang, anak mempunyai sifat meniru tanpa memandang baik atau buruk. Jika apa yang disimpan dalam LTM positif, maka reproduksi selanjutnya akan menghasilkan perilaku konstruktif.

Hubungan Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter

Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan lingkungan, dan dengan kebangsaan yang diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan. Pendidikan agama Islam di sekolah merupakan suatu sistem pengajaran yang selalu berkaitan dengan nilai-nilai moral agama. Jika kurikulum adalah jantungnya pendidikan, maka pendidikan agama Islam sebagai bagian dari kurikulum pendidikan menjadi jantungnya karakter dalam kurikulum tersebut.

Sebab pendidikan agama Islam merupakan mata pelajaran yang muatannya mengandung berbagai karakter positif sesuai dengan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Selain itu, pendidikan agama Islam lebih menekankan pada soft skill seperti penguasaan dan penguasaan terhadap hard skill seseorang.51. Untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berilmu, pendidikan Islam hendaknya mengarahkan tujuan pendidikan pada pengembangan individu yang memahami kedudukannya, seperti kedudukannya di hadapan Tuhan, di hadapan masyarakat, dan di dalam dirinya.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pendidikan agama Islam dan pendidikan karakter sama-sama bertujuan untuk membentuk sikap atau perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, dan nilai-nilai pendidikan karakter merupakan sumber ajaran agama Islam baik itu ajaran tentang aqidah. , moralitas atau Syariah. Hampir seluruh materi dalam pendidikan Islam memuat nilai-nilai karakter dasar bagi kehidupan individu dan masyarakat. Persoalannya demikian bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran siswa.

Pendidikan karakter dapat mempunyai tujuan yang pasti jika dilandasi oleh nilai-nilai dasar karakter tersebut. Hal ini dibuktikan dengan landasan filosofis yang sama yaitu karakter yang terbentuk semuanya bersumber dari nilai-nilai universal termasuk agama Islam. Selain itu, keterkaitan pendidikan karakter dengan pendidikan agama Islam dapat dilihat dari dua sisi, yaitu materi dan proses.

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan untuk mengembangkan kepribadian atau akhlak peserta didik menjadi seseorang yang berakhlak mulia dan berbudi

Jadi pendidikan dikatakan sukses membidik sasaran sekiranya mampu mencetak manusia yang berakhlak Al Karimah akal dan qalb kedua merupakan kemampuan dari dalam yang berperan

4. standar karakter pribadi dan ide. Dalam kebanyakan kasus, psikologi pendidikan memfokuskan pada individu, dipisahkan dari konteks sosial. Selain itu, pendidikan modern

terwujudnaya akhlakul karimah peserta didik. Tujuan dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah membentuk. orang-orang yang bermoral baik, keras kemauan, sopan

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) berfungsi sebagai criteria dalam menentukan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan, rujukan untuk penyusunan standar-standar

Pendidikan karakter menurut Islam adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan pendidik kepada peserta didik untuk membentuk, mengarahkan dan membimbing akhlak/

Pengertian Kompetensi pedagogik dalam Standar Nasional Pendidikan seperti yang dikutip oleh Mukhlis (2009: 75) adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik

Pendidikan karakter menurut Islam adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan pendidik kepada peserta didik untuk membentuk, mengarahkan dan membimbing akhlak/ kepribadian peserta