Teori laju pertumbuhan penduduk pertama kali dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus yang dikenal dengan Teori Malthus. Menurut Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 40/M-IND/PER/6/2016 kawasan industri adalah kawasan tempat terkonsentrasinya kegiatan industri dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri. Dalam pengembangan suatu kawasan industri perlu memperhatikan asas-asas yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 40/M-IND/PER/6/2016, asas-asas tersebut antara lain Kecukupan Tata Ruang, Ketersediaan Prasarana Industri, Keramahan Lingkungan, Efisiensi, Keamanan dan Kenyamanan Berusaha serta Percepatan Penyebaran dan Pemerataan Pembangunan Industri.
Pembangunan kawasan industri dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk badan hukum dan didirikan berdasarkan hukum Indonesia serta berkedudukan di Indonesia.1 Menurut (Industrial Development Handbook dari ULI (The Urban Land Institute), Washington DC (1975) yang dikutip oleh Pratiknya, 2007). sekolah, tempat ibadah, ruang terbuka dan lain-lain. 2 Istilah kawasan industri di Indonesia masih tergolong baru. Kriteria pemilihan lokasi Kawasan Industri didasarkan pada Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 40/M-IND/PER/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pengembangan Kawasan Industri. Kelayakan lokasi dilakukan sebagai kegiatan awal yang bertujuan untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi mengenai lokasi, yang dapat menggambarkan sejauh mana potensi lokasi untuk dikembangkan sebagai Kawasan Industri.
Pemilihan lokasi pengembangan kawasan industri dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: (1) bagi kawasan yang telah memiliki pertumbuhan industri berdasarkan orientasi pasar, digunakan pendekatan permintaan lahan. Ukuran langsung yang dapat dijadikan indikasi layak tidaknya suatu kawasan dikembangkan sebagai kawasan industri adalah jika rata-rata kebutuhan lahan industri per tahun pada kawasan tersebut berkisar 7-10 ha atau berkembangnya industri manufaktur dengan tingkat pertumbuhan minimal lima unit usaha, salah satunya unit usaha industri pengolahan memerlukan lahan sekitar 1,32-1,34 ha; dan (2) bagi daerah yang mempunyai potensi sumber daya alam sebagai bahan baku industri untuk meningkatkan nilai tambah, harus diciptakan kutub pertumbuhan baru. Perkembangan suatu kawasan industri tidak lepas dari pemilihan lokasi kawasan industri yang dipengaruhi oleh beberapa kriteria terkait lokasi.
Selain itu, berkembangnya Kawasan Industri juga akan berdampak pada beberapa fungsi di sekitar lokasi zona tersebut.
Jarak ke Pusat Kota
Kegiatan kelayakan lokasi ini juga bertujuan untuk melihat kesesuaian penggunaan lokasi dalam rencana tata ruang wilayah. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 40/M-IND/PER/6/2016, terdapat beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi kawasan industri, antara lain:.
Jarak Terhadap Permukiman
Oleh karena itu, jarak ideal menuju pemukiman ideal adalah minimal 2 (dua) km dari lokasi kegiatan industri.
Jaringan Transportasi Darat
Jaringan Energi dan Kelistrikan
Jaringan Telekomunikasi
Kegiatan industri tidak lepas dari aspek bisnis yang berkaitan dengan pemasaran dan pengembangan usaha, sehingga jaringan telekomunikasi seperti telepon dan internet menjadi kebutuhan pokok bagi para pelaku industri dalam menjalankan aktivitasnya.
Pelabuhan Laut
Sumber Air Baku
Kondisi Lahan
- Prinsip Pembangunan
- Infrastruktur atau Prasarana .1 Pengertian
- Jenis Infrastruktur
- Kebutuhan Data
- Metode Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Data Sekunder
- Data Primer
- Metode Analisis
- Analisis Kebutuhan Infrastruktur Kawasan Industri
- Analisis Potensi dan Masalah
- Analisis Wilayah Sekitar
- Analisis Kesiapan
- Kerangka Analisis
Dalam memilih lokasi kawasan industri, harga tanah (tanah mentah) tidak boleh terlalu mahal. Pembangunan suatu kawasan industri (misalnya dengan luas 100 Ha) akan menghasilkan pergerakan lalu lintas yang cukup besar, baik yang dihasilkan oleh lalu lintas mobil penumpang yang mengangkut pekerja maupun kendaraan trailer yang mengangkut barang (impor dan ekspor). Dalam pengembangan kawasan industri, pengelola kawasan industri wajib melakukan pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, pemerintah dan pemerintah daerah akan lebih efektif dalam mengembangkan infrastruktur yang mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan industri. Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan berusaha, pengelola kawasan industri dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan/atau aparat keamanan. Apabila dipandang perlu, pemerintah dapat menetapkan suatu kawasan industri sebagai Objek Vital Industri Nasional (OVNI) untuk mendapat perlakuan khusus.
Pembangunan kawasan industri dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaringan telekomunikasi yang wajib ada di Kawasan Industri disesuaikan dengan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kawasan Industri merupakan unit pengolahan air limbah industri yang terletak pada suatu kawasan industri yang diolah secara terpadu.
Unit pengolahan utama pada rencana instalasi pengolahan kawasan industri meliputi unit pemerataan, unit pemisahan padatan, unit biologi dan unit pengolahan lumpur. Fasilitas komersial, untuk menunjang kegiatan perekonomian di kawasan industri, seperti fasilitas perbankan, kantin/restoran, kantor pos dan sebagainya, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan; Pos Keamanan, sebagai fasilitas penunjang keamanan baik di dalam maupun di pintu masuk Kawasan Industri.
Kavling Perumahan adalah kavling yang disediakan oleh perusahaan kawasan industri untuk perumahan pekerja, termasuk fasilitas pendukungnya seperti tempat olah raga dan musala. Metode penelitian yang digunakan dalam perencanaan penyediaan infrastruktur pendukung kawasan industri adalah metode penelitian kuantitatif. Observasi dilakukan untuk mencari data terkait dengan kondisi daerah penelitian, seperti infrastruktur pada kawasan industri di kota semarang.
Dengan melakukan analisis terhadap kebutuhan infrastruktur kawasan industri, diharapkan dapat mengetahui jenis, jumlah dan ketersediaan infrastruktur yang dibutuhkan pada kawasan industri di wilayah yang disurvei. Dengan menganalisis potensi dan permasalahan maka akan diketahui apa saja yang menghambat dan mendorong berkembangnya suatu kawasan industri. Analisis kawasan sekitar merupakan salah satu tahapan analisis yang bertujuan untuk mengetahui peranan kawasan sekitar kawasan industri.
Analisis kesiapan dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan sesuai dengan PP 142 Tahun 2016 tentang Kawasan Industri dan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.