• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

N/A
N/A
L op

Academic year: 2024

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

4. Umum. Kendaraan tempur yaitu Tank Leopard dan Tank Marder adalah tank tempur utama atau biasa disebut MBT (Main Battle Tank) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal tahun 1970-an dan mulai digunakan pada tahun 1979.

Leopard dan Marder menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman Barat (Bun-deswehr). Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Tank leopard dan Tank Marder pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Demark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan

5. Spesifikasi Tank. Kendaraan Tank Leopard dan Tank Marder Di buat oleh Krauss-Maffei pada tahun 1970-an untuk militer Jerman. Tank pertama yang beroperasi pertamakali adalah pada tahun 1979. Tank jenis in merupakan kendaraan militer tercanggih, modern dan yang tercepat. Tank ini memiliki beberapa jenis yaitu: Tank Leopard 2A4, Tank Leopard 2 RI, Tank Marder APC, Tank Marder ALVB, Tank Marder komando, Tank Marder Ambulance yang saat ini dapat beroprasi dan bekerja dengan baik di satuan Yonkav 8/NSW.

a. Tank Leopard 2A4 adalah tank kanon modem yang berkekuatan canggih ini meliputi mesinnya sudah ditenagai oleh turbo ganda V12 buatan MTU. Hal itulah yang membuat mesin in mampu melarikan tank dengan bobot sekitar 68 ton dengan keepatan maksimal 68 km/am. Senjata utama yang terdapat pada leopard 2 ini adalah memiliki kru 4 personil yaitu sepasang senapan mesin MG3A1 dengan meriam L$4 Rheinmetall 120mm. Adapun spesifikasi dibawah ini:

1) Negara pembuat : Jerman

2) Berat : 68 ton

(2)

3) Panjang : 9,97 m (393 in) (total)

4) Lebar : 3.75 m (148 in)

5) Tinggi : 3 m (120 in)

6) Kru : 4 Orang

7) Jarak tempuh : 550 km (340 mi) 8) Kecepatn maximal : 72 km/h (45 mph)

Gambar 1. Tank Leopard 2A4

b. Tank Leopard 2RI adalah sebuah ranpur tank kanon modern yang merupakan pembaruan dari tank Leopard 2A4 yang hampir mirip akan tetapi perbedaannya dari bodi ranpur yang agak lebar dan dari segi chasis. Berikut yang terdapat pada Leopard 2RI ini adalah 4 personil kru. Adapun spesifikasi dibawah ini:

1) Negara pembuat : Jerman

2) Berat : 60 ton

3) Panjang : 9,7 m

4) Lebar : 3,7 m

5) Tinggi : 2,5 m

6) Kru : 4 personil

(3)

7) Jarak tempuh : 500 Km

8) Kecepatan Max : 70 km/h

Gambar 2. Tank Leopard 2RI

C. Ranpur Tank Marder adalah kendaraan Tempur Batalyon infanteri buatan Jerman yang dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Jerman sebagai persenjataan utama. Kemampuan tank ini adalah sebagai kendaraan angkut personil, Tank Marder dirancang sedemikian rupa untuk bias mengangkut 10 orang. Adapun spesifikasinya dibawah ini:

1) Negara pembuat : Jerman

2) Berat : 37 ton

3) Panjang : 6,7 meter

4) Lebar : 3.4 meter

5) Tinggi : 2,9 meter

6) Kru : 3 + 7 Orang

7) Jarak tempuh : 520 km

8) Kecepatan Max : 75 km/h

(4)

Gambar 3. Tank Marder APC

6. Pemeliharaan. Pemeliharaan yang dijelaskan pada buku hanya dibatasi pada : a. Pemeliharaan, pemeriksaan dan perbaikan harian:

1) Pemeliharaan sebelum penggunaan, yaitu: pemeliharaan yang harus dilaksanakan sebelum Ranpur dioperasikan untuk meyakinkan tidak ada bagian yang rusak atau gangguan yang harus ditindak lanjuti dan dilaporkan

2) Pemeliharaan selama penggunaan, yaitu: pemeliharaan yang harus dilaksanakan pada sat istirahat ketika Ranpur sedang dalam pengguanaan.

3) Pemeliharaan setelah penggunaan, yaitu Pemeliharaan yang harus dilakukan setelah Ranpur selesai digunakan.

b. Pemeliharaan mingguan terdiri dari:

1) Pemeliharaan rang pengemudi a) Tambah cairan pembersih wiper b) Tabun sil karet klep pengemudi

C) Pembersihan menyeluruh ruang pengemudi d) Periksa kerjanya kipas pada rung pengemudi 2) Pemeliharaan ruang tempur

a) Periksa ERS dari kebocoran

(5)

b) periksa Kapasitas oli ERS c) Operasikan pengeltapan NBC

d) Periksa blower rang kru dari sumbatan e) Periksa kerjanyan baut pengetapan rang kru f) Periksa kabel sil katup manual NBC

g) Periksa sil kabel kotak sekring utama

h) Periksa pasak pengecek pre-filter BBM dengan cara ditekan

i) Pembersihan menveluruh pada lantai badan Ranpur

3) Pemeliharaan badan Ranpur bagian luar a) Pembersihan ruang peralatan

b) Pembersihan ruang NBC

c) Periksa dan bersihkan peralatan

d) Taburkan talk pada sil karet rang peralatan e) Bersihkan dan lumasi anting-anting penarik 4) Pemeliharaan rantai dan suspensi

a) Periksa keausan penapak rantai

b) Periksa kebocoran penghubung roda jalan dibagian belakang.

c) Periksa kapasitas oli penggerak akhir, hub roda jalan dan tambah bila perlu.

5) Pemeliharaan badan ranpur bagian atas

(6)

a) Bersikan dan lumasi klem laras b) Bersikan dan lumasi alat pengangkat

c) Bersikan dan lumasi semua pintu-pintu pemeliharaan, pasak dan engsel.

d) Bersihkan ruang battere

e) Lepas dan bersihkan saringan udara hanya apabilalampu peringatan menyala.

f) Gunakan talek pada sil radial ruang mesin.

7. Pengusutan Gangguan.

Referensi

Dokumen terkait

a) Input : tingkatan pengumpulan masalah, resources dan kebijaksanaan nasional yang harus dikembangkan.. b) Proses : kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan

Metode Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) dikembangkan oleh Pulic pada tahun 1997 yang didesain untuk menyajikan informasi tentang value creation

Karateristik perangkat pembelajaran memiliki kelayakan praktis yang tinggi apabila para ahli (validator) mempertimbangkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan

Latihan yang benar harus dimulai dengan konsep latihan yang berorientasi tempur (battle oriented training). Artinya, prioritas latihan satuan diarahkan pada

Pengembangan LKPD berbasis peta konsep yang dikembangkan oleh peneliti telah berdasarkan kurikulum 2013 yang berlaku, dimana dalam menggembangkan LKPD haruslah

LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR BENTUK HASIL BELAJAR KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN mengamati Menanya (quetioning) Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang

Konsep matematika didapat karena proses berpikir, sehingga keterampilan berpikir mendalam (berpikir kritis) perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Hal ini sesuai

Mengutip pernyataan Maslow(1970) bahwa kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal merupakan salah satu motivasi untuk pengembangan kehidupan yang lebih tinggi lagi,