36 BAB III
METODE PENELITIAN
A. RANCANGAN PENELITIAN
Dalam penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian untuk menjawab suatu permasalahan dengan pengukuran yang tepat terhadap variabel tertentu. Penelitian kuantitatif ialah proses menemukan pengetahuan berdasarkan data yang berbentuk angka dan kemudian diolah dengan metode statistik untuk menguji hipotesis yang ditetapkan sebelumnya.
Variabel dalam penelitian ini mencakup variabel independen dan variabel dependen. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain dan sering disebut dengan variabel bebas. Sedangkan variabel dependen ialah variabel yang diukur agar dapat mengetahui pengaruhnya varaiabel lain. Variabel dependen termasuk variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen dan biasanya dikenal dengan variabel terikat.55
B. VARIABEL PENELITIAN 1. Variabel Bebas (Independen)
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas (independen) ada dua yakni Variabel X1 persepsi siswa pada variasi gaya mengajar guru dan Variabel X2 minat belajar siswa.
2. Variabel Terikat (Dependen)
55 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2015), 39.
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi adanya variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini ialah prestasi belajar peserta didik.
C. POPULASI DAN SAMPEL 1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan objek yang akan diteliti. Populasi dapat berbentuk benda mati maupun benda hidup dan memiliki sifat dapat diukur atau diamati. Populasi sebagai objek yang diamati seorang peneliti untuk dapat menarik kesimpulan sesuai dengan yang diteliti. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di MAN 5 Kediri.
Tabel 3.1 Jumlah Siswa
KELAS JUMLAH
XI IPS 1 36
XI IPS 2 35
XI IPS 3 33
TOTAL 104
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah populasi. Sampel sebagai contoh atau wakil dari populasi yang diteliti. Sampel sebagian dari populasi yang akan diteliti dan dapat mewakili seluruh populasi serta jumlahnya lebih sedikit daripada populasi. Untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus solvin yakni :
Keterangan :
n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
e2 = Nilai kritis yang diinginkan untuk 1%, 5%, atau 10%.56 jika dirumuskan :
Dari hasil sampel yang dihitung menggunakan rumus solvin didapatkan sampel 50,9 dan dibulatkan menjadi 51 dari jumlah populasi 104 dengan taraf kesalahannya 10%. Dengan begitu sampel yang akan diteliti sebanyak 51 siswa dari kelas XI IPS di MAN 5 Kediri.
Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel tersebut adalah simpel random sampling. Simpel random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberi peluang sama pada setiap bagian populasi sebagai sampel.
D. INSTRUMEN
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengukur fenomena yang diteliti dengan spesifik yang disebut dengan variabel penelitian. Instrumen disusun berdasarkan variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti sebelumnya. Dari variabel-variabel tersebut akan dibentuk indikator yang akan diukur. Dari indikator yang sudah ada maka dapat dijabarkan menjadi pertanyaan atau pernyataan
56 Priyono, Metode Penelitian Kuantitatif (Sidoarjo: Zifatama Publishing, 2016), 120.
yang akan diberikan kepada responden. Sebelum menyusun instrumen diperlukan kisi-kisi instrumen agar mudah dalam memahami variabel yang diteliti.57
Angket digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, sebab angket alat pengumpulan data yang efektif dan efisien untuk mengukur variabel ini. Angket yang digunakan berisi pernyataan mengenai variabel X1 yakni persepsi siswa pada variasi gaya mengajar guru dan variabel X2 tentang minat belajar siswa. Angket dibagikan pada responden untuk mendapatkan hasil data yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasilnya.
Dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian angket bentuk skala likert. Skala Likert adalah metode skala pernyataan untuk menilai sikap, pendapat atau persepsi seseorang tentang fenomena yang diteliti.
Nilai dalam skala dibedakan menjadi Selalu (SL), Sering (SR), Kadang- Kadang (KK), dan Tidak Pernah (TP). Skor yang diberikan untuk skala likert adalah 4,3,2,1.
Tabel 3.2 Pedoman Skoring Data
JAWABAN ITEM
Favorable Unfavorable
Selalu (S) 4 1
Sering (SR) 3 2
Kadang-kadang (KK) 2 3
Tidak pernah (TP) 1 4
57 120.
Tabel 3.3 Blue Print Persepsi Siswa pada Variasi Gaya Mengajar
Tabel 3.4 Blue Print Minat Belajar
No Aspek Indikator Item Jumlah
Favorable Unfavorable
1 Perasaan senang Belajar dengan rasa senang 1,4 26 3
Belajar dengan rasa suka tanpa paksaan orang lain
2,3 2
2 Keterlibatan siswa dalam
belajar
Berantusias dalam mengikuti proses belajar
5 1
Aktif dalam proses pembelajaran
6,7,8 3
3 Rasa ketertarikan Tertarik dengan proses belajar 9,10,11,12, 13,14,15
7 Memiliki rasa keingintahuan
yang besar pada materi
16,17,18 25 4
No Aspek Indikator Item Jumlah
Favorable Unfavorable
1 Penggunaan Variasi Suara
Intonasi suara guru 1,2 2
Volume suara guru 3 1
Kecepatan guru menyampaikan materi
4,5 2
2 Pemusatan perhatian
Pemusatan perhatian dengan lisan 6 1
Pemusatan perhatian dengan isyarat
7 1
3
Pemberian Waktu / Diam
Sejenak
Kesenyapan sengaja dilakukan guru saat penjelasan materi
8,9 2
Memberikan pertanyaan kepada peserta didik
10 1
4 Kontak
Pandang
Pandangan guru mengarah ke seluruh peserta didik
11,12 27
3 Melihat ke lingkungan belajar
sekitar
13 28
2 5
Variasi gerak badan dan
mimik
Ekspresi guru selama proses pembelajaran
20,21 29
3 Gerakan anggota badan guru 14,15,16,
17,18,19
25 7
6 Variasi Pindah Posisi
Dari posisi guru duduk menjadi berdiri
22 1
Dari posisi kanan pindah ke posisi kiri
23 1
Berpindah dari posisi depan ke posisi belakang
24 26
2
Jumlah 24 5 29
4 Perhatian dalam proses pembelajaran
Mendengarkan penjelasan dari guru
19,20 2
Memperhatikan setiap proses pembelajaran yang diikuti
21,22 2
Berkonsentrasi dalam setiap belajar
23 24 2
Jumlah 23 3 26
E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Angket / Quesioner
Angket menurut Hadjar ialah suatu daftar pertanyaan atau pernyataan mengenai topik yang diberikan pada subjek penelitian untuk mendapat informasi tertentu. Angket merupakan teknik untuk mengumpulka data dengan melalui pertanyaan tertulis agar mendapat informasi dari responden. Dengan kata lain kuesioner adalah lembaran yang berisi pertanyaan atau pernyataan.
Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket berstruktur / tertutup. Angket tertutup/berstruktur merupakan angket yang disediakan pertanyaan dan pernyataan sekaligus diberikan pilihan jawaban, sehingga responden hanya tinggal memberi tanda yang sesuai dengan petunjuk.
2. Dokumentasi
Dokumen ialah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan pada waktu lalu. Dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian ini dibutuhkan sebagai salah satu pendukung pengumpulam data.
Dokumentasi digunakan untuk mencari data berupa catatan, transkip, buku, prestasi dan lainnya.
F. TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik analisis data merupakan langkah yang dilakukan setelah sumber data terkumpul dari responden. Analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan.58 Berikut adalah langkah-langkah dalam analisis data :
a. Persiapan
Dalam tahap persiapan yang dilakukan adalah menyusun data dengan mengecek identitas responden, mengecek kelengkapan pengumpulan instrumen dan kelengkapan data, serta mengecek jawaban dari responden.
b. Tabulasi
Tabulasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempermudah membaca data melalui pemberian kode dengan menyusun dan menghitung data. Tabulasi dilakukan dengan cara angket diberikan skor pada setiap item yang dibutuhkan, kemudian item-item tersebut diberikan skor dengan pemberian kode.
c. Uji Instrumen
1) Uji Validitas Data
Validitas adalah alat ukur yang dapat dikatakan valid jika alat tersebut mengukur apa yang harus diukur.59 Validitas alat yang digunakan untuk mengukur keakuratan sifat dalam pengukuran. Untuk menguji instrumen penelitian valid atau
58 Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, 147.
59 Masrukin, Statistik Inferensial Aplikasi Program SPSS (Kudus: Media Ilmu Press, 2008), 133.
tidak, peneliti memakai rumus korelasi Product Moment, nilai simpangan berikut ini :
∑ ∑ ∑
√( ∑ (∑ ( ∑ (∑
Keterangan :
= Koefisien Korelasi N = Banyaknya Data
X = Skor Variabel (jawaban responden)
Y = Skor Total dari variabel untuk responden k-n
Untuk menentukan kuesioner valid atau tidak maka dibandingkan dengan menggunakan bantuan program SPSS dengan membandingkan dan dengan taraf siginifkansi 5%. Jika , maka instrumen dinyatakan tidak valid, sedangkan Jika dinyatakan valid.
2) Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat pengukur yang mengatakan reliable jika dalam mengukur terdapat gejala dalam waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama. Kemudian untuk menentukan reabilitas instrument, hasil jawaban pada butir angket diuji dengan reabilitas menggunakan rumus Alpha Croncbach. Data yang dapat dikatakan reliable apabila uji statistik Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60.60
60 128.
3) Menghapus pertanyaan yang tidak valid 4) Deskripsi Data
Analisis deskriptif adalah sajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran, perhitungan mean, modus, desil, persentil, perhitungan penyebaran data dengan menghitung rata-rata dan deviasi serta persentase.61 Hasil tersebut digunakan untuk deskripsi data dan membuat Raw Skor (skor mentah) sesuai rumus perhitungan.
Selain itu juga, dalam tahap ini menentukan kategori mengenai variabel variasi gaya mengajar, minat belajar siswa dan prestasi belajar untuk mengetahui tingkat pada setiap variabel. kategorisasi dibagi menjadi lima yakni sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah dan sangat rendah.
d. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui nilai dimiliki distribusi normal atau tidak normal.62 Uji normalitas menggunakan uji Kolmogrov-smirnov dengan taraf nilai 0,05.
Jika nilai sig > 0,05 maka data berdistribusi normal. Sedangkan jika nilai sig < 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi tidak normal.
2) Uji Linearitas
61 Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, 280.
62 56.
Uji linearitas digunakan untuk menyatakan persamaan linear cocok atau tidak digunakan pada data yang ada. Untuk uji linearitas dalam penelitian ini menggunakan test linierity di SPSS statistik dengan taraf signifikansi 0,05. Jika menghasilkan nilai signifikansi linierity > 0,05 maka dinyatakan hubungan antar variabel ialah linear. Dan sebaliknya, jika nilai signifikansi linierity < 0,05 maka menunjukkan hubungan antar variabel tidak linier.
e. Uji Hipotesis
Dalam menentukan uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS statistic dengan taraf 0,05. Apabila nilai signifikan < 0,05 maka terdapat pengaruh persepsi siswa pada variasi gaya mengajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa. sebaliknya, apabila nilai signifikan > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh variasi persepsi siswa pada variasi gaya mengajar dan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa.
1) Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi sederhana ini digunakan apabila regresi linier hanya terdapat dua variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat ( variabel X dan Y). Adapun rumusnya sebagai berikut :
Y = + e Keterangan : Y = variabel terikat
X = variabel bebas = intersep
= koefisien regresi
2) Analisis Regresi Berganda
Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah perkembangan dari analisis regresi sederhana. Analisi regresi berganda digunakan untuk meramalkan nilai variabel terikat (Y) jika variabel bebasnya (X) lebih dari satu. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut rumus analisis regresi berganda :
+ e
Keterangan :
Y : Nilai yang diprediksikan X : Variabel Bebas
a : Konstanta
b : Koefisien regresi
3) Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang dimiliki antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus yang digunakan adalah :
Kd = x 100%
Keterangan :
Kd = koefisien determinasi
= koefisien korelasi berganda
Sedangkan kriteria dalam analisis koefisien determinasi adalah :
1) Jika Kd mendekati nol (0) maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen lemah.
2) Jika Kd mendekati satu (1), maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah kuat.