• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III metodologi penelitian

N/A
N/A
Muhammad Norry Darmawan

Academic year: 2025

Membagikan "BAB III metodologi penelitian"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 bertempat di Suwawa,Kab. Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat

Tabel 1. Alat yang digunakan

No Nama Alat Fungsi

1 Akuarium Wadah pemeliharaan

2 Alat Pengukur Warna Untuk mengukur warna ikan

3 Seser Untuk menangkap benih

4 Saringan Untuk menyaring larutan

5 Kamera Pengambilan dokumentasi

6 Alat tulis menulis Mencatat hasil penelitian 7

8

Biosprei Parutan

Untuk menyemprot pakan Untuk memarut wortel

9 Aerator Sebagai sumber oksigen

3.2.2 Bahan

Tabel 2. Bahan yang digunakan

No Nama Bahan Fungsi

1 Ikan Nemo Objek penelitian

2 Air Media pemeliharaan ikan

3 Wortel Sebagai pengkaya pakan

4 Labu Sebagai pengkaya pakan

5 Kunyit Sebagai pengkaya pakan

4 Pakan Komersil Sebagai pakan ikan

(2)

3.3 Metode

3.3.1 Wadah Penelitian

Wadah yang digunakan dalam praktikum adalah menggunakan akuarium sebanyak 16 buah dengan ukuran masing-masing 30 x 20 x 25 cm3 3.3.2 Hewan Uji

Dalam percobaan ini ikan yang digunakan yaitu Ikan Nemo (Amphiprioninae ) sebanyak 3 ekor/wadah masing-masing akuarium berisi air 3 liter untuk tiap perlakuan, dengan ikan ukuran 3-7 cm dan menggunakan 16 buah akuarium, sehingga jumlah total ikan yang digunakan adalah 48 ekor.

3.3.3 Pakan Uji

Pakan yang digunakan berupa pakan komersial PF-500 yang telah di perkaya dengan Larutan Wortel, Labu dan Kunyit sesuai dosis perlakuan.

3.4 Tahapan Penelitian 3.4.1 Persiapan

Tahap Pelaksanaan penelitian diawali dengan persiapan alat dan bahan, wadah pemeliharaan, hewan uji, media pemeliharaan dan pakan.

Tahapan penelitian diawali dengan mempersiapkan segala alat dan bahan yang diperlakuan dalam proses penelitian. Selanjutnya mempersiapakan wadah pemeliharaan, wadah pemeliharaan berupa akuarium dengan ukuran 30 x 20 x 25 cm3sebanyak 16 buah.

3.4.2 Pembuatan Larutan Wortel

Hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan wortel yang akan digunakan kemudian cuci, setelah itu wortel dikupas dan diparut menggunakan parutan sesuai dengan kebutuhan penggunaan yaitu 500 gr,.

Setelah hasil parutan selesai kemudian campurkan dengan air sebanyak 200 ml kemudian di blender lalu diperas menggunakan kain. Hasil dari perasan wortel merupakan Larutan yang siap digunakan.

3.4.3 Pembuatan Larutan Labu

(3)

Hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan labu yang akan digunakan kemudian cuci, setelah itu labu dikupas dan diparut menggunakan parutan sesuai dengan kebutuhan penggunaan yaitu 500 gr,. Setelah hasil parutan selesai kemudian campurkan dengan air sebanyak 200 ml kemudian di blender lalu diperas menggunakan kain. Hasil dari perasan labu merupakan Larutan yang siap digunakan.

3.4.4 Pembuatan Larutan Kunyit

Hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan kunyit yang akan digunakan kemudian cuci, setelah itu kunyit dikupas dan diparut menggunakan parutan sesuai dengan kebutuhan penggunaan yaitu 500 gr,.

Setelah hasil parutan selesai kemudian campurkan dengan air sebanyak 200 ml kemudian di blender lalu diperas menggunakan kain. Hasil dari perasan kunyit merupakan Larutan yang siap digunakan.

3.4.5 Pencampuran Pakan Komersil PF-500 Dengan Larutan Wortel, Labu, Kunyit

Langkah awal yang dilakukan pada saat pencampuran pakan adalah mempersiapkan pakan Komersil sebanyak 1 kg untuk setiap perlakuan pakan.

Mempersiapkan Larutan Wortel, Labu, Kunyit sesuai dosis perlakuan (Dosis Larutan: 100 ml/ Kg pakan). Jika esktrak wortel, labu,kunyit sudah disediakan sesuai dosis Larutan kemudian di campurkan pada pakan Komersil dengan cara di semprotkan menggunakan biospray hingga merata pada pakan yang telah di sediakan, setelah itu pakan di angin-anginkan selama 30 menit setelah itu pakan siap diberikan pada ikan.

(4)

3.5 Rancangan Penelitian

Penelitian ini bersifat eksperimen terdiri empat kali pengulangan

● Pellet buatan tanpa campuran

● Penambahan larutan Wortel 25 ml, Kunyit 25 ml , Labu 50 ml/ Kg pakan

● Penambahan larutan Wortel 25 ml, Kunyit 50 ml , Labu 25 ml/ Kg pakan

● Penambahan larutan Wortel 50 ml, Kunyit 25 ml , Labu 25 ml/ Kg pakan 3.6 Pelaksanaan Penelitian

Ikan yang digunakan yaitu ikan Nemo (Amphiprioninae ) dengan jumlah 3 ekor. Ikan mas nemo dengan 3-7 cm dipelihara dan ditempatkan dalam wadah pemeliharaan 16 buah akuarium dengan padat penebaran 1 ekor/

liter dengan jumlah air yang digunakan yaitu sebanyak 3 Liter/wadah.

Pemeliharaan dilakukan selama 12 hari. Selama masa pemeliharaan pemberian pakan dilakukan sebanyak 1 kali sehari yaitu pada pukul 08.00 16.00 Dosis pakan yang diberikan sebanyak 3 % dari berat biomasa ikan.

Proses pemberian pakan dilakukan secara merata.

Penelitian ini tentang pengaruh penambahan Larutan wortel, kunyit, labu pada pakan terhadap kecerahan warna ikan Nemo (Amphiprioninae )).

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan dengan menggunakan pakan Komersil yang dicampurkan dengan Larutan wortel, kunyit, labu dengan dosis yang berbeda beda.

3.7 Variabel Yang diukur

3.7.3 Tingkat Kecerahan Warna

Pengamatan hasil terhadap ikan di lakukan per minggu. Pengamatan terhadap intensitas warna ikan Mas Koi menggunakan alat pengukur kertas standar warna Toca Colour Finder (TCF). Pengamatan dilakukan secara visual dengan mendekatkan tubuh ikan pada kertas pengukur warna TCF kemudian membandingkan warna asli ikan pada kertas pengukuran warna TCF.

(5)

Sedangkan untuk mengetahui perubahan warna menggunakan alat yang dimodifikasi. Alat ini dibuat dengan menggunakan pencampuran warna.

Perubahan warna kuning kemudian semakin meningkat. Peningkatan warna dengan cara penambahan kontras 20 % per nomor perubahan dan alat pengukur warna ini dibuat sesuai dengan acuan TCF (Toca Color Finder), yang mulai dari :

- Level warna 1-3 : Kuning pucat - Level warna 4-5 : Kuning muda - Level warna 6-9 : Kuning

- Level warna 10-11 : Kuning Jingga - Level warna 12-14 : Kuning sawo - Level warna 15-16 : Warna Emas - Level warna 17-18 : Warna jingga - Level warna 19-20 : Warna jingga muda - Level warna 21-23 : Warna jingga tua - Level warna 24-25

- Level warna 26-27

: Warna jingga merah : Warna merah muda - Level warna 28-29 : merah

- Level warna 30 : merah pekat

Gambar. TCF (Toca Color Finder)

Sumber : Jurnal Epifania,(2011). File Gambar Berdasarkan Dominasi Warna

(6)

3.7.4 Kelangsungan Hidup

Kelangsungan hidup merupakan presentase jumlah biota yang hidup pada akhir waktu tertentu (Hidayat dkk, 2013), adalah sebagai berikut :

SR=

NoNt

Keterangan :

SR = Tingkat kelangsungan hidup (%)

Nt = Jumlah benih akhir No = Jumlah awal benih

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan beberapa alat analisa yang sesuai dengan kondisi perusahaan sebagai alat untuk mengukur kondisi keuangan pada Jakarta

Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan menggunakan tingkat signifikan = 5%. Peneliti memilih

Pencampuran perekat dengan strand dilakukan dengan menggunakan alat rotary blender, sedangkan untuk memasukan perekat ke dalam rotary blender dengan bantuan alat

Pengujian normalitas data adalah pengujian untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal atau tidak, sehingga dapat ditentukan uji untuk pengujian

Instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian pengembangan produk alat evaluasi membaca teks ragam ilmiah dengan model

Validitas menunjukkan seberapa baik suatu instrumen yang dibuat mengukur konsep tertentu yang ingin diukur (Sekaran, 2006). Alat pengukur yang absah akan mempunyai

Yield nata dapat didefinisikan sebagai berat basah nata de coco yang dihasilkan dalam wadah kultur per volume air kelapa yang digunakan untuk fermentasi (Budhiono, Rosidi et al. 2)

Sebanyak 1 kg contoh biji kakao dihaluskan dan disaring menggunakan saringan dengan ukuran 150 mesh dan ditambahkan air dingin dengan perbandingan 1:2 (b/b)