• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

Tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi syarat ujian untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik (ST) pada Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Skripsi atas nama Musakkir dengan nomor induk mahasiswa dan Arfandi dengan nomor induk mahasiswa dinyatakan diterima dan disahkan oleh Panitia Ujian Akhir Tesis sesuai dengan Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Nomor : 503/05/A-II/X/38/2016, sebagai permohonan tunggal untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016. Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program studi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pak. dan Ibu Dosen serta staf Fakultas Teknik yang telah meluangkan waktunya dalam mendidik dan mengabdi kepada penulis selama mengikuti proses belajar mengajar di Universitas Muhammadiyah Makassar. Saudara-saudaraku dan mahasiswa teknik lainnya khususnya angkatan 2011 yang dengan persahabatan dan persaudaraannya banyak membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Manusia sebagai makhluk sosial dan hidup bermasyarakat memerlukan komunikasi atau pertukaran informasi satu sama lain. Perkembangan kegiatan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan telepon sebagai sarana untuk menunjang ketangkasan dan keberhasilan mereka dalam berkomunikasi. Kegiatan masyarakat terus berkembang dari tahun ke tahun.

Salah satu parameter pelayanan yang memuaskan pelanggan adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk perhitungan tingkat keberhasilan panggilan. Salah satu parameter layanan adalah Success Call Ratio (SCR), yaitu perbandingan antara jumlah panggilan yang berhasil dengan jumlah panggilan yang berhasil.

RumusanMasalah

Kesalahan dalam suatu panggilan dapat disebabkan oleh “perilaku atau kebiasaan pelanggan, kesalahan setup (routing, signaling dan numbering), kualitas elemen jaringan, penjadwalan. Untuk meningkatkan keberhasilan panggilan, diperlukan tindakan cepat untuk mengurangi jumlah kesalahan panggilan. Oleh karena itu , kesalahan panggilan dapat terjadi. terjadi pada tingkat asal (panggilan), pusat, dan terminasi (dipanggil).

TujuanPenulisan

BatasanMasalah

Manfaat

SistematikaPenulisan

TINJAUAN PUSTAKA

SentralTelepon Type EWSD

  • PerangkatKeras (Hardware) EWSD
  • PerangkatLunak (Software) EWSD

TeoriDasarTrafik

  • KategoriTrafik Yang DigunakanPada STDI

Secara umum, sistem jaringan telekomunikasi dirancang sedemikian rupa sehingga ketika pelanggan sedang sibuk, mereka masih dapat menjalin koneksi dan hanya sebagian kecil permintaan yang tidak dapat dipenuhi. Untuk memaksimalkan produksi, pemantauan dan pengelolaan jaringan yang paling efektif harus diterapkan. sebanyak mungkin panggilan yang berhasil. Salah satu tugas pengaturan jaringan ini adalah mendeteksi jaringan yang kelebihan trafik. Jumlah panggilan yang berhasil menjadi lebih rendah dari jumlah panggilan maksimum yang diperbolehkan jaringan, sehingga SCR (rasio panggilan sukses) turun.

Lalu lintas asal adalah lalu lintas yang berasal dari pelanggan di lokasi pusat dengan tujuan masuk atau keluar. Lalu lintas transit adalah lalu lintas yang berasal dari pelanggan di pusat lain ke pelanggan di pusat lain. Intensitas lalu lintas adalah rata-rata jumlah/durasi posisi yang diproses sistem dalam selang waktu tertentu.

Pemutusan sirkuit terjadi karena kurangnya sirkuit itu sendiri dan kemacetan. Jika kita melihat cara kerja pusat, ketika saluran pelanggan sedang sibuk, maka panggilan masuk akan disalurkan melalui saluran lain. Jika semua saluran speaker terisi, maka saluran input terputus dari pusat.

Grade of Service

Peluang kegagalan (probabilitas kerugian). Dalam sistem yang mengenali sistem flossing yang salah) atau tidak ada waktu tunggu, panggilan yang tidak mencatat level peralatan karena semua peralatan sedang digunakan (keadaan sibuk) tidak akan mendengar nada sibuk.

Trafficability

Dengan menggunakan rumus perhitungan SCR maka dapat diketahui besarnya nilai SCR yang dicapai khususnya pada STO Enrekang. Sebagai perbandingan, di bawah ini adalah contoh perhitungan SCR yang diambil dari data bulan Januari dan Februari 2015. Gambaran lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4.1 yang menampilkan grafik pencapaian nilai SCR lokal STO Enrekang pada bulan Januari 2015 – November Tahun 2015. Pada bulan Januari dan Februari nilai SCR hampir sama yaitu sekitar 74,0%, kemudian meningkat pada bulan Maret.

Nilai SCR kembali menurun pada bulan April hingga Mei yaitu 73,9%, kemudian pada bulan Juli nilai SCR meningkat signifikan hingga mencapai 77,79%. Pada gambar 4.2 terlihat bahwa pada bulan Januari, pencapaian SCR masih jauh dibawah target yaitu sebesar 61,57%. Namun pada bulan Februari dan Maret, angka SCR melonjak menjadi 81,4%, dimana nilai tersebut melebihi standar yang ditentukan.

Pada bulan April, Juni dan Oktober nilai SCR kembali turun dibawah target yang diharapkan, namun pada bulan Juli, Agustus, September dan November nilai SCR kembali normal dan mencapai patokan yang ditentukan. Untuk keperluan perbandingan dalam menentukan persentase panggilan loss pada masing-masing level, berikut contoh penghitungan panggilan loss berdasarkan data Januari 2015 hingga November 2015. Jumlah panggilan gagal pada level awal adalah 33269 panggilan dari 109669 panggilan atau 2,98. %, angka putus sekolah terendah terjadi pada bulan September yaitu 2,18%.

Dan keruntuhan tertinggi terjadi pada bulan Februari yaitu 3,77% dan untuk lebih jelasnya lihat Gambar 4.3. Tingkat kegagalan terendah terjadi pada bulan Mei yaitu 303 panggilan dari total 9655 panggilan atau 3,14%. Berdasarkan data perhitungan pada tabel 4.3 terlihat BS terendah terjadi pada bulan Juni yaitu sebanyak 516 panggilan dari total panggilan sebanyak 9801 panggilan atau 5,26%.

Sedangkan BS tertinggi terjadi pada bulan Februari yaitu mencapai 668 panggilan dari total 9379 panggilan atau 7,12%. Dan RNA tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu 1710 panggilan dari total 9578 panggilan atau 17,85%. Total kegagalan panggilan pada tingkat terminasi sebanyak 25198 panggilan dari 109665 total panggilan atau sebesar 22,99%, terendah pada bulan Agustus sebesar 21,61% dan kegagalan tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 24,43% seperti terlihat pada grafik berikut.

Successful Call Ratio (SCR)

  • Peranan SCR
  • Faktor yang Mempengaruhi SCR
  • Perhitungan SCR

Distribusi Loss Call

  • Loss Sentral
  • Loss Originating
  • Loss Terminating
  • Hubungan SCR danDistribusi Loss

Call Loss adalah kemungkinan gagalnya panggilan dari pelanggan yang menelepon ke pelanggan yang dipanggil. Central loss merupakan kegagalan yang terjadi pada peralatan dan rangkaian pusat yang berasal dari pihak pemanggil atau pada peralatan pusat dan rangkaian yang berasal dari pihak pemanggil. Masalah teknis merupakan masalah yang biasanya disebabkan oleh kecerobohan dan komponen yang sudah tua.

Originating loss adalah kerugian yang terjadi pada tingkat pelanggan penelepon, baik karena faktor teknis maupun non teknis. Panggilan gagal karena klien yang dipanggil sedang sibuk - atau perangkat berada dalam kondisi buruk, sehingga menyebabkannya sibuk. Panggilan yang gagal karena pelanggan yang dipanggil tidak menjawab dibatalkan oleh call center atau pelanggan yang dipanggil dan mungkin juga disebabkan oleh kondisi peralatan yang buruk sehingga tidak ada jawaban.

Punca teknikal ialah panggilan yang gagal kerana pelanggan yang dipanggil tidak didaftarkan atau disekat, manakala punca bukan teknikal ialah kecenderungan pelanggan untuk mengulangi panggilan apabila panggilan gagal. Lebih banyak pusat yang terlibat, lebih banyak faktor yang mempengaruhi kejayaan panggilan. Kegagalan panggilan bukan sahaja disebabkan oleh pusat lain yang dilaluinya. Apabila pelanggan yang dipanggil sibuk atau tidak menjawab, kegagalan ini boleh menyebabkan panggilan terputus dari lokasi pusat yang lain.

Sebagai contoh, konfigurasi pertukaran lokal dari tiga arah menuju ke arah yang sama ditampilkan. Jika panggilan gagal karena pelanggan di pusat lokal D sedang sibuk atau tidak menjawab, berarti panggilan tersebut telah menempati satu sirkuit ke pusat lokal D. Dalam kondisi sibuk, kesalahan dapat menyebabkan panggilan dari pusat lokal yang sama atau pusat lain gagal. pusat lokal menuju ke pusat lokal D.

Kerugian atau kegagalan sulit dihilangkan, namun upaya dapat dilakukan untuk menguranginya karena menyangkut keandalan sistem, perilaku manusia, dan optimalisasi dana. Yang menjadi perhatian perilaku manusia adalah ketika klien sudah menerima ponselnya namun membatalkan niatnya untuk melakukan koneksi, sedangkan yang menyangkut keandalan sistem adalah sulitnya memastikan perangkat tersebut tidak rusak. Dalam penyediaan saluran telepon (batang) selalu didapat jumlah panggilan yang optimal karena jumlah panggilan maksimal tidak terjadi pada setiap saat, melainkan hanya pada jam-jam sibuk, sehingga kerugian akibat kurangnya saluran telepon selalu terjadi.

Gambar 3.2 Contoh konfigurasi Sentral Lokal
Gambar 3.2 Contoh konfigurasi Sentral Lokal

Pengukuran Parameter Network

  • Pengukuran Parameter Network Lokal
  • Pengukuran Parameter Network SLJJ

Dari contoh di atas, upaya kenaikan harga SCR tidak lepas dari analisa lokasi kegagalannya. Dengan mengetahui lokasi keruntuhan yang dominan maka dapat diambil tindakan yang tepat. Contoh pengukuran ini adalah pengukuran yang dilakukan di pusat utama kota Makassar terhadap pusat-pusat lainnya di Jakarta, Bandung, dan lain-lain.

Gambar 3.3 Pengukuran parameter network dari sentral lokal
Gambar 3.3 Pengukuran parameter network dari sentral lokal

METODOLOGI PENELITIAN

Blok Diagram

  • SCR SLJJ STO Enrekang

Analisis Loss Call

Analisis call loss dimaksudkan untuk menghitung tingkat kesalahan yang terjadi dari pihak pemanggil (originating level) hingga pihak yang dipanggil (terminating level). UNAL adalah jumlah panggilan yang gagal karena nomor yang dipanggil tidak/tidak ada di database pusat lawan, rata-rata persentase perhitungannya adalah 1,33%. Kegagalan karena faktor teknis adalah kegagalan karena gangguan pada trunk baik di pusat sumber maupun tujuan, rata-rata persentase kegagalan karena faktor teknis adalah 2,33%, tingkat kegagalan terendah.

Dari hasil perhitungan dan analisa diatas dapat disimpulkan bahwa error panggilan terbesar terjadi pada level terminating (dipanggil), dengan rata-rata tingkat kegagalan sebesar 23,03%. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat kegagalan panggilan di STO Enrekang masih tinggi, sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi jumlah kegagalan panggilan agar nilai SCR dapat semakin meningkat.

Tabel 4.6 Hasil perhitungan Loss Call pada STO Enrekang dari bulan Januari 2015-November 2015
Tabel 4.6 Hasil perhitungan Loss Call pada STO Enrekang dari bulan Januari 2015-November 2015

Hubungan SCR dan Loss Call

UpayaPeningkatan SCR

  • PenekananTerhadap Loss Originating
  • PenekananTerhadap Loss Sentral
  • PenekananTerhadap Loss Terminating

Tingginya angka kegagalan panggilan pada tingkat awal umumnya diatasi dengan perilaku pelanggan.Perilaku pelanggan dalam penggunaan peralatan komunikasi telepon yang ceroboh dapat berdampak buruk pada peralatan pusat. Meningkatkan kesadaran di kalangan pengguna jasa telepon tentang cara menggunakan telepon yang baik (pendidikan pelanggan). Sebelum menekan suatu angka, pelanggan harus memeriksa terlebih dahulu apakah nomor yang akan dihubungi sudah benar dan lengkap.

Untuk menekan kegagalan akibat faktor teknis dapat dilakukan dengan cara melakukan perawatan rutin terhadap peralatan yang digunakan serta memantau kondisi dan umur komponen. Pelanggan dapat melengkapi teleponnya dengan mesin penjawab/perekam otomatis jika pelanggan sering bepergian. Menggunakan fitur Voice Processing System (VPS), yaitu perangkat yang dapat meneruskan panggilan sibuk ke VPS yang menyimpan pesan sehingga pesan tersebut dapat diambil di lain waktu, b.

Jika Anda menggunakan panggilan tunggu, yaitu ketika ada panggilan masuk, Anda akan mendengar nada yang menandakan ada panggilan masuk lainnya. Saat Anda mendengar nada ini, Anda dapat menjawab panggilan tanpa memutuskan sambungan penelepon sebelumnya dengan menekan tombol. tombol kontak/flash kecil satu kali. Nilai SCR lokal yang diperoleh pada bulan Januari sampai November 2015 rata-rata sebesar 75,59%, dan nilai DLD SCR mencapai nilai rata-rata sebesar 71,76%.

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Jaringan Telekomunikasi
Gambar 2.2 Blok diagram STDI
Gambar 3.1 Distribusi SCR Keterangan :
Gambar 3.2 Contoh konfigurasi Sentral Lokal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dar ihasi lwawancar a diat as i nf or man mengemukakan bahwa gej al a- gej al ast r essyangdi al amiol ehper awatI GD PuskesmasTeppo yai t uper awatI GD yang per t amakal imember i