• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV PENUTUP"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

58

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan Bab sebelumnya mengenai “prosedur ekspor mutiara pada PT Yellu Mutiara”, dapat di tarik kesimpulan bahwa prosedur PT Yellu telah sesuai dengan ketentuan Depperin yang di kutip oleh Sutedi. Barang yang ekspor wajib dibuatkan PEB oleh Fedex untuk kemudian diperiksa dikawasan kepabeanan cek fisik barang untuk menghitung pajak, untuk kemudian diterbitkan NPE setelah penelitian dokumen telah diterima oleh pihak Becukai. Untuk proses cek fisik barang oleh surveyor dilaksanakan oleh Balai Karantina Perikanan Surabaya Tahap I untuk mendapatkan SPM. Setelah semua disetujui, barang akan dilakukan pengangkutan oleh forwading keluar dari daerah kepabeanan untuk di kirim ke negara tujuan.

Untuk sistem pembayaran PT Yellu Mutiara adalah cash payment. Perusahaan ekspor yang melakukan ekspornya dengan cara proses lelang terlebih dahulu untuk mendapatkan pembeli. Dengan pembeli yang disebut dengan penerima barang (consignee). Prosedur ekspor pada PT Yellu Mutiara yang dimana consignee yang

mulanya terpilih sebagai pihak pemenang lelang akan melunasi pembayaran atas invoice yang telah dikirimkan terlebih dahulu sesuai yang telah disepakati pada kedua belah pihak. Setelah pelunasan, perusahaan akan melakukan proses ekspor barang.

(2)

59

Pihak-pihak kerjasama antara lain adalah: Fedex (Federal Express), Balai Karantina Perikanan dan Pertanian tahap I, Asuransi MAG, dan Bea cukai.

Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan untuk dapat ekspor barang pada PT Yellu Mutiara, yaitu: SKA (Surat Keterangan Asal), Packing List, Air Waybill, Asuransi dari MAG, SPM dari Karantina, PEB yang diterbitkan oleh Fedex, NPE yang di terbitkan oleh Bea dan Cukai; dan Invoice tagihan atas jasa pengiriman (setelah barang diterima oleh consignee)

B. Saran

Setelah menyelesaikan penulisan tugas akhir dengan judul “Prosedur Ekspor Mutiara pada PT Yellu Mutiara” dapat dikemukakan beberapa saran yaitu:

1. Bagi Perusahaan

a. Dalam hal pembuatan SKA sebaiknya para pegawai melakukan komunikasi agar pembuatan SKA dapat segera diselesaikan dan tidak ada keterlambatan yang menghambat proses pengurusan dokumen selanjutnya.

b. Sebaiknya dalam pengajuan ke pihak karantina meneliti dulu berkas-berkas yang dibutuhkan, dan teliti dalam mengisi website di PPK Online supaya dalam sekali pendaftaran dapat langusung diterima oleh PPK Online

“SisterKaroline”.

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen-dokumen ekspor yang digunakan : Shipping Instruction (SI), Commercial Invoice , Packing List, Booking Instruction, Booking Confirmation , MBL ( Master Bill of

Memenuhi Dari hasil verifikasi data informasi yang tercantum dalam dokumen packing list sudah sesuai dengan dokumen ekspor lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa

Memenuhi Dari hasil verifikasi data informasi yang tercantum dalam dokumen packing list sudah sesuai dengan dokumen ekspor lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa

selanjutnya disingkat SKA adalah dokumen yang membuktikan bahwa barang ekspor Indonesia telah memenuhi Ketentuan Asal Barang Indonesia2. (Rules of

Pasal 14 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 4 Tahun 2014 Ketiga Notaris telah mengisi pernyataan yang menyatakan format pendirian Perseroan, keterangan mengenai dokumen

A AMIN FURNITURE telah membuat dokumen Packing List yang digabungkan dengan dokumen Invoice dengan informasi data sesuai dengan jenis barang yang akan di

CV Tropicalia telah membuat dokumen Packing List yang digabungkan dengan dokumen Invoice dengan informasi data sesuai dengan jenis barang yang akan di

Memenuhi Seluruh kegiatan ekspor barecore dilengkapi dokumen V-Legal, dimana informasi dokumen V-Legal sesuai dengan dokumen PEB, Packing List, Invoice, B/L dan