BAHAN BANGUNAN RESUME BAHAN BANGUNAN
Dosen Pembimbing :
Dr. Ir. Darmawan Pontan, SE., MT.,MM Liana Herlina, ST., MT.
Ir. Susianti winoto., MT Ir. Indrawati Sumeru., MM
Disusun Oleh : Salwa Zahra Rizkina
051002100046
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA 2021
DAFTAR ISI
Contents
DAFTAR ISI...2
PERTEMUAN I ( 10 September 2021 )...3
PERTEMUAN II ( 17 September 2021 )...4
PERTEMUAN III ( 24 September 2021 )...7
PERTEMUAN IV ( 1 Oktober 2021 )...10
PERTEMUAN V ( 8 Oktober 2021 )...12
PERTEMUAN VI ( 15 Oktober 2021 )...13
PERTEMUAN VII ( 22 Oktober 2021 )...15
PERTEMUAN IX ( 5 November 2021 )...17
PERTEMUAN X ( 12 November 2021 )...19
PERTEMUAN XI ( 19 November 2021 )...21
PERTEMUAN XII ( 26 November 2021 )...22
PERTEMUAN XIII ( 3 Desember 2021 )...23
PERTEMUAN XIV ( 10 Desember 2021 )...25
PERTEMUAN XV ( 17 Desember 2021 )...27
PERTEMUAN I ( 10 September 2021 )
Pada awal pertemuan, kamu disambut oleh Bapak Dr. Ir. Darmawan Pontan, MT. ( biasa saya menyebutnya dengan nama Pak Pontan ) dan Ibu Liana Herliana ST, MT. ( biasa saya menyebutnya dengan nama Ibu Liana ). Kemudian kami disuurh untuk memperkenalkan diri masing – masing dan dilanjut dengan perkenalan Bapak dan Ibu dosen. Tanpa meemerlukan waktu lama. Pak Pontan langsung memberi tahu dan menjelaskan tentang pengertian bahan bangunan serta komponen bahan bangunan apa yang ada dilingkungan, dan saya sendiri sudah mengenal apa saja bahan bangunan yang ada dirumah tetapi saya hanya mengetahui mengenai dasarnya saja. Bahkan Beliau mengatakan bahwa semakin lama atau pada tahun yang akan datang teknologi bangunan bisa lebih canggih, murah dan dapt digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Kemudian Beliau juga memberitahu dan menjelaskan mengenai 5M dan IR/W yaitu Man, Money, Method, Mechine, and Market. Itulah dasar prinsip di Teknik Sipil. Beliau juga menghimbau kami semua untuk menghadiri setiap pameran bahan bangunan. Dan Bu Liana memberikan tugas kelompok untuk menganalisis struktur baja dan di buat dalam bentuk paper dan power point.
PERTEMUAN II ( 17 September 2021 )
KOMPONEN STRUKTUR BANGUNAN
Jika sudah mengetahui dan memahami struktur bangunan, selanjutnya kita akan belajar komponen yang ada di setiap strukturnya. Komponen ini merupakan bagian – bagian yang saling berkaitan unutk membentuk suatu elemen lainnya. Berkut komponen – komponen yang dimulai dari struktur atas lalu struktur bawah.
KONTRUKSI BANGUNAN BAGIAN BAWAH
Kontruksi rumha bagian bawah terdiri dari fondasi dan balok sloof. Hal – hal tersebut tentunya tak boleh hilang perhatian karena akan memengaruhi kualitas rumah secala keseluruhan.
Fondasi
Fondasi adalah bagian paling bawah dari struktur kontruksi bangunan, bagian bangunn yang langsung menempel pada tanah keras. Fondasi sangat berguna untuk memikul seluruh beban bangunan agar dapat berdiri kokoh dan memindahkan beban ke atas tanah yang keras disekitarnya.
Balok Sloof
Jika kita melihat bagian bawah rumah, tepatnya dekat fondasi, kita bisa melihat balok sloof yang berbentuk mendatar. Balok sloof ini terletar pada alas tiang atas. Fungsi balok sloof sama pentingnya dengan pondasi.
Untuk membantu pondasi bangnan, balok sloof ini akan menghubungkan setiap bagian bawah ke setiap kolom. Selain itu, balok tersebut juga menahan beban bangunan agar tetap rata dan dapat meminimalkan penurunan differential atau sering disebut dengan reduksi bangunan akibat variasi kemampuan tanah dalam menahan beban bangunan.
KONTRUKSI BANGUNAN BAGIAN ATAS
Tak hanya bagian bawahnya saja, kontruksi bagian atas rumah juga harus diberi perhatian lebih karena juga dapat memberi efek terhadap kekokohan berdirinyas sebuah banguna.
Atap
Saat melihat sebah bangunan dari luar, yang terletak di bagian paling atas strukturnya. Tujuan dasar atap suatu bangunan adalah untuk melindungi seluruh bagian dalam ( interior ) bangunan tersebut dari cuaca seperti hujan, salju, dan angin kencang.
Rangka Atap atau Kuda – Kuda
Kuda – kuda yang juga dikenal sebagai rangka atap ini berguna untuk menopang atap dari genteng hingga reng. Rangka atap biasanya terbuat dari kayu.
Namun kini sudah tersediarangka atap yang terbuat dari baja ringan, masing – masing dengan kelebihan dan kekurangannya masing – masing.
Tangga
Tangga merupakan salah satu bidang kontruksi bangunan yang sering diabaikan. Padahal membangun tangga sama pentingnya dengan membangun komponen rumah lainnya. Tangga memiliki spesifikasi produksinya sendiri, dan jika tidak diikuti, tangga tersebut tidak aman untuk digunakan.
Jendela dan Pintu
Ada banyak desain rumah yang tidak mempertimbangkan betapa pentingnya moder jendela untuk bangunan. Pintu dan jendela memainkan peran penting dalam penampilan rumah dan dapat mengubah penampilannya secara signifikan. Pintu yang dibuat dengan bahan yang tepat akan betahan lebih lama ( awet ) sehingga anda tidak perlu repot memperbaiki pintu di masa yang akan datang.
Lantai
Lantai adalah aspek penting lain dari desain bbangunan yang tidak boleh diabaikan. Setiap lantai bangunan memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk memastikan bahwa tampilan strukturnya menarik dan tidak monoton. Ada bebrapa gaya lantai yang berbeda, masing – masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Ada beberapa gaya lantai yang berbeda, masing – masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Anda harus terlebih dahulu menentukan
desain rumah yang diinginkan. Kemudian, pilihlah lantai dengan desain yang sesuai konsep rumah agar tercipta kesan lebih indah dan nyaman.
Balok Latei
Cobalah untuk fokus pada area di sekitar bagian atas pintu atau jendela.
Balok latei, juga dikenal sebagai balok ambang, berfungsi sebagai penahan beban atap bangunan dan mengurangi beban pada rangka. Latei memungkinkan rangka berdiri dengan kokoh dan tanpa resiko bengkok atau pecah. Tujuan utama balok latei adalah untuk menahan rangka dalam keadaan tegak jika terjadi gempa bumi.
Ventilasi
Ventilasi dapat diartikan sebagai lubang yang memungkinkan udara keluar masuk rumah dari luar. Pintu, jendela, atau ventilasi pada dinding bangunan itulah yang dimaksud dengan ventilasi.
Ring Balok atau Kolom
Ada bagian – bagian seperti tiang di antara setiap dinding yang berbeda jika kita perhatikan dengan seksama. Balok atau ring kolom adalah nama untuk segmen ini. Ring balok ini berfungsi sebagai penopang kontruksi atap bangunan dan dapat menghubungkan pasangan dinding yang terpisah agar struktur tidak runtuh.
Bekisting beton, baja bertulang, dan balok ring adalah elemen dari balok ring ( cetakan beton ). Balok sloof berada tepay di atas ring balok atau kolom. Balok atau kolom selalu terdapat di setiap struktur.
Di mana ring balok utama berukuran 20/20, dengan celah antara masing – masing ring balok 3,5 meter. Jika jarak antar balok ring kurang dari 3,5 meter maka dinamakan beam ring praktis yang hanya berukura 15/15.
Dinding
Dnding berfungsi sebagai penutup interior rumah. Dinding juga berguna sebagai partisi ruang pada rumah, sekaligus untuk mengedepankan estetika bangunan. Jika dinding terletak di tengah – tengah struktur, itu juga dapat digunakan untuk menahan beban struktur atas.
PERTEMUAN III ( 24 September 2021 )
Komponen Atap
Merupakan komponen bangunan yang melindungi bangunan dari gangguan ancaman iklim seperti panas matahari, hujan, angin, dll.
Berfungsi untuk melindungi bangunan yang ada dibawahnya daripengaruh cuaca maupun benda – benda yang mengggangu.
Jenis – jenis umum yaitu :
Rangka Kayu
Kelebihan : menambah keindahan rumah anda
Kekurangan : kerentanan jayu terhadap rayap yang bisa menjadi masalah besar
Maka diperlukan treatment anti rayap sebelum memakai rangka kayu
Rangka Atap Baja Ringann
Kelebihan : bahan baja lebih ringan, todak muai, tahan karat, tidak mudah lapuk, anti rayap dan kuat sampai puluhan tahun
Kekurangan : bahan baja ringan lebih cocok digunakan tertututp oleh penutup atap dan plafon
Komponen Langit – Langir ( plafon )
Terdiri dari beberapa bahan yaitu : asbes, papan atau kayu, hard board, dll.
Metal
Salah satu bahan bangunan yang dikenal paling kuat
Terdapat beberapa jenis : metal baja, titanium, emas, perak, dan krom
Kaca
Merupakan bahan bangunan yang dapat digunakan untuk pembuatan jendela
Memiliki material yang terlihat bening dan tipis berguna sebagai pelapis, biasanya pada ventilasi
Batu Bata
Bahan material sebagai bahan pembuat dinding
Terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerahan.
Jenis bata : bata berongga, bata press, batako, beta block, bata berlubang atau bataco berlubang, dan karawang
Beton Bertulang
Beton bertulang atau besi beton merupakan suatu kombinasi antara beton dan baja di mana tulangan baja pada hal ini berfungsi menyediakan kuat tarik yang tidak dimiliki beton.
Dapat menahan gaya tekan sehingga digunakan pada kolom
Kayu
Teridiri dari kayu struktu ( memikul beban ) dan non struktur ( tidak memikul beban )
Memiliki beberapa kelas berdasarkan keawetannya
Biasanya untuk bangunan – bangunan berat yang berhubungan dengan tanah yang lembab atau panas matahri, untuk bangunan dan perabot, untuk bangunan dan perabot ringan dalam naungan atap, dan untuk pekerjaan sementara seperti papan bekisting, perancah, atau peti
Semen
Memiliki beberapa tipe seuai penggunaan.
Macam – macam tipe semen :
Semen untuk pembuatan rumah semen portland tipe I
Semen untuk pembuatan jembatan semen portland tipe V
Semen untuk pembuatan saluran irigasi semen portland tipe II.
Semen untuk pembuatan jalan raya semen portland tipe III
Semen untuk pembuatan jalan beton semen portland tipe I
Pasir
Merupakan bahan material butiran
Memiliki 5 jenis : pasir urung, pasir pasang, pasir putih bangkam, pasir beton, pasir batu
PERTEMUAN IV ( 1 Oktober 2021 )
Pada pertemuan ke-4 ini membahas lebih dalam tentang bahan pelengkap pada bahan bangunan. Sebelumnya sudah mempelajari tentang komponen bahan bangunan, salah satu komponennya yakni bahan pelengkap.
Bahan bangunan dibedakan berdasarkan jenisnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Bahan bangunan batu : pasir, krikil, semen, bata merah, batu pecah
Bahan bangunan baja : baja tulangan, kawat pengikat tulang
Bahan bangunan pelengkap : tegel, pipa instalasi listrik BAHAN PELENGKAP
Bahan pelengkap adalah bahan bangunan yang bukan bahan utama namun sangat penting peranannya, karena tanpa bahan pelengkap ini bangunan tidak akan selesai.
Berikut beberapa benda yang termasuk sebagai bahan bangunan pelengkap : 1. Batu Alam
Batu alam biasa digunakan untuk menghias bangunan yang sedang di bangun.
2. Tegel Kramik
Fungsi utama dari Tegel Keramik ini adalah agar memperindah ruangan atau bidang, baik itu interior atau eksterior
3. Pipa PVC
Pipa PVC umumnya berguna sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung dan jalanan.
4. Pipa Listrik
Terdapat beragam jenis pipa listrik sesuai dengan kebutuhan instalas seperti apa yang akan dipasang. Fungsi pipa listrik sebagai bahan pelindung kawat penghantar atau listrik.
a) Pipa Union / Pipa Besi
Keunggulan pipa ini adalah mudah dipotong sehingga memudahkan pekerjaan instalasi listrik. Pipa ini cocok digunakan ditempat yang kering.
b) Pipa Galvanis
Digunakan pada dak standart atau tiang lampu taman.
c) Pipa Fleksible
Digunakan sebagai pelindung kabel dari dak standart menuju ke meter pembatas listrik
d) Cat
Berfungsi untuk meindungi permukaan beberapa ahan yang dapat rusak akibat korosi yang disebabkan oleh pengaruh cuaca atau gesekan
PERTEMUAN V ( 8 Oktober 2021 )
Pada pertemuan ini Bu Liana selaku dosen menjelaskan kepada kami apa itu definisi baja. Dijelaskan bahwa baja merupakan paduan antara besi dan karbon. Besi murni tanpa karbon tidak dapat kuat, akan tetapi jika dipadukan dengan karbon kekuatannya bertambah. Setelah dijelaskan apa itu Baja lalu beliau juga menjelaskan apa saja unsur yang mempengaruhi sifat baja, yang pertama adalah carbon. Carbon ini menyebabkan kekuatan tarik, titik leleh, dan kekerasan bertambah, namun daya perubahan terhadap penambahan panjang berkurang serta membuat baja menjadi getas dan kemampuan terhadap pengelasan juga berkurang. Mangan ini menyebabkan bertambahnya kekuatan dan kekerasan baja dan sedikit mengurangi kemmapuan perubahan terhadap penambahan panjang, selain itu mangan juga mencegah kegetasan akibat adanya belerang. Selanjutnya dibahas pula jenis – jenis baja berdasarkan kandungan karbonnya. Yang pertama baja dengan kandungan karbon kurang dari 0,1%
disebut Dead Steel atau baja dengan kandungan karbon sangat sedikit. Kedua baja yang mengandung 0,25% karrbon disebut baja lunak. Yang terakhir ada baja High Carbon Steel atau baja keras, mengandung 0,7% - 1,5%. Kemudian Bu Liana menjelaskan apa saja sifat-sifat baja. Baja itu harus elastis artinya kemampuan material dalam batas-batas
pembebanan tertentu untuk kembali pada bentuk semula sesudah pembebenan ditiadakan.
Tanpa ada kerusakan yag terlihat dari luar dan dalama untuk jangka waktu pendek. Lalu baja juga harus punya keteguhan, sifat ketahanan material terhadap tarikan, tekanan atau lentur. Selain ketiga itu baja juga harus keliatan dan daktilis. Artinya kemampuan untuk menerima perubahan-perubahan bentuk, tanpa ada keruskan yang terllihat dari luar.
Jenis-jenis baja yang digunakan dalam dunia kontruksi juga dijelaskan oleh beliau.
Beliau mengatakan baja mutu tinggi mempunyai tegangan 500-1000 Mpa sementara untuk kelas di bawahnya hanya mempunyai tegangan traik 400 Mpa.
PERTEMUAN VI ( 15 Oktober 2021 )
Pertemuan kali ini di jelaskan oleh Bu Liana. Pertama – tama beliau menjelaskan apa itu beton? Beton adalah campuran anatara semen Portland atau semen hiidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk masa padat. Beton sendiri terdapat tiga bahan penyusun utama yaitu semen, agregat, dan air. Jika perlu, bahan tambah dapat ditambahkan untuk mengubah sifat – sifat tertentu. Beton juga mengandung rongg udara sekitar 1-2% pasta semen ( semen dan air ) sekita 25 – 40% dan agregat ( agregat halus dan agregat kasar ) sekitar 60 – 75%.
Pada umumnya agregat terdapat 2 macam yatu agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar memiliki kandungan kerikil, batu pecah ( buatan ), koral ( alami ). Sementara agregat halus memiliki pasir ( alami ), abu batu ( bauatan ). Dari beberapa komposisi diatas diharapkan mampu membentuk sifat beton seperti mempunyai sifat mekanik yang baik, lalu mempunyai volume stabil. Kemudian harus kedap air dan tahan terhadap bahan – bahan agresif dari luar. Pembahasan lebih terperinci lagi yaitu membahan Fabrikasi Semen Portland. Proses fabrikasi semen dibagi menjadi dua yaitu proses basah dengan bahan dasar dibuat dari bubur kemudian dibakar. Pembakaran dilakukan dala tungku yang berputar sampai menjadi klinker. Pada saat ini proses basah ditinggalkan
dikarenakan lebih banyak biaya produksi sehingga menjadi mahal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan ikatan semen dengan air. Yang pertama adalah kehalusan semen, makin halus makin cepat mengikat. Kemudian ada temperatur, ikatan meningkat jika temperatur meningkat dan penambabahn bahan kimia. Admixture sendiri adalah bahan yang ditambahkan pada beton segar dengan dosis yang sanagt kecil. Beton ringan adalah beton ang mengandung agregat ringan dan mempunyai berat jenis tidak lebih dari 1900 kg/m^3. Cara mendapatkan beton ringan dapat dibedaan menjadi 3 jenis menurut Tjokromuljo yaitu Beton agregat ringan, beton busa, dan betok tanpat agregat halus.
Pertemuan kali ini di jelaskan oleh Bu Liana, pertama – tama beliau menjelskan apa itu baja tulangan?. Baja tulangan adalah bahan yang membentuk batang yang digunakan sebagai penulangan pada beton bertulang. Jika kita melihat baja tulangan secara tampak dibedakan menjadi 2 yaitu Baja Tulangan Polos ( BjTP ) dan Baja Tulangan Sirip ( BjTS ). Baja Tulangan Polos ( BjTP )adalah baja tulangan dengan prodil halu di bagian sisi penampang atau kasarnya berulir atau bersayap. Rata – arat diameter tulangnya polos yakni 6, 8, 10, 12, 14, 16, 19, 22, 25, 28, 32, 36, 40, 50 mm. Untuk penulisan ditulis P!@ yang artinya polos 12 mm. Rata – rata mutu baja ini ialah 240 Mpa.
Baja Tulangan Sirip ( BjTS ) adalah baja tulangan yang permukannya mempunyai ulir atau siirip. Penggunaan sirip atau ulir ini dimaksudkan agar meningkatkan daya lekat dan guna menahan gerakan membujur dari batang secara relatif terhadap beton. Rata – rata diameter tulang ini adalah 6, 8, 10, 13, 16, 19, 22, 25, 29, 32, 36, 40, 50, 54, 57 mm.
Untuk penulisan biasa di tulis S13 yang artinya sirip 13mm. Rata – rata baja tulangan sirip ini mempunyai mutu hingga 400 Mpa. Untuk Baja Tulangan ini sebelum dipasarkan, terlebih dahulu dilakukan pengujian. Pengujian pertama adalah pengujian tari baja tulangan dengan maksud mencari tegangan leleh, tegangan maksimum, regangan leleh, regangan maksimum, modulus elastisitas, sehingga dapat kekuatan dan mutu dari baja tulangan. Bertujuan untuk mengetahui batas - batas dan kondisi tulangan setelah dilengkung. Untuk menjadi sebuah baja tulangan diperlukan beberapa persyaratan.
Persyaratan yang pertama ialah baja harus dapat melekat dengan baik pada beton lalu
baja juga harus daktail untuk memungkinkan lentur dan tidak mengalami kegagalan getas. Baja juga harus bisa di las agar dapat di sambung. Dan terakhir baja harus memiliki kekuatan leleh yang tinggi. Setelah memberitahu dan menjelaskan pemahaman asal – usul, proses perolehan atau pemanfaatan Bahan Bangunan berdasarkan tipe kontruksi Bu Liana pun memberi tugas kelompok dan membuat paper beserta power point tentang baja
PERTEMUAN VII ( 22 Oktober 2021 )
Presentasi KelompokSaya dan kelompok saya mempresentasikan bangunan yang terbuat dari baja, yaitu Jembatan Holtekamp yang berada di jayapura. Kami memilih bangunan ini karena jembatan ini terlihat jelas menggunkana material baja yang rangkanya terdiri dari segitiga – segitiga. Rofil dari JPO ini sendiri yaitu menggunakan profil WF dan profil siku. Serta sambungan antar bangunan menggunakan baut.
Beban yang bekerja pada bangunan jembatan ini yaitu sebagai berikut : 1. Beban Mati
Beban mati adalah beban yang diberikan dalam keadaan tidak bergerak sepanjang umurnya ( Tidak pernah diharapkan untuk bergerak ) Bagian utama dari beban mati terdiri dari berat struktur sendiri.
2. Beban Hidup
Beban hidup adalah beban yang timbul akibat orang-orang yang berjalan diatas jembatan.
3. Beban Angin
Beban angin adalah intensitas tekanan pada angin. Angin kencang bias merusak karena menghasilkan tekanan terhadap permukaan suatu struktur.
4. Beban Gempa
Beban gempa adalah beban yang bekerja pada suatu struktur akibat dari pergerakan tanah yang disebabkan karena adanya gempa bumi dan mempengaruhi struktur tersebut.
Setelah kita pikirkan, jika material baja Jembatan Holtekamp diganti dengan material baja, akan ada efek lain seperti lebih sulit dalam pemasangannya karena Jembatan Holtekamp biasanya terletak di jalan raya yang banyak mobil dan motor yang berlalu-lalang, membutuhkan biaya lebih mahal karena pemasangannya lebih sulit, jadi membutuhkan biayanya lebih. Jika kita membandingkan keduanya, maka baik beton ataupun baja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun menurut teknologi dan penelitian saat ini, kedua jenis material ini terus mengalami perkembangan dan mungkin tidak akan pernah berhenti.
Berikut adalah ilmu-ilmu yang harus dipelajari dalam membangun Jembatan Holtekamp, yaitu :
1. Ilmu Ukur Tanah
Ilmu ukur tanah adalah cabang dari ilmu Geodesi yang khusus mempelajari sebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran- pengukuran guna mendapatkan peta.
2. Teknik Gambar Bangunan
Teknik gambar bangunan adalah ilmu yang mempelajari tentang perencanaan bangunan, pelaksanaan pembuatan Gedung dan juga perbaikan gedung.
3. Ilmu Matematika
Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang besaran, struktur, bangun ruang, dan perubahan-perubahan yang pada suatu bilangan.
4. Ilmu Bahan Bangunan
Ilmu bahan bangunan adalah ilmu yang mempelajari tentang material-material pembangun konstruksi.
5. Ilmu Analisis Struktur
Analisis struktur adalah ilmu yang mempelajari untuk menghitung gaya-gaya yang bekerja pada batang.
PERTEMUAN IX ( 5 November 2021 )
Baja adalah campuran karbon dan elemen lain sehingga menghasilkan logam yang lebih keras dari besi. Baja banyak dipakai untuk struktur bangunan bertingkat dan sebagai penyangga atap, mentara antene, jembatan, hingga dinding penahan tanah.
Baja tingan adalah baja berkualitas tinggi, ringan, dan tipis. Namun, kekuatannya tidak kalah dengan baja konventional. Baja ringan merupakan material yang sedang sering digunakan untuk rangka atap. Profil kuda-kuda rangka atap baja ringan yang beredar di pasaran terdiri dari C, Z, B, UK, dll. Tiap profil baja mmeiliki kelebihan serta perbedaan prinsip dalam pemasangannya.
Konstruksi atap baja ringan memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya ialah tahan terhadap karat, rayap, perubahan cuaca, dan kelembapan, tidak merambatkan api, tidak memiliki nilai susut, lebih ringan, hingga waktu pemasangan yang terhitung cepat. Sedangkan kelemahan dari konstruksi atap baja ringan ialah system struktur yang tersusun rapat, padat dan terhubung
sehingga terlihat kurang menarik, atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk, dan juga dibutuhkannya keahlian khusus untuk menghitung keutuhan baja ringan.
Aketebalan profil kontruksi baja ringan sangatlah beragam. Mulai dari tebalan berkisar 0,2mm hingga 2,0 mm. Variasi ini ditentukan oleh fungsi atau beban yang ditopang baja tersebut. Seperti :
a) Kuda-kuda baja memiliki ketebalan 0,45-1,00mm
b) Kolom yang menopang beban besar dengan ketebalan 1,00-2,00mm c) Penopang genteng metal ringan dengan ketebalan 0,2mm.
Terdapat 3 jenis anti karat baja ringan yaitu :
a) Lapisan zinc atau seng yang biasa disebut galvanis dengan jumlah masa pelapis Z125, Z175, Z225
b) Lapisan alumnium dan zinc dengan jumlah masa pelapis AZ50, AZ100, AZ150, AZ200, c) Lapisan magnesium, alumunium dan zinc.
Bahan pendukung yang digunakan untuk menyambung baja ringan dapat menggunakan :
a) Alat self-drilling screw. Ukuran dari self-drilling screw inipun beragam berdasarkan produsennya.
b) Dynabolt yang biasa digunakan untuk menyambung kuda-kuda atap ring balok, c) Sekrup baja ringan yang berfungsi utuk pengunci.
Terdapat beberapa pabrik yang memproduksi baja ringan. Antara lain : a) PT. Duta Reka Graha
b) PT. Krakatau Steel c) PT. Krakatau Wajatama
d) PT. Krakatau Information Technology.
PERTEMUAN X ( 12 November 2021 )
Macam-macam atau bentuk konstruksi penutup atap sangatlah beragam. Mulai dari atap rumah adat, atap datar, atap pelana, atap gergaji, atap perisai, atap tenda, atap joglo, atap kubah, atap mansard, atap kupu-kupu, hingga atap pyramid.
Terdapat beberapa syarat untuk sebuah bahan dapat menjadi bahan penutup atap. Syarat- syarat tersebut ialah :
a) Bersifat isolasi terhadap panas, dingin, dan bunyi b) Harus rapat terhadap air hujan,
c) Tidak mengalami perubahan bentuk karena adanya pergantian cuaca d) Tidak membuthkan banyak perawatan
e) Tidak mudah terbakar
f) Bobot yang cukup ringan, dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah dipasang
g) Tahan lama.
Jenis bahan penutup atap juga dikelompokan menurut sudut kemiringannya. Ada beton dengan sudut kemiringan 1-2 derajat, kaca dengan 10-20 derajat, semen asbes dengan 15-25 derajat, alumunium dengan 20-25 derajat, genteng dengan 30-40 derajat, sirap dengan 25-40 derajat dan ijuk dengan sudut kemiringan diatas 40 derajat.
Jenis material penutup atap juga sangatlah beragam. Antara lain : a) Atap sirap yang terbuat dari kepingan tipis kayu ulin
b) Atap genteng tanah liat tradisional yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibaka c) Atap genteng keramik yang berbahan dasar tanah liat yang diberi warna untuk
melindungi genteng dari lumut
d) Atap genteng beton yang berbahan daasar campuran semen PC dan pasir kasar
e) Atap seng yang terbuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan seng sebagai anti karat
f) Atap dek beton yang terbuat dari kombinasi besi dan beton
g) Atap genteng metal yang dibentuk dari material lembaran mirip seng h) Genteng aspal yang terbuat dari campuran lembara bitumen
i) Atap polikarbonat yang berbentuk lembaran besar
j) PVC (Polyvynil Chloride) yang merupakan bahan diantara fiberglass dan polycarbonate k) Atap aluminium.
PERTEMUAN XI ( 19 November 2021 )
PRESENTASI KELOMPOK DENGAN TOPIK PEMBAHASAN “ Bahan Penutup Atap dari Bahan Genteng Beton “
PERTEMUAN XII ( 26 November 2021 )
Dinding dibagi menjadi 2, yaitu dinding struktur yang menahan beban struktur dan juga dindin non struktur. Dinding struktur dapat berupa dinding beton bertulang, dinding bata, blok beton ringan aerasi, dan lain-lain. Sedangkan dinding non struktur dapat berupa bata, batako, EPS, gypsum, ACP, GRC, kalsiboard, dan lain-lain.
Dinding non struktur memiliki fungsi sebagai pembatas bangunan terhadap lingkungan luar dan juga sebagai penyekat atau pembatas antar ruangan di dalam bangunan. Dinding non struktur dapat berupa :
a) Bata yang merupakan adukan tanah liat yang memiliki kandungan pasir dengan campuran lainnya. Cara pembuatan bata ini adalah dengan dicetak dan dibakar
b) Batako yang terbagi atas batako putih yang merupakan campuran tras, batu kapur, dan air, dan juga batako semen yang merupakan campuran semen PC, pasir, dan air dengan ciri berwarna abu-abu. Cara pembuatan batako ini adalah dengan dicetak
c) Beton ringan aerasi (AAC) yang terbuat dari campuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium sebagai pengembang. Cara pembuatan beton ringan aerasi ini adalah dengan mesin dan memiliki ukuran yang sangat beragam.
Beton ringan aerasi ini memiliki keunggulan dan juga kerugian. Keunggulannya ialah ringan, kuat, tahan api, presisi, pengerjaan cepat, dan dapat meredam suara sedangkan kerugiannya adalah kurangnya ketersediaan di daerah-daerah terpencil.
Dinding beton pracetak merupakan bahan dinding yang terbuat dari bahan beton bertulang. Cara pembuatan dari beton pracetak ini iakah dengan dicetak di pabrik menggunakan mesin.
PERTEMUAN XIII ( 3 Desember 2021 )
Pada pertemuan ini membahas beberapa jenis dinding.
EPS concrete wall merupakan jenis dinding yang terbuat dari bahan expanded polystyrene (semacam styrofoam), wiremesh, dan shortcrete. Jenis dinding ini dibuat menggunakan mesin dengan ukuran yang beragam dikarenakan EPS ini dapat dicetak sesuai kebutuhan. EPS ini memiliki beberapa keunggulan dan kerugian. Keunggulan dari EPS ialah ringan, kokoh, kedap suhu dan suara, instalasi yang cepat, serta tahan terhadap api sedangkan kerugiannya ialah ketersediaan yang terbatas dan detail teknis yang harus sangat diperhatikan.
Sandwich panel merupakan jenis dinding memiliki 2 bagian yaitu bagian insulasi dan bagian penutup. Bahan insulasinya terbuat dari expanded polystyrene, poly urethane (PU), poly
isocyanurate (PIR), rockwool, dan fiberglass dan bahan penutupnya terdiri dari baja galvanis, kalsium silikat, fiber cement, alusinc, dan gypsum. Sandwich panel ini dibuat menggunakan bantuan mesin. Sandwich panel juga memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan.
Keunggulan dari sandwich panel ialah ringan, kedap suhu dan udara, pemasangan yang cepat, dan tahan terhadap api. Kerugian dari sandwich panel ialah masalah estetika, detail teknis, dan ketersediaan yang masih terbatas.
Wood plastic composite merupakan jenis dinding yang terbuat dari campuran serbuk atau tepung kayu, plastic, dan additive. Selain dapat digunakan sebagai dinding, wood plastic composite juga dapat digunakan sebagai lantai atau deck, kusen, dan pagar. Pembuatan dari wood plastic composite ini menggunakan bantuan mesin. Wood plastic composite ini memiliki beberapa keunggulan yaitu, anti-air, anti UV, anti rayap, anti jamur, dan memiliki nilai estetika.
Diluar dari keunggulannya, wood plastic composite memiliki kerugian yaitu masalah ketersediaan serta harga yang terbilang cukup mahal.
Selain jenis dinding yang telah disebutkan diatas, ada beberapa jenis dinding lain, yaitu : a) alumunium foam
b) cross laminated timber c) ram earth
d) transparent wood e) recycled materials.
PERTEMUAN XIV ( 10 Desember 2021 )
Kerusakan Pada DindingDinding bangunan yang retak adalah pertanda jika kondisinya sudah mulai labil atau rapuh sehingga harus dilakukan pengamatan secara berkala. Keretakan pada dinding memiliki bentuk yang beragam, ada yang bentuknya vertical, retak menyimpang, retak halus dan lainnya. Walaupun tidak semua bentuk retak berbahaya tetap harus diwaspadai untuk menghindari potensi timbulnya keretakan yang lebih besar lagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika keretakan tersebut dapat mengakibatkan bangunan roboh.
Berikut Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya retak struktural :
1. Pergeseran Tanah
Biasanya karena adanya penurunan pondasi yang disebabkan oleh gempa, banjir, longsor dan bencana alam lainnya.
2. Kesalahan Pondasi
Penyebab lainnya yaitu karena terjadinya kesalahan dalam mengukur dan menganalisa beban yang diterima oleh pondasi. Penyebab lainnya, karena salah dalam menentukan pondasi yang digunakan pada proses pembangunan.
3. Gagal Struktur
Kondisi ini disebabkan pengerjaan struktur yang tidak sesuai dengan perhitungan dan standart yang telah ditetapkan. Untuk memperbaiki retak strukturral ini membutuhkan biaya yang cukup besar karena bangunan harus direkontruksi dan harus dipastikan kembali kestabilan struktur bangunan tetap stabil ketika terjadi pergerakan dan pergesera tanah.
Retak tarik yaitu karena terjadi penurunan permukaan tanah yang bisa terjadi pada berbagai jenis bangunan. Kondisi bangunan tetap aman jika penurunannya terjadi secara bersamaan, namun akan sangat berbahaya jika penurunannya tidak bersamaan.
Penurunan yang tidak bersamaan menyebabkan perubahan elevasi pada bangunan sehingga menimbulkan keretakan pada dinding . Untuk mengatasi masalah tersebut maka harus dilakukan pemadatan tanah serta menentukan jenis pondasi yang sesuai dengan karakteristik tanah di masing-masing wilayah.
Retak Tekan disebabkan karena adanya tekanan berlebih dari atas dan bawah dinding secara bersamaan sehingga menimbulkan retakan. Umumnya, hal ini disebabkan oleh kolom bangunan yang tidak menjalankan fungsinya sehingga beban yang diterima langsung didistribusikan ke dinding hingga akhirnya menimbulkan keretakan.
Selain itu, adapun retak non-struktural yaitu : 1. Map Cracking
Retakan ini disebabkan penggunaan semen yang berlebih sehingga tidak merata dan plesteran cepat mengering sehingga menimbulkan retakan.
Penyebab lainnya adalah acian yang masih sangat tipis dan masih belum kering kemudian dilapisi acian kembali sehingga menimbulkan pola retakan berbentuk peta (map).
2. Crazing
Ciri-ciri retak jenis Crazing yaitu berbentuk halus dan hexagonal memanjang serta dangkal. Cara menangani retakan ini sebenarnya sangat mudah, cukup dengan mengorek permukaan retakan kemudian didempul sampai permukaan yang retak tertutup kembali.
3. Retak Susut
Retak ini disebabkan oleh kualitas pasir yang kurang baik dan juga plesteran yang tebal. Bukan itu saja, kondisi perubahan plesteran ketik pencampuran dengan pasir dan air juga menjadi salah satu penyebab terjadinya retak susut.
Biasanya retak ini ditemukan di sudut jendela ataupun sudut pintu.
.
PERTEMUAN XV ( 17 Desember 2021 )
Penutup Kuliah Serta Review MateriDi dunia ini teknlogi tidak ada habisnya. Manusia terus membuat teknlogi- teknologi maju supaya memudahkan manusia untuk melakukan sebuah kegiatan.
Teknologi bukan hanya pada bidang computer, jejaringan, dan sebagainya. Akan tetapi, teknlogi dapat berupa barang seperti pada bahan bangunan. Seperti halnya tiang pancang, yang awalnya tiang pancang menggunakan kayu sekarang sudah ada yang menggunakan besi/baja dan itu tinggal menyesuaikan kondisi dalam penggunaan.
Kemudian keramik, keramik yang awalnya hanya tanah , lama kelamaan diupgrade menjadi lapisan pasta semen, hingga akhirnya manusia membuatnya dari tanah liat dan kemudian menjadi keramik. Bahkan sekarang banyak keramik yang nilainya cukup tinggi berdasarkan bahan yang digunakan pada keramik. Dengan semakin banyaknya teknlogi maju, maka manusia akan lebih mudah memilih dan menyesuaikan.
Meski teknlogi terus dikembangkan, namun fungsi dari sebuah teknlogi sama saja dengan yang sudah ada sebelumnya.