Bagi pebisnis, salah satu strategi pemasaran yang penting untuk dicoba yaitu metode Segmenting, Positioning , Targeting .
Strategi yang banyak dikenal dengan istilah metode STP ini merupakan sebuah rangkaian proses.
Namun seringkali para pebisnis belum cukup jelas mengenal pengertian segmenting, positioning, dan targeting secara spesifik.
Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang pengertian, metode, contoh, hingga perbedaan Segmenting, Targeting, dan Positioning.
Apa
Itu Segmenting, Targeting, Positioning (STP)?
Segmenting, Positioning, Targeting (STP) adalah konsep yang saling terkait dalam strategi pemasaran.
Metode STP melakukan pendekatan sistematis untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan membagi pasar menjadi segmen yang lebih kecil, menentukan posisi unik untuk produk atau layanan, dan menargetkan segmen yang tepat.
Perbedaan Segmenting, Targeting, dan Positioning
Berikut adalah perbedaan segmenting,
targeting, dan positioning yang perlu Anda ketahui:
– Perbedaan Pada Proses
Ketiga hal tadi baik itu segmenting,
targeting, maupun positioning memiliki proses yang berbeda- beda sesuai dengan pengertian yang telah dijelaskan
sebelumnya. Dari sini cukup jelas apa saja yang membedakan ketiga hal tersebut dalam hal proses.
Proses segmenting berfokus pada melakukan analisis pasar yang akan ditargetkan. Sementara proses targeting berfokus pada memilih konsumen dari hasil target yang telah dianalisis sebelumnya.
Terakhir dalam positioning maka prosesnya berupa upaya untuk memasarkan produk pada konsumen yang telah
ditargetkan tadi. Sehingga dengan kata lain proses ketiga hal ini tidak terjadi bersamaan, melainkan sebagai satu rangkaian yang harus dilakukan secara berurutan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
– Perbedaan Pada Hasil yang Diraih Selanjutnya perbedaan segmenting,
targeting, dan positioning terletak pada hasil akhir yang diperoleh dalam tiap-tiap metode tersebut. Pada
proses segmenting maka hasil akhirnya berupa macam-macam target konsumen yang sesuai dengan produk yang ditawarkan.
Sementara hasil akhir dari targeting yaitu konsumen utama dalam bisnis yang dapat mengubah konversi. Sedangkan hasil akhir positioning tentu saja konversi yang diharapkan.
Masing-masing hasil pada proses awal akan digunakan untuk memulai proses selanjutnya. Sehingga proses ini harus dilakukan keseluruhan tanpa ada yang terlewat. Maka dari itu dalam
merencanakan metode ini, telah diupayakan seluruh gambaran hal yang harus dilakukan supaya metode STP berhasil.
Baca Juga: Kenali Inbound Marketing, Metodologi dan Perbedaannya
Cara Penerapan Strategi Segmenting, Targeting, Positioning
Tentunya dalam menerapkan metode ini ada beberapa proses penting yang menjadi dasar hal tersebut. Segmenting targeting positioning adalah hal yang cukup penting dilakukan dalam berbisnis.
Maka dari itu setiap proses yang dilalui juga harus
diperhitungkan dengan cermat. Supaya setiap hasil yang diharapkan mampu dicapai dengan baik. Umumnya, strategi proses penerapan STP adalah sebagai berikut:
1. Segmentasi Pasar (Segmenting)
Sumber: Freepik
Strategi proses penerapan yang pertama adalah segmenting.
Pada langkah ini, umumnya diawali dengan melakukan pemetaan calon konsumen yang akan ditargetkan.
Ada beberapa kelompok konsumen yang bisa dipilih dalam
menerapkan target tersebut. Tolok ukur ini bisa saja berdasarkan demografi, berdasarkan geografis, berdasarkan psikografis,
hingga berdasarkan perilaku konsumen.
2. Menentukan Target Pelanggan (Targeting)
Sumber: Freepik
Selanjutnya yaitu proses penerapan targeting. Dalam proses ini dapat diberikan beberapa parameter yang akan ditargetkan.
Misalnya target perolehan laba , target pertumbuhan penjualan , dan sebagainya.
Disinilah proses menentukan konsumen berdasarkan segmen dilakukan. Sehingga perusahaan dapat lebih fokus nantinya melakukan penjualan produk dengan pendekatan personal.
Sebanyak 59% responden menyatakan bahwa personalisasi berkontribusi pada peningkatan retensi pelanggan dan 55%
terjadi peningkatan konversi. Selain itu, 45% responden
menyatakan personalisasi telah membantu mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru secara signifikan.
3. Menentukan Posisi Produk (Positioning)
Sumber: Freepik
Terakhir yaitu melakukan strategi proses penerapan
pada positioning. Di mana ini adalah proses terakhir yang
dilakukan dalam pemasaran, yaitu menawarkan produk ke target konsumen. Sehingga diharapkan dapat diperoleh konversi
penjualan dan perolehan keuntungan seperti yang telah direncanakan di awal.
Hal ini bisa dilakukan melalui promosi di media sosial, pemberian produk gratis di minimarket, dan lain sebagainya. Intinya untuk menarik perhatian target konsumen supaya melakukan
pembelian.
Ikuti strategi berikut ini untuk membangun brand positioning kuat:
Tentukan bagaimana persepsi yang sudah beredar di tengah masyarakat
Kenali siapa saja kompetitor brand Anda
Berfokuslah pada ide-ide brand positioning yang memberikan manfaat nyata
Buatlah brand positioning statement yang jelas
Tonjolkan kelebihan Produk
Buat Kemasan atau Atribut Produk Unik
Sesuaikan Besaran Harga dan Kualitas Produk
Tentukan Penempatan Iklan yang Tepat
Lakukan Pengujian pada Pasar
Contoh Segmenting Targeting Positioning pada Bisnis Online
Adapun ada beberapa contoh segmenting targeting
positioning yang bisa dilihat secara jelas pada informasi berikut ini. Terutama yang diaplikasikan pada bisnis online di dunia maya via berbagai macam sarana. Baik itu media sosial, e- commerce, website, dan lain sebagainya.
Supaya cukup jelas dalam melihat gambaran metode tersebut lewat contoh-contoh STP yang lebih nyata, berikut ini:
– E-commerce
Contoh yang pertama yaitu misalnya dalam penjualan produk e- commerce. Biasanya dilakukan pembagian jenis konsumen menurut jenis produk yang dijual. Misalnya produk pakaian wanita akan memiliki segment wanita muda atau wanita paruh baya.
Kemudian dari pilihan ini dilakukan targeting lebih spesifik dengan memberikan pilihan model baju untuk wanita muda, yang tentunya akan berbeda dengan wanita usia paruh baya.
Terakhir memposisikan merek yang tepat dengan selera pembeli, misalnya wanita muda yang menyukai penggunaan hijab maka akan mendapatkan tawaran produk-produk pakaian
hijab modern. Dengan demikian kemungkinan terjadi konversi a lebih besar dibandingkan mempromosikan secara acak.
– Media Sosial
Contoh berikutnya yaitu proses yang dilakukan oleh bisnis online via media sosial. Contoh paling nyata yaitu bisnis online via Instagram. Dari tagging yang dibuat dapat diperoleh segment yang diincar.
Kemudian dari jumlah like dan view dapat diperoleh mana konsumen yang akan ditargetkan oleh bisnis tersebut. Dari konsumen tersebut, bisnis akan bergerak lebih lanjut
menawarkan produk mereka secara personal misalnya melalui DM Instagram. Sehingga konsumen tertarget ini akan merasa tertarik untuk melakukan pembelian.
Contoh yang terakhir adalah dengan mengirimkan
WhatsApp Blast ke prospek atau pelanggan Anda. Kemudian lihat siapa saja yang merespons, membaca, atau bahkan malah menghapus hingga memblok akun bisnis Anda. Dari situ, Anda dapat mengetahui siapa saja prospek atau pelanggan yang sesuai dengan target serta segmentasi bisnis Anda.
Link: https://qontak.com/blog/segmenting-targeting-positioning/#:~:text=Apa%20Itu
%20Segmenting%2C%20Targeting%2C%20Positioning%20(STP)?,-Segmenting%2C%20Positioning%2C
%20Targeting&text=Metode%20STP%20melakukan%20pendekatan%20sistematis,dan
%20menargetkan%20segmen%20yang%20tepat.
Bagaimana menggunakan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) untuk mengembangkan strategi pemasaran
Saat ini, model pemasaran STP (Segmentation, Targeting,
Positioning) merupakan pendekatan strategis yang familiar dalam pemasaran modern. Ini adalah salah satu model pemasaran yang paling umum diterapkan dalam praktiknya, dan para pemimpin pemasaran memuji model ini karena praktik komunikasinya yang efisien dan efisien.
Pemasaran STP berfokus pada efektivitas komersial, memilih segmen yang paling berharga bagi suatu bisnis dan kemudian mengembangkan bauran pemasaran dan strategi positioning produk untuk setiap kelompok pelanggan.
Seiring dengan berkembangnya Martech, peluang untuk
segmentasi, penargetan, dan positioning juga meningkat. Jadi, apakah Anda baru mengenal STP atau sudah berpengalaman, ada baiknya Anda mempertimbangkan dan memeriksa ulang apakah Anda memanfaatkan setiap kesempatan untuk menjangkau, berinteraksi, berkonversi, dan berinteraksi dengan pelanggan.
Namun, bagaimana Anda mengetahui segmen pelanggan mana yang harus dipusatkan? Kami merekomendasikan penggunaan persona untuk mengidentifikasi pelanggan Anda yang paling berharga. Unduh templat persona pembeli Pemasaran gratis kami dan daftar periksa untuk mendapatkan rekomendasi tentang cara membangun persona yang efektif.
Unduh panduan gratis Anda untuk mengakses daftar periksa 13 poin yang dapat Anda gunakan sebagai templat untuk menyusun persona Anda, plus pelajari pertanyaan kunci yang perlu Anda tanyakan untuk memeriksa kualitas persona Anda.
Unduh Sumber Daya Gratis kami – Templat dan daftar periksa persona pembeli pemasaran
Temukan mengapa menciptakan persona berkualitas dapat membantu Anda memprioritaskan taktik pemasaran dan meningkatkan konversi dengan panduan persona gratis kami.
Akses templat dan daftar periksa persona pembeli Pemasaran
Model pemasaran STP
Model STP berguna ketika membuat rencana komunikasi pemasaran karena membantu pemasar memprioritaskan
proposisi dan kemudian mengembangkan dan menyampaikan pesan yang dipersonalisasi dan relevan untuk berinteraksi dengan audiens yang berbeda. Corong tiga langkah terdiri dari
segmentasi pasar, penargetan pasar, dan positioning produk.
Dalam fase segmentasi pasar berbasis riset, Anda bertujuan untuk mengidentifikasi dasar segmentasi pelanggan sasaran Anda, dan menentukan karakteristik penting untuk membedakan setiap segmen pasar.
Saat membuat strategi penargetan dan positioning, Anda harus mengevaluasi potensi dan daya tarik komersial setiap segmen, dan kemudian mengembangkan positioning produk secara rinci untuk setiap segmen yang dipilih, termasuk bauran pemasaran yang disesuaikan berdasarkan pengetahuan Anda tentang segmen tersebut.
Pemasaran STP sebagai alat perencanaan
Segmentasi, penargetan, dan positioning adalah pendekatan komunikasi pemasaran yang berfokus pada audiens, bukan fokus pada produk, yang membantu menyampaikan pesan yang lebih relevan kepada audiens yang menarik secara komersial.
STP adalah alat strategi dan perencanaan penting, yang ditampilkan dalam Kerangka Perencanaan RACE kami. RACE mendukung pemasar, manajer, dan pemilik bisnis untuk
membuat rencana pemasaran 90 hari di setiap tahap saluran pemasaran mereka.
Jadi, meskipun STP berada dalam aktivitas perencanaan, manfaat dari segmentasi, penargetan, dan positioning yang efektif dapat dirasakan di seluruh jenis pelanggan yang Anda jangkau,
berinteraksi, berkonversi, dan terlibat.
Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang semua alat dan teknik dalam RACE Framework kami saat mengunduh template rencana pemasaran RACE gratis hari ini
Unduh Sumber Daya Gratis kami – templat rencana pemasaran RACE
Rangkum dengan cepat prioritas pemasaran Anda untuk mengembangkan bisnis Anda dan menciptakan keunggulan kompetitif dengan templat rencana pemasaran gratis kami.
Akses templat rencana pemasaran gratis
Menerapkan Segmentasi, Targeting dan Positioning pada komunikasi digital
Pemasaran STP juga relevan dengan pemasaran digital pada tingkat komunikasi yang lebih taktis. Misalnya, menerapkan persona pemasaran dapat membantu mengembangkan
komunikasi digital yang lebih relevan seperti yang ditunjukkan oleh pendekatan segmentasi pelanggan email taktis alternatif ini . Visual ini dari Dave Chaffey dari Smart Insights dalam
bukunya Digital Marketing: Strategy. Implementasi dan praktik menunjukkan bagaimana Segmentasi, Targeting dan Positioning diterapkan pada strategi pemasaran digital.
Hal ini mengingatkan kita bagaimana saluran digital menawarkan opsi baru untuk menargetkan pemirsa yang sebelumnya tidak
tersedia, namun kita perlu menyediakan anggaran yang cukup. Misalnya:
Maksud pencarian saat pencari mengetikkan kata kunci saat membandingkan produk yang ingin mereka beli
Penargetan berdasarkan minat di Facebook, misalnya Mencari calon pembeli yang tertarik pada Berkebun, keanggotaan Gym, atau Golf
Menargetkan melalui personalisasi email dan personalisasi di tempat berdasarkan profil, perilaku (misalnya konten yang dikonsumsi)
Ada juga peluang baru untuk membuat merek lebih menarik melalui penawaran jenis nilai baru kepada konsumen
berdasarkan proposisi nilai digital atau yang disebut Jay Baer Youtility. Hal ini dapat dilakukan melalui konten atau alat interaktif di situs web atau aplikasi seluler.
Bagaimana cara menggunakan pemasaran STP?
Melalui segmentasi, Anda dapat mengidentifikasi ceruk dengan kebutuhan spesifik, pasar yang matang untuk mencari pelanggan baru, menyampaikan pesan pemasaran yang lebih fokus dan efektif.
Kebutuhan setiap segmen adalah sama, sehingga pesan pemasaran harus dirancang untuk setiap segmen untuk
menekankan manfaat dan fitur relevan yang diperlukan, bukan satu ukuran yang cocok untuk semua jenis
pelanggan. Pendekatan ini lebih efisien karena memberikan perpaduan yang tepat kepada sekelompok orang yang sama, dibandingkan pendekatan yang tersebar.
Anda dapat mengelompokkan pasar yang ada berdasarkan hampir semua variabel, selama variabel tersebut efektif seperti yang ditunjukkan dalam contoh di bawah:
Cara terkenal untuk menyegmentasikan audiens Anda meliputi:
1. Demografi
Perincian berdasarkan kombinasi apa pun: usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, etnis, status perkawinan, pendidikan, rumah tangga (atau bisnis), ukuran, lama tinggal, jenis tempat tinggal, atau bahkan profesi/pekerjaan.
Contohnya adalah Firefox yang menjual 'hal-hal paling keren', yang ditujukan untuk audiens pria muda. Namun, Moshi Monsters ditujukan untuk orang tua yang memiliki ruang yang
menyenangkan, aman, dan mendidik untuk audiens yang lebih muda.
2. Psikografis
Hal ini mengacu pada 'kepribadian dan emosi' berdasarkan
perilaku, terkait dengan pilihan pembelian, termasuk sikap, gaya hidup, hobi, keengganan mengambil risiko, kepribadian, dan sifat kepemimpinan. membaca majalah dan TV. Demografi
menjelaskan 'siapa' pembeli Anda, sedangkan psikografis memberi tahu Anda 'mengapa' pelanggan Anda membeli.
Ada beberapa cara berbeda untuk mengumpulkan data untuk membantu membentuk profil psikografis untuk pelanggan biasa Anda.
1. Wawancara : Bicaralah dengan beberapa orang yang secara luas mewakili audiens target Anda. Wawancara mendalam memungkinkan Anda mengumpulkan data kualitatif yang berguna untuk benar-benar memahami apa yang membuat pelanggan Anda tertarik. Masalahnya adalah prosedur ini mahal dan sulit dilakukan, dan ukuran sampel yang kecil berarti survei tersebut tidak selalu mewakili orang-orang yang ingin Anda targetkan.
2. Survei : Survei memungkinkan Anda menjangkau lebih banyak orang dibandingkan wawancara, namun akan lebih sulit untuk mendapatkan jawaban yang mendalam.
3. Data pelanggan: Anda mungkin memiliki data tentang apa yang cenderung dibeli pelanggan dari Anda, seperti data yang berasal dari kartu loyalitas jika merek FMCG atau dari riwayat pembelian online jika Anda adalah bisnis e-commerce. Anda dapat menggunakan data ini untuk menghasilkan wawasan tentang jenis produk apa yang diminati pelanggan Anda dan apa yang mungkin membuat mereka membeli. Misalnya, apakah pemberian diskon meningkatkan kecenderungan mereka untuk
membeli? Dalam hal ini, mereka mungkin akan bersikap spontan.
Contohnya adalah Virgin Holidays yang menggunakan
segmentasi, positioning dan penargetan untuk mempromosikan liburannya ke 6 audiens berbeda.
3. Gaya Hidup
Hal ini mengacu pada Hobi, kegiatan rekreasi, hiburan, liburan, dan kegiatan di luar waktu kerja lainnya.
Perusahaan seperti majalah online dan offline akan menyasar mereka yang memiliki hobi tertentu yaitu FourFourTwo untuk para penggemar sepak bola.
Beberapa hobi bersifat besar dan mapan, sehingga relatif mudah untuk ditargetkan, seperti contoh penggemar sepak bola. Namun, beberapa bisnis telah menemukan keberhasilan besar dalam menargetkan ceruk yang sangat kecil dengan sangat
efektif. Sebuah contoh yang bagus adalah ledakan dalam 'persiapan' bisnis terkait, yang telah berubah dari aktivitas
pinggiran yang jarang terdengar menjadi industri bernilai miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir. Rupanya sekarang 3,2 juta orang Amerika mengidentifikasi diri mereka sebagai orang yang mempersiapkan hari kiamat . Cara terbaik untuk mulai meneliti dan menargetkan ceruk semacam ini adalah Reddit, tempat
orang membuat subReddit untuk berbagi informasi tentang minat atau hobi tertentu.
4. Keyakinan dan nilai-nilai
Mengacu pada keyakinan dan nilai-nilai agama, politik, nasionalis, dan budaya.
Bank Islam Inggris menawarkan perbankan syariah yang memenuhi persyaratan agama tertentu.
Sebuah contoh yang aneh namun menarik mengenai demografi agama yang mempengaruhi pemasaran yang mungkin tidak Anda duga adalah bahwa orang Mormon benar-benar menyukai
'pemasaran berjenjang'. Kemungkinan besar mereka akan terlibat dalam praktik ini dibandingkan kelompok AS lainnya.
Melakukan penelitian demografis lebih jauh dapat mengarah pada penemuan peluang pemasaran baru dan pemikiran di luar
kebiasaan. Misalnya, tahukah Anda bahwa usia rata-rata pelanggan Cadillac Blackwing adalah 10 tahun lebih muda dibandingkan usia rata-rata pelanggan Cadillac “biasa”?
5. Tahapan kehidupan
Tahapan kehidupan merupakan tolok ukur kronologis kehidupan masyarakat pada tahapan yang berbeda-beda.
Contohnya adalah liburan Saga yang hanya tersedia untuk orang berusia 50+. Mereka mengklaim segmen yang cukup besar untuk fokus pada tahap kehidupan ini.
6. Geografi
Telusuri berdasarkan Negara, wilayah, wilayah, lokasi
metropolitan atau pedesaan, kepadatan penduduk atau bahkan iklim.
Contohnya adalah Neiman Marcus, jaringan department store kelas atas di AS yang kini melakukan pengiriman ke Inggris.
7. Perilaku
Mengacu pada sifat pembelian, loyalitas merek, tingkat penggunaan, manfaat yang dicari, saluran distribusi yang digunakan, dan reaksi terhadap faktor pemasaran.
Dalam lingkungan B2B, manfaat yang dicari sering kali berupa 'seberapa cepat manfaat tersebut dapat diberikan?' yang
mencakup segmen 'menit-menit terakhir' - segmen perencanaan sebelumnya.
Contohnya adalah Parcelmonkey.co.uk yang menawarkan pengiriman paket pada hari yang sama, hari berikutnya, dan internasional.
8. Manfaat
Manfaat merupakan kegunaan dan kepuasan yang diperoleh konsumen.
Smythson Stationery menawarkan produk serupa dengan
perusahaan alat tulis lainnya, namun klien mereka menginginkan manfaat dari kemasan khas mereka: kotak Nile Blue yang dilapisi tisu dan diikat dengan pita biru tua!
Penargetan pasar
Daftar di bawah ini mengacu pada apa yang diperlukan untuk mengevaluasi potensi dan daya tarik komersial setiap segmen.
Ukuran kriteria: Pasar harus cukup besar untuk
membenarkan segmentasi. Jika pasarnya kecil, mungkin akan membuatnya lebih kecil.
Perbedaan: Perbedaan yang terukur harus ada antar segmen.
Uang: Keuntungan yang diantisipasi harus melebihi biaya rencana pemasaran tambahan dan perubahan lainnya.
Dapat Diakses: Setiap segmen harus dapat diakses oleh tim Anda dan segmen tersebut harus dapat menerima pesan pemasaran Anda
Fokus pada manfaat yang berbeda: Segmen yang berbeda pasti memerlukan manfaat yang berbeda.
Penentuan posisi produk
Peta posisi adalah elemen terakhir dari proses STP. Agar ini
berhasil, Anda memerlukan dua variabel untuk menggambarkan gambaran pasar.
Dalam contoh di sini, saya telah mengambil beberapa mobil yang tersedia di Inggris. Ini bukan peta posisi produk secara detail, lebih merupakan ilustrasi. Jika tidak ada mobil di satu segmen, ini bisa menunjukkan adanya peluang pasar.
Memperluas contoh yang sangat mendasar di atas, Anda dapat menguraikan pasar dengan memetakan pesaing Anda ke dalam matriks berdasarkan faktor-faktor utama yang menentukan pembelian.
Bagan ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pasar mobil secara akurat, namun hanya mengilustrasikan bagaimana Anda dapat menggunakan peta penentuan posisi produk untuk menganalisis posisi bisnis Anda saat ini di pasar, dan mengidentifikasi peluang.
Misalnya, seperti yang Anda lihat pada celah di bawah ini, kami telah mengidentifikasi kemungkinan peluang di pasar mobil keluarga dengan harga murah.
Kami tidak mengatakan kesenjangan ini benar-benar ada, saya yakin Anda bisa memikirkan mobil yang sesuai dengan kategori ini, karena pasar mobil adalah pasar yang sangat maju dan kompetitif. Namun, hal ini menunjukkan bagaimana Anda dapat menggunakan alat ini untuk mengidentifikasi kesenjangan di pasar Anda sendiri.
Contoh perusahaan yang menggunakan pemasaran STP?
Setiap kali Anda mencurigai adanya perbedaan yang signifikan dan terukur di pasar Anda, Anda harus mempertimbangkan STP. Terutama jika Anda harus membuat serangkaian pesan berbeda untuk grup berbeda.
Contoh segmentasi yang baik adalah BT Plc, perusahaan telekomunikasi terbesar di Inggris. BT telah mengadopsi
pemasaran STP untuk beragam kelompok pelanggannya; mulai dari konsumen individu hingga layanan B2B bagi para
pesaingnya.
Mengidentifikasi dan menentukan audiens target Anda adalah kunci untuk mengembangkan basis pelanggan Anda secara efisien. Namun untuk mendapatkan manfaat penuh dari strategi Anda, Anda perlu menetapkan tujuan dan mengoptimalkan
aktivitas pemasaran untuk mencapai tujuan Anda.
Apa yang harus diperhatikan dalam segmentasi, positioning, dan strategi pemasaran yang
ditargetkan
Pastikan pasar cukup besar dan pelanggan dapat dengan mudah dihubungi.
Terapkan riset pasar untuk memastikan pendekatan Anda akan menambah nilai pada pengalaman pelanggan yang ada, melebihi pesaing.
Seiring dengan semakin canggihnya Martech, untuk mendukung keinginan dan kebutuhan pemasar digital,
pertimbangkan perkembangan terkait produk/layanan Anda.
Link : https://www.smartinsights.com/digital-marketing-strategy/customer-segmentation-targeting/
segmentation-targeting-and-positioning/
COMPETITIVE ADVANTAGE
26 Feb 2019
Article
Oleh: Rita, SE., M.Si (Faculty Member of International Marketing) Michael Porter (1985) dalam Awwad (2013) menyatakan bahwa keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Isu tentang keunggulan bersaing menjadi sangat popular setelah Porter mengembangan konsep tersebut.
Keunggulan kompetitif berasal dari kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan kekuatan internalnya untuk merespon peluang lingkungan eksternal sambil menghindari ancaman eksternal dan kelemahan internal (Mooney, 2017). Keunggulan bersaing merupakan suatu proses dinamis bukan sekedar dilihat sebagai hasil akhir. Hal ini dikarenakan keunggulan bersaing berasal dari banyaknya aktivitas berlainan yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produknya. Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keunggulan bersaing merupakan suatu kondisi yang dimiliki perusahaan dimana melebihi pesaingnya.
Diungkapkan oleh Hana (2013) bahwa dalam lingkungan yang sangat kompetitif saat ini, tujuan setiap organisasi adalah mengalahkan persaingan dan memenangkan pelanggan baru. Individu yang merupakan pemegang pengetahuan untuk menghasilkan inovasi bagi perusahaan.
Berkat kreativitas pribadi, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan mereka, dimungkinkan untuk menghasilkan gagasan inovatif baru yang akan membantu perusahaan mencapai keunggulan kompetitif. Sedangkan menurut Romero and Martinez-Roman (2012) terdapat faktor lainnya yang mendukung daya saing secara internal perusahaan yaitu faktor motivasi, keuangan, dan dukungan pimpinan perusahaan dalam membangun daya
saing internal perusahaan. Sedangkan Noruzy et.al (2013) menyampaikan tentang kemampuan dalam inovasi perusahaan yang mampu menciptakan produk dan layanan terbaru, sehingga produk perusahaan diminati pasar.
Ini artinya, daya saing perusahaan berakar dari kemampuan perusahaan yang terus dikembangkan oleh sumber daya internal yang meliputi dukungan pimpinan perusahaan, kekuatan finansial, motivasi internal untuk mengembangkan kekuatan, dan inovasi yang terus diciptakan dan memiliki daya saing di pasar.
Selain itu diungkapkan oleh (Porter, 1987) dalam Simbolon et.al (2015) bahwa sebuah keunggulan kompetitif ada kalau terdapat keserasian antara kompetensi yang membedakan dari sebuah perusahaan dan faktor- faktor kritis untuk meraih sukses dalam industri yang menyebabkan perusahaan tadi mempunyai prestasi yang jauh lebih baik daripada para pesaingnya. Terdapat dua cara dasar untuk mencapai keunggulan bersaing. Pertama, keunggulan ini dapat dicapai saat sebuah perusahaan melakukan strategi biaya rendah yang membuatnya mampu menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah dibandingkan para pesaingnya.
Kedua, dengan strategi diferensiasi produk, sehingga pelanggan menganggap memperoleh manfaat unik yang sesuai dengan harga yang cukup (premium price). (Berbagai Sumber)
https://bbs.binus.ac.id/gbm/2019/02/26/competitive-advantage/