• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI BAKTERIOLOGIS DAGING PENSI (Corbicula moltkiana Prime) YANG BERASAL DARI DANAU MANINJAU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UJI BAKTERIOLOGIS DAGING PENSI (Corbicula moltkiana Prime) YANG BERASAL DARI DANAU MANINJAU "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

UJI BAKTERIOLOGIS DAGING PENSI (Corbicula moltkiana Prime) YANG BERASAL DARI DANAU MANINJAU

JURNAL

SUSI NOFFRIDA SARI NIM. 11010311

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2015

(2)
(3)

UJI BAKTERIOLOGIS DAGING PENSI (Corbicula moltkiana Prime) YANG BERASAL DARI DANAU MANINJAU

Susi Noffrida Sari1), Mades Fifendy2), Vivi Fitriani1)

1 Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

2Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang Email : [email protected]

ABSTRACT

Corbicula moltkiana Prime was one of shells which is famous in west sumatera society with name Pensi and concluded in Corbicullidae family, live in tasteless and mud. Pensi is consumed by society as protein source and fat.

Lake Maninjau was being advantage by society in daily life from drinking source, MCK, fishing, irrigation, PLTA, and tourism. Many activities of society can cause pollution and influence Carbicula Moltkiana prime. The shells can be vector from biotic ion because the eating pattern filter-feeder. This research purpose is to know the location of Escherichia coli and Salmonella sp. in pensi meat (Corbicula moltkiana Prime) from lake maninjau. This research was done from august – september 2015, in Cooperies X laboratory Padang, survey method, is done by descriptive approachment that is by bacteriology test of pensi meat, by seeing the location of microorganism that is Escherichia coli and Salmonella sp. the analysis data using MPN by prediction test, confirmation, and perfection. The count of bacteria from each positive result was matched with MPN table. The test of Salmonella sp. was done by seeing colony grow.

The result of bacteriology in pensi meat was checked shown that form four samples testing, all positive consist of E bacteria.coli the location of E bacteri coli in sample about 5-12 individual/100 ml. The highest existence of bacteria E.

Coli is in Bayur location with index MPN 12/100 ml and the lowest was in Talao location with index 5/100 ml and from four sample location three location consist of Salmonella sp. bacteria, and one negative.

Key words: Bacteria, meat, Corbicula moltkiana Prime.

PENDAHULUAN

Kelas Pelecypoda disebut juga dengan Bivalvia atau Lamellibranchiata, contoh hewan kelas ini yaitu remis, tiram, dan kijing. Kata Bivalvia berarti memiliki dua cangkang dengan engsel terletak dibagian dorsal.

Cangkang berfungsi menutupi dan melindungi tubuh (Kastawi, 2001). Pensi merupakan salah satu jenis kerang yang tergolong dalam kelas Pelecypoda. Hewan ini mempunyai cangkang yang berkeping dua dan diikat oleh engsel pada bagian dorsal dimana cangkang ini menutupi seluruh tubuhnya. Struktur kaki seperti kapak yang dapat di julurkan sebagai alat gerak, sehingga hewan ini dinamakan Pelecypoda. Diantara mantel dan kaki terdapat lembaran-lembaran insang yang tipis dan lebar sehingga ia dikenal dengan nama Lamellibranchiata. Corbicula moltkiana Prime dikenal oleh masyarakat Sumatera Barat dengan nama Pensi, tergolong Corbiculidae, hidup pada perairan tawar yang berlumpur.

Pensi (Corbicula sp) sejenis kijing, tetapi ukuran tubuh lebih kecil merupakan istilah yang populer untuk kerang air tawar di Sumatera Barat (Khalil, 2006).

Pensi merupakan salah satu jenis kerang yang bernilai ekonomis, dikonsumsi oleh penduduk sebagai sumber protein hewani, sebagai bahan obat serta makanan ternak. Daging kerang merupakan sumber protein yang kaya zat besi, seng, dan vitamin B12. Zat besi dapat meningkatkan transportasi oksigen keseluruh tubuh, sementara seng merupakan mineral yang merangsang metabolisme tubuh. Pensi dilaporkan terdapat di Danau Singkarak, Danau Diatas dan Danau Dibawah, dan Danau Maninjau dengan jenis Corbicula sumatrana dan Corbicula moltkiana Prime.

Danau Maninjau memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan industri di Sumatera Barat. Berbagai aktivitas di daerah sekitar danau dapat menghasilkan berbagai macam bahan pencemar (limbah), baik organik maupun anorganik yang secara langsung ataupun tidak langsung masuk ke perairan danau (Marganof, 2007).

Pencemaran Danau Maninjau tidak hanya membuat kerugian secara ekonomis dan ekologis berupa penurunan produktivitas hayati perairan, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia yang memamfatkan perairan danau dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Di danau ini merupakan habitat dari Corbicula moltkiana Prime atau pensi yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain tempat habitat pensi danau juga dimanfaatkan dalam kehidupan sehari- hari, mulai dari sumber air minum, MCK, perikanan, irigasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan tempat pariwisata.

Balia (2011) menyatakan daging merupakan media yang sangat baik untuk pertumbuhan bakteri Coliform.

Jenis Enterobacter dengan Eschericia dan Klebsiella disebut kelompok bakteri Coliform yang merupakan indikator dalam sanitasi. Bakteri Coliform dalam jumlah tertentu dapat menjadi indikator suatu kondisi yang bahaya dan adanya kontaminasi bakteri patogen. Bakteri patogen dalam grup Coliform Fekal yaitu Escherichia coli. Bakteri patogen menyebabkan infeksi dan keracunan bahan makanan yang dapat membahayakan manusia. Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri yang identik dengan pencemaran tinja. Escherichia coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia. Bakteri Escherichia coli merupakan

(4)

mikroorganisme normal yang terdapat dalam kotoran manusia sehat maupun sakit.

Bakteri Escherichia coli dapat membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Escherichia coli dapat menyebabkan diare akut, yang dapat dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu enteropatogenik (penyebab gasteroenteritis akut pada bayi baru lahir sampai pada yang beumur 2 tahun), enteroinaktif dan enterotoksigenenik (penyebab diare pada anak-anak dan orang dewasa). Apabila bakteri Escherichi coli dalam usus memasuki kantong kemih, maka dapat menyebabkan sintitis yaitu suatu peradangan pada selaput lendir organ tersebut (Melliawati, 2009).

Pensi dipasarkan dalam keadaan tanpa kemasan, sehingga meningkatkan perkembangan bakteri aerob karena kontak dengan udara. Bakteri aerob yang dapat tumbuh adalah Salmonella dan lain sebagainya. Faktor yang mempengaruhi antara lain kebersihan sanitasi yang buruk memegang peranan penting dalam penyebaran penyakit. Gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh Salmonella adalah diare, sakit kepala, muntah-muntah dan demam dan dapat berakhir selama 1-7 hari. Tingkat kematian kurang dari 1%, tetapi jumlah ini meningkat pada anak-anak, orang tua atau orang yang lemah.

Daging pensi merupakan salah satu sumber protein hewani. Pensi sangat digemari masyarakat sekitar Danau Maninjau maupun wisatawan, mereka suka mengkonsumsinya sebagai cemilan dan aneka lauk pauk. Pensi pada umumnya dimasak dalam waktu tidak terlalu lama untuk mencegah tekstur tubuh agar tidak menjadi keras, sehingga resiko terhadap kesehatan manusia sangat tinggi apabila pensi tersebut dipanen dari perairan yang tercemar. Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi daging pensi ini maka keamanannya harus terjaga dari bakteri yang merugikan.

Gambar: Koloni E. coli dalam media EMB

BAHAN DAN METODE

Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Agustus – September 2015 dengan pengambilan sampel di Danau Maninjau. Uji Bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kopertis Wilayah X Padang.

Alat yang digunakan adalah autoklaf, inkubator, timbangan, labu erlemeyer, tabung reaksi, tabung durham, lampu spiritus, cawan petri, pipet steril 5 ml dan 10 ml, jarum ose, gelas ukur, batang pengaduk, rak tabung reaksi, spray alkohol, gunting, kertas saring, kaca arloji, kompor listrik, pinset, mortil, kulkas, kamera digital dan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan adalah daging pensi, selenith broth, medium LB, BGLB, EMB, SSA, kantong plastik, aquades, kertas label, selotip tissue, aquades, kertas label, dan korek api.

Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif, sampel pensi diambil pada empat lokasi yang berbeda yaitu Bayur sebagai lokasi 1, Pakan Raba’a sebagai lokasi 2, Talao sebagai lokasi 3 dan Tanjung Alai sebagai lokasi 4. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung jumlah bakteri E. coli dengan mengamati jumlah hasil yang positif dari hasil pengujian pendugaan penegasan dan penyempurna.

Selanjutnya jumlah bakteri dari masing-masing hasil yang positif dicocokkan dengan tabel MPN. Uji Salmonella sp. dilakukan dengan melihat koloni yang tumbuh. Hasil analisis ini selanjutnya dibandingkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP.17/MEN/2004.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan uji Bakteriologis pada daging pensi yang berasal dari Danau Maninjau yang telah dilakukan diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Tabel 1.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sampel daging pensi telah terkontaminasi E. coli.

Yang mana sampel yang terkontaminasi E. coli yang paling tinggi yaitu lokasi Bayur = 12/100 ml, terdapatnya bakteri pada lokasi ini karena adanya cemaran pada air yang berasal dari sampah dan cemaran feses dari manusia atau hewan. Pakan Raba’a = 8,8/100 ml, Tanjung Alai = 8,8/100 ml pada lokasi ini juga terdapat E. coli karena pada lokasi ini adaya aktivitas manusia seperti mandi, mencuci dan buang air sehingga air menjadi tercemar dan lokasi yang paling rendah cemaran E. coli yakni terdapat pada lokasi Talao 5/100 ml dilokasi ini tidak terlalu banyak aktivitas manusia.

Tabel 1. Keberadaan Esherichia coli Pada Uji Penyempurna Dengan Tabel MPN/100 ml dengan Ragam : 5 x 10 ml, 1 x 1 ml dan 1 x 0,1 ml.

Lokasi sampel 10 ml 1 ml 0,1 ml Index MPN/100 ml

Bayur 3 0 1 12

Pakan Raba’a 3 0 0 8,8

Talao 2 0 0 5

Tanjung Alai 3 0 0 8,8

(5)

E. coli dapat mengkontaminasi air, oleh karena itu kontaminasi E. coli pada daging pensi berasal dari air yang digunakan.

Menurut Entjang(2003) dalam Misanawati, (2013) E. coli merupakan bakteri yang masuk dalam famili Enterobacteriaceae yang merupakan penghuni normal saluran pencernaan hewan berdarah panas seperti seperti halnya manusia dan ternak sehingga terdapat pada feses.

Gambar: Bakteri Salmonella sp.

Uji Salmonella sp. dilakukan untuk menetapkan adanya Salmonella sp. di dalam sampel.

Salmonella sp. adalah bakteri batang bersifat gram negatif, bergerak atau motil, mempunyai karakteristik memfermentasikan glukosa tanpa memproduksi atau menghasikan gas, tetapi tidak dapat memfermentasikan laktosa. Bakteri ini seringkali patogen untuk manusia atau binatang bila tertelan. Sejumlah 2000 tipe Salmonella telah dibedakan secara serologis dan diberi nama khusus, misalnya S. thypi dan S. parathypi penyebab demam tiphus. S. thypimurium, S. agona dan S. panama adalah hanya sebagian kecil dari berbagai jenis mikroorganisme penyebab keracunan bahan pangan tipe gastroenteritis yang sudah lama dikenal (Buckle, dkk. 1987).

Berdasarkan hasil uji Salmonella sp. dapat diartikan bahwa daging pensi yang berasal dari 3 lokasi :Bayur, Pakan Raba’a, Talao tidak sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena terdapatnya bakteri Salmonella sp. ini karena pada lokasi tersebut terdapat pencemaran oleh: sampah yang dibuang ke perairan danau dan adanya kontaminasi feses yang berasal dari manusia dan hewan. Bakteri Salmonella dapat menyebabkan keracunan makanan. Setiap makanan mentah yang berasal dari hewan, seperti daging, telur, susu dan makanan laut dapat membawa bakteri Salmonella.

Adanya bakteri tersebut dapat dijadikan sebagai indikator bahwa daging pensi tersebut telah tercemar

oleh feses baik manusia maupun hewan. Bakteri-bakteri indikator sanitasi umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia, jadi dengan adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa sampel tersebut pernah kontak dengan feses yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lain yang berbahaya.

Sampel yang berasal lokasi Tanjung Alai hasil uji negatif karena tidak terdapatnya bakteri Salmonella sp.

pada media SSA. Pada lokasi ini terdapat keramba apung yang dimiliki warga setempat, sumber pencemarnya sedikit. Pensi yang berasal dari lokasi ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat karena tidak menandung bakteri. Untuk menjaga kesehatan maka daging pensi yang berasal dari lokasi yang positif mengandung bakteri harus diolah dengan baik dan dimasak dengan waktu yang lama karena dengan memasak hingga benar matang dapat membunuh bakteri Salmonella sp. Bakteri Salmonella sp. dapat mati pada suhu 70°C selama 2 menit.

Berbagai standar makanan mensyaratkan tidak ada Salmonella sp. dalam 25 gram sampel. Uji Salmonella dilakukan pada daging pensi berdasarkan syarat yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.17/MEN/2004 bahwa dalam sampel tidak boleh terdapat bakteri Salmonella sp. Salmonella sp. bersifat patogen dalam makanan sehingga dianggap membahayakan kesehatan. Oleh karena itu apabila terdapat bakteri ini dalam sampel maka makanan tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi.

KESIMPULAN

Hasil penelitian yang telah dilakukan pada daging pensi (Corbicula moltkiana Prime) yang berasal dari Danau Maninjau maka dapat disimpulkan bahwa.

Keberadaan Escherichia coli berkisar antara 5-12 individu/100 ml keberadaan tertinggi terdapat pada lokasi 1 yaitu Bayur dengan indek NPM 12/100 ml dan yang terendah yaitu pada lokasi 3 yaitu Talao dengan indek NPM 5/100 ml. Hasil uji Salmonella sp.

menunjukan tiga lokasi positif terkontaminasi Salmonella sp. dan satu lokasi negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Balia, R.L, E. Harlina. dan Denny S. 2011. Deteksi Coliform pada Daging Sapi Giling Spesial yang dijual di Hipermarket Bandung.Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Bakteri Salmonella sp. Pada Daging Pensi yang Berasal dari Danau Maninjau.

Lokasi sampel Salmonella sp.

Bayur Positif

Pakan Raba’a Positif

Talao Positif

Tanjung Alai Negatif

(6)

Buckle, K.A, R.A. Edwards, G.H. Fleet, M. Wootton.

1987. Ilmu Pangan. Penerjemah Hari Purnomo dan Adiono. Universitas Indonesia (UI-Press) : Jakarta.

Deyeska, 2013. Analisis Lambung Pensi (Corbicula moltkiana) Yang Tedapat Di Danau maninjau.

Skripsi. STKIP PGRI Sumatera Barat: Padang.

Kastawi, Y., Indriwati, S. E., Ibrahim, Masjudi, dan Rahayu, S., E. 2001. Zoologi Avertebrata.

Universitas Negeri Malang: Malang

Khalil, (2006). Pengaruh Penggilingan dan Pembakaran terhadap Kandungan Mineral dan Sifat Fisik Kulit Pensi (Corbicula Sp) untuk Pakan. Media Peternakan. diakses 7 MEI 2015.

Marganof, Latifah, Darusman, K, Ettyriani, Pramudya, B.(2007). Analisis Beban Pencemaran Kapasitas Pencemaran Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Danau Maninjau.

Jurnal biologi. Falkultas FMIPA UNDRI.

Misnawati. (2013). Uji Bakteriologis Daging Segar Pensi (Corbicula sumatrana Cleesin) Yang Berasal Dari Danau Singkarak. Jurnal biologi.

STKIP PGRI Padang.

Referensi

Dokumen terkait

Escherichia coli umumnya hidup pada saluran pencernaan manusia dan hewan sehingga kontaminasi bakteri ini pada makanan biasanya berasal dari. kontaminasi air

Skripsi berjudul Isolasi Bakteri Selulolitik dari Usus Rayap yang Mampu Tumbuh pada Media Selulosa Kristalin dan Uji Aktivitas Selulase telah diuji dan disahkan

Rhizobium yang hidup bebas tidak dapat memfiksasi nitrogen dan punya bentuk yang berbeda dari bakteri lain yang ditemukan pada bintil akar tanaman (Burdas, 2002)..

Pada media ransum tanpa molasses (R1) populasi total bakteri cenderung stabil dengan waktu bertahan hidup cukup lama yaitu sampai jam ke-6, berbeda dengan media

Pada media ransum tanpa molasses (R1) populasi total bakteri cenderung stabil dengan waktu bertahan hidup cukup lama yaitu sampai jam ke-6, berbeda dengan media

Beberapa ciri penting dari suatu mikroorganisme indikator adalah terdapat dalam air tercemar, mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih lama dan pada mikroorganisme

Mikroorganisme yang aktif di dalam saluran pencernaan bagian belakang ternak ruminansia khususnya sapi pada umumnya adalah bakteri yang berasal dari genus Streptococcus, Leuconostoc,