DIMENSI DAN SUB ELEMEN : CAPAIAN FASE
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan
Berakhlak Mulia
Dimensi
Bernalar Kritis
Elemen Sub Capaian
Elemen
Aktivitas yang Berkaitan
3, 4, 5, 8, 9
1, 6, 7, 10
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
Mengidentifikasi pentingnya menjaga
keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah
Mandiri
Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.
2, 11
Elemen Sub- Elemen Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai
Harapan Sangat Berkembang
Akhlak Pribadi
Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual
Mulai membiasakan diri untuk disiplin, rapi,
membersihkan dan merawat tubuh, menjaga tingkah laku dan perkataan dalam semua aktivitas kesehariannya.
Memperhatikan kesehatan jasmani, mental, dan rohani dengan melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah.
Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan
kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya
menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.
Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara seimbang.
Regulasi Diri Regulasi Emosi
Mengetahui adanya
pengaruh orang lain, situasi, dan peristiwa yang terjadi terhadap emosi yang
dirasakannya; serta berupaya untuk
mengekspresikan emosi secara tepat dengan mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan orang lain disekitarnya.
Memahami perbedaan emosi yang dirasakan dan dampaknya terhadap proses belajar dan interaksinya dengan orang lain; serta mencoba cara- cara yang sesuai untuk
mengelola emosi agar dapat menunjang aktivitas belajar dan interaksinya dengan orang lain.
Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untukmengelola emosinya
dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.
Mengendalikan dan menyesuaikan emosi
yang dirasakannya secara tepat ketika menghadapi situasi yang menantang dan menekan pada konteks belajar, relasi, dan
pekerjaan.
Memperoleh dan memproses
informasi dan gagasan
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan.
Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan dan memilih informasi dan gagasan dari berbagai sumber.
Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta
memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa.
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
Secara kritis
mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber.
Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil
klarifikasi dan analisis.
Dimensi dan Sub-Elemen : Alur Perkembangan
Aktivitas 1
"EKSPLORASI MASALAH REMAJA"
(4 JP)
Peserta didik bersama-sama mengidentifikasi
permasalahan remaja yang ada di lingkungan sekolah (masalah penampilan,
percintaan, kecanduan gawai, dan sebagainya).
Asesmen Formatif:
Lembar Observasi peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di sekolah.
Ketercapaian: Peserta didik mampu
menyebutkan masalah remaja yang ada di sekolah.
Aktivitas 2
"SEPERTI APAKAH AKU?"
(4 JP)
Peserta didik melakukan SWOT analisis untuk mengenali dirinya sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).
Asesmen Formatif : Lembar kuesioner
individu (Analisis SWOT).
Ketercapaian: Peserta didik mampu
mengidentifikasi dirinya berdasarkan analisis SWOT.
Aktivitas 3
"GANGGUAN KESEHATAN MENTAL!"
(10JP)
Peserta didik dengan
bimbingan pakar kesehatan mental/psikologi menemukan data-data permasalahan remaja (video, artikel, dll) mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.
Asesmen Formatif : Data penemuan
permasalahan remaja.
Ketercapaian: Peserta didik mampu menemukan data-data permasalahan gangguan mental pada seseorang.
Masalah-masalah Remaja di
Sekolah
Aktivitas 4
"KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU"
(6 JP)
Peserta didik bersama dengan kelompoknya mengobservasi peserta didik lain untuk menggali lebih jauh peristiwa- peristiwa yang mengakibatkan terjadinya gangguan
kesehatan mental, baik itu sebagai penyebab, korban, atau hanya sebagai orang yang pernah melihat/menemukan kejadian tersebut.
Asesmen Formatif : Laporan hasil observasi kondisi kesehatan mental teman-teman .
Ketercapaian: Peserta didik mampu membuat mind map sebab akibat kesehatan mental remaja di sekitarnya.
Aktivitas 5
"BERMAIN ROLE PLAY
!"
(10 JP)
Peserta didik melaksanakan role play hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.
Asesmen Formatif :
• role play
• lembar pengamatan Ketercapaian :
Peserta didik mampu memperoleh pelajaran dari role play yang diperankan.
Sebab-Akibat
Gangguan Kesehatan
Mental pada Remaja
Aktivitas 6
"MARI BEREKSPRESI"
(4 JP)
Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain suatu kegiatan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan mental. keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani. Kegiatan outbound menjadi satu alternatif aktivitas yang berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.
Asesmen Formatif : Desain outbound
Ketercapaian : Peserta didik mampu
merancang desain outbound yang di dalamnya mencakup aktivitas fisik, sosial, dan ibadah
Aktivitas 7
" ASPIRASIKAN!"
(6 JP)
Peserta didik
mempresentasikan rancangan hasil desain kegiatan
outbound. Desain outbound terbaik akan dilaksanakan pada kegiatan Baton.
Asesmen Formatif : Presentasi siswa
Ketercapaian :
Peserta didik mampu mempresentasikan
rancangan outbound yang dapat menjaga
keseimbangan mental, jasmani dan rohani.
Aktivitas 8
"BATON"
(10 JP)
Peserta didik melaksanakan kegiatan outbound untuk membantu kesehatan mental peserta didik, berdasarkan desain terbaik dari karya desain kegiatan outbound mereka.
Asesmen Sumatif : Lembar Observasi Pendamping.
Jurnal Kegiatan Outbound Ketercapaian : Peserta didik mampu mengikuti kegiatan Baton dengan semangat dan
menyeimbangkan
aktivitas fisik, sosial, dan ibadah dengan baik.
Desain Kegiatan Outbound dan
Pelaksanaannya
Aktivitas 9
"Sudah dimanakah Aku?"
(4 JP)
Peserta didik bersama dengan kelompoknya melakukan refleksi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisik, antara sebelum dan sesudah kegiatan Outbound.
Asesmen Formatif : Lembar refleksi
Ketercapaian : Peserta didik mampu mereflesikan dirinya antara sebelum dan sesudah kegiatan outbound mrngenai kondisi mental, fisik, dan spiritualnya.
Infografis Before-After Kondisi
Fisik, Mental, dan Sosial
Aktivitas 10
"MONUMEN KESEHATAN MENTAL"
(10 JP)
Peserta didik bersama dengan kelompoknya membuat
monumen Kesehatan Mental Remaja.
Asesmen Formatif :
Monumen Kesehatan Mental
Ketercapaian: Peserta didik mampu menyajikan berbagai bentuk monumen yang dapat menjadi pengingat untuk saling menjaga kesehatan mental.
Aktivitas 11
"PROGRAM AKTIVITAS DIRI"
(4 JP)
Peserta didik bersama dengan kelompoknya menyepakati untuk menerapkan perilaku positif yang dapat
membangun kesehatan mental di kelasnya masing- masing.
Asesmen Formatif : Lembar Kesepakatan
Ketercapaian: Peserta didik mampu membuat dan melaksanakan kesepakatan secara terus-menerus.
Menjadikan apa yang sudah
didapat sebagai kesepakatan
bersama
•
Fasilitator membuka kelas dengan mengajukan pertanyaan "Apa saja masalah yang biasa dihadapi oleh remaja?"
•
Peserta didik menuliskan jawaban mereka dalam secarik kertas tanpa nama.
•
Fasilitator membacakan jawaban yang terkumpul dan mengajukan pertanyaan tentang penyebab dan dampak dari masalah tersebut bagi kehidupan remaja.
•
Peserta didik menyampaikan pendapat mereka.
•
Secara bergiliran, peserta didik menyampaikan hal-hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari masalah tersebut dan solusi yang bisa menyelesaikan permasalahannya.
•
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi pertemuan ini bersama dengan fasilitator.
EKSPLORASI MASALAH REMAJA
Pengenalan
Peserta didik dapat mengidentifikasi permasalahan remaja yang ada di lingkungan sekolah (masalah
penampilan, percintaan, kecanduan gawai, dan sebagainya).
Alat dan Bahan : alat tulis
Asesmen formatif (elemen bernalar kritis)
Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP
• Peserta didik mendapat pertanyaan dari fasilitator: Adakah dari kalian yang sudah mencoba solusi dari diskusi kita di pertemuan sebelumnya?
• Peserta didik berbagi jawaban mereka.
• Fasilitator menjelaskan bahwa mengenal potensi, ruang berkembang, dan tujuan diri, juga solusi untuk menghadapi masalah-masalah tersebut.
• Peserta didik diberikan pemahaman mengenai apa itu Analisis SWOT, tujuan, serta manfaatnya oleh fasilitator.
• Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada fasilitator mengenai hal-hal yang brlum dipahaminya.
• Peserta didik mendapatkan lembar kuesioner individu (Analisis SWOT) dari fasilitator.
• Peserta didik mengerjakan lembar kerja yang telah disediakan.
• Peserta didik mendapatkan pendampingan untuk penguatan mengenai mengenali diri sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).
• Peserta didik melakukan refleksi kegiatan pada aktivitas ini.
Seperti Apakah Aku?
Pengenalan
Peserta didik melakukan SWOT analisis untuk mengenali dirinya sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).
Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP Alat dan Bahan :
Lembar kuesioner individu (Analisis SWOT) peserta didik Asesmen Formatif :
Lembar kuesioner (Analisis SWOT (elemen regulasi diri)
•
•
•
•
•
KEKUATAN Jujur
pantang Menyerah Suka Belajar Hal Baru
KELEMAHAN Suka Overthinking
Suka Ragu-Ragu Takut untuk Melangkah
PELUANG Banyak Baca Buku
HAMBATAN Waktu yang Terbatas
CONTOH ANALISIS SWOT DIRI SENDIRI
NO NAMA PESERTA DIDIK
ASPEK YANG DINILAI
PEMAHAMAN ANALISIS SWOT MENGENALI DIRI SENDIRI
• Peserta didik mendapatkan pendampingan dari fasilitator mengenai aktivitas yang akan dilakukan yaitu menemukan data-data permasalahan remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental.
• Peserta didik bersama dengan kelompoknya mencari data sebanyak-banyaknya dan melalui sumber apapun mengenai permasalahan remaja yang berkenaan dengan gangguan kesehatan mental pada remaja.
• Peserta didik mendapat arahan dari pakar kesehatan mental mengenai data-data permasalahan remaja yang mereka temukan.
• Peserta didik bertanya jawab terhadap pakar dan mengelompokkan hasil temuannya berdasarkan dengan kesamaan permasalahan.
• Fasilitator memberikan umpan balik terhadap temuan setiap kelompok.
• Peserta didik merefleksikan kegiatan penemuan data permasalahan remaja mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.
GANGGUAN KESEHATAN MENTAL
Pengenalan
Peserta didik dengan bimbingan pakar kesehatan mental/psikologi menemukan data-data permasalahan remaja (video, artikel, dll) mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.
Alat dan Bahan:
video/artikel/koran/sosial media/ tv/radio.
Asesmen Formatif (elemen akhlak pribadi)
Jumlah Jam Pelajaran : 10JP
• Peserta didik mengulas kembali aktivitas yang lalu tentang ciri-ciri mental yang sehat yang disampaikan pakar.
• Peserta didik menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk mengobservasi peserta didik lain.
• Peserta didik melakukan observasi kepada teman-temannya mengenai
kesehatan mental teman-temannya berdasarkan panduan yang telah disusun tersebut.
• Peserta didik mendokumentasikan kegiatan observasi yang dilakukan kepada teman-temannya.
• Peserta didik membuat grafik laporan hasil observasi.
• Peserta didik mempresentasikan grafik dan analisis hasil observasi tersebut.
• Peserta didik menyimpulkan keadaan kesehatan mental teman-temannya.
• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas ini.
KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU
Kontekstualisasi
Peserta didik bersama dengan kelompoknya mengobservasi peserta didik lain untuk menggali lebih jauh peristiwa -peristiwa yang mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan mental, baik itu sebagai penyebab, korban, atau hanya sebagai orang yang pernah melihat/menemukan kejadian tersebut.
Alat dan Bahan : Alat tulis
Asesmen Formatif:
Laporan hasil observasi kesehatan mental teman-temanku (elemen akhlak pribadi) Jumlah Jam Pelajaran : 6 JP
• Apakah kamu pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kamu lakukan?
• Apakah kamu benci dan tidak suka melakukan perintah orang lain?
• Apakah kamu suka menyuruh orang lain melakukan pekerjaanmu?
• Bagaimana perasaanmu ketika mendapat teguran atas kesalahan yang kamu lakukan?
• Apa kamu merasa percaya diri dengan semua kondisimu sekarang?
• Apakah kamu lebih suka menyendiri daripada bermain bareng teman -teman?
• Pernahkan kamu merasa lebih berkuasa daripada teman -temanmu?
• Bagaimana respon kamu ketika orang lain mengejekmu?
• Berapa lama Kamu berpikir sebelum mengambil keputusan?
• Apakah ada rasa amarah terbesar yang kamu pendam sendirian?
CONTOH PANDUAN PERTANYAAN OBSERVASI KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU
Referensi : https://kumparan.com/info-psikologi/10-pertanyaan-tentang-kesehatan-mental-pada- remaja-untuk-ketahui-kondisi-anak-1zytXQh5osq/full
• Peserta didik mendapat arahan dari fasilitator untuk melakukan simulasi dalam bentuk role play berdasarkan hasil observasi pada aktivitas yang lalu.
• Peserta didik menyusun skenario role play tentang hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.
• Peserta didik memainkan peran (role play) yang terinspirasi berdasarkan hasil observasi kesehatan mental teman-temanku.
• Peserta didik mengambil pelajaran dari role play yang diperankan peserta didik lain.
• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini.
BERMAIN ROLE PLAY
Kontekstualisasi
Peserta didik melaksanakan role play hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.
Peserta didik diharapkan mampu memperoleh pelajaran dari role play yang diperankan
Alat dan Bahan:
Kertas untuk skenario role play Asesmen Formatif:
• role play
• lembar pengamatan (Elemen akhlak pribadi)
Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP
SKENARIO ROLE
PLAY
ASPEK YANG
DINILAI
Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai
Harapan Sangat Berkembang
Penyebab Tidak menuliskan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental.
Menuliskan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental namun tidak relevan dengan role play.
Menemukan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental yang relevan dengan role play.
Menjelaskan secara rinci faktor yang berdampak negatif pada kesehatan
mental yang relevan dengan role play.
Akibat Tidak menuliskan akibat dari permasalahan yang disajikan dalam role play.
Menuliskan akibat dari permasalahan yang
disajikan dalam role play namun tidak logis.
Menuliskan akibat dari
permasalahan yang disajikan dalam role play dengan logis.
Menjelaskan akibat dari
permasalahan yang disajikan dalam role play dengan logis dan mendalam.
Pelajaran yang bisa diambil
Menemukan satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan
temannya.
Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang
diperankan temannya.
Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan temannya dan dapat
menyimpulkan apa yang harus dihindari.
Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan temannya dan dapat
menyimpulkan apa yang harus dihindari dan harus
dilakukan untuk membangun kesehatan mental.
RUBRIK PENILAIAN
MARI BEREKSPRESI !
Aksi
Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain suatu kegiatan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan mental. keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani.
Kegiatan outbound menjadi satu alternatif aktivitas yang berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.
Alat dan Bahan:
handphone/laptop/kertas hvs/karton.
Asesmen Formatif:
Desain Outbound
Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP
• Peserta didik berdiskusi tentang program/kegiatan yang dapat menjaga kesehatan mental.
• Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan bahwa kegiatan fisik di alam terbuka dapat melepeskan penat dan menjaga kesehatan mental seseorang.
• Peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai pengertian outbound dan contoh-contoh desain outbound sebagai pemantik.
• Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain kegiatan outbound dengan aktivitas yang dapat menjaga kesehatan mental remaja, menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani, dimana aktivitasnya meliputi aktivitas fisik, sosial, dan ibadah.
• Peserta didik mendesain outbound dengan keleluasan berpikir di dalam kelompoknya,
menggunakan beberapa sumber sebagai referensi dan berupaya untuk dapat memprioritaskan gagasan berdasarkan tujuan setiap aktivitas secara bersama-sama.
• Fasilitator memberikan umpan balik untuk proses pembuatan desain outbound dan hasil desain outbound.
• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini .
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
KKegiatan outbound dari peserta didik, oleh peserta didik, dan untuk peserta didik.
Lembar Panduan Desain Kegiatan Outbound
ASPIRASIKAN !
Aksi
Peserta didik mempresentasikan rancangan hasil desain kegiatan outbound. Desain outbound terbaik akan dilaksanakan pada kegiatan Baton.
Alat dan Bahan:
Laptop/proyektor/speaker /kertas hvs/karton
Asesmen Formatif:
Presentasi Siswa
Jumlah Jam Pelajaran : 6 JP
• Peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai aktivitas yang akan dilakukan.
• Peserta didik bersama dengan kelompoknya mempresentasikan hasil identifikasi, klarifikasi, dan gagasan prioritas pada rencana kegiatan outbound yang telah dibuat
• Peserta didik mempresentasikan rencana kegiatan outbound dengan media yang telah masing-masing kelompok tentukan sebelumnya.
• Peserta didik mendapatkan kesempatan tanya jawab kepada kelompok yang sedang mempresentasikan rencana kegiatan outbound kelompoknya.
• Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan untuk proses presentasi setiap kelompok.
• Peserta didik melakukan musyawarah untuk memilih rencana kegiatan menarik, sesuai tujuan, dan logis untuk dilakukan.
• Fasilitator dapat memberikan pertimbangan kepada peserta didik.
• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini .
ASPEK YANG
DINILAI Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan
Sangat Berkembang
Keorisinilan
tampilan desain outbound.
Tampilan desain outbound mengandung unsur
kepemilikan kelompok lain.
Tampilan desain outbound orisinil dari kelompok sendiri.
Tampilan desain outbound orisinil dan melibatkan
sebagian anggota kelompok dalam pembuatannya.
Tampilan desain
outbound orisinil dan melibatkan seluruh anggota kelompok dalam pembuatannya.
Kesesuaian
sasaran kegiatan.
Rincian kegiatan dan
sasaran kegiatan ada yang belum memiliki
keselarasan.
Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah
memiliki keselarasan.
Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah
memiliki keselarasan dengan mencakup keseluruhan ragam kegiatan (fisik, sosial, dan
ibadah).
Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah memiliki
keselarasan dengan mencakup keseluruhan ragam kegiatan (fisik, sosial, dan ibadah) dan dibuat secara runtut.
Kemampuan
pemaparan desain outbound.
Hanya satu anggota kelompok yang mampu memaparkan desain outbound dengan baik.
Sebagian anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik.
Seluruh anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik.
Seluruh anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik dan menciptakan
kondisi interaktif
dengan kelompok lain.
RUBRIK PENILAIAN ASPIRASIKAN
• Seluruh peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai persiapan aktivitas outbound diantaranya penjelasan waktu, tempat, rincian kegiatan, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan peserta didik selama kegiatan berlangsung. Waktu outbound seluruh kelompok dilakukan secara bersamaan.
• Peserta didik bersama dengan kelompoknya mempersiapkan diri, perlengkapan, dan peralatan yang dibutuhkan pada kegiatan outbound.
• Peserta didik mengikuti kegiatan outbound dengan suka cita dan semangat.
• peserta didik berupaya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani dengan aktivitas fisik, sosial dan ibadah pada kegiatan outbound.
• peserta didik mengisi jurnal kegiatan outbound sesuai dengan pengalaman yang dialami dan pembelajaran yang dapat diambil dalam setiap sesi.
• fasilitator mengobservasi penerapan dan upaya menyeimbangkan kesehatan jasmani, mental, dan rohani pada aktivitas fisik, sosial dan ibadah yang dilakukan peserta didik.
• Peserta didik dan fasilitator melakukan refleksi aktivitas outbound.
Catatan: Sekolah dapat memililih tempat pelaksanaan dengan biaya yang tidak memberatkan pihak manapun
BATON
Aksi
Peserta didik melaksanakan kegiatan outbound untuk membantu kesehatan mental peserta didik, berdasarkan desain terbaik dari karya desain kegiatan outbound mereka.
Alat dan Bahan:
tempat pelaksanaan.
sarana prasarana disesuaikan dengan desain outbound terpilih Asesmen Sumatif :
Lembar Observasi Pendamping.
Jurnal Kegiatan Outbound
Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
ASPEK YANG
DINILAI
Awal Berkembang Sedang
Berkembang
Berkembang Sesuai
Harapan Sangat Berkembang
Kesiapan
Mengikuti kegiatan, dengan bantuan
fasilitator dalam kesiapannya.
Mengikuti
kegiatan secara mandiri.
Mengikuti kegiatan secara mandiri dan mampu mengarahkan temannya.
Mengikuti kegiatan secara mandiri dan mampu
mengarahkan temannya dikarenakan mengetahui esensi kegiatan dan
kegunaannya untuk
kepribadian diri sendiri.
Kelancaran Hanya mengikuti aktivitas fisik
dengan baik.
Mengikuti
aktivitas fisik dan sosial
dengan baik.
Mengikuti aktivitas
fisik, sosial dan ibadah dengan baik.
Mengikuti aktivitas fisik, sosial dan ibadah dengan baik, kemudian mampu mengajak peserta didik lainnya untuk melakukan hal yang sama.
RUBRIK PENILAIAN KEGIATAN BATON
• Peserta didik menyepakati aktivitas yang akan dilakukan, yaitu melakukan refleksi diri untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spritual, mental, dan fisiknya setelah kegiatan Baton.
• Peserta didik mendapatkan pertanyaan, seperti apa yang Kamu rasakan setelah
melaksanakan aktivitas Baton? Apa yang Kamu harapkan? Apa yang membuat Kamu bangga?
• Peserta didik berdiskusi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisiknya, sebelum dan sesudah kegiatan Baton.
• Peserta didik menyimpulkan sudah di manakah dirinya.
• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas ini.
Sudah dimanakah Aku ?
REFLEKSI
Peserta didik bersama dengan kelompoknya melakukan refleksi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisik, antara sebelum dan sesudah kegiatan Outbound. Peserta didik diharapkan mampu merefleksikan dirinya antara sebelum dan sesudah kegiatan outbound mrngenai kondisi mental, fisik, dan spiritualnya.
Alat dan Bahan:
lembar refleksi
Asesmen Formatif : Lembar refleksi
( elemen akhlak pribadi)
Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP
BEFORE AFTER SIMPULAN
TABEL BEFORE AFTER
• Peserta didik menyepakati aktivitas yang akan dilakukan yaitu membuat Monumen Kesehatan Mental Remaja.
• Peserta didik berdiskusi untuk membuat seperti apa Monumen Kesehatan Mental mereka yang nantinya monumen tersebut dapat mengingatkan mereka untuk saling menjaga
kesehatan mental.
• Peserta didik membuat Monumen Kesehatan Mental.
• Peserta didik mempresentasikan onumennya yang sudah jadi maupun yang masih dalam rancangan.
• Peserta didik melakukan reflesi aktivitas hari ini.
Catatan: Monumen Kesehatan Mental dibuat secara sederhana namun berdasarkan kreasi peserta didik. Monumen dapat dibuat dari kardus yang dibentuk, kumpulan tulisan motivasi, bentuk siswa yang sehat mental, dan sebagainya.
Monumen ini akan mengingatkan peserta didik yang melihatnya untuk saling menjaga kesehatan mental.
MONUMEN KESEHATAN MENTAL
TINDAK LANJUT
Peserta didik bersama dengan kelompoknya membuat monumen Kesehatan Mental Remaja.
Peserta didik diharapkan mampu menyajikan berbagai bentuk monumen yang dapat menjadi pengingat untuk saling menjaga kesehatan mental.
Alat dan Bahan:
Spanduk, kertas, kardus, atau lainnya untuk membuat monumen
Asesmen Formatif :
Monumen Kesehatan Mental (elemen bernalar kritis)
Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP
• Fasilitator mendampingi dan memberikan pengarahan mengenai aktivitas diri yang akan dilakukan.
• Peserta didik berdiskusi untuk menentukan media yang akan digunakan pada
kesepakatan penerapan perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar di kelas.
• Peserta didik menentukan perilaku-perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar yang menjadi kesepakatan kelas dan akan
dilaksanakan secara terus-menerus.
• Peserta didik berdiskusi dengan memperhatikan sisi emosinya dalam berinteraksi dengan teman sekelompoknya.
• fasilitator memberikan umpan balik untuk proses diskusi dan hasil diskusi.
• peserta didik melakukan refleksi pada aktivitas hari ini.
PROGRAM AKTIVITAS DIRI
TINDAK LANJUT
Peserta didik bersama dengan kelompoknya menyepakati untuk menerapkan perilaku positif yang dapat membangun kesehatan mental di kelasnya masing-masing.
Alat dan Bahan:
Kertas
karton/hvs/canvas/laptop/handphone /banner/spanduk/poster/buku
Asesmen Formatif : Lembar kesepakatan
Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP
Catatan : Peserta didik dapat menggunakan media apa saja untuk kesepakatan perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar dan akan diterapkan secara terus menerus dengan kreativitas yang dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Eka. (2023) 10 Pertanyaan tentang Kesehatan mental padad Remaja [file]. Diakses dari https://kumparan.com/info- psikologi/10-pertanyaan-tentang-kesehatan-mental-pada-remaja-untuk-ketahui-kondisi-anak-1zytXQh5osq/full
Tim CNN Indoneia. (2023) macam-macam norma dalam masyarakat [file]. Diakses dari
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/202315134422-569-925362/macam-macam-norma-dan-contohnya-di- kehidupan-masyarakat
Yunizha. (2022) analisis SWOT diri sendiri [file]. Diakses dari https://www.ruangkerja.id/blog/analisis-swot-diri-sendiri http://dyakarra.com/outbound-pengertian-permainan-tujuan-serta-manfaat/