• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bangun Kesehatan Mental Melalui Outbond (BATON) - Fase D

N/A
N/A
Andi Nirwana

Academic year: 2024

Membagikan "Bangun Kesehatan Mental Melalui Outbond (BATON) - Fase D"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DIMENSI DAN SUB ELEMEN : CAPAIAN FASE

Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan

Berakhlak Mulia

Dimensi

Bernalar Kritis

Elemen Sub Capaian

Elemen

Aktivitas yang Berkaitan

3, 4, 5, 8, 9

1, 6, 7, 10

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

Mengidentifikasi pentingnya menjaga

keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah

Mandiri

Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

2, 11

(4)

Elemen Sub- Elemen Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai

Harapan Sangat Berkembang

Akhlak Pribadi

Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual

Mulai membiasakan diri untuk disiplin, rapi,

membersihkan dan merawat tubuh, menjaga tingkah laku dan perkataan dalam semua aktivitas kesehariannya.

Memperhatikan kesehatan jasmani, mental, dan rohani dengan melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah.

Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan

kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya

menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara seimbang.

Regulasi Diri Regulasi Emosi

Mengetahui adanya

pengaruh orang lain, situasi, dan peristiwa yang terjadi terhadap emosi yang

dirasakannya; serta berupaya untuk

mengekspresikan emosi secara tepat dengan mempertimbangkan perasaan dan kebutuhan orang lain disekitarnya.

Memahami perbedaan emosi yang dirasakan dan dampaknya terhadap proses belajar dan interaksinya dengan orang lain; serta mencoba cara- cara yang sesuai untuk

mengelola emosi agar dapat menunjang aktivitas belajar dan interaksinya dengan orang lain.

Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untukmengelola emosinya

dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

Mengendalikan dan menyesuaikan emosi

yang dirasakannya secara tepat ketika menghadapi situasi yang menantang dan menekan pada konteks belajar, relasi, dan

pekerjaan.

Memperoleh dan memproses

informasi dan gagasan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan.

Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan dan memilih informasi dan gagasan dari berbagai sumber.

Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan, dan memilih informasi dari berbagai sumber, serta

memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa.

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan

menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

Secara kritis

mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak dari berbagai sumber.

Memprioritaskan suatu gagasan yang paling relevan dari hasil

klarifikasi dan analisis.

Dimensi dan Sub-Elemen : Alur Perkembangan

(5)

Aktivitas 1

"EKSPLORASI MASALAH REMAJA"

(4 JP)

Peserta didik bersama-sama mengidentifikasi

permasalahan remaja yang ada di lingkungan sekolah (masalah penampilan,

percintaan, kecanduan gawai, dan sebagainya).

Asesmen Formatif:

Lembar Observasi peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di sekolah.

Ketercapaian: Peserta didik mampu

menyebutkan masalah remaja yang ada di sekolah.

Aktivitas 2

"SEPERTI APAKAH AKU?"

(4 JP)

Peserta didik melakukan SWOT analisis untuk mengenali dirinya sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).

Asesmen Formatif : Lembar kuesioner

individu (Analisis SWOT).

Ketercapaian: Peserta didik mampu

mengidentifikasi dirinya berdasarkan analisis SWOT.

Aktivitas 3

"GANGGUAN KESEHATAN MENTAL!"

(10JP)

Peserta didik dengan

bimbingan pakar kesehatan mental/psikologi menemukan data-data permasalahan remaja (video, artikel, dll) mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.

Asesmen Formatif : Data penemuan

permasalahan remaja.

Ketercapaian: Peserta didik mampu menemukan data-data permasalahan gangguan mental pada seseorang.

Masalah-masalah Remaja di

Sekolah

(6)

Aktivitas 4

"KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU"

(6 JP)

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mengobservasi peserta didik lain untuk menggali lebih jauh peristiwa- peristiwa yang mengakibatkan terjadinya gangguan

kesehatan mental, baik itu sebagai penyebab, korban, atau hanya sebagai orang yang pernah melihat/menemukan kejadian tersebut.

Asesmen Formatif : Laporan hasil observasi kondisi kesehatan mental teman-teman .

Ketercapaian: Peserta didik mampu membuat mind map sebab akibat kesehatan mental remaja di sekitarnya.

Aktivitas 5

"BERMAIN ROLE PLAY

!"

(10 JP)

Peserta didik melaksanakan role play hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.

Asesmen Formatif :

role play

lembar pengamatan Ketercapaian :

Peserta didik mampu memperoleh pelajaran dari role play yang diperankan.

Sebab-Akibat

Gangguan Kesehatan

Mental pada Remaja

(7)

Aktivitas 6

"MARI BEREKSPRESI"

(4 JP)

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain suatu kegiatan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan mental. keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani. Kegiatan outbound menjadi satu alternatif aktivitas yang berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

Asesmen Formatif : Desain outbound

Ketercapaian : Peserta didik mampu

merancang desain outbound yang di dalamnya mencakup aktivitas fisik, sosial, dan ibadah

Aktivitas 7

" ASPIRASIKAN!"

(6 JP)

Peserta didik

mempresentasikan rancangan hasil desain kegiatan

outbound. Desain outbound terbaik akan dilaksanakan pada kegiatan Baton.

Asesmen Formatif : Presentasi siswa

Ketercapaian :

Peserta didik mampu mempresentasikan

rancangan outbound yang dapat menjaga

keseimbangan mental, jasmani dan rohani.

Aktivitas 8

"BATON"

(10 JP)

Peserta didik melaksanakan kegiatan outbound untuk membantu kesehatan mental peserta didik, berdasarkan desain terbaik dari karya desain kegiatan outbound mereka.

Asesmen Sumatif : Lembar Observasi Pendamping.

Jurnal Kegiatan Outbound Ketercapaian : Peserta didik mampu mengikuti kegiatan Baton dengan semangat dan

menyeimbangkan

aktivitas fisik, sosial, dan ibadah dengan baik.

Desain Kegiatan Outbound dan

Pelaksanaannya

(8)

Aktivitas 9

"Sudah dimanakah Aku?"

(4 JP)

Peserta didik bersama dengan kelompoknya melakukan refleksi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisik, antara sebelum dan sesudah kegiatan Outbound.

Asesmen Formatif : Lembar refleksi

Ketercapaian : Peserta didik mampu mereflesikan dirinya antara sebelum dan sesudah kegiatan outbound mrngenai kondisi mental, fisik, dan spiritualnya.

Infografis Before-After Kondisi

Fisik, Mental, dan Sosial

(9)

Aktivitas 10

"MONUMEN KESEHATAN MENTAL"

(10 JP)

Peserta didik bersama dengan kelompoknya membuat

monumen Kesehatan Mental Remaja.

Asesmen Formatif :

Monumen Kesehatan Mental

Ketercapaian: Peserta didik mampu menyajikan berbagai bentuk monumen yang dapat menjadi pengingat untuk saling menjaga kesehatan mental.

Aktivitas 11

"PROGRAM AKTIVITAS DIRI"

(4 JP)

Peserta didik bersama dengan kelompoknya menyepakati untuk menerapkan perilaku positif yang dapat

membangun kesehatan mental di kelasnya masing- masing.

Asesmen Formatif : Lembar Kesepakatan

Ketercapaian: Peserta didik mampu membuat dan melaksanakan kesepakatan secara terus-menerus.

Menjadikan apa yang sudah

didapat sebagai kesepakatan

bersama

(10)

Fasilitator membuka kelas dengan mengajukan pertanyaan "Apa saja masalah yang biasa dihadapi oleh remaja?"

Peserta didik menuliskan jawaban mereka dalam secarik kertas tanpa nama.

Fasilitator membacakan jawaban yang terkumpul dan mengajukan pertanyaan tentang penyebab dan dampak dari masalah tersebut bagi kehidupan remaja.

Peserta didik menyampaikan pendapat mereka.

Secara bergiliran, peserta didik menyampaikan hal-hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari masalah tersebut dan solusi yang bisa menyelesaikan permasalahannya.

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi pertemuan ini bersama dengan fasilitator.

EKSPLORASI MASALAH REMAJA

Pengenalan

Peserta didik dapat mengidentifikasi permasalahan remaja yang ada di lingkungan sekolah (masalah

penampilan, percintaan, kecanduan gawai, dan sebagainya).

Alat dan Bahan : alat tulis

Asesmen formatif (elemen bernalar kritis)

Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP

(11)

• Peserta didik mendapat pertanyaan dari fasilitator: Adakah dari kalian yang sudah mencoba solusi dari diskusi kita di pertemuan sebelumnya?

• Peserta didik berbagi jawaban mereka.

• Fasilitator menjelaskan bahwa mengenal potensi, ruang berkembang, dan tujuan diri, juga solusi untuk menghadapi masalah-masalah tersebut.

• Peserta didik diberikan pemahaman mengenai apa itu Analisis SWOT, tujuan, serta manfaatnya oleh fasilitator.

• Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada fasilitator mengenai hal-hal yang brlum dipahaminya.

• Peserta didik mendapatkan lembar kuesioner individu (Analisis SWOT) dari fasilitator.

• Peserta didik mengerjakan lembar kerja yang telah disediakan.

• Peserta didik mendapatkan pendampingan untuk penguatan mengenai mengenali diri sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).

• Peserta didik melakukan refleksi kegiatan pada aktivitas ini.

Seperti Apakah Aku?

Pengenalan

Peserta didik melakukan SWOT analisis untuk mengenali dirinya sendiri (kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan).

Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP Alat dan Bahan :

Lembar kuesioner individu (Analisis SWOT) peserta didik Asesmen Formatif :

Lembar kuesioner (Analisis SWOT (elemen regulasi diri)

(12)

KEKUATAN Jujur

pantang Menyerah Suka Belajar Hal Baru

KELEMAHAN Suka Overthinking

Suka Ragu-Ragu Takut untuk Melangkah

PELUANG Banyak Baca Buku

HAMBATAN Waktu yang Terbatas

CONTOH ANALISIS SWOT DIRI SENDIRI

(13)
(14)

NO NAMA PESERTA DIDIK

ASPEK YANG DINILAI

PEMAHAMAN ANALISIS SWOT MENGENALI DIRI SENDIRI

(15)

Peserta didik mendapatkan pendampingan dari fasilitator mengenai aktivitas yang akan dilakukan yaitu menemukan data-data permasalahan remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mencari data sebanyak-banyaknya dan melalui sumber apapun mengenai permasalahan remaja yang berkenaan dengan gangguan kesehatan mental pada remaja.

Peserta didik mendapat arahan dari pakar kesehatan mental mengenai data-data permasalahan remaja yang mereka temukan.

Peserta didik bertanya jawab terhadap pakar dan mengelompokkan hasil temuannya berdasarkan dengan kesamaan permasalahan.

Fasilitator memberikan umpan balik terhadap temuan setiap kelompok.

Peserta didik merefleksikan kegiatan penemuan data permasalahan remaja mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.

GANGGUAN KESEHATAN MENTAL

Pengenalan

Peserta didik dengan bimbingan pakar kesehatan mental/psikologi menemukan data-data permasalahan remaja (video, artikel, dll) mengenai gangguan kesehatan mental pada remaja.

Alat dan Bahan:

video/artikel/koran/sosial media/ tv/radio.

Asesmen Formatif (elemen akhlak pribadi)

Jumlah Jam Pelajaran : 10JP

(16)

Peserta didik mengulas kembali aktivitas yang lalu tentang ciri-ciri mental yang sehat yang disampaikan pakar.

Peserta didik menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk mengobservasi peserta didik lain.

Peserta didik melakukan observasi kepada teman-temannya mengenai

kesehatan mental teman-temannya berdasarkan panduan yang telah disusun tersebut.

Peserta didik mendokumentasikan kegiatan observasi yang dilakukan kepada teman-temannya.

Peserta didik membuat grafik laporan hasil observasi.

Peserta didik mempresentasikan grafik dan analisis hasil observasi tersebut.

Peserta didik menyimpulkan keadaan kesehatan mental teman-temannya.

Peserta didik melakukan refleksi aktivitas ini.

KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU

Kontekstualisasi

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mengobservasi peserta didik lain untuk menggali lebih jauh peristiwa -peristiwa yang mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan mental, baik itu sebagai penyebab, korban, atau hanya sebagai orang yang pernah melihat/menemukan kejadian tersebut.

Alat dan Bahan : Alat tulis

Asesmen Formatif:

Laporan hasil observasi kesehatan mental teman-temanku (elemen akhlak pribadi) Jumlah Jam Pelajaran : 6 JP

(17)

• Apakah kamu pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kamu lakukan?

• Apakah kamu benci dan tidak suka melakukan perintah orang lain?

• Apakah kamu suka menyuruh orang lain melakukan pekerjaanmu?

• Bagaimana perasaanmu ketika mendapat teguran atas kesalahan yang kamu lakukan?

• Apa kamu merasa percaya diri dengan semua kondisimu sekarang?

• Apakah kamu lebih suka menyendiri daripada bermain bareng teman -teman?

• Pernahkan kamu merasa lebih berkuasa daripada teman -temanmu?

• Bagaimana respon kamu ketika orang lain mengejekmu?

• Berapa lama Kamu berpikir sebelum mengambil keputusan?

• Apakah ada rasa amarah terbesar yang kamu pendam sendirian?

CONTOH PANDUAN PERTANYAAN OBSERVASI KESEHATAN MENTAL TEMAN-TEMANKU

Referensi : https://kumparan.com/info-psikologi/10-pertanyaan-tentang-kesehatan-mental-pada- remaja-untuk-ketahui-kondisi-anak-1zytXQh5osq/full

(18)

• Peserta didik mendapat arahan dari fasilitator untuk melakukan simulasi dalam bentuk role play berdasarkan hasil observasi pada aktivitas yang lalu.

• Peserta didik menyusun skenario role play tentang hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.

• Peserta didik memainkan peran (role play) yang terinspirasi berdasarkan hasil observasi kesehatan mental teman-temanku.

• Peserta didik mengambil pelajaran dari role play yang diperankan peserta didik lain.

• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini.

BERMAIN ROLE PLAY

Kontekstualisasi

Peserta didik melaksanakan role play hasil observasi (remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena sebab-akibat tertentu.

Peserta didik diharapkan mampu memperoleh pelajaran dari role play yang diperankan

Alat dan Bahan:

Kertas untuk skenario role play Asesmen Formatif:

role play

lembar pengamatan (Elemen akhlak pribadi)

Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP

(19)

SKENARIO ROLE

PLAY

(20)
(21)

ASPEK YANG

DINILAI

Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai

Harapan Sangat Berkembang

Penyebab Tidak menuliskan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental.

Menuliskan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental namun tidak relevan dengan role play.

Menemukan faktor yang berdampak negatif pada kesehatan mental yang relevan dengan role play.

Menjelaskan secara rinci faktor yang berdampak negatif pada kesehatan

mental yang relevan dengan role play.

Akibat Tidak menuliskan akibat dari permasalahan yang disajikan dalam role play.

Menuliskan akibat dari permasalahan yang

disajikan dalam role play namun tidak logis.

Menuliskan akibat dari

permasalahan yang disajikan dalam role play dengan logis.

Menjelaskan akibat dari

permasalahan yang disajikan dalam role play dengan logis dan mendalam.

Pelajaran yang bisa diambil

Menemukan satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan

temannya.

Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang

diperankan temannya.

Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan temannya dan dapat

menyimpulkan apa yang harus dihindari.

Menemukan lebih dari satu pelajaran yang bisa diambil dari role play yang diperankan temannya dan dapat

menyimpulkan apa yang harus dihindari dan harus

dilakukan untuk membangun kesehatan mental.

RUBRIK PENILAIAN

(22)

MARI BEREKSPRESI !

Aksi

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain suatu kegiatan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan mental. keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani.

Kegiatan outbound menjadi satu alternatif aktivitas yang berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

Alat dan Bahan:

handphone/laptop/kertas hvs/karton.

Asesmen Formatif:

Desain Outbound

Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP

Peserta didik berdiskusi tentang program/kegiatan yang dapat menjaga kesehatan mental.

Fasilitator menyimpulkan hasil diskusi dan menjelaskan bahwa kegiatan fisik di alam terbuka dapat melepeskan penat dan menjaga kesehatan mental seseorang.

Peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai pengertian outbound dan contoh-contoh desain outbound sebagai pemantik.

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mendesain kegiatan outbound dengan aktivitas yang dapat menjaga kesehatan mental remaja, menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani, dimana aktivitasnya meliputi aktivitas fisik, sosial, dan ibadah.

Peserta didik mendesain outbound dengan keleluasan berpikir di dalam kelompoknya,

menggunakan beberapa sumber sebagai referensi dan berupaya untuk dapat memprioritaskan gagasan berdasarkan tujuan setiap aktivitas secara bersama-sama.

Fasilitator memberikan umpan balik untuk proses pembuatan desain outbound dan hasil desain outbound.

Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini .

(23)

(24)

KKegiatan outbound dari peserta didik, oleh peserta didik, dan untuk peserta didik.

Lembar Panduan Desain Kegiatan Outbound

(25)

ASPIRASIKAN !

Aksi

Peserta didik mempresentasikan rancangan hasil desain kegiatan outbound. Desain outbound terbaik akan dilaksanakan pada kegiatan Baton.

Alat dan Bahan:

Laptop/proyektor/speaker /kertas hvs/karton

Asesmen Formatif:

Presentasi Siswa

Jumlah Jam Pelajaran : 6 JP

Peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai aktivitas yang akan dilakukan.

Peserta didik bersama dengan kelompoknya mempresentasikan hasil identifikasi, klarifikasi, dan gagasan prioritas pada rencana kegiatan outbound yang telah dibuat

Peserta didik mempresentasikan rencana kegiatan outbound dengan media yang telah masing-masing kelompok tentukan sebelumnya.

Peserta didik mendapatkan kesempatan tanya jawab kepada kelompok yang sedang mempresentasikan rencana kegiatan outbound kelompoknya.

Fasilitator memberikan umpan balik dan penguatan untuk proses presentasi setiap kelompok.

Peserta didik melakukan musyawarah untuk memilih rencana kegiatan menarik, sesuai tujuan, dan logis untuk dilakukan.

Fasilitator dapat memberikan pertimbangan kepada peserta didik.

Peserta didik melakukan refleksi aktivitas pada hari ini .

(26)

ASPEK YANG

DINILAI Awal Berkembang Sedang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan

Sangat Berkembang

Keorisinilan

tampilan desain outbound.

Tampilan desain outbound mengandung unsur

kepemilikan kelompok lain.

Tampilan desain outbound orisinil dari kelompok sendiri.

Tampilan desain outbound orisinil dan melibatkan

sebagian anggota kelompok dalam pembuatannya.

Tampilan desain

outbound orisinil dan melibatkan seluruh anggota kelompok dalam pembuatannya.

Kesesuaian

sasaran kegiatan.

Rincian kegiatan dan

sasaran kegiatan ada yang belum memiliki

keselarasan.

Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah

memiliki keselarasan.

Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah

memiliki keselarasan dengan mencakup keseluruhan ragam kegiatan (fisik, sosial, dan

ibadah).

Seluruh rincian kegiatan dan sasaran kegiatan sudah memiliki

keselarasan dengan mencakup keseluruhan ragam kegiatan (fisik, sosial, dan ibadah) dan dibuat secara runtut.

Kemampuan

pemaparan desain outbound.

Hanya satu anggota kelompok yang mampu memaparkan desain outbound dengan baik.

Sebagian anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik.

Seluruh anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik.

Seluruh anggota kelompok mampu memaparkan desain outbound dengan baik dan menciptakan

kondisi interaktif

dengan kelompok lain.

RUBRIK PENILAIAN ASPIRASIKAN

(27)

• Seluruh peserta didik mendapat pendampingan dari fasilitator mengenai persiapan aktivitas outbound diantaranya penjelasan waktu, tempat, rincian kegiatan, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan peserta didik selama kegiatan berlangsung. Waktu outbound seluruh kelompok dilakukan secara bersamaan.

• Peserta didik bersama dengan kelompoknya mempersiapkan diri, perlengkapan, dan peralatan yang dibutuhkan pada kegiatan outbound.

• Peserta didik mengikuti kegiatan outbound dengan suka cita dan semangat.

• peserta didik berupaya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani dengan aktivitas fisik, sosial dan ibadah pada kegiatan outbound.

• peserta didik mengisi jurnal kegiatan outbound sesuai dengan pengalaman yang dialami dan pembelajaran yang dapat diambil dalam setiap sesi.

• fasilitator mengobservasi penerapan dan upaya menyeimbangkan kesehatan jasmani, mental, dan rohani pada aktivitas fisik, sosial dan ibadah yang dilakukan peserta didik.

• Peserta didik dan fasilitator melakukan refleksi aktivitas outbound.

Catatan: Sekolah dapat memililih tempat pelaksanaan dengan biaya yang tidak memberatkan pihak manapun

BATON

Aksi

Peserta didik melaksanakan kegiatan outbound untuk membantu kesehatan mental peserta didik, berdasarkan desain terbaik dari karya desain kegiatan outbound mereka.

Alat dan Bahan:

tempat pelaksanaan.

sarana prasarana disesuaikan dengan desain outbound terpilih Asesmen Sumatif :

Lembar Observasi Pendamping.

Jurnal Kegiatan Outbound

Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP

(28)

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

(29)
(30)

ASPEK YANG

DINILAI

Awal Berkembang Sedang

Berkembang

Berkembang Sesuai

Harapan Sangat Berkembang

Kesiapan

Mengikuti kegiatan, dengan bantuan

fasilitator dalam kesiapannya.

Mengikuti

kegiatan secara mandiri.

Mengikuti kegiatan secara mandiri dan mampu mengarahkan temannya.

Mengikuti kegiatan secara mandiri dan mampu

mengarahkan temannya dikarenakan mengetahui esensi kegiatan dan

kegunaannya untuk

kepribadian diri sendiri.

Kelancaran Hanya mengikuti aktivitas fisik

dengan baik.

Mengikuti

aktivitas fisik dan sosial

dengan baik.

Mengikuti aktivitas

fisik, sosial dan ibadah dengan baik.

Mengikuti aktivitas fisik, sosial dan ibadah dengan baik, kemudian mampu mengajak peserta didik lainnya untuk melakukan hal yang sama.

RUBRIK PENILAIAN KEGIATAN BATON

(31)

• Peserta didik menyepakati aktivitas yang akan dilakukan, yaitu melakukan refleksi diri untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spritual, mental, dan fisiknya setelah kegiatan Baton.

• Peserta didik mendapatkan pertanyaan, seperti apa yang Kamu rasakan setelah

melaksanakan aktivitas Baton? Apa yang Kamu harapkan? Apa yang membuat Kamu bangga?

• Peserta didik berdiskusi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisiknya, sebelum dan sesudah kegiatan Baton.

• Peserta didik menyimpulkan sudah di manakah dirinya.

• Peserta didik melakukan refleksi aktivitas ini.

Sudah dimanakah Aku ?

REFLEKSI

Peserta didik bersama dengan kelompoknya melakukan refleksi untuk mengetahui bagaimana dirinya mengenai spiritual, mentalitas, dan fisik, antara sebelum dan sesudah kegiatan Outbound. Peserta didik diharapkan mampu merefleksikan dirinya antara sebelum dan sesudah kegiatan outbound mrngenai kondisi mental, fisik, dan spiritualnya.

Alat dan Bahan:

lembar refleksi

Asesmen Formatif : Lembar refleksi

( elemen akhlak pribadi)

Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP

(32)

BEFORE AFTER SIMPULAN

TABEL BEFORE AFTER

(33)

Peserta didik menyepakati aktivitas yang akan dilakukan yaitu membuat Monumen Kesehatan Mental Remaja.

Peserta didik berdiskusi untuk membuat seperti apa Monumen Kesehatan Mental mereka yang nantinya monumen tersebut dapat mengingatkan mereka untuk saling menjaga

kesehatan mental.

Peserta didik membuat Monumen Kesehatan Mental.

Peserta didik mempresentasikan onumennya yang sudah jadi maupun yang masih dalam rancangan.

Peserta didik melakukan reflesi aktivitas hari ini.

Catatan: Monumen Kesehatan Mental dibuat secara sederhana namun berdasarkan kreasi peserta didik. Monumen dapat dibuat dari kardus yang dibentuk, kumpulan tulisan motivasi, bentuk siswa yang sehat mental, dan sebagainya.

Monumen ini akan mengingatkan peserta didik yang melihatnya untuk saling menjaga kesehatan mental.

MONUMEN KESEHATAN MENTAL

TINDAK LANJUT

Peserta didik bersama dengan kelompoknya membuat monumen Kesehatan Mental Remaja.

Peserta didik diharapkan mampu menyajikan berbagai bentuk monumen yang dapat menjadi pengingat untuk saling menjaga kesehatan mental.

Alat dan Bahan:

Spanduk, kertas, kardus, atau lainnya untuk membuat monumen

Asesmen Formatif :

Monumen Kesehatan Mental (elemen bernalar kritis)

Jumlah Jam Pelajaran : 10 JP

(34)

• Fasilitator mendampingi dan memberikan pengarahan mengenai aktivitas diri yang akan dilakukan.

• Peserta didik berdiskusi untuk menentukan media yang akan digunakan pada

kesepakatan penerapan perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar di kelas.

• Peserta didik menentukan perilaku-perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar yang menjadi kesepakatan kelas dan akan

dilaksanakan secara terus-menerus.

Peserta didik berdiskusi dengan memperhatikan sisi emosinya dalam berinteraksi dengan teman sekelompoknya.

• fasilitator memberikan umpan balik untuk proses diskusi dan hasil diskusi.

• peserta didik melakukan refleksi pada aktivitas hari ini.

PROGRAM AKTIVITAS DIRI

TINDAK LANJUT

Peserta didik bersama dengan kelompoknya menyepakati untuk menerapkan perilaku positif yang dapat membangun kesehatan mental di kelasnya masing-masing.

Alat dan Bahan:

Kertas

karton/hvs/canvas/laptop/handphone /banner/spanduk/poster/buku

Asesmen Formatif : Lembar kesepakatan

Jumlah Jam Pelajaran : 4 JP

Catatan : Peserta didik dapat menggunakan media apa saja untuk kesepakatan perilaku positif yang dapat menjaga kesehatan mental diri dan orang-orang sekitar dan akan diterapkan secara terus menerus dengan kreativitas yang dimiliki.

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Eka. (2023) 10 Pertanyaan tentang Kesehatan mental padad Remaja [file]. Diakses dari https://kumparan.com/info- psikologi/10-pertanyaan-tentang-kesehatan-mental-pada-remaja-untuk-ketahui-kondisi-anak-1zytXQh5osq/full

Tim CNN Indoneia. (2023) macam-macam norma dalam masyarakat [file]. Diakses dari

https://www.cnnindonesia.com/edukasi/202315134422-569-925362/macam-macam-norma-dan-contohnya-di- kehidupan-masyarakat

Yunizha. (2022) analisis SWOT diri sendiri [file]. Diakses dari https://www.ruangkerja.id/blog/analisis-swot-diri-sendiri http://dyakarra.com/outbound-pengertian-permainan-tujuan-serta-manfaat/

Gambar

TABEL BEFORE AFTER

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan-kesimpulanyang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa Tingkat Kebugaran Jasmani (Physical Fitness) dan Kesehatan Mental (Mental Hygiene) memiliki

Ini disebabkan Yoga adalah senam latihan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan keseimbangan mental ini memiliki beberapa kelebihan karena Yoga dapat menjaga keseimbangan

Selain, remaja yang sudah didiagnosis memiliki gangguan kesehatan mental, sebagian remaja di Bandung yang merasa memiliki gangguan kesehatan mental tetapi mereka

Penerapan mindfulness dapat menjadi solusi dalam menjaga kesehatan mental bahkan juga fisik; Hal ini karena, dengan menerapkan mindfulness individu akan lebih mampu untuk fokus terhadap

Profil Kesehatan Mental Remaja Akhir Pasca Perceraian Orangtua Dilihat dari Mental Tidak Sehat 1 Perasaan Tidak Nyaman Berdasarkan hasil wawancara remaja akhir beserta informan

Gambaran Kesehatan Mental Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 81 responden diperoleh hasil bahwa mayoritas remaja memiliki kesehatan mental positif diperoleh sebanyak 41 orang

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan individu peserta didik secara menyeluruh, yaitu aspek jasmani, mental, dan

Dokumen ini merupakan proposal penelitian yang membahas dampak penggunaan media sosial pada kesehatan mental