• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang agama pdf

N/A
N/A
Khoerun Akmal

Academic year: 2023

Membagikan "Belajar tentang agama pdf"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Menurut pandangan Buya Hamka Ketuhanan Yang Maha Esa adalah mengakui adanya tuhan yang satu dimana masih terdapat kekuasaan diatas kekuasaan manusia. Seluruh alam baik yang bernyawa ataupun tidak disebut dengan makhluk (yang diciptakan) dan Khaliq (yang menjadikan). Antara Khaliq dan makhluk tentu memiliki hubungannya, seluruh keindahan alam keseimbangannya, ekosistem dan keteraturannya adalah kuasa tuhan menjadi rahmat bagi seluruh makhluknya.

Hamka yang besar di lingkungan yang sangat lekat dengan agama membuatnya memiliki pijakan yang teguh dalam sila pertama ini. Keyakinan dasar dalam sila ketuhanan yang maha esa adalah meyakini bahwa seluruh hidup ini merupakan kehendak dari yang maha esa, Seorang jendral, presiden atau rakyat sipil biasa semuanya sama disisi tuhan karena merupakan hambanya namun yang mulia disisi Allah ialah yang lebih bertaqwa kepadanya.

Dengan timbulnya rasa iman, tauhid dan taqwa maka dapat dipastikan kita menjadi manusia yang beemanfaat bagi masyarakat dan negara. Ibadah bukanlah tentang puasa ataupun sembahyang tetapi seluruh segi hidup manusia terdapat kebebasan kemerekaan dalam pribadi menghadap tuhan. Tidak ada yang bisa menghalangi hubungan manusia dengan tuhan.

Perjalanan hidup umat manusia di bumi merupakan perjalanan di jalan Allah. Oleh karena itu sila ketuhanan yang maha esa merupakan akar dari sila sila berikutnya. Jika terdapat masalah yang tidak selaras dengan jalan Allah maka tumbuhlah semangat, meluaplah semangat tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi. Hidup adalah bakti dan mati adalah sahid. Sehingga orang orang besar yang memulai perjuangan kemerdekaan Indonesia senantiasa terdapat keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha esa.

Agama mengajarkan kita bagaimana menjalani kehidupan dari awal hingga akhir bila tidak beragama bagaimana bisa kita menjadi kehidupan tanpa tuntunan. Dengan mempercayai tuhan dapat membuat kita menjadi satu hal ini dapat dilihat saat perayaan idul fitri dimana semua orang Bersatu bersama sama berbahagia dengan apa yang telah dicapainya, berpuasa selama sebulan dan akhirnya berkumpul menjadi satu tidak memandang jabatan seorang jendral DPR, presiden semuanya mengumandangkan Allahu Akbar, Laa illaha illallaah. Sila pertama ini bagaikan angka 10.000 jika angka satu ini hilang maka

(2)

keembat angka dibelakangnya tidak ada lagi harganya namun ketika angka 1 ini berdiri didepan angka nol maka angka nol ini menjadi berharga.

2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Buya Hamka memandang sila kedua ini dari sisi kemanusiaan. Menurut Buya Hamka jika seseorang sudah menanamkan sila pertama dan melaksanakannya maka secara otomatis memiliki prikemanusiaan yang tinggi yang tumbuh dari nilai ketuhanan yang maha esa.

Sehingga jika nilai kemanusiaan ini dilanggar maka dapat diragunkan nilai ketuhanan yang maha esa dalam dirinya. Dimasa beliau bergabung dengan Muhammadiyah dan membantu menyebarkan semangat Islami untuk membentuk pribadi para generasimuda yang bermoral memiliki semangat yang tinggi dan membangun rasa perjuangan di dalam ruang Islami yang menyejukan hati.

Semua manusia merupakan keturunan adam jadi pada dasarnya semua manusia sama, tidak ada yang lebih unggul dari manusia lainnya yang lebih unggul adalah mereka yang bertaqwa kepadanya. Dengan menggap semua manusia memiliki kedudukan yang sama maka akan timbul rasa adil. Melalui agama kita dapat mendapatkan nilai-nilai moral etika, akhlak dan adab sehingga dapat diperjelas kembali bahwa dengan kita menerapkan sila pertama maka secara otomatis sila-sila berikutnya akan terbentuk dalam diri kita. Ayat ayat Al-Quran yang mencerminkan sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah qulu lin nasi husna (Katakanlah yang baik kepada sesama manusia) kepada yang belainan agama katakanlah La ikhraha fiddin ( tidak ada paksaan dalam beragama dalam potongan ayat tersebut memberitahukan akan kita terus berpegang pada Allah dan jangan tepecah belah meskipun berlainan agama, berbeda keyakinan partai dan lain sebagainya.

Seluruh manusia memiliki haknya untuk memilih namaun jangan biarkan hal itu membuat kita berpisah belah. Buya Hamka melihat perikemenusiaan yang adil dan beradab timbul dari sila pertama maka bohonglah keyakinan kepada tuhan yang maha esa bisa seseorang tidak menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tidak ada satu teoripun tentang prikemanusiaan yang dapat menjamin kejujurannya selama tidak didasarkan kepada keyakinan terhadap tuhan yang maha esa.

(3)

3. Sila Persatuan Indonesia

Bangsa Indonesia sebelumnya terbentuk dari berbagai bangsa bangsa kecil seperti bangsa bugis bangsa jawa bangsa minang dan lain sebagainya. Sebelum adanya rasa nasionalisme Indonesia setiap orang mencintai bangsanya dengan cara yang sempit. Penderitaan sama- sama dijajah menjadi penyebab kita menjadi bahan dan alasan untuk persatuan Indonesia hingga sekarang ini. Pada zaman penjajahan dahulu pihak belanda sengaja mengadu domba dan meninbulkan pemahaman semangat persatuan yang sempit dengan propaganda yang mereka lancarkan, hal ini menghalangi perubahan nasib masyarakat dalam membentuak negara persatuan Indonesia.

Melalui banyaknya perdebatan yang terjadi, timbullah golongan yang hanya memegang Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan sendirinya pasti, logis dan wajar menimbulkan rasa kebangsaan sebab tuhan pun mengakui di dalam al Quran Wahai manusia Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan,kemudian kami jadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku agar kamu saling mengenal.

Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal” ( al-Hujurat:13).

Menurut Hamka berpegang teguh pada Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dapat menjamin keselamatan kebangsaan Indonesia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa telah mengajarkan, bahwa seluruh bangsa adalah kawan. Seluruh manusia adalah sahabat, dan tujuan akhirnya ialah perdamaian manuisa. Serta menegakkan dunia baru yang adil dan Makmur. Buya Hamka sangat aktif dalam menyalurkan semangat persatuan dimasa mudanya hingga di akhir hayatnya dari karya tulisnya beliau menyiarkan semangat persatuan dan menjunjung tinggi nasionalisame.

(4)

Beliau mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki keberagaman budaya dan agama persatuan adalah kunci kekuatan bangsa bangaimana islam zaman dulu mampu menguasa timur Tengah karena meraka umat islam bersatu memperjuangkan satu tujuan.

Karya buya hamka seperti “ Di Bawah Lindungan Ka’bah” buya hamka menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan mencoba menyatukan pembaca dengan narasi yang mengilustrasikan persatuan dalam keberagaman.

4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Pandangan buya hamka tentang sila keempat ini adalah bahwa pemerintah yang baik harus didasari dengan prinsip-prinsip demokrasi, musyawarah dan kepemimpinan yang bijaksana, ini adalah kontribusi penting dalam pembentukan dasar negara. Ketuhanan yang maha Esa dengan sendirinya pasti logis dan wajar meninmbulkan musyawarah untuk mufakat, atau disebut dengan demokrasi kadang juga disebut kedaulatan rakyat.

Allah telah bersabda tentang hambanya yang terpuji, yaitu “Orang-orang yang segera menyambut panggilan tuhan, lalu mereka mendirikan shalat. Setelah itu maka segala urusan mereka, mereka musyawarahkan bersama, dan mereka sudi mengorbankan harta benda yang telah dianugerahkan tuhan kepada mereka”. Buya hamka menekankan pentingnya adanya hikmat kebijaksanaan dalam memimpin sebuah negara karena beliau menganggap bahwa pemimpin harus memiliki pengetahuan, kebijaksanaan dan moralitas yang tinggi untuk mengarahkan negara menuju kesejahteraan dan keadilan.

1. Merdeka Fikiran

Bebas dalam menyalurkan buah pikiran menjadikan salah satu prinsip yang mendukung keadilan, kemerdekaan dan hak asasi manusia. Mendorong masyarakat untuk berfikir kritis untuk mengembangkan pengetahuan dan membantu membangun bangsa ini. Manusia diberikan akal oleh Allah sehingga manusia berbeda dengan makhluk lainnya menjadikannya khalifah di bumi ini sehingga atas karunianya ini lah kita sudah seharusnya memanfaatkan akal pikiran yang sudah Allah berikan kepada

(5)

kita untuk hal-hal kebajikan. Agar akal dapat berfungsi maksimal maka diperlukan pemandu pembimbing.

Dalam islam yang menjadi pembimbingnya adalah Al-Quran dan As Sunnah seperti yang di jelaskan Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah “ Akal tidaklah bisa berdiri sendiri, akal baru bisa berfungsi jika dia memiliki naluri dan kekuatan sebagaimana mata bisa berfungsi jika ada Cahaya. Apabila akal mendapatkan Cahaya iman dan Al-Quran barulah akal bisa seperti mata yang mendapatkan Cahaya matahari. Jika tanpa Cahaya tersebut, akal tidak akan bisa melihat dan mengetahui sesuatu”(Majmu’Fatwa, Ibnu Taimiyah)

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada zaman penjajahan jepang buya hamka sempat memiliki kedudukan sebagai orang kepercayaan pemerintah jepang di Indonesia. Kesempatan ini tidak ia sia-siakan bukan ingin menikmati fasilitas diatas penderitaan rakyat Indonesia di bawah pemerintahan jepang tetapi beliau memanfaatkan kedudukannya ini, kedekatannya beliau dengan pemerintah jepang di medan saat itu untuk kepentingan rakyat medan kala itu demi keadilan dan kesejahteraan. Menurut pandangan buya hamka , sebuah kebohongan jika seseorang yang mempercayai ketuhanan yang maha esa tidak memberikan makan kepada fakir miskin walaupun sudah melaksanakan sembahyang dengan rajin namun ditundanya untuk membantu sesama manusia maka bohonglah rasa kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa itu.

Nabi bersabda “demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman” lalu seseoarang sahabat bertanya “ siapa yang anda maksud, ya Rasulullah

?” nabi menjawab “ Orang yang menyakiti hati tetangganya”. Beliau bersabda pula

“Kalau ada orang yang mati kelaparan disuatu kampung, maka seisi kampung itu bertanggung jawab ataas kematiannya”. Dari sabda tersebut Ibnu Hazmin berpendapat bahwa seluruh sesisi kampung dituntut lantaran kematian itu. Hal ini merupakah salah satu peraturan yang buat oleh tuhan yang maha esa untuk memperbaiki keadilan sosial.

Seluruh dunia menuntuk keadilan sosial maka mereka yang percaya terhadap tuhan yang maha esa akan secara logis dan sendirinya menuntut keadilan sosial, jika tidak maka diragukanlah kepercayaannya terhadap tuhan dan mereka termasuk orang orang yang disumpahi oleh nabi tidak beriman. Kita sebagai manusia yang ditakdirkan tuhan

(6)

sama, sama sama hambanya tingkat hidup hanyalah soal kesanggupan namun kita tidak boleh menutut mata terhadap orang lain, melihat kebelakang Indonesia ada karena suatu persatuan yang akhirnya menggerakan suatu perjuangan. Toleransi terhadap sesama memberikan kebebasan dalam berpendapat dan beragama berarti menjalani sila keadilan sosial. Diantara ayat Alquran yang menjelaskan tentang keadilan sosial ini adalah an nisa ayat 36 : “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat. Anak-anak yatim, orang- orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri”

Referensi

Dokumen terkait

Kemanusiaan yang adil dan beradab yang terdapat pada sila kedua secara sistematis didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga di dalam sila

• Sila ke lima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah diliputi dan dijiwai oleh sila-sila Ke- Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 antara lain, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”, sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”,

Sila-sila yang tercantum dalam Pancasila mulai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

Pelaksanaan Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dalam kehidupan sehari-hari seorang bidan adalah sebagai berikut:..

Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,

Aplikasi Pancasila - Nilai ketuhanan yang maha Esa, mengingat bahwa bangsa Indonesia menjunjung dan menghormati agama.. - Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, mengakui bahwa bangsa

Bunyi sila pertama pancasila adalah a.Kemanusian yang adil dan beradab b.Persatuan Indonesia c.. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia d.Ketuhanan Yang Maha