Nama : Fira Sanirin NPM : 2306505011891 Kelas : PGSD 02
MK : Filosofi Pendidikan Indonesia
TOPIK 2 AKSI NYATA
REFLEKSI
Perubahan yang selama ini saya lakukan adalah bermula dari diri saya sendiri, dimana saya mengubah sudut pandang terhadap apa yang selama ini saya pikirkan ketika menjadi guru.
Sebagai seorang guru seharusnya kita dapat mengayomi para peserta didik. Dengan beragamnya karakteristik peserta didik, guru harus pintar dalam memilih metode dan strategi dalam mengajar. Apabila seorang guru tidak memahami karakteristik peserta didiknya maka siswa akan mengalami yang namanya kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru yang mengakibatkan pertumbuhan, perkembangan, kemampuan atau potensi belajarnya melemah.
Ide yang muncul dari dalam diri saya adalah bagaimana para pendidik atau guru harus dapat menentukan metode dan strategi yang tepat dalam mengajar, ini agar para peserta didik dapat dengan mudah memahami pembelajaran walaupun mereka memiliki perbedaan karakteristik. Saya ingin para pendidik dapat membuat para peserta didik nyaman dan senang selama pembelajaran. Mereka dapat mengembangkan minat dan potensi mereka masing- masing.
Pembelajaran dan pengalaman praktik baik yang dilakukan dengan cara memahami peserta didik, melaksanakan pembelajaran harus saling memikirkan karakteristi peserta didik agar mereka bisa merasaan kemerdekaan ketika belajar. Belajar tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara itu ibarat kita belajar bercermin pada diri sendiri jika kita diposisikan sebagai seorang siswa. Ketika kita belajar tentunya kita ingin belajar dengan merdeka secara lahir dan batin sesuai dengan kodrat kita sebagai anak yaitu senang bermain, senang dibimbing dengan rasa kasih sayang, belajar dalam suasana nyaman dan tidak tertekan. Siswa adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi utama dalam proses belajar-mengajar.
Pada gambar 1 di bawah ini adalah ketika saya membimbing siswa dalam mengerjakan tugas. Disini saya perhatikan bahwa semua peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda- beda. Kebanyakan peserta didik memiliki gaya visual dan auditori, dan hanya 2-3 orang yang memiliki gaya belajar kinestetik. Masing-masing dari mereka mempunyai tanggung jawab
dalam menjawab soal-soal yang diberikan, dan itu semua mereka selesaikan sesuai dengan gaya belajar dan pemahaman masing-masing melalui bimbingan guru. Selama pengamatan, saya dapat melihat perbedaan karakteristik para siswa, ada yang lebih senang bertanya kepada guru ataupun teman sejawat, ada yang suka membaca ulang buku atau catatan dan lainnya.
Gambar 1. Foto ketika menganalisis karakteristik peserta didik dalam hal gaya belajar
Gambar 2. Foto ketika membimbing peserta didik dalam melakukan diskusi kelompok
Pada gambar ke 2 adalah foto ketika saya membimbing peserta didik dalam melakukan diskusi kelompok. Disini saya perhatikan bahwa hampir semua peserta didik menyukai belajar secara berkelompok. Masing-masing dari mereka mempunyai tanggung jawab dalam menjawab soal diskusi kelompok. Semua anggota berkerja sama dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru.
Testimoni dari para rekan ppl ppg bahwa saya sudah mulai dapat dekat dengan para peserta didik walaupun belum secara intens tetapi para peserta didik sudah mulai terbuka tentang metode belajar yang bagaimana mereka sukai. Dari para siswa juga saya mendapat saran agar pembelajaran bisa menggunakan banyak model dan metode yang menarik karena selama ini mereka sedikit bosan dengan belajar yang sering menggunakan metode ceramah. Selain itu juga saya mendapat saran untuk dapat sering melakukan ice breaking untuk membangkitkan kembali suasana belajar.