• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk Aktivitas Masyarakat Sipil

N/A
N/A
dyodol

Academic year: 2024

Membagikan " Bentuk Aktivitas Masyarakat Sipil"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Gerakan sosial muncul dari situasi di masyarakat akibat ketidakadilan dan sikap sewenang- wenang terhadap masyarakat . Menurut Stompzka dalam Sarwoprasodjo, singkatnya gerakan sosial adalah sekelompok orang yang bertindak bersama-sama secara longgar terorganisir dengan tidak melembaga untuk menciptakan perubahan dalam masyarakat. Gerakan sosial dapat dilihat sebagai produk perubahan sosial, namun juga dapat membawa transformasi sosial. Gerakan sosial merupakan bentuk khas dari aktivitas masyarakat sipil (civil society).1

Menurut Abdul Wahid Situmorang, gerakan sosial merupakan sebuah tantangan kolektif yang dilancarkan oleh sejumlah orang yang mempunyai tujuan dan solidaritas yang sama, dalam konteks interaksi yang terus menerus dengan kelompok elite, lawan, dan penguasa. Tarrow menambahkan, gerakan sosial memiliki lima aspek penting. Kelima dimensi tersebut meliputi:

(a) Setiap gerakan sosial menekankan pada gerakan, (b) Mengorganisir tindakan-tindakan yang bersifat disruptif (aksi mengacau) melawan kelompok elit dan aturan budaya tertentu, (c) Dilakukan atas nama tuntutan yang sama terhadap lawan, pemimpin, dan kelompok elit, ( d) berakar pada rasa solidaritas atau identitas kolektif, dan (e) melanjutkan aksi kolektif hingga menjadi gerakan sosial. 2

Gerakan sosial adalah gerakan yang didasarkan pada perjuangan kolektif yang bertujuan untuk meningkatkan kepentingan kelompok, yang mana kepentingan tersebut bersumber dari pertimbangan rasional masing-masing kelompok terhadap kondisi tertentu (mengacau atau mengancam eksistensi) kepentingan bersama sehingga lahir solidaritas kolektif untuk melawan serta memperjuangkan kepentingannya. Perjuangan atas kepentingan bersama berakhir ketika tuntutan dari kelompok yang melakukan gerakan sosial telah dipenuhi oleh para elit, korporasi, dan pemerintah yang menjadi subjek atau sasaran gerakan sosial.

Dalam referensi sosiologi diketahui banyak perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh para sosiolog mengenai pengertian sebenarnya dari istilah gerakan sosial. Misalnya Cohen (1983)

1 Sarwoprasodjo, Disertasi: “Penggunaan Ruang Publik untuk Pemecahan Masalah Sosial Pedesaan”, (Depok:

Universitas Indonesia, 2007), h. 52

2 Tarrow, Power in movement, (Cambridge: Cambridge University Press, 1998), h. Xiii.

(2)

menjelaskan bahwa istilah gerakan sosial mengacu pada suatu gerakan yang dipimpin oleh sejumlah orang yang diorganisir dengan tujuan untuk mengubah atau mempertahankan suatu elemen masyarakat tertentu secara keseluruhan. Dalam gerakan sosial meiliki ciri kas, menurut Locer ada 3 ciri khas, yang pertama adalah teorganisir. Kedua, membutuhkan jangka waktu yang lam. Ketiga, sengaja dibentuk.3

Dari penjelasan mengenai pengertian gerakan sosial, dapat disimpulkan disini bahwa gerakan sosial adalah upaya-upaya terorganisasi untuk mengadakan perubahan didalam kelembagaan melalui gerakan sosial yang melibatkan tantangan kolektif tantangan tersebut sering kali berfokus pada kebijakan-kebijakan public atau diarahkan sebagai patokan mengawali perubahan yang lebih luas dalam struktur lembaga sosial dan politik. tujuan politik ini hanya mungkin dicapai lewat interaksiinteraksi yang terus-menerus berkelanjutan dengan aktor-aktor politik di luar gerakan yang terpenting diantaranya adalah sekutu-sekutu dan persainganpersaingan politik dan pemegang otoritas kekuasaan.

Selain itu Denny Ja menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi lahirnya suatu gerakan sosial, yaitu:

a) Gerakan sosial muncul dengan kondisi yang menciptakan peluang bagi gerakan tersebut.

Seperti halnya pemerintahan yang moderat cenderung lebih membuka kemungkinan lahirnya gerakan-gerakan sosial dibandingkan pemerintahan yang sangat otoriter.

b) Gerakan sosial muncul dari ketidakpuasan yang meluas terhadap situasi yang ada, Misalnya proses urbanisasi yang berpindah dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang tidak diimbangi dengan persiapan yang matang akan berdampak pada perubahan sosial, meningkatnya kesenjangan ekonomi yang semakin meluas antara si kaya dan si miskin kesenjangan serta kelunturan nilai-nilai yang sudah diagungkan serta krisis identitas sosial.4

3 Andi, Harris., Asyraf., dan Wan Ibrahim wan Ahmad, Mengenal Gerakan Sosia dalam Perspektif Ilmu Sosial,

Hasanuddin Journal Of Sociology, Vol 1, No. 1, 2019, h. 17.

4 Sabrina, Dzakia. Thesis: Transformasi Gerakan 212 Dari Struktural Kekultural Gerakan Massa Ke

(3)

Daftar pustaka

Dzakia, Sabrina. (2019). Transformasi Gerakan 212 Dari Struktural Kekultural Gerakan Massa Ke Politik Media. Thesis. Palembang: Uin Raden Fatah Palembang., h. 23.

Sarwoprasodjo. (2007). Penggunaan Ruang Publik untuk Pemecahan Masalah Sosial Pedesaan.

Disertasi. Depok: Universitas Indonesia, h. 52.

Tarrow. (1998). Power in movement. Cambridge: Cambridge University Press, h. Xiii.

Harris, Andi., dkk. (2019). Mengenal Gerakan Sosia dalam Perspektif Ilmu Sosial,. Hasanuddin Journal Of Sociology, 1(1), h. 17.

https://journal.unhas.ac.id/index.php/HJS/article/view/6930/3835

Politik Media, (Palembang: Uin Raden Fatah Palembang, 2019), h. 23.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Respons Masyarakat Blimbing Terhadap Gerakan Front Pembela Islam Blimbing Dalam Sudut Pandang Teori Gerakan Sosial Sebagai Kekuatan Perubahan. Dalam

Secara sosial politik komunitas pesantren Hidayatullah merupakan kelompok yang bertindak in concerto sebagai bagian dari “masyarakat sipil terorganisir” yang menekankan pada

Gerakan anti pembakaran timah pada penelitian ini merupakan gerakan sosial yang dilakukan kelompok gerakan sosial masyarakat Kecamatan Sekaran dalam menentang aktivitas

Partisipasi adalah keterlibatan aktif dari seseorang, atau sekelompok orang (masyarakat) secara sadar untuk berkontribusi secara sukarela dalam program pembangunan

Kekuasaan hegemoni yang dijalankan oleh kaum borjuis melalui organisasi dalam masyarakat sipil harus terus diperlemah dengan kekuatan balik dari gerakan-gerakan sosial yang berasal

Management perubahan secara sederhana adalah sebuah proses yang dilakukan untuk membantu orang lain, sekelompok orang, atau organisasi untuk melakukan perubahan.. Perubahan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gerakan sosial adalah tindakan atau agitasi terencana yang dilakukan sekelompok masyarakat yang disertai program terencana dan ditujukan

56 program dan sebagai sebuah gerakan menyapa orang dalam emosi dan keyakinan.4 b Pengembangan masyarakat Islam adalah kerja-kerja sosial melalui usaha pemberdayaan secara sistematis