• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA - JDIH - ppatk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA - JDIH - ppatk"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5164); Deputi Bidang Pencegahan mempunyai tugas merumuskan, melaksanakan, dan mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan tindak pidana pencucian uang dan bidang hukum. Deputi Bidang Pencegahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 menyelenggarakan fungsi :. penyiapan rumusan kebijakan di bidang pencegahan tindak pidana pencucian uang dan bidang hukum;. koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan tindak pidana pencucian uang dan bidang hukum;. pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan pencucian uang dan bidang hukum; Dan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala PPATK.

Direktorat Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pelaporan; penyiapan bahan perumusan rancangan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah mengenai pencegahan tindak pidana pencucian uang; persiapan pelaksanaan penyusunan pedoman bagi Pelapor; penyiapan koordinasi dengan Lembaga Pengawas dan Pengatur serta pihak terkait lainnya mengenai penyiapan ketentuan pedoman bagi Para Pelapor; penyiapan pelaksanaan selanjutnya persyaratan pengecualian laporan transaksi keuangan dengan uang tunai dari Penyedia Jasa Keuangan; penyiapan pengolahan dan penyediaan data pengguna jasa terpadu dan informasi yang diterima dari Penyedia Jasa Keuangan; penyiapan perencanaan dan pengembangan data dan informasi yang diterima dari PPATK; penyiapan pelaksanaan registrasi pelapor, pemutakhiran petugas pelapor, petugas penghubung, dan pengurus Pihak Pelapor; penyiapan kepengurusan direktorat Pihak Pelapor; penyiapan pelaksanaan pelatihan, petunjuk teknis dan bantuan bagi Pelapor; penyiapan pelaksanaan pengelolaan layanan bantuan, dan menindaklanjuti serta memberikan jawaban atas pertanyaan dan pengaduan Pelapor mengenai pelapor, serta memberikan informasi kepada Pelapor; penyiapan evaluasi terhadap petunjuk dan ketentuan internal Pihak Pelapor; penyiapan pelaksanaan persyaratan pengelolaan dan penerimaan laporan dan informasi dari Pihak Pelapor dan pihak terkait lainnya; penyiapan pelaksanaan pengelolaan data yang diperoleh untuk mendukung keperluan analisis, pemeriksaan, penelitian dan pengembangan serta audit; menyiapkan penilaian terhadap kualitas laporan dan memberikan komentar kepada Pelapor; penyusunan ringkasan hasil penilaian mutu laporan; penyiapan pelaksanaan usulan pengenaan sanksi administratif terhadap Pihak pelapor terkait pelanggaran pelaksanaan kewajiban pelaporan; penyiapan pelaksanaan usulan pengenaan sanksi administratif dan rekomendasi pencabutan izin usaha kepada Pihak Pelapor pada Lembaga Pengawas dan Pengatur; Dan. Direktorat Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: perumusan kebijakan di bidang hukum;. penyiapan pendapat hukum dan pertimbangan hukum bagi pihak internal dan eksternal PPATK; menyiapkan pertimbangan hukum pemberian teguran atau pemberian sanksi, dan rekomendasi pemberian teguran, pemberian sanksi, atau pencabutan izin usaha Pihak Pelapor; menyiapkan permintaan penafsiran atau fatwa mengenai ketentuan di bidang anti pencucian uang dan pendanaan teroris kepada instansi yang berwenang; penyiapan catatan putusan perkara di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme; penyiapan kajian hukum di bidang pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme; penyiapan pengkajian peraturan perundang-undangan, produk hukum lainnya dan/atau ketentuan internal di bidang pemberantasan pencucian uang dan pendanaan teroris, ketentuan internal dan perjanjian atau kontrak yang secara hukum mewajibkan PPATK; penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan, produk hukum lainnya dan/atau ketentuan internal di bidang pemberantasan pencucian uang dan pendanaan teroris, ketentuan internal dan perjanjian atau kontrak yang secara hukum mewajibkan PPATK; persiapan koordinasi harmonisasi, sinkronisasi, dan pendistribusian peraturan perundang-undangan dan/atau produk hukum lainnya di bidang anti pencucian uang dan pendanaan teroris; penyiapan perlakuan uji materi terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme; pengelolaan dokumentasi hukum dan jaringan informasi; penyiapan pelaksanaan advokasi hukum di dalam dan di luar pengadilan kepada pihak internal dan eksternal PPATK; penyiapan pelaksanaan pemberian informasi ahli dan bantuan pemberian informasi ahli; penyiapan pelaksanaan penanganan keberatan yang diajukan Pihak Pelapor atau pihak lain sehubungan dengan penghentian sementara transaksi; Dan. Deputi Bidang Pemberantasan mempunyai tugas merumuskan, melaksanakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Deputi Bidang Pemberantasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 menyelenggarakan tugas: penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemberantasan tindak pidana pencucian uang; mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan yang bertujuan memberantas tindak pidana pencucian uang; pelaksanaan kebijakan pemberantasan tindak pidana pencucian uang; Dan. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala PPATK. Direktorat Analisis dan Penyidikan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a mempunyai tugas merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan melaksanakan proses analisis dan penyidikan mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi, dan memberikan informasi mengenai kelayakan dan kewajaran. penyelenggara negara, serta penelitian dan pengembangan di bidang pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Direktorat Analisis dan Pemeriksaan I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 mempunyai tugas sebagai berikut: merumuskan kebijakan di bidang analisis dan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi; perumusan kebijakan penelitian dan pengembangan di bidang pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme; melakukan analisis dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi; mengoordinasikan dan melaksanakan permintaan data dan informasi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi kepada aparat penegak hukum, otoritas pengelola data keuangan, otoritas lain, pihak pelapor, dan badan intelijen keuangan negara lain; mengoordinasikan dan melaksanakan pertukaran informasi mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi dengan lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan badan intelijen keuangan di negara lain; melakukan tindakan tindak lanjut atas adanya laporan keterlambatan transaksi terkait dugaan tindak pidana di bidang korupsi; mengoordinasikan permohonan penghentian sementara transaksi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi kepada penyedia jasa keuangan; mengoordinasikan dan memberikan rekomendasi kepada aparat penegak hukum mengenai pentingnya penyadapan atau penyadapan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; penyampaian hasil analisis dan penelitian, serta informasi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan lembaga intelijen keuangan negara lain mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi; mengoordinasikan, menilai, dan melakukan analisis dan penyidikan terhadap permasalahan dugaan pencucian uang di bidang korupsi yang menjadi kepentingan umum; melakukan analisis strategis terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi; mengoordinasikan dan melaksanakan perkara dugaan pencucian uang di sektor korupsi dengan satuan kerja dan/atau instansi terkait; mengoordinasikan dan menilai permintaan analisis dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang. uang dari sektor korupsi atau tindak pidana yang berkaitan dengan sektor korupsi dari pimpinan PPATK, lembaga penegak hukum, lembaga lain, badan intelijen keuangan negara lain, dan pengaduan masyarakat; mengoordinasikan dan melaksanakan proses analisis dan pemeriksaan dalam rangka uji kelayakan penyelenggara negara; mengkoordinasikan dan menyampaikan informasi serta rekomendasi hasil analisis dan penyidikan penyelenggara negara kepada instansi yang berwenang; mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi tindak lanjut hasil analisis dan penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang korupsi kepada lembaga penegak hukum, lembaga lain, dan lembaga intelijen keuangan di negara lain; melakukan penelitian dan pengembangan di bidang anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris; pengelolaan informasi metadata/statistik terpadu untuk anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris PPATK; pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan manfaat hasil penelitian dan pengembangan di bidang anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris; Dan.

Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan koordinasi kebijakan. dan melakukan proses analisa dan penyidikan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang di bidang fiskal, narkoba dan tindak pidana lainnya, serta dugaan tindak pidana pendanaan terorisme.

INSPEKTORAT

Pusat Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengelolaan sistem pengolahan data dan penyelenggaraan sistem informasi di lingkungan PPATK. Pusat Teknologi Informasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 menyelenggarakan tugas: penyusunan dan pengelolaan rancangan kebijakan dan cetak biru sistem aplikasi, jaringan, infrastruktur, operasional, pengkajian keamanan, arsitektur teknologi informasi; penyiapan perumusan rekomendasi sistem aplikasi, dan perancangan antarmuka sistem aplikasi, struktur basis data, arsitektur aplikasi dan basis data; penyiapan pengembangan pemrograman dan implementasi sistem aplikasi; persiapan pelaksanaan analisis dan pengujian fungsional sistem aplikasi yang dibangun atau dikembangkan; penyiapan perencanaan dan pelaksanaan sosialisasi penggunaan sistem aplikasi; penyiapan petunjuk teknis di bidang teknologi informasi; penyiapan manajemen keamanan dan evaluasi sistem teknologi informasi; penyiapan pelaksanaan dan evaluasi penjaminan mutu dan pengendalian mutu layanan dan produk sistem teknologi informasi; penyiapan perumusan dan penyampaian rekomendasi sistem teknologi informasi; penyiapan sistem pelayanan teknologi informasi; penyiapan pengelolaan infrastruktur sistem teknologi informasi; penyiapan pemeliharaan prasarana, perangkat, dan sarana pendukung teknologi informasi; penyiapan penyediaan kelangsungan layanan operasional sistem teknologi informasi berdasarkan rencana pemulihan bencana; penyiapan pengamanan dan penanganan insiden sistem teknologi informasi; Dan. Misi Pusat Diklat Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris.

Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 huruf a mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga, peralatan, administrasi, pelayanan pengadaan barang/jasa, serta pelayanan keuangan dan kepegawaian.

TENAGA AHLI

TATA KERJA

Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan PPATK wajib mengikuti dan melaksanakan petunjuk pimpinan serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Setiap laporan yang diterima pimpinan unit organisasi dari bawahan hendaknya diolah dan dijadikan bahan untuk menyusun laporan selanjutnya dan memberikan instruksi kepada bawahan. Dalam penyampaian laporan kepada atasan, salinan laporan tersebut harus diserahkan kepada unit organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Dalam melaksanakan tugasnya, manajer unit kerja bertanggung jawab atas pengamanan personel, material, informasi, dan kegiatan. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pengurus satuan organisasi wajib melaksanakan program reformasi birokrasi dan penerapan manajemen risiko di lingkungan PPATK.

ESELON

Bagan organisasi PPATK tercantum pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan mengenai laporan transaksi keuangan dan pusat analisis ini. Pada saat Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ini mulai berlaku, seluruh jabatan dan pejabat yang menduduki jabatan di lingkungan PPATK adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan No. 03 Tahun 2017 tentang organisasi dan tata kerja. Tata cara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan tetap menjalankan tugas dan fungsinya sampai ada peraturan berdasarkan peraturan PPATK ini. Perubahan susunan organisasi dan tata kerja sesuai peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Operasi Keuangan ditetapkan oleh Kepala PPATK setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. .

Pada saat Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ini mulai berlaku, seluruh peraturan pelaksanaan dari Peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 03 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( Negara) Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 670),. Pada saat Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ini mulai berlaku, Peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor 03 Tahun 2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia) Indonesia Tahun 2017 Nomor 670), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Referensi