UJIAN AKHIR SEMESTER
MANAJEMEN PROYEK
Nama Mahasiswa:
Berkatson Nitehe Harefa (5213250038)
Kelas:
A – S1 Teknik Sipil 2021
Dosen Pengampu:
1. Prof. Dr. Ir. Putri Lynna A. Luthan.,M.Sc., IPM 2. Prof. Dr. Nathanael Sitanggang, ST, M.Pd., IPM 3. Ir. Meuthia Fadila, M.Eng.Sc.
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
1. Pada Gambar dibawah ini terlihat Tim Manajemen Konstruksi ikut terlibat dalam organisasi proyek.
a. Uraikan secara rinci tugas dan tanggung jawab Tim Manajemen Konstruksi dari tahap awal perencanaan sampai dengan penyelesaian akhir proyek.
JAWAB:
Tugas manajemen konstruksi melibatkan berbagai tahap perencanaan dan tanggung jawab untuk memastikan proyek berhasil dan berkualitas. Berikut adalah beberapa tahap penting yang harus diperhatikan dalam manajemen konstruksi:
1. Tahap Perencanaan:
- Memahami persyaratan proyek dan membuat rencana kerja.
- Melakukan survei diri dan mengidentifikasi syarat-syarat proyek.
- Membuat desain konstruksi dan mengembangkan spesifikasi teknik.
- Memastikan komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait.
2. Tahap Pengadaan:
- Menguraikan kebutuhan bahan bangunan dan alat.
- Membuat pengadaan konstruksi dan persediaan.
- Mengembangkan jadwal kegiatan dan distribusi waktu.
- Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
3. Tahap Konstruksi:
- Mengaturan pengadaan konstruksi dan persediaan.
- Memantau pengangkutan dan pemasangan bahan bangunan.
- Melakukan pengujian dan pengawasan kualitas.
- Mengaturan pengangkutan sampah dan material yang mengangkut.
- Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
4. Tahap Pengujian dan Pengawasan:
- Melakukan pengujian kualitas dan fungsionalitas.
- Mengaturan pengawasan konstruksi.
- Melakukan pengujian keselamatan dan pemantauan.
- Membuat laporan keselamatan dan korektif jika diperlukan.
5. Tahap Penyelesaian:
- Mengaturan pengawasan konstruksi.
- Melakukan pengujian keselamatan dan pemantauan.
- Melakukan pengujian kualitas dan fungsionalitas.
- Mengaturan pengangkutan sampah dan material yang mengangkut.
- Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Selama proses ini, tim manajemen konstruksi harus berusaha untuk memastikan bahwa semua tugas dijalankan dengan tepat dan sesuai dengan perencanaan. Tim harus juga memastikan bahwa komunikasi yang baik diberikan dengan pihak- pihak terkait untuk mengantisipasi masalah dan mengoptimalkan proses konstruksi.
b. Jelaskan mengapa Tim Manajemen Konstruksi diperlukan pada suatu proyek konstruksi!
JAWAB:
Tim Manajemen Konstruksi diperlukan dalam suatu proyek konstruksi karena memiliki fungsi dan tujuan yang sangat penting. Mereka bertanggung jawab untuk merencanakan, mengorganisir, mengawasi, dan mengendalikan semua aspek yang terlibat dalam pembangunan proyek konstruksi. Beberapa alasan mengapa tim manajemen konstruksi diperlukan adalah:
1. Perencanaan Proyek:
Mereka bertanggung jawab untuk merencanakan proyek konstruksi secara menyeluruh, termasuk penentuan tujuan proyek, penyusunan jadwal, estimasi biaya, pengawasan, dan kontrol untuk memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan anggaran dan spesifikasi yang telah ditentukan.
2. Pengendalian Risiko
Tim manajemen konstruksi mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin timbul selama proyek serta mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
3. Pengawasan dan Pengendalian Proyek
Mereka memantau kemajuan, kualitas, dan pengeluaran proyek, serta melakukan pengendalian terhadap semua aspek yang terlibat dalam pembangunan proyek.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia
Membangun tim proyek, melakukan pelatihan, dan team building untuk memastikan bahwa semua anggota tim bekerja secara efektif dan efisien.
Dengan adanya tim manajemen konstruksi, proyek konstruksi dapat dijalankan dengan lebih terorganisir, efisien, dan terkendali, sehingga dapat meminimalkan risiko, mengoptimalkan sumber daya, dan mencapai hasil yang sesuai dengan harapan.
2. Pada link youtube berikut https://youtu.be/6Lklt2DkGIw adalah penggunaan type predecessor, coba anda jelaskan dengan contoh beberapa kegiatan penggunaan type predecessor yang berkaitan dengan proyek konstruksi sesuai dengan Tugas Base Project yang anda kerjakan.
JAWAB:
Tugas Base Project saya adalah konstruksi bendungan, berikut beberapa type predecessor dan contoh kegiatannya:
3. Tabel pekerjaan dari suatu proyek adalah sebagai berikut:
a. Dalam metode network ada hubungan ketergantungan yang disebut dengan succesor dan predecessor, sebutkan pengertian dari kedua ketergantungan tersebut!
JAWAB:
Successor adalah aktivitas yang dapat dimulai setelah selesainya aktivitas tertentu. Dalam hal ini, aktivitas Successor bergantung pada aktivitas sebelumnya untuk selesai terlebih dahulu sebelum dapat dimulai.
Predecessor adalah aktivitas yang harus diselesaikan sebelum aktivitas tertentu dapat dimulai. Dalam konteks ini, aktivitas Predecessor menjadi syarat untuk dimulainya aktivitas selanjutnya.
b. Gambarkan jaringan kerja dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dan tentukan berapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan?
JAWAB:
Proyek dapat diselesaikan dalam kurun waktu 30 minggu.
c. Pekerjaan apa yang mempunyai free float?
JAWAB:
Pekerjaan yang memiliki Free Float adalah pekerjaan yang dapat tertunda tanpa mempengaruhi durasi total proyek. Dalam kasus ini, pekerjaan I memiliki Free Float, yaitu selama 3 minggu (dari minggu ke-19 hingga minggu ke-22) tanpa mempengaruhi durasi total proyek. Selain itu pekerjaan C dan E juga memiliki free float masing masing 4 minggu dan 7 minggu.
d. Tentukan lintasan kritis dari pekerjaan tersebut ! JAWAB:
Lintasan kritis adalah urutan aktivitas yang memiliki total durasi terpanjang dalam jaringan proyek dan menentukan durasi proyek keseluruhan. Dalam kasus ini, lintasan kritis adalah jalur dari B ke A ke C ke E ke H dengan durasi total 30 minggu. Jika ada penundaan di salah satu aktivitas di lintasan kritis ini, akan mempengaruhi durasi proyek secara keseluruhan.
4. Pada link Link video https://youtu.be/mrhNmNcb4HM, coba anda susun rangkaian kegiatan sesuai dengan kasus WBS Latihan 4.
JAWAB:
WBS LEVEL 1
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 P. Persiapan
2 P. Pondasi 3 P. Lantai 1 4 P. Lantai 2
5 P. Atap
WBS LEVEL 2
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 P. Lapangan
2 P. Gudang 3 Bouwplank 4 Menggali 5 M. sumuran 6 Timbunan
P.Lantai 1 8 P. Beton 9 P. Dinding 10 P. Plafon 11 P. Lantai 12 P. Cat
P.Lantai 2 14 P. Beton 15 P. Dinding 16 P. Plafon 17 P. Lantai 18 P. Cat
WBS LEVEL 3
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Lantai 1
1 Mencor sloof 2 Mencor kolom 3 Mencor balok 4 Mencor tangga 5 Pasang Bata 6 Plesteran 7 Pasang Rangka 8 Pasang triplek 9 Keramik 10 Cat Plafon
Lantai 2 11 Mencor sloof 12 Mencor kolom 13 Mencor balok 14 Mencor tangga 15 Pasang Bata 16 Plesteran 17 Pasang Rangka 18 Pasang triplek 19 Keramik 20 Cat Plafon
Atap 21 Kuda kuda
22 Gording,rusuk 23 Genteng
5. Jelaskan Gambar Berikut!
JAWAB:
Proyek : Rumah Susun Lokasi : Kota Madiun Kontraktor : PT. DTIGA
Konsultan MK : PT. BENTAREKA
Pemilik : Perumahan dan Pemukiman
Permasalahan yang timbul pada Progress pekerjaan yang seharusnya pada periode sebelumnya hingga Periode sekarang harus memiliki bobot progres sebesar 3,28 akan tetapi pada kondisi real nya hanya menghasilkan bobot 2,21 artinya progress mengalam deviasi/penyimpangan sebesar -1,08 sehingga proyek mengalami kemunduran sebesar - Rp 185.394.263,24 dari target. Maka dari itu PERLU PERCEPATAN pekerjaan.
Laporan kemajuan proyek dengan metode EVA (Earned Value Analysis) adalah alat manajemen proyek yang kuat yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja proyek dengan membandingkan pekerjaan yang sebenarnya telah diselesaikan, biaya yang seharusnya dikeluarkan, dan nilai pekerjaan yang seharusnya diselesaikan pada titik waktu tertentu dalam proyek. Metode ini membantu manajer proyek untuk memantau progres proyek secara keseluruhan dan mengidentifikasi permasalahan potensial yang mungkin muncul.
Berikut ini adalah komponen-komponen utama dari EVA:
1. Planned Value (PV): Merupakan perkiraan biaya total yang diharapkan untuk menyelesaikan bagian-bagian tertentu dari proyek pada titik waktu tertentu. Ini juga dikenal sebagai Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS). PV dihitung berdasarkan rencana proyek yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Earned Value (EV): Nilai aktual dari pekerjaan yang sudah diselesaikan pada suatu titik waktu tertentu. Juga dikenal sebagai Budgeted Cost of Work Performed (BCWP). EV diukur berdasarkan pada output yang telah diselesaikan atau pencapaian yang tercapai.
3. Actual Cost (AC): Total biaya aktual yang telah dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pada titik waktu tertentu. Juga dikenal sebagai Actual Cost of Work Performed (ACWP).
4. Schedule Variance (SV): Perbedaan antara nilai sebenarnya dari pekerjaan yang sudah diselesaikan (EV) dengan nilai yang seharusnya selesai pada titik waktu tertentu (PV). Rumusnya: SV = EV - PV. Jika SV positif, berarti proyek berjalan lebih cepat dari rencana. Jika negatif, proyek berjalan lebih lambat dari rencana.
5. Cost Variance (CV): Perbedaan antara nilai pekerjaan yang sudah diselesaikan (EV) dengan biaya yang sebenarnya dikeluarkan (AC). Rumusnya: CV = EV - AC. Jika CV positif, berarti proyek lebih murah dari perkiraan. Jika negatif, proyek lebih mahal dari perkiraan.
6. Schedule Performance Index (SPI): Indeks yang mengukur efisiensi proyek dari segi waktu, diperoleh dari perbandingan antara Earned Value (EV) dengan Planned Value (PV). Rumusnya: SPI = EV / PV. Nilai SPI di atas 1 menunjukkan proyek berjalan lebih cepat dari rencana, sedangkan nilai di bawah 1 menunjukkan proyek berjalan lebih lambat dari rencana.
7. Cost Performance Index (CPI): Indeks yang mengukur efisiensi proyek dari segi biaya, diperoleh dari perbandingan antara Earned Value (EV) dengan Actual Cost (AC). Rumusnya: CPI = EV / AC. Nilai CPI di atas 1 menunjukkan proyek lebih hemat dari perkiraan, sedangkan nilai di bawah 1 menunjukkan proyek lebih boros dari perkiraan.
Dalam laporan progres menggunakan metode EVA, manajer proyek dapat menganalisis SV, CV, SPI, dan CPI untuk mengetahui apakah proyek berjalan sesuai rencana, terlambat, atau bahkan melebihi anggaran. Informasi ini membantu mereka dalam mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan proyek tetap berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.