Nama: Jihan Ananda Khalisyah Kelas: XI-MIPA 1
Berpikir Komputasional
Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional merupakan metode pemecahan masalah dengan menerapkan teknologi ilmu komputer atau informatika. Berpikir komputasional juga dapat diartikan sebagai konsep tentang cara menemukan masalah yang ada di sekitar, dengan mengamati lalu mengembangkan solusi pemecahan masalah.
Algoritme
Algoritme digunakan sebagai sebuah rencana untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Algoritme dibagun dengan tahapan:
a. Identifikasi masalah b. Analisis masalah
c. Membangun algoritme level tinggi d. Menambahkan detail pada algoritme e. Memeriksa algoritme
Algoritme rekusi
Merupakan algotitme yang mempunyai sebuah fungsi yang memanggil dirinya sendiri Algoritme Greedy
Algoritme greedy bekerja dengan cara memilih hasil optimum pada setiap tahapannya Algoritme Pemrograman Dinamis
Bekerja dengan cara memecah persoalan dan mencari solusi optimum dari sebuah kemungkinan yang ada
Tahapan algoritme pemrograman dinamis:
1. Memecah masalah 2. Menyelesaikan masalah 3. Menyelesaikan masalah utama Algoritme Divide and Conquer
Bekerja dengan cara memecah belah persoalan dan menyatukan solusi dari seluruh persoalan yang sudah dipecah
Tahapan algoritme divide and conquer:
1. Memecah masalah 2. Selesaikan
3. Menyatukan solusi
Algoritme Runut Balik
Bekerja dengan cara menguji setiap kemungkinan sampai menemukan solusi yang terbaik
Algoritme Enkripsi
Algoritme enkripsi digunakan dalam mengenkripsi data untuk keamanan data ketika dikirimkan melalui jaringan
Beberapa jenis algoritme untuk enkripsi data adalah Triple DES, RSA, Blowfish, Twofish, AES
Karakteristik Evaluasi Sebuah Algoritma
a. Kompleksitas
Terdiri dari komplesitas ruang dan kompleksitas waktu Algoritme membutuhkan ruang memori untuk:
(1) Variabel-variabel termasuk konstanta dan nilai-nilai sementara (2) Intruksi di dalam program
(3) Eksekusi b. Konvergensi
Konvergensi adalah karakteristik sebuah algoritme untuk dapat menyelesaikan langkah-langkah yang ada, menyelesaikan eksekusi algoritme, dan
menghasilkan nilai yang ingin dicari
c. Kekokohan
Kekokohan adalah karakteristik algoritme yang menggambarkan kemampuan algoritme untuk bekerja pada kondisi-kondisi yang tidak wajar. Kondisi tidak wajar dapat terjadi karena nilai masukan yang tidak wajar, hasil perhitungan yang tidak wajar, jumlah data yang diolah yang tidak wajar.
Kriteria untuk mengevaluasi:
(1) Akurasi (2) Desiravility (3) Efisiensi (4) Konvergensi (5) Robutness
Salah satu metode untuk mengevaluasi kinerja algoritma dan
membandingkannya dengan algoritme lain adalah dengan menjalankan algoritme-algoritme tersebut menggunakan input random yang diambil dari nilai-nilai ekstrem data masukan yang mungkin, kemudian mengukur waktu rata-rata yang dibutuhkan.
Deret Fibonacci
Deret Fibonacci diperkenalkan oleh seorang matematikawan Italia Leonardo Pisano.
Deret Fibonacci merupakan deret bilangan di mana sebuah bilangan merupakan hasil penjumlahan dari dua bilangan di depannya.