• Tidak ada hasil yang ditemukan

BESSE RISMAYANI (UAS ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN A2)

N/A
N/A
Besse Rismayani

Academic year: 2025

Membagikan "BESSE RISMAYANI (UAS ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN A2)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MATA KULIAH ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN

DOSEN PENGAMPUH:

Dr.dr H. Andi Muhammad Multazam,M.KES

BESSE RISMAYANI 001410192023

A2 M.KES

PRODI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

TAHUN 2023

(2)

1. Apa tujuan merujuk pasien? Dan mengapa harus merujuk pasien?

Rujukan pasien merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, pemerataan, dan peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan dalam beberapa situasi, merujuk pasien ke klinik atau rumah sakit dapat sangat penting. Beberapa alasan mengapa pasien harus dirujuk adalah sebagai berikut:

a. Perawatan lebih kompleks: Pasien yang membutuhkan perawatan yang lebih kompleks atau terkonsentrasi pada bidang medis tertentu harus segera dirujuk ke dokter atau spesialis yang lebih sesuai

b. Kelengkapan prosedur: Dalam beberapa kasus, pasien harus memenuhi persyaratan prosedur sebelum dirujuk ke klinik atau rumah sakit, seperti ketika pasien perlu dimasukkan ke ICU.

c. Pelayanan yang lebih baik: Merujuk pasien ke faskes lain yang lebih dekat atau berbeda dari klinik asli mereka dapat menjadi pilihan yang bijak untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

d. Bahasa yang digunakan: Merujuk pasien ke dokter yang berbahasa sama dengannya dapat membantu dalam komunikasi dan perawatan jika dokter dan pasien berbicara dalam bahasa yang berbeda, misalnya dokter berbahasa Indonesia tetapi pasien berbicara dalam bahasa lain.

2. Mengapa dan bagaimana seseorang yang di tuntut malapraktek dapat di bebaskan dari pengadilan?

Seseorang yang di tuntut malapraktek dapat di bebaskan dari pengadilan beberapa metode hukum dapat digunakan, tetapi ini bergantung pada keadaan khusus kasus tersebut.

Beberapa alasan umum untuk membebaskan seseorang dari tuntutan malapraktek medis termasuk pertahanan hukum yang efektif, kesalahan prosedural dalam penyelidikan atau persidangan, atau bukti yang tidak memadai.

Berikut beberapa metode yang mungkin memengaruhi kemungkinan dibebaskannya seseorang dari tuntutan malapraktek:

a. Bukti yang Tidak Memadai: Pengadilan dapat membebaskan tergugat jika penggugat tidak dapat memberikan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan malapraktek.

b. Kesalahan Prosedural: Kesalahan prosedur, seperti pengumpulan bukti yang tidak sah atau tidak sesuai prosedur hukum, dapat membatalkan tuntutan malapraktek.

(3)

c. Keberatan Hukum atau Kebenaran Hukum: Terdakwa dapat mencoba membela diri dengan membuktikan bahwa tindakan mereka sesuai dengan standar medis yang berlaku atau bahwa mereka memiliki alasan moral atau hukum untuk bertindak seperti yang mereka lakukan.

d. Kesepakatan Damai: Beberapa kali, pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan damai. Ini dapat mencakup pembayaran ganti rugi atau penyelesaian lainnya.

Kesepakatan ini dapat menjadi alternatif untuk proses pengadilan.

e. Pengadilan Arbitrase atau Mediasi: Pihak yang terlibat dapat memilih untuk mengakhiri sengketa melalui proses arbitrase atau mediasi. Dalam kasus tertentu, kesepakatan yang dicapai melalui proses ini dapat menghasilkan penyelesaian tanpa keputusan pengadilan.

f. Preskripsi atau Batas Waktu: Ada batas waktu di beberapa yurisdiksi untuk mengajukan tuntutan malapraktek. Terdakwa memiliki hak untuk membatalkan tuntutan jika diajukan setelah batas waktu tertentu.

3. Terangkan mengapa ilmu kesehatan masyarakat lebih menunjang pencegahan dari pada pengobatan?

Dapat dikatakan bahwa Ilmu Kesehatan Masyarakat itu adalah ilmu yang mempelajari sehat dan sakit saja, dan dalam arti yang luas ternyata Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah ilmu yangl ebih menitikberatkan penanganan kasus-kasus pada upaya-upaya pencegahan.

Beberapa alasan utama mengapa ilmu kesehatan masyarakat lebih menunjang pada upaya pencegahan daripada pengobatan adalah sebagai berikut:

a. Fokus pada Populasi: ilmu kesehatan masyarakat tidak hanya berfokus pada individu;

itu juga memperhatikan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Bisa mengurangi beban penyakit secara keseluruhan dengan mencegah penyakit dan masalah kesehatan pada tingkat populasi.

b. Efisiensi Biaya: Pencegahan biasanya lebih murah daripada pengobatan. Mencegah penyakit atau kondisi medis seringkali lebih murah daripada mengobati atau mengelola penyakit yang sudah berkembang.

c. Intervensi Sebelum Terjadi: Program pencegahan ilmu kesehatan masyarakat mencari faktor risiko dan mencegah penyakit muncul sebelum gejala atau kondisi muncul. Hal ini memungkinkan intervensi dini dan mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

d. Promosi Kesehatan: ilmu kesehatan masyarakat mendukung promosi kesehatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat di masyarakat. Ini

(4)

memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri.

e. Peningkatan Kualitas Hidup: Pencegahan penyakit dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang selain mengurangi angka kesakitan. Sebuah masyarakat yang lebih sehat memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan sosial.

f. Pendekatan Holistik: ilmu kesehatan masyarakat sering menggunakan pendekatan holistik untuk mencegah, mempertimbangkan perilaku, lingkungan, dan sosial. Ini membantu mengatasi variabel yang memengaruhi kesehatan yang rumit.

Meskipun pencegahan menjadi fokus utama, perlu diingat bahwa pengobatan masih penting untuk mengatasi kondisi kesehatan yang sudah ada. Namun, ilmu kesehatan masyarakat dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara keseluruhan dengan menekankan pencegahan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks pelayanan kesehatan gratis, jika tidak ada usaha pemerataan tenaga dan fasilitas kesehatan maka kebijakan penjaminan pelayanan kesehatan dengan dana pemerintah

rujukan pasien harus memberikan laporan informasi medis atau balasan rujukan, ketika pasien keluar dari fasilitas pelayanan Kesehatan yang menerima rujukan antara lain:. 

a) Pertama dari fasilitas kesehatan tingkat primer oleh fasilitas kesehatan tingkat rimer.. b) Akan dilakukan rujukan ke f fasilitas tingkat lanjutan apabial pasien

Faktor yang menghambat adanya perlindungan hukum terhadap pasien dalam pelayanan kesehatan yaitu : Fasilitas dokter/tenaga kesehatan kurang memadai, fasilitas

Rujukan horizontal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dilakukan apabila perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena

Salah satu upaya pemerintah dalam melaksanakan pemerataan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan rujukan secara nasional, adalah pemberian bantuan Program Pendidikan

Yang mempengaruhi tingkat kematian bayi ada beberapa faktor yaitu ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang kurang atau faktor aksesibilitas terhadap

24 Penjaminan pelayanan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan