Nama : Naini Sari Purnama Febri NIM : 857994608
Dari kasus Didi tersebut tindakan yang dilakukan temannya merupakan tindakan
bullying(perundungan) dan karena itulah Didi sering menangis, sehingga dapat menimbulkan trauma dan enggan pergi ke sekolah. Hal itu dapat memicu terjadinya permasalahan individu diri.
Kita sebagai seorang pendidik Anak Usia Dini hendaklah memberikan bimbingan konseling. Tidak hanya kepada Didi saja, tetapi juga kepada temannya yang melakukan perundungan. Bimbingan konseling ini bertujuan edukatif, mengatasi kesulitan- kesulitan yang dihadapinya serta menyiapkan perkembangan mental dan sosial anak.
Bimbingan konseling ini dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip- prinsip bimbingan konseling yaitu :
1. Bimbingan bagian penting dari proses pendidikan
Bahwa bimbingan yang dilakukan bukan hanya proses pengembangan segi intelektual semata, melainkan proses pengembangan seluruh segi kepribadian anak. Ketika kita melakukan bimbingan konseling kepada Didi, kita dapat melakukan pengembangan dari berbagai aspek seperti : sosial, emosional, spiritual.
2. Bimbingan konseling diberikan kepada semua anak, bukan hanya untuk anak yang bermasalah saja.
Dalam konteks ini, tidak hanya Didi saja yang perlu diberi bimbingan konseling, tetapi juga temannya Didi yang melakukan perundungan pun juga perlu diberi bimbingan konseling.
Karena walaupun anak tersebut tidak memiliki masalah, tetapi tetap harus membutuhkan bimbingan dan bantuan yang bersifat pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali.
3. Bimbingan merupakan proses yang menyatu dalam semua kegiatan pendidikan
Bimbingan dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran yang dapat dimasukkan dan dipergunakan dalam mengajar, jadi ketika guru melakukan bimbingan konseling dapat juga dilaksanakan menyatu dengan kegiatan mengajar, hal ini juga dapat menjadi contoh untuk anak- anak yang lain, bahwa perundungan tidak boleh dilakukan.
4. Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing
Pelaksanakan bimbingan konseling ini dilakukan dengan jelas kepada siapa proses bimbingan itu dilakukan, agar mendapat hasil yang sesuai. Guru harus tau latar belakang dan
memahami kondisi permasalahan anak yang dibimbingnya.
5. Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan anak yang meliputi kemampuan Fisik- motoric, kecerdasan sosial maupun emosional.
Bimbingan konseling yang dilakukan perlu berorientasi kepada seluruh aspek perkembangan anak, tidak hanya terpusat pada satu aspek perkembangan saja. Karena aspek
perkembangan anak itu saling keterkaitan satu sama lain, seperti : perkembangan fisik
terkait dengan perkembangan motoric halus dan motoric kasar anak dan terkait pula dengan perkembangan intelektual, sosial dan emosional anak.
6. Bimbingan harus dimulai dengan mengenal (mengidentifikasi) kebutuhan- kebutuhan yang dirasakan anak
Karena kebutuhan masing- masing anak berbeda- beda, maka guru hendaknya
mengidentifikasi kebutuhan anak tersebut, karena pemenuhan kebutuhan yang dilakukan melalui proses bimbingan akan menunjang proses perkembangan anak selanjutnya.
7. Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan anak.
Pemahan terhadap kebutuhan dan perkembangan anak yang berbeda satu sama lain membuat guru perlu melakukan bimbingan secara fleksibl. Guru tidak dapat memberikan bimbingan dengan p[endekatan yang sama pada setiap anak karena kebutuhan dan perkembangan tiap anak berbeda- beda.
8. Dalam menyampaikan permasalahan anak kepada orang tua hendaknya menciptakan situasi aman dan menyenangkan sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalah pahaman.
Peran orang tua sangatlah penting terhadap permasalahan yang dihadapi anak.
Permasalahan anak perlu disampaiakan kepada orang tua secara lugas tidak menyinggung perasaan orang tua sehingga terhindar dari salah sangka orang tua terhadap guru
9. Dalam melaksanakan bimbingan hendaknya orang tua diikutsertakan agar mereka dapat mengikuti perkembangan memberikan bantuan kepada anaknya di rumah.
Keikutsertaan orang tua pada saat pelaksanaan bimbingan sangat diperlukan, karena guru dan orang tua hendaknya saling bekerjasama agar edukasi antara sekolah dan di rumah dapat satu persepsi, sehingga permasalahan anak cepat teratasi.
10. Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan gurusebagai pelaksana bimbingan, bilamana permasalahan perlu ditindak lanjuti maka guru pembimbing harus mengkonsultasikannya kepada kepala sekolah atau tenaga ahli.
Apabila seorang guru sudah melakukan bimbingan secara optimal, tetapi permasalahan anak belum dapat terselesaikan, maka kita sebaiknya bekerjasama dengan para ahli sepreti : psikolog, psikiater, dokter dan lain sebagainya yang ada hubungannya dengan permasalahan anak.
11. Bimbingan harus diberikan secara berkelanjutan
Bimbingan yang dilakukan kepada anak usia dini tidaklah bersifat sementara, bimbingan tidak hanya dilakukan pada saat anak ada masalah saja, bimbingan dilakukan secara berkelanjutan dan senantiasa berorientasi pada upaya membantu perkembangan anak secara optimal.
Sumber : BMP PAUD4406 Edisi 2