• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biodiversitas Kelautan

N/A
N/A
Muhammad Haiqal

Academic year: 2024

Membagikan "Biodiversitas Kelautan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Ahmad Firdaus Hakiki NIM : 2011101010085

MK : Biodiversitas Kelautan 02

INDONESIA SEAGRASSES

Seagrass is not a seaweeds. Lamun memiliki akar, rimpang, pelepah daun, helaian daun, bunga, buah dan biji. Sedangkan rumput laut hanya memiliki “hold past” dan “thallus”. Lamun adalah tumbuhan laut yang bisa hidup dengan media salin, bisa tumbuh saat terenda, seluruhnya, memiliki kemampuan pnyerbukan hidrofolik, dan dapat bersaing dengan organisme lain dalam kondisi laut yang stabil maupun tidak stabil. Lamun tumbuh di perairan tidal, sub tidal, jenis substrat yang berlumpur, pasir halus, pasir kasar, puing-puing karang dan bisa juga dari campuram substrat. Dan bisa hidup di ekosistem tetangga yaitu terumbu karang dan mangrove.

Dari 72 jenis lamun di dunia, 14 jenis terdapat pada beberapa perairan di Indonesia, yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, C. serrulata, Haludule pinifolia, H. uninervis, Halophila decipiens, H. ovalis, H. minor, H. spinulosa, H. sulawesit, H. mayor, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemrpichii, Thalassodendron ciliatum. Sedangkan dua spesies dipelihara sebagai herbarium di museum Herbarium Bogoriense, yaitu Halophila beccarii dan Ruppia maritima.

Ekosistem lamun berada di daerah pesisir pantai dengan kedalamn kurang dari 5 m saat pasang. Namun beberapa jenis lamun dapat tumbuh lebih dari kedalaman 5m – 90 m selama kondisi lingkungannya menunjang pertumbuhan lamun tersebut.

Colonizing species, misalnya Halophila ovalis, Halophila minor, Halophila spinulosa, Halophila decipiens, Halophila sulawesi, dan Halophila mayor. Spesies ini dicirikan oleh morfologi kecil dan lebih pendek pucuk, dengan resistensi rendah terhadap tekanan lingkungan, tetapi dapat pulih dari degradasi fisik dengan cepat. Semua spesies kolonisasi ini biasanya hidup di perairan dangkal (kedalaman <3 m) di dekat garis pantai, tetapi H. sulawesii dapat ditemukan di perairan yang lebih dalam yaitu 25 m (Kuo 2007).

Opportunistic species, misalnya Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Halodule uninervis dan Syringodium isoetifolium, yang merupakan menengah dan memiliki karakteristik transisi antara gigih dan menjajah. Spesies sementara ini biasanya dapat ditemukan di perairan dangkal dekat pantai (kedalaman <3 m).

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis nilai biodiversitas di DAS Ciliwung Hulu, dapat diidentifikasi bahwa terdapat 6 121 ha area nilai biodiversitas tinggi, dengan wilayah yang

Tugas Akhir ini menjelaskan tentang penerapan konsep Hi – Tech pada Desain Interior Pusat Konservasi Flora Fauna Biodiversitas Gunung Lawu.. Asumsi lokasi yang

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu

Bagaimana hubungan kandungan geokimia sedimen dengan biodiversitas mikroorganisme, dominansi dan kerapatan vegetasi ekosistem mangrove dan biodiversitas makrozoobentos

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, tantangan pembangunan di bidang Kelautan dan Perikanan yang dihadapi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara dalam

(1) Bidang Budidaya Perikanan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kelautan dan Perikanan dibidang pengembangan budidaya, pengendalian lingkungan dan penyakit,

\Nidanarni Fakultas Perikanan dan llmu Kelautan, IPB di Bogor Sehubungan dengan proses penerbitan Jurnal Riset Akuakultur JRA Vol.13 No.2, 2018, dengan ini kami mohon lbu berkenan

Nest temperatures of the Piai and Sayang Islands green turtle Chelonia mydas rookeries, Raja Ampat Papua, Indonesia: Implications for hatchling sex ratios.. Biodiversitas 16: