Biografi Ahmad Salim
Ahmad Salim lahir pada tanggal 6 Januari 1990 di Pati, Jawa Tengah. Beliau merupakan salah satu seorang guru yang mengajar di SMA N 1 Pati khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Latar belakang beliau sendiri yaitu sudah menikah dan mempunyai satu anak perempuan.
Bangku pendidikan yang pertama kali diduduki oleh beliau yaitu di SDN Srikaton 02, Kec. Kayen, Kab. Pati, Jawa Tengah. Kemudian beliau melanjutkan ke tingkat SLTP nya di Mts Negeri Sumber, Kabupaten Rembang. Setelah itu beliau melanjutkan SLTA nya di Pondok Pesantren tepatnya di MA Miftahul Ulum, Desa Trimulyo, Kec. Kayen, Kab. Pati. Dan sekaligus menempuh pendidikan non formal di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Desa Trimulyo, Kec. Kayen, Kab. Pati. Setelah itu beliau melanjutkan perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Agama Islam Pati.
Pertama kali beliau memulai karirnya sebagai guru di SMK Walisongo, Desa Kaliori, Kab. Rembang pada tahun 2018. Beliau juga pernah mengikuti ujian kompetensi tentang ilmu membaca Al-Qur’an dan mendapat piagam dengan predikat sangat baik. Selama beliau menjadi guru, beliau tidak hanya mengajar sebagai guru Pendidikan Agama Islam tetapi beliau juga pernah menjadi guru mata pelajaran Sejarah Indonesia, baik beliau masih berada di SMK Walisongo maupun di SMA N 1 Pati. Dan sampai sekarang beliau masih aktif mengajar mata pelajaran Agama Islam khususnya untuk kelas 10 dan mata pelajaran Sejarah untuk kelas 11.
Keinginan beliau setelah memutuskan menjadi guru yaitu ingin mengamalkan ilmu yang beliau punya, dan beliau juga menyukai anak-anak.
Selama beliau menempuh karirnya sebagai guru, beliau memiliki tantangan yang cukup besar yaitu ia ditugaskan untuk mengajar mata pelajaran Sejarah Indonesia yang bukan keahlian beliau. Walaupun begitu, beliau tetap Amanah menjalankan tugasnya dan terus berusaha untuk menjadi guru pembimbing yang baik bagi anak muridnya. Selain itu beliau juga
selalu mendoakan kami sebagai murid-muridnya agar menjadi orang yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Beliau sendiri memiliki prinsip hidup yang sangat ia tekankan, dalam Agama Islam berbunyi “Kun mutafailan wa la takun mutasyaiman” yang memiliki arti “Jadilah kamu orang yang optimis, jangan menjadi orang yang pesimis.” Selain itu beliau memberikan motivasi yang tentunya sangat menginspirasi agar siswa rajin belajar yaitu “Apa yang kita lakukan hari ini akan bermanfaat untuk masa depan.”
Menurut beliau hubungan antara guru dengan murid seperti hubungan orangtua dengan anaknya. Jadi maksud beliau adalah seorang guru harus menjalin hubungan dengan muridnya seperti ia berhubungan dengan anak kandungnya sendiri. Disini, butuh kerja sama yang pas dan cocok untuk guru dan orangtua agar tujuan pembelajaran yang diharapkan pun tercapai dengan sangat mulus. Peran orangtua sendiri bagi beliau sangatlah penting terutama ketika di rumah, orangtua bisa mengoptimalkan waktu belajar anak dan setidaknya tetap bisa mendampingi untuk mengajari hal yang kurang dimengerti oleh anak, serta memberikan contoh baik bagi anak-anaknya kelak. Di sisi lain, beliau selalu memperhatikan karakter anak muridnya dan mengajar melalui pemahaman perbedaan karakteristik setiap siswa agar selama proses pengajaran berlangsung selalu lancar dan penyampaian materi mudah dipahami oleh muridnya sesuai ekspetasi yang beliau harapkan.
Tentunya beliau juga mempunyai metode agar para siswanya tidak cepat bosan yaitu dengan petualangan, tujuan lainnya yaitu para siswa bisa berpendapat dengan bebas bersama temannya serta mereka tidak cepat mengantuk dan mudah memahami materi dengan metode yang sangat menyenangkan. Selain itu, beliau juga sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari orangtua siswa untuk kebaikan Bersama sebagai seorang guru, siswa maupun orangtua dari siswa itu sendiri.
Pesan akhir dari Bapak Ahmad Salim untuk para guru di masa depan yaitu jadilah guru yang menjalankan pekerjaannya sebagai ibadah, kemudian mengamalkan ilmunya kepada muirdnya, dan mengajarlah secara sunguh-sungguh dengan hati yang ikhlas. Semoga siswa siswi SMA N 1 Pati menjadi siswa yang beriman, baik dari ilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia. Dan apa yang menjadi cita-cita para siswa selalu tercapai dan dimudahkan jalannya oleh Allah Swt.