Flavonoid
Jalur asetat-malonat dimulai dengan konversi asam asetat menjadi asetil koenzim A yang menghasilkan tiga unit asetat malonat. Tiga unit asetat malonat ini bergabung dengan P- coumaric koenzim A dari jalur asam shikimat melalui reaksi kondensasi, yaitu proses penggabungan molekul kecil menjadi molekul yang lebih besar. Hasil reaksi ini berupa tetraketida yang mengalami kondensasi lebih lanjut pada bagian-bagiannya. Proses kondensasi ini menghasilkan berbagai jenis flavonoid, seperti kalkon, flavanon, flavonol, dan antosianin.
Sintesis flavonoid berlangsung di luar vakuola, tetapi sebagian besar senyawa ini disimpan di dalam vakuola sel tumbuhan (Julianto, 2019).
Julianto, T. S. (2019). Fitokimia tinjauan metabolit sekunder dan skrining fitokimia. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. hal. 24-27.
Gambar 6. Biosintesis Flavonoid Sumber: Putri dan Yawahar (2023)
Putri, A. H., dan J, Yawahar. 2023. Kajian Agro Sosiologi dan Potensi Metabolit Sekunder Bunga Telang (Clitoria ternatea) sebagai Peningkat Imunitas Tubuh. Journal of
Agrosociology and Sustainability, 1(1): 17-30.
Steroid
Biosintesis steroid berasal dari terpenoid karena melibatkan squalena, yang juga membentuk triterpen. Proses dimulai dari asetil Koenzim A yang bergabung menjadi asam mevalonat. Setelah beberapa reaksi, terbentuk DMAPP dan IPP, yang bergabung membentuk monoterpen. Monoterpen bergabung dengan unit isopren membentuk seskuiterpen (farnesil pirofosfat). Dua molekul farnesil pirofosfat membentuk squalena, yang teroksidasi menjadi 2,3-epoksi squalena. Dalam kondisi asam, 2,3-epoksi squalena berubah menjadi lanosterol.
Lanosterol kehilangan gugus metil dari posisi C-4 dan C-14, membentuk kolesterol (steroid) (Salempa dan Muharram, 2016).
Gambar 8. Biosintesis Steroid
Sumber: Salempa dan Muharram (2016)
Salempa, P dan H, Muharram. Senyawa Steroid dalam Tumbuhan Bayur. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar, Makassar. hal 11.
Saponin
Biosintesis saponin diawali dari Farnesyl difosfat (FPP) disintesis dari isopentil difosfat (IPP) oleh farnesyl difosfat sintase (FPS). Squalene sintase (SQS) mengubah FPP menjadi squalene, dan squalene epoxidase (SQE) mengoksidasi squalene untuk menghasilkan 2,3- oksidosqualene sebagai substrat untuk enzim oksidosqualene siklase (OSC) seperti sikloartenol sintase untuk sintesis sterol primer dan B-amyrin sintase yang bertanggung jawab atas sintesis prekursor sterol dan triterpena utama dari biosintesis saponin. Triterpena dan sterol yang berasal dari 2,3 oksidoskualena diproses melalui modifikasi oksidatif, modifikasi lainnya, dan glikosilasi, yang menghasilkan sintesis saponin (Mugford and Osburn, 2013).
Gambar 13. Biosintesis Saponin Sumber: Mugford and Osburu (2013)
Triterpenoid
Sawai, S., & Saito, K. (2011). Triterpenoid biosynthesis and engineering in plants. Frontiers in Plant Science, 2(JUN), 1–8. https://doi.org/10.3389/fpls.2011.00025
Fenolik
Gambar 15. Biosintesis Fenolik Sumber:
Jalur biosintesis fenolik dimulai dari sukrosa yang dipecah menjadi glukosa dan fruktosa diubah menjadi α-D-G6P oleh heksokinase (HK) dan β-D-F6P oleh G6PI. Senyawa ini masuk lintasan pentosa fosfat menghasilkan E4P dan PEP. E4P dan PEP dikatalisis DAHP sintase menjadi DAHP, lalu diubah menjadi asam shikimat melalui 3DQ sintase, 3DD, dan SD.
Asam shikimat menjadi chorismate oleh EPSP sintase dan CS menjadi fenilalanin melalui CM dan PAT. Fenilalanin menjadi asam trans-sinamat oleh PAL, asam p-coumarat oleh C4H, dan p- coumaroyl-CoA oleh 4CL. Jalur ini menghasilkan asam kafeat, ferulat, klorogenat (C3’M), atau flavonoid seperti antosianin dan tanin melalui CHS, CHI, F3H, dan LDOX (Hu et al, 2022).
Hu, W., W, Sarengaowa., Y, Guan., and K, Feng. 2022. Biosynthesis of Phenolic Compounds and Antioxidant Activity in Fresh-Cut Fruits and Vegetables. Frontiers in Microbiology, 13(1): 1–8.