Borang UKM PKM Citra - nkljj
Akuntansi (Universitas
YARSI)
Downloaded by Lidia Sinaga
UKM F1 (Promkes)_Bina UKBM... 2
UKM F1 (Promkes)_Advokasi IKS Prasehat... 4
UKM F1 (Promkes)_Kemitraan Bina UKS... 7
UKM F1 (Promkes)_Penyuluhan... 8
UKM F2 (Kesling)_Rumah Sehat... 15
UKM F3 (Kesehatan Keluarga)_Pelayanan ANC... 21 UKM F3 (Kesehatan Keluarga)_Pelayanan KB... 30 UKM F3 (Kesehatan Keluarga)_IMD & ASI Eksklusif... 35 UKM F4 (Pelayanan Gizi)_Monitoring Bayi-Anak... 37
UKM F4 (Pelayanan Gizi)_Deteksi Dini Stunting... 43
UKM F4 (Pelayanan Gizi)_Suplementasi Gizi... 45
UKM F5_Pelaksanaan Imunisasi Dasar/BIAS... 47
UKM F5_Vaksinator COVID-19... 53
UKM F5 (P2P)_Pencarian Penyakit Menular... 54
UKM F5 (P2P)_Penapisan Tersangka TB... 56
UKM F5 (P2P)_Pengobatan Pasien TB... 61
Downloaded by Lidia Sinaga
UKM F1 (Promkes)_Bina UKBM
#1. UKBM Lama – Posyandu Balita Desa Jeruklegi
Tgl Pelaksanaan 10 Oktober 2022 Jenis UKBM UBM Lama
Judul Laporan Pembinaan Posyandu Balita Dusun Jeruklegi
Latar Belakang Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, un tuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehata n, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Posyandu m empunyai peran meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya un tuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sangat tergantung dari peran serta aktif masyarakat. Sebagai penunjang tumbuh dan berkembangnya posyandu, peran kader sangat penting karena kader bert anggung jawab dalam pelaksanaan program Posyandu. Salah satu peran kader kesehatan dalam kegiatan posyandu adalah pemantauan status gizi bay i atau BALITA (Bawah Lima Tahun) secara dini dengan jelas. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Begitu pen tingnya Posyandu dalam pemantauan kesehatan dasar masyarakat, sebagai kader kesehatan seharusnya senantiasa memberikan pelayanan secara optima l tanpa pamrih. Keaktifan kader kesehatan ini menjadi tolak ukur kinerja ka der dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat karena pelayanan yang optimal akan memberikan dampak terhadap antusiasme masyarakat dal am keikutsertaannya mengunjungi posyandu.
Para kader kesehatan di posyandu diharapkan mampu menjadi sum ber informasi tentang pencegahan dini kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan seperti gizi buruk dan stunting untuk diterapkan kepada ibu balita. Kader Posyandu mempunyai peran yang besar dalam upaya men ingkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai deraja t kesehatan yang optimal. Selain itu peran kader ikut membina masyarakat d alam bidang kesehatan dengan melalui kegiatan yang dilakukan di Posyandu. Oleh karena itu, kader yang bertugas di posyandu
Gambaran Pelaksanaan
panjang badan bayi dan tinggi badan balita secara rutin di KMS sebagaimana hasil penimbangan berat badan. Peran puskesmas beserta dokter dalam pem binaan Posyandu ini adalah memastikan kader mencatat hasil pengukuran b e r a t b a d a n , panjang atau tinggi badan ke kurva WHO serta menilai h asil intepretasinya, sekaligus meemastikan bahwa kader telah memahami dengan baik hasil interpretasi dan mampu menjelaskan
kepada ibu-ibu balia yang hadir.
Telah dilakukan pembinaan terhadap posyandu balita Desa Jeruklegi pada 10 Oktober 2022 pukul 10.00-11.30 WIB. Kegiatan diawali dengan pendaftaran, kemudian penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan bayi dan balita yang sudah terdaftar,
kemudian dilakukan penyuluhan mengenai stunting, faktor yang dapat menyebabkan balita stunting, cara mendeteksi balita yang stunting serta memastikan bahwa para kader dan ibu balita sudah mengetahui bagaimana cara mengisi kurva TB/U dari WHO serta menilai hasilnya apakah dalam kategori normal atau pendek (stunted).
Terdapat 20 balita yang hadir dan melakukan pengukuran. Setiap ibu balita diberikan edukasi tentang stunting dan gizi seimbang yang diperlukan bayi-balita, serta diberikan motivasi untuk melakukan pengukuran setiap bulan di Posyandu.
Hasil akhir pemantauan adalah para kader Dusun Jeruklegi sudah mampu melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan secara tepat, mampu mengisi kurva TB/U dari WHO, serta mampu menginterpretasikan hasilnya.
Kegiatan berjalan lancar.
Downloaded by Lidia Sinaga
#2. UKBM Lama – Posyandu Balita Desa Nglorok
Tgl Pelaksanaan 10/15/2022
Jenis UKBM Posyandu Balita Desa Nglorok
Judul Laporan Pembinaan Posyandu Balita Desa Nglorok
Latar Belakang Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, un tuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehata n, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Posyandu m empunyai peran meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya un tuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sangat tergantung dari peran serta aktif masyarakat. Sebagai penunjang tumbuh dan berkembangnya posyandu, peran kader sangat penting karena kader bert anggung jawab dalam pelaksanaan program Posyandu. Salah satu peran kader kesehatan dalam kegiatan posyandu adalah pemantauan status gizi bay i atau BALITA (Bawah Lima Tahun) secara dini dengan jelas. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Begitu pen tingnya Posyandu dalam pemantauan kesehatan dasar masyarakat, sebagai kader kesehatan seharusnya senantiasa memberikan pelayanan secara optima l tanpa pamrih. Keaktifan kader kesehatan ini menjadi tolak ukur kinerja ka der dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat karena pelayanan yang optimal akan memberikan dampak terhadap antusiasme masyarakat dal am keikutsertaannya mengunjungi posyandu.
Para kader kesehatan di posyandu diharapkan mampu menjadi sum ber informasi tentang pencegahan dini kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan seperti gizi buruk dan stunting untuk diterapkan kepada ibu balita. Kader Posyandu mempunyai peran yang besar dalam upaya men ingkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai deraja t kesehatan yang optimal. Selain itu peran kader ikut membina masyarakat d alam bidang kesehatan dengan melalui kegiatan yang dilakukan di Posyandu. Oleh karena itu, kader yang bertugas di posyandu diharapkan mam pu bertugas secara maksimal untuk mengupayakan pencegahan dini kejadian stunting, seperti menuliskan hasil pengukuran
Gambaran Pelaksanaan
binaan Posyandu ini adalah memastikan kader mencatat hasil pengukuran b e r a t b a d a n , panjang atau tinggi badan ke kurva WHO serta menilai h asil intepretasinya, sekaligus meemastikan bahwa kader telah memahami dengan baik hasil interpretasi dan mampu menjelaskan
kepada ibu-ibu balia yang hadir.
Telah dilakukan pembinaan terhadap posyandu balita Desa Nglorok pada 15 Oktober 2022 pukul 09.30.00-11.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pendaftaran, kemudian penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan bayi dan balita yang sudah terdaftar, kemudian dilakukan penyuluhan mengenai stunting, faktor yang dapat menyebabkan balita stunting, cara mendeteksi balita yang stunting serta mengajarkan para kader dan ibu balita bagaimana cara mengisi kurva TB/U dari WHO serta menilai hasilnya apakah dalam kategori normal atau pendek (stunted). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan KPSP untuk melihat perkembangan balita.
Terdapat 15 balita yang hadir. Setiap ibu balita diberikan edukasi tentang stunting dan gizi seimbang yang diperlukan bayi-balita, serta diberikan motivasi untuk melakukan pengukuran setiap bulan di Posyandu.
Para ibu antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan berjalan lancar.
Downloaded by Lidia Sinaga
UKM F1 (Promkes)_Advokasi IKS Prasehat
#1. Tn. Djaiman / Keuarga Pra Sehat (IKS 0,6)
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Tn. Djaiman / Keluarga Pra sehat (IKS: 0,6) / TD 160/80 mmHg Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori
Gambaran Pelaksanaan
program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Danyangan RT 01/RW 05 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Tn. Djaiman didapatkan : Keluaraga mengikuti program KB (N)
Ibu hamil melakukan di fasyankes (N) Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N)
6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (0) 8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (1) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (0)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (1) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (1)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N) Dari hasil penilaian didapatkan 3/(12-7) = 0,6 dengan intepretasi IKS prasehat
Sehingga dilakukan advokasi kepada keluarga untuk mengupayakan pengobatan rutin bagi penderita hipertensi yaitu Tn. Djaiman dan mengupayakan membuat JKN bagi Ny. Subarni. Adapun bentuk intervensi yang dilakukan adalah edukasi penyakit HT dan menganjurkan pasien untuk kontrol / periksa rutin ke puskesmas Nglipar II dan memberikan surat rujukan ke puskesmas.
Hasil advokasi : Pasien datang ke Puskesmas Nglipar II untuk melakukan
Downloaded by Lidia Sinaga
hipertensi secara rutin.
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Tn. Sumaryono / Keluarga Pra sehat (IKS:0,67) / TD 130/90 mmHg Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori yaitu keluar ga tidak sehat, keluarga pra sehat, dan keluarga sehat. Proses pengumpu lan data sangat diperlukan karena digunakan sebagai
Downloaded by Lidia Sinaga
Gambaran Pelaksanaan
bahan untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat
sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Danyangan RT 02/RW 05 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Tn. Sumaryono didapatkan : 1. Keluaraga mengikuti program KB (0)
2. Ibu hamil melakukan di fasyankes (N) 3. Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) 4. Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) 5. Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N) 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (0) 8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (1) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (1)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (1) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (1)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N)
Dari hasil penilaian didapatkan 4/(12-6) = 0,67 dengan intepretasi IKS prasehat.
Berdasarkan penilaian IKS didapatkan nilai 0 pada pengobatan hipertensi, namun hal ini karena Tn. Sumaryono tidak memiliki tekanan darah tinggi. Adapun kriteria lainnya yaitu keluarga tidak mengikuti program KB karena ibu sudah menopause. Sehingga, hanya dilakukan advokasi untuk tetap mempertahankan kriteria keluarga sehat.
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Ny. Sumarni / Keluarga sehat (IKS: 1,00) Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori yaitu keluar ga tidak sehat, keluarga pra sehat, dan keluarga sehat. Proses pengumpu lan data sangat diperlukan karena digunakan sebagai
Downloaded by Lidia Sinaga
Gambaran Pelaksanaan
bahan untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat
sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Danyangan RT 03/RW 05 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Ny. Sumarni didapatkan : 1. Keluaraga mengikuti program KB (1)
2. Ibu hamil melakukan di fasyankes (N) 3. Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) 4. Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) 5. Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N) 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (1)
8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (1) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (1)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (1) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (1)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N)
Dari hasil penilaian didapatkan 6/(12-6) = 1,00 dengan intepretasi IKS sehat
Berdasarkan penilaian IKS didapatkan hasil IKS keluarga sehat.
Sehingga, hanya dilakukan advokasi untuk tetap mempertahankan kriteria
keluarga sehat tersebut.
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Ny. Satijem / Keluarga sehat (IKS: 0,40) Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori yaitu keluar ga tidak sehat, keluarga pra sehat, dan keluarga sehat. Proses pengumpu lan data sangat diperlukan karena digunakan sebagai
Downloaded by Lidia Sinaga
Gambaran Pelaksanaan
bahan untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat
sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Kaligede RT 01/RW 06 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Ny. Satijem didapatkan : 1. Keluaraga mengikuti program KB (N)
2. Ibu hamil melakukan di fasyankes (N) 3. Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) 4. Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) 5. Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N) 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (0)
8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (1) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (0)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (0) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (1)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N)
Dari hasil penilaian didapatkan 2/(12-7) = 0,40 dengan intepretasi IKS Tidak sehat
Berdasarkan penilaian IKS didapatkan hasil IKS keluarga tidak sehat.
Sehingga, dilakukan advokasi untuk melakuakn kontrol rutin
hipertensi, mendaftarkan keluarga JKN, dan menggunakan sarana air bersih.
Hasil advokasi : Pasien datang ke Puskesmas Nglipar II untuk melakukan pengobatan hipertensi dan ingin mendaftarkan JKN.
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Tn. Wagiman / Keluarga pra-sehat (IKS: 0,67) Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori yaitu keluar ga tidak sehat, keluarga pra sehat, dan keluarga sehat. Proses pengumpu lan data sangat diperlukan karena digunakan sebagai
Downloaded by Lidia Sinaga
Gambaran Pelaksanaan
bahan untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat
sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Kaligede RT 03/RW 06 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Tn. Wagiman didapatkan : 1. Keluaraga mengikuti program KB (N)
2. Ibu hamil melakukan di fasyankes (1) 3. Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) 4. Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) 5. Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N) 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (0)
8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (0) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (1)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (1) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (1)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N)
Dari hasil penilaian didapatkan 4/(12-6) = 0,67 dengan intepretasi IKS pra-sehat
Berdasarkan penilaian IKS didapatkan hasil IKS keluarga pra-sehat.
Sehingga, dilakukan advokasi untuk penderita hipertensi agar berobat secara rutin dan edukasi keluarga agar tidak merokok atau minimal apabila merokok hendaknya merokok di luar rumah dan mengganti pakaian jika masuk ke dalam rumah.
Hasil advokasi : Pasien berobat ke Puskesmas Nglipar II untuk mengobati hipertensi.
Tgl Pelaksanaan 09/01/2022
Nama Keluarga Ny. Ngadinem / Keluarga sehat (IKS: 0,60) Judul Laporan Advokasi IKS/PIS-PK Puskesmas Nglipar II
Latar Belakang Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. P rogram ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program In donesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahte ra. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pem bangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melal ui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun
2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyaraka t melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN
2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
PIS-PK terdiri atas 12 indikator yang digunakan sebagai penanda status kesehatan keluarga serta meningkatkan akses pelayanan yang komprehensif yaitu (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Ber encana (KB), (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, (3) Bay i mendapat imunisasi dasar lengkap, (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI ) eksklusif, (5) Balita mendapatkan pematauan pertumbuhan, (6) Penderi ta tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar,
(7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantar kan, (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok, (10) Keluarga sudah
menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),
(11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Hasil dari pengolahan data kesehatan keluarga dengan 12 indikator men ghasilkan Indeks Keluarga Sehat (IKS). IKS adalah angka yang menunjuk kan tingkatan keluarga sehat yang terdiri dari tiga kategori yaitu keluar ga tidak sehat, keluarga pra sehat, dan keluarga sehat. Proses pengumpu lan data sangat diperlukan karena digunakan sebagai
Downloaded by Lidia Sinaga
Gambaran Pelaksanaan
bahan untuk merancang, menerapkan dan mengevaluasi program pencegahan kesehatan masyarakat yang sesuai dan tepat
sasaran. Salah satu upaya tindak lanjut yang bisa dilakukan yaitu advokasi untuk mendorong keluarga pra sehat dan tidak sehat untuk memperbaiki indikator- indikator yang masih belum terpenuhi, sehingga diharapkan keluarga tersebut dapat memperbaiki perilaku hidupnya agar mencapai IKS keluarga sehat.
Lokasi : Desa Pilangrejo, Padukuhan Kaligede RT 02/RW 06 Waktu : 01 September 2022
Metode : Dilakukan kunjungan rumah, serta penilaian indikator keluarga sehat. Kemudian dilakukan advokasi terhadap indikator- indikator keluarga sehat yang perlu dipenuhi.
Hasil penilaian terhadap keluarga Ny. Ngadinem didapatkan : 1. Keluaraga mengikuti program KB (N)
2. Ibu hamil melakukan di fasyankes (N) 3. Bayi 0-11bl diberikan imunisasi lengkap (N) 4. Pemberian ASI eksklusif (ASI saja s/d usia 6 bl) (N) 5. Balita mendapat pemantauan pertumbuhan (N) 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar (N) 7. Penderita hipertensi berobat teratur (0)
8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok (1) 9. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN (1)
10. Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih (1) 11. Menggunakan jamban sehat (kloset) (0)
12. Penderita gangguan jiwa berat berobat dan tidak ditelantarkan (N)
Dari hasil penilaian didapatkan 3/(12-7) = 0,60 dengan intepretasi IKS pra-sehat
Berdasarkan penilaian IKS didapatkan hasil IKS keluarga pra-sehat.
Sehingga, dilakukan advokasi untuk berobat hipertensi secara langsung dan dilakukan advokasi kepada petinggi (Pak Dukuh) untuk
membuatkan jamban kloset.
Hasil advokasi : Pasien berobat ke Puskesmas Nglipar II untuk berobat hipertensi dan dibuatkan jamban sehat oleh dukuh Pilangrejo,
sehingga desa Pilangrejo menjadi desa yang seluruhnya memiliki jamban sehat.
UKM F1 (Promkes)_Kemitraan Bina UKS
#1. Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 1 Nglipar Tgl Pelaksanaan 09/13/2022
Nama UKS UKS SMPN 1 Nglipar
Judul Laporan Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 1 Nglipar
Latar Belakang Anak sekolah memiliki masalah kesehatan yang bervariasi, sehingga un tuk mengatasi masalah tersebut dibentuklah suatu organisasi yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menjadi wadah dalam upaya promotif dan preventif untuk membentuk generasi muda agar terbebas dari penyakit, mengembangkan karakter bangsa yang positif dan sifat kepemimpinan. Sementara itu, puskesmas memiliki peran penting di sekolah terutama dalam pelayanan kesehatan seperti: penjar ingan masalah kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan, dan imunisasi.
Gambaran Pelaksanaan
Oleh karena itu, puskesmas Nglipar II berperan aktif dalam melakukan penjaringan masalah kesehatan siswa-siswi SMP di wilayah kerja Nglipar II.
Kegiatan penjaringan masalah kesehatan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 September 2022 pada pukul 08.00-11.00. Adapun gambaran pelaksanaan penjaringan sebagai berikut: sebanyak 165 siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Nglipar mengisi identitas dan pemeriksaan berdasarkan kuisioner sendiri. Pertanyaan kuesioner ini meliputi: riwayat kesehatan anak, riwayat imunisasi, riwayat kesehata n keluarga, dan gaya hidup. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan meliputi: pemeriksaan tanda vital, status gizi , kebersihan diri, kesehatan penglihatan, kesehatan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, pemakaian alat bantu, dan pemeriksaan kebugaran jasmani. Kemudian dokter memberikan catatan mengenai hasil pemeriksaan dan memberikan surat rujukan ke puskesmas bila d iperlukan.
Setelah melakukan penjaringan masalah kesehatan, siswa-siswi SMP 1 Nglipar II dikumpulkan di sebuah ruangan untuk diberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan berjalan baik dan siswa-siswi sangat antusias mendengarkan penjelasan dari tenaga kesehatan.
UKM F1 (Promkes)_Kemitraan Bina UKS
#2. Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 1 Nama UKS
Judul Laporan
UKS SMPN 3 Nglipar
Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 3 Nglipa r
Anak sekolah memiliki masalah kesehatan yang bervariasi, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dibentuklah suatu organisasi yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menjadi wadah dalam upaya
Downloaded by Lidia Sinaga
dan sifat kepemimpinan. Sementara itu, puskesmas memiliki peran penting di sekolah terutama dalam pelayanan kesehatan seperti: penjar ingan masalah kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan, dan imunisasi.
Gambaran Pelaksanaan
Oleh karena itu, puskesmas Nglipar II berperan aktif dalam melakukan penjaringan masalah kesehatan siswa-siswi SMP di wilayah kerja Nglipar II.
Kegiatan penjaringan masalah kesehatan dilaksanakan pada hari Kamis, 15 September 2022 pada pukul 08.00-11.00. Adapun gambaran pelaksanaan penjaringan sebagai berikut: sebanyak 166 siswa-siswi kelas VII-IX SMPN 3 Nglipar mengisi identitas dan pem eriksaan berdasarkan kuisioner sendiri. Pertanyaan kuesioner ini meli puti: riwayat kesehatan anak, riwayat imunisasi, riwayat kesehatan ke luarga, dan gaya hidup. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan meliputi: pemeriksaan tanda vital, status gizi , kebersihan diri, kesehatan penglihatan, kesehatan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, pemakaian alat bantu, dan pemeriksaan kebugaran jasmani. Kemudian dokter memberikan catatan mengenai hasil pemeriksaan dan memberikan surat rujukan ke puskesmas bila d iperlukan.
Kegiatan penjaringan UKS SMPN 3 Nglipar berjalan lancar.
#3. Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 1 Nglipar Tgl Pelaksanaan 09/21/2022
Nama UKS UKS SMPN 1 Nglipar
Judul Laporan Penjaringan Kesehatan UKS SMPN 1 Nglipar
Latar Belakang Anak sekolah memiliki masalah kesehatan yang bervariasi, sehingga un tuk mengatasi masalah tersebut dibentuklah suatu organisasi yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menjadi wadah dalam upaya promotif dan preventif untuk membentuk generasi muda agar terbebas dari penyakit, mengembangkan karakter bangsa yang positif dan sifat kepemimpinan. Sementara itu, puskesmas memiliki peran penting di sekolah terutama dalam pelayanan kesehatan seperti: penjar ingan masalah kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan, dan imunisasi.
Gambaran Pelaksanaan
Oleh karena itu, puskesmas Nglipar II berperan aktif dalam melakukan penjaringan masalah kesehatan siswa-siswi SMP di wilayah kerja Nglipar II.
Kegiatan penjaringan masalah kesehatan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 September 2022 pada pukul 08.00-11.00. Adapun ga mbaran pelaksanaan penjaringan sebagai berikut: sebanyak 390 siswa-siswi kelas VIII-IX SMPN 1 Nglipar mengisi identitas dan pem eriksaan berdasarkan kuisioner sendiri. Pertanyaan kuesioner ini meli puti: riwayat kesehatan anak, riwayat imunisasi, riwayat kesehatan ke luarga, dan gaya hidup. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik oleh tenaga kesehatan meliputi: pemeriksaan tanda vital, status gizi , kebersihan diri, kesehatan penglihatan, kesehatan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, pemakaian alat bantu, dan pemeriksaan kebugaran jasmani. Kemudian dokter memberikan catatan mengenai hasil pemeriksaan dan memberikan surat rujukan ke puskesmas bila d iperlukan.
Setelah melakukan penjaringan masalah kesehatan, siswa-siswi SMP 1 Nglipar II diberikan edukasi tentang menjaga kesehatan.
Kegiatan berjalan dengan baik.
Downloaded by Lidia Sinaga
UKM F1 (Promkes)_Penyuluhan
#1. KIA
Tgl Pelaksanaan 08/26/2022 Tema Penyuluhan KIA
Judul Laporan Penyuluhan Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan, Persalinan, dan Nifas
Latar Belakang Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia tergolong masih tinggi.
Berdasarkan data pada 2020 AKI di Indonesia mencapai 4.627 dan penyebab tersering adalah perdarahan. Hal ini, salah satunya disebabkan karena deteksi dini risiko tinggi tanda bahaya pada ibu hamil masih belum o ptimal. Pemeriksaan ANC yang seharusnya dimulai dari trimester pertama juga masih kerap terlewati. Kunjungan ibu nifas yang standarnya dil akukan 4 kali juga belum terlaksana optimal. Banyak ibu yang hanya melakukan kunjungan nifas 1 dan 2 saja. Padahal kunjungan nifas diperlukan untuk memantau kesehatan ibu itu sendiri dan mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.
Maka dari itu, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikutsertakan peran aktif masyarakat dibutuhkan kader yang kompeten dalam deteksi dini risiko tinggi dan pengenalan tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan nifas.
Gambaran
Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2022. Adapun gambaran pelaksanaan penyuluhan sebagai berikut:
Metode: Ceramah dan tanya jawab
Lokasi: RM Monggo Mampir, Kedungpoh Sasaran: Kader Kelurahan Natah dan Pilangrejo Media: Presentasi
Jumlah Peserta Hadir: 24 orang
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan peserta antusias dengan materi yang diberikan.