• Tidak ada hasil yang ditemukan

Brand awareness had indirect influence towards repurchase intention through brand loyalty significantly

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Brand awareness had indirect influence towards repurchase intention through brand loyalty significantly"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Brand Awareness Terhadap Repurchase Intention Dengan Brand Loyalty Sebagai Variabel Mediasi

(Studi Pada Konsumen Queen Apple di Kota Batu) Oleh:

Regina Yusi Ananda

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Dosen Pembimbing:

Dimas Hendrawan, SE., MM

Abstract : The study aims at identifying the direct and indirect effect of brand awareness and brand loyalty towards repurchase intention of customer Queen Apple in Kota Batu.

The research type was explanatory research which explain about causal relation between variables from the research hypothesis. This study uses 140 respondents of Queen Apple consumers, selected using purposive sampling technique with the criteria of reaching 17 years of age at the minimum and having made at least one purchase in Queen Apple Kota Batu. The research instrument was assessed using validity, reliability, and classical assumption test. The hypothesis was evaluated using t-test in SPSS 23, and the data are carefully examined using path analysis. The results showed that brand awareness gives a significant effect on brand loyalty. Brand loyalty gives a significant effect on repurchase intention. Otherwise, brand awareness gives a significant effect on repurchase intention.

Brand awareness had indirect influence towards repurchase intention through brand loyalty significantly.

Keywords: Brand awareness, Brand loyalty, Repurchase Intention.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand awareness dan brand loyalty terhadap repurchase intention pada konsumen Queen Apple di Kota Batu, baik pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang menjelaskan hubungan kausan antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Sampel yang digunakan sebanyak 140 responden yang diambil dari populasi konsumen Queen Apple. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik sampel yang dipilih yaitu minimal berusia 17 tahun, dan minimal pernah melakukan pembelian paling tidak sebanyak 1 kali. Alat uji yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dan uji hipotesis dilakukan menggunakan uji t dengan menggunakan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness berpengaruh siginifikan terhadap brand loyalty. Brand loyalty berpengaruh siginifikan terhadap repurchase intention. Disisi lain, brand awareness berpengaruh siginifikan terhadap repurchase intention. Brand awareness berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap repurchase intention melalui brand loyalty.

Kata kunci: Brand awareness, Brand loyalty, Repurchase Intention.

(2)

1. Pendahuluan

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi pariwisata yang cukup bagus. Kondisi ini diperkuat dengan data yang dikeluarkan oleh World Bank dengan judul “The Travel and Tourism Competitiveness Report 2015”, dalam laporan tersebut Indonesia menempati posisi 17 dari 141 negara yang menjadi negara favorit untuk destinasi wisata manca negara (World Bank, 2015).

Dampak yang timbul dari meningkatnya jumlah wisatawan baik manca negara maupun wisatawan nusantara adalah tumbuhnya sektor pariwisata dan sektor pendukungnya.

Hal ini juga diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh BPS dengan judul

“Indikator Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III-2017”.

Laporan ini menyatakan bahwa terjadi pergeseran kebiasaan masyarakat dari belanja barang kebutuhan primer menuju kebutuhan sekunder (BPS, 2017). Kebutuhan sekunder yang dimaksud salah satunya adalah kebutuhan akan berwisata.

Indonesia juga memiliki banyak kota atau kabupaten yang bisa dijadikan tempat untuk destinasi wisata. Salah satu kota yang menjadi destinasi wisata di Jawa Timur adalah Kota Batu. Menurut data dari BPS (2016) terjadi kunjungan wisatawan hingga 506,583. Dampak dari meningkatkan kunjungan wisatawan ini juga berimbas pada sektor pendukungnya termasuk oleh-oleh.

Fenomena yang muncul akhir-akhir ini adalah menjamurnya oleh-oleh para artis dan lima diantaranya membuka outletnya di Kota Batu. Namun dari kelima artis yang membuka oleh-oleh di Kota Batu hanya Farah Quinn yang memiliki profesi Chef sekaligus artis.Kelebihan inilah yang tidak dimiliki oleh bisnis oleh-oleh artis

lainnya. Meskipun ditunjang dengan chef sekaligus artis yang berkompeten, Queen Apple tetap membutuhkan startegi untuk memenangkan persaingan.

Salah satu strategi untuk Queen Apple dalam melakukan edukasi untuk menanamkan mereknya di benak konsumen adalah dengan menggunakan kesadaran merek atau brand awareness.

Ekhveh dan Darvishi (2015) menyatakan brand awareness adalah salah satu faktor utama dalam menciptakan nilai tambah merek dan juga dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pengetahuan tingkat konsumen tentang merek.

Selain itu dibutuhkan juga strategi untuk menanamkan loyalitas merek atau brand loyalty. Menurut Jing, Pitsaphol dan Shabbir (2014) brand loyalty merupakan komitmen konsumen terhadap merek yang menjadikannya sebagai aset tak berwujud yang mencerminkan harga produk atau layanan perusahaan.

Setelah kesadaran merek atau brand awareness dan loyalitas merek atau brand loyalty terbentuk dibutuhkan sebuah strategi untuk memunculkan niat membeli kembali atau repurchase intention. Menurut Gounaris, Dimitriadis, dan Stathakopoulos (2010) adalah kecenderungan konsumen untuk membeli produk dari pabrik yang tepat selama waktu yang lama.

Penerapan strategi dari tida variabel diatas jika diterapkan pada Queen Apple akan mempengaruhi konsumen yang berkunjung ke Kota Batu. Konsumen akan mudah mengingat produk Queen Apple, dan membuat konsumen enggan untuk berpindah merek dikarenakan munculnya loyalitas. Richard dan Eugini (2014) menyatakan bahwa brand awareness memiliki pengaruh cukup besar pada brand loyalty dan secara

(3)

tidak langsung menyebabkan niat untuk membeli kembali dari konsumen.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand awareness terhadap repurchase intention dan brand loyalty sebagai variabel mediasi pada konsumen Queen Apple di Kota Batu baik pengaruh secara langsung maupun tidak langsung.

2. Tinjauan Pustaka 2.1 Brand Awareness

Sebuah produk yang sukses dipasaran biasanya merupakan produk yang mudah dikenali, baik dari segi kemasan, produk itu sendiri, hingga brand yang melekat pada produk yang dijual oleh perusahaan. Dalam dunia pemasaran, menciptakan kondisi dimana produk atau brand mudah untuk dikenali biasa disebut dengan brand awareness atau kesadaran merek.

Menurut Aaker yang dikutip dalam buku The Power of Brand karya Freddy Rangkuti (2009:39), brand awareness adalah kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu brand merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Sedangkan menurut Darmadi Durianto, Sugiarto, Tony Simanjuntak (2004) brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu brand sebagai bagian dari suatu kategori produk. Bagian dari suatu kategori produk perlu ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara kategori produk dengan brand yang dilibatkan.

Ukpebor, Ipogah, Aronsson, dan Svensson (2008) dalam Santoso dan Cahyadi (2014) percaya bahwa kesadaran merek atau brand awareness dapat diukur melalui tiga dimensi, yang

terdiri atas: (1) brand recognition, (2) brand recall,dan (3) top of mind.

2.2 Brand Loyalty

Untuk memenangkan persaingan bisnis yang ketat, perusahaan dituntut untuk bisa menciptakan loyalitas konsumen terhadap merek atau brand.

Brand loyalty memberikan sebuah prediksi dan kepastian permintaan bagi perusahaan oleh pelanggan dan juga dapat menciptakan pembatas yang kuat dengan para kompetitor yang ingin merebut pasar (Kotler dan Keller, 2014).

Mowen dan Minor (Hasanah: 2009) mendefinisikan brand loyalty adalah suatu kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif terhadap sebuah brand, mempunyai komitmen pada brand tersebut, dan bermaksud meneruskan pembeliannya di masa mendatang. Pada hakikatnya, tujuan membangun sebuah brand adalah memperkuat ukuran dan intensitas dari setiap segmen loyalitas dengan membuat landasan hubungan pelanggan itu konsisten dari waktu ke waktu dan apabila memungkinkan, tetap kaya, mendalam, dan penuh arti (Aaker, 2014:9).

Jadi brand loyalty juga bisa disimpulkan sebagai suatu kondisi dimana konsumen memiliki kesan positif terhadap brand, merasa puas, dan ada keinginan untuk membeli kembali pada masa mendatang. Brand loyalty juga bisa digambarkan dalam sebuah ukuran yang menjelaskan keterkaitan pelanggan terhadap sebuah brand.

2.3 Repurchase Intention

Timbulnya minat membeli ulang atau repurchase intention merupakan salah satu indikasi jika produk yang dijual oleh perusahaan telah diterima dengan baik oleh konsumen.

(4)

Repurchase intention adalah keputusan terencana seseorang untuk melakukan pembelian kembali atas produk atau jasa tertentu, dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi dan tingkat kesukaan (Hellier dkk, 2003). Sedangkan menurut Hicks (2005) repurchase intention merupakan suatu komitmen konsumen yang terbentuk setelah konsumen melakukan pembelian suatu produk atau jasa. Komitmen ini timbul karena kesan positif konsumen terhadap suatu merek, dan konsumen merasa puas terhadap pembelian tersebut.

Suatu pembelian yang dilakukan berulang-ulang umumnya mengartikan bahwa produk yang dibeli berdasarkan persetujuan konsumen dan konsumen akan menggunakannya kembali dalam jumlah yang lebih besar. Repurchase Intention sebagai intensi untuk melakukan pembelian kembali akan suatu produk sebanyak dua kali atau lebih, baik terhadap produk yang sama maupun yang berbeda (Zeng, Zuahao, Rong, & Zhilin, 2009).

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, repurchase intention bisa disimpulkan sebagai keputusan konsumen yang terencana untuk membeli produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan sebagai dampak dari puasnya konsumen saat menggunakan produk atau jasa tersebut.

2.4 Hubungan Antar Variabel

Munculnya minat membeli kembali sebuah produk atau repurchase intention dari para konsumen tidak terjadi tiba- tiba atau tanpa direncanakan.

Repurchase intention adalah dampak dari sebuah proses marketing yang dilakukan oleh perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Richard Chinomona dan Eugina Tafadzwa Maziriri (2017) menunjukkan ada

beberapa faktor yang dapat membentuk repurchase intention. Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan jika brand awareness dan brand loyalty juga memiliki dampak poditif terhadap repurchase intention. Jika perusahaan membangun brand awareness dengan baik akan berdampak terhadap melekatnya sebuah merek dalam benak konsumen. Brand yang diingat dengan baik oleh konsumen juga akan berimbas kepada menguatnya brand loylaty dari konsumen terhadap merek tersebut.

Lantas dari penelitian ini juga didapatkan kesimpulan jika brand loyalty atau loyalitas konsumen terhadap sebuah merek yang menguat akan berimbas terhadap minat konsumen untuk membeli kembali atau repurchase intention. Jadi proses yang terjadi mulai dari membentuk brand awareness danmenguatkan brand loyalty akan menciptakan konsumen yang loyal dan dimungkinkan untuk melakukan pembelian ulang atau repurchase intention.

Senada dengan penelitian dia atas, Arina Pradhita (2016) yang melakukan penelitian di Kota Malang juga menyimpulkan, brand awareness memiliki dampak yang positif terhadap brand loyalty. Penelitian yang menjadikan minuman kopi siap minum sebagai objek ini juga menyimpulkan jika brand awareness berdampak positif terhadap repurchase intention. Artinya untuk menuju pada tingginya tingkat repurchase intention, dibutuhkan beberapa tahapan mulai dari brand awareness hingga brand loyalty. Dari dua penelitian ini dapat disimpulkan juga bahwa brand awareness yang kuat akan berimbas positif terhadap brand loyalty. Begitu juga saat perusahaan mampu meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek atau brand

(5)

loyalty, juga akan berimbas kepada meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk atau repurchase intention.

2.5 Hipotesis

Hipotesis yang disusun dalam penelitian ini adalah:

H1: Brand Awareness (X) berpengaruh terhadap Brand Loyalty (Z).

H2: Brand Loyalty (Z) berpengaruh terhadap Repurchase Intention (Y) H3: Brand Awareness (X) berpengaruh terhadap Repurchase Intention (Y).

H4: Brand Awareness (X) berpengaruh tidak langsung terhadap Repurchase Intention (Y) melalui Brand Loyalty (Z).

3. Metodologi Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah konsumen Queen Apple Kota Batu. Sampel yang digunakan sejumlah 140 responden.

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu non probability sampling serta teknik purposive sampling dengan karakteristik, usia responden minimal 17 tahun, dimana pada usia tersebut seseorang dianggap dewasa sehingga mampu mengamati dan menilai sesuatu dengan baik dan melakukan pembelian produk Queen Apple sebanyak 1 kali.

Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang diukur menggunakan skala likert. Instrumen tersebut diuji menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik.

Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Uji hipotesis pada pengaruh langsung menggunakan uji t, sedangkan

pengaruh tidak langsung menggunakan sobel test.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar responden berusia 17-30 tahun. Terdapat 27,1% responden laki- laki dan 72,9% responden perempuan.

Responden didominasi oleh konsumen yang memiliki pendidikan terakhir sebagai SMA / SMK. Mayoritas responden bekerja sebagai pelajar/mahasiswa dengan pendapatan perbulan Rp 3.000.001 – Rp 4.000.000 perbulan. Kuesioner yang disebar telah memenuhi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik berupa uji normalitas dan uji linieritas. Data yang memenuhi uji asumsi klasik, dapat dilakukan uji regresi. Hasil uji regresi menghasilkan koefisien path dan nilai thitung. Persamaan jalur pada penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:

(1) Z = b1X + e1

(2) Y = b2X + b3Z + e2

Keterangan:

X : Brand Awareness Z : Brand Loyalty Y : Repurchase Intention

e1 : variabel residu atau variabel yang mempengaruhi Z namun tidak dibahas dalam penelitian e2 : varibel residu atau variabel

yang mempengaruhi Y namun tidak dibahas dalam penelitian.

Penerapan persamaan tersebut pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

Persamaan pertama dilakukan dengan melakukan regresi Brand Awareness (X) sebagai variabel bebas dan Brand Loyalty (Z) sebagai variabel terikat.

Hasil dari regresi persamaan pertama tersebut adalah:

(6)

Tabel 1: Hasil Analisis Jalur Pengaruh

Variabel X terhadap Z

Berdasarkan tabel di atas, koefisien jalur memiliki nilai sebesar 0,358. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand awareness (X) terhadap brand loyalty (Z) adalah 0,358 tanpa dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian. Nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 4,506 > 1,98. Hubungan kedua variabel ini signifikan karena nilai signifikansi 0,00 atau <0,05%.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa brand awareness memiliki pengaruh secara langsung dan signifikan terhadap brand loaylty sehingga H1 diterima.

Persamaan kedua dilakukan dengan melakukan regresi dengan brand awareness (X) dan brand loyalty (Z) sebagai variabel bebas dan repurchase intention (Y) sebagai variabel terikat.

Hasil dari regresi persamaan ini adalah:

Tabel 2: Hasil Analisis Jalur Pengaruh

Variabel X dan Z terhadap Y

Berdasarkan tabel di atas, koefisien jalur untuk brand loyalty terhadap repurchase intentions adalah sebesar 0,139. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand loyalty (Z) terhadap repurchase intentions (Y)

adalah 0,139, tanpa dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian. Nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3,422>1,98. Hubungan kedua variabel ini signifikan karena nilai signifikansi 0,001 atau < 0,05%. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa brand loyalty memiliki pengaruh secara langsung dan signifikan terhadap repurchase intention, sehingga H2

diterima.

Koefisien path untuk brand awareness terhadap repurchase intention intentions memiliki nilai sebesar 0,837. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh brand awareness (X) terhadap repurchase intention (Y) adalah 0,837 tanpa dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian. Nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 20,614>1,98. Hubungan kedua variabel ini signifikan karena nilai signifikansi 0,00 atau <0,05%.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa brand awareness berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap repurchase intention, sehingga H3 diterima.

Besar koefisien path untuk brand awareness terhadap repurchase intention melalui brand loyalty dilakukan dengan rumus:

Y = b1X x b3Z

= 0,358X x 0,139Z

= 0,050 Keterangan:

Y : Koefisien jalur X ke Y melalui Z

b1X : Koefisien jalur X ke Z b3Z : Koefisien jalur Z ke Y

Berdasarkan rumus di atas, maka besar pengaruh tidak langsung brand awareness terhadap repurchase Variabel

Bebas

Koefisien Jalur

t

hitung Probabilitas Ket

X 0,358 4,506 0.000 Signifikan

Variabel Terikat Z R = 0,358

R square = 0,128

Adjusted R square = 0,122

Variabel Bebas

Koefisien

Jalur t hitung Probabilitas Ket.

X 0,837 20,614 0,000 Signifikan

Z 0,139 3,422 0,001 Signifikan

Variabel Terikat Y R : 0,896

R Square : 0,803

Adjusted R Square : 0,800

(7)

intention melalui brand loyalty yaitu sebesar 0,050. Untuk menguji H4 yang menduga bahwa terdapat pengaruh tidak langsung brand awareness terhadap repurchase intention melalui brand loyalty.

Berdasarkan perhitungan sobel test, diketahui besar Standard error untuk Se12 sebesar 0,0203. Setelah diketahui Standard Error untuk pengaruh tidak langsung dihitung, maka nilai thitung adalah 2,463

Berdasarkan hasil Sobel Test di atas dapat disimpulkan bahwa nilai z-value sebesar 2,463 > dari 1,98. Sehingga H4

yang menduga, bahwa terdapat pengaruh tidak langsung secara signifikan dari variabel brand awareness terhadap repurchase intention melalui brand loyalty, dapat diterima.

Gambar 2: Diagram Jalur

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh langsung brand awareness (X) terhadap brand loyalty (Z)

Dalam hal ini salah satu faktor yang dapat membentuk loyalitas merek ialah kesadaran akan merek itu sendiri.

Queen Apple berhasil membuat first impression yang cukup baik untuk membuat konsumen mudah mengingat merek tersebut. Hal tersebut didukung oleh perpaduan penggunaan logo, slogan, iklan, dan kemasan yang secara berulang-ulang dan konsisten. Selain itu

loyalitas merek otomatis membuat konsumen saat melakukan kunjungannya kembali ke Kota Batu konsumena akan membeli oleh-oleh yang terlintas pertama kali pada pikirannya, sehingga brand awareness berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty.

4.2.2 Pengaruh langsung brand loyalty (Z) terhadap repurchase intention (Y)) Dengan adanya brand loyalty pada responden konsumen Quenn Apple di Kota Batu maka repurchase intention konsumen akan meningkat. Mayoritas responden menyadari bahwa Queen Apple merupakan sebuah produk oleh- oleh khas Malang kekinian milik artis.

Kata “milik artis” ini menjadi pemicu bagi konsumen untuk membeli produk dari merek Queen Apple yang bisa jadi juga sebagai fans dari chef dan sekaligus artis Farah Quinn. Oleh karena itu ketika konsumen sudah loyal terhadap merek Queen Apple maka konsumen akan melakukan pembelian ulang atau kembali terhadap merek Queen Apple dibandingkan dengan merek kompetitor, sehingga brand loyalty berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention.

4.2.3 Pengaruh langsung brand awareness (X) terhadap repurchase intentions (Y)

Pada hal ini terjadi makna signifikan yang menjelaskan bahwa repurchase intention pada Queen Apple akan meningkat, hasil tersebut mununjukkan bahwa pada variabel brand awareness memiliki respon yang baik. Respon baik tersebut berasal dari konsumen dapat mengingat dengan jelas merek Queen Apple yang terlihat dari kemudahan akses untuk membeli produk tersebut, sehingga ketika konsumen

X Z Y

0,358 0,139

0,050 0,837

e1 e2

(8)

berkunjung kembali ke Kota Batu, konsumen akan cenderung membeli kembali pada produk Queen Apple.

4.2.4 Pengaruh tidak langsung e- brand awareness (X) terhadap repurchase intentions (Y) melalui brand loyalty (Z)

Dari hasil pada Gambar 2 menunjukkan bahwa brand awareness dapat berpengaruh langsung terhadap repurchase intention dan dapat juga berpengaruh tidak langsung yaitu dari brand loyalty (sebagai variabel intervening) lalu ke repurchase intention, dengan adanya nilai dari total pengaruh brand awareness ke repurchase intention maka dapat diartikan bahwa brand loyalty merupakan variabel intervening pada pengaruh brand awareness terhadap repurchase intention.

5. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa brand awareness mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty, brand loyalty mempunyai pengaruh signifikan terhadap repurchase intention, brand awareness secara langsung mempunyai pengaruh signifikan terhadap repurchase intention, brand awareness secara tidak langsung mempunyai pengaruh signifikan terhadap repurchase intention melalui brand loyalty.

Berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran, Queen Apple sebaiknya mengevaluasi lokasi outlet Queen Apple yang sudah ada dan merencanakan secara matang untuk outlet Queen Apple di tempat yang lebih strategis. Sehingga konsumen Queen Apple yang berkunjung ke Kota Batu dapat lebih mudah mengingat dengan

jelas merek Queen Apple dan dapat dengan mudah mengkases ketika ingin melakukan pembelian. Selain itu, Queen Apple sebaiknya menggunakan marketing communication yang dijalankan secara berulang-ulang atau repitisi, hal ini harus dilakukan agar Queen Apple dan pelanggan dapat saling terhubung dan konsumen dapat mengingat dengan mudah merek Queen Apple. Queen Apple sebaiknya lebih aktif membangun strategi digital marketing, untuk membuat konsumen lebih mengenali merek Queen Apple.

Queen Apple sebaiknya

mengoptimalkan branding dengan menjalankan program corporate social responsibility, berupa pelatihan kepada petani-petani mitra Queen Apple agar mampu membuat diversifikasi produk dari hasil panen. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya dapat memperluas cakupan peneliti baik dari variabel, objek maupun lokasi dan menambahkan skala responden yang lebih luas.

Daftar Pustaka

Alma, Buchari. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa.

Bandung : Penerbit Alfabeta.

Aaker, D. A. 1992. The Value of Brand Equity. Journal of business strategy, 13(4), 27-32.

Arikunto, Suharsimi. 2010.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta: Jakarta.

Aulia, M. M. 2016. “Pengaruh Brand Awareness terhadap Brand Loyalty dengan Brand Association dan Perceived Quality sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Pengunjung

Mall Malang Town

(9)

Square)”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 4(2).

Bappenas. 2015. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019.

Dilihat 23 Januari 2018.

<https://www.bappenas.go.id/id/dat a-dan-informasi-utama/dokumen perencanaan-dan-

pelaksanaan/dokumen-rencana- pembangunan nasional/rpjp-2005- 2025/rpjmn-2015-2019/>

BPS Kota Batu. 2016. Jumlah Pengunjung Objek Wisata Dirinci Menurut Bulan di Kota Batu Tahun 2016. Dilihat 24 Januari 2018.

<https://batukota.bps.go.id/pressrel ease/2015/12/01/23/perkembangan- pariwisata-jawa-timur-oktober- 2015.html>

BPS. 2017. Indikator Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga pada Kuartal III-2017. Dilihat 23 Januari 2018.

<https://www.bps.go.id/pressreleas e/2017/11/06/1366/ekonomi- indonesia-triwulan-iii-2017- tumbuh-5-06-persen.html>

Chi, D. H. K., Yeh, D. H. R. & Yang, Y.

T. 2009. The Impact of Brand Awareness on Consumer Purchase Intention: The Mediating Effect of Perceived Quality and Brand Loyalty. The Journal of International Management Studies,

Chinomona, R. (2016). Brand communication, brand image and brand trust as antecedents of brand loyalty in Gauteng Province of South Africa. African Journal of

Economic and Management Studies, 7 (1), 124-139

Chinomona, R., & Maziriri, E. T. 2017.

“The Influence of Brand Awareness, Brand Association and Product Quality on Brand Loyalty and Repurchase Intention: a Case of Male Consumers for Cosmetic Brands In South Africa”. Journal of Business and Retail Management Research, 12(1).

Chung, I. K., Lee, M. M. 2003. A Study of Influencing Factors for Repurchase Intention in Internet Shopping Malls. Hankuk University of ForeignStudies.

Cooper, D. R. & Schindler, P. S. 2008.

Business Research Methods, Singapore, McGraw Hill.

Daryanto. 2011. Sari Kuliah Manajemen Pemasaran, Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Durianto, D., & Sugiarto, T. S. 2001.

“Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek”. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ferdinand, A. 2006. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Penulisan Skripsi, Tesis, dan

Disertasi Ilmu

Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ferrell, O. C., & Hartline, M. (2012).

Marketing Strategy, Text and Cases. Boston: Cengage Learning Ghozali, Iman. 2016. Analisis

Multivariate dengan Program IBM

(10)

SPSS 23. Semarang: Universitas Diponegoro.

Gounaris, S., Dimitriadis, S., &

Stathakopoulos, V. (2010). An examination of the effects of service quality and satisfaction on customers' behavioral intentions in e-shopping. Journal of services marketing, 24(2), 142-156.

Haryono, S., & Wardoyo, P. 2012.

Structural Equation Modeling untuk Penelitian Manajemen

Menggunakan AMOS

18.00. Jakarta: Intermedia Personalia Utama.

Hellier, P. K., Geursen, G. M., Carr, R.

A., & Rickard, J. A. (2003).

Customer repurchase intention: A general structural equation model. European journal of marketing, 37(11/12), 1762-1800.

Hipwee. 2017. Deretan 30 Artis Indonesia yang Menggeluti Bisnis Kue Oleh-Oleh Khas Kekinian.

Dilihat 24 Januari 2018.

<https://www.hipwee.com/opini/tre n-baru-deretan-30-artis-indonesia- yang-menggeluti-bisnis-kue-oleh- oleh-khas-kekinian/>

Hoeffler, S., & Keller, K. L. 2002.

Building brand equity through corporate societal marketing.

Journal of Public Policy &

Marketing, 21(1), 78-89.

Hooper, D., Coughlan, J., and Mullen, M. (2008). Structural equation modeling: Guidelines for determining model fit. Electronic Journal of Business Research Methods, 6(1), 53-60.

Jing, Z., Pitsaphol, C., & Shabbir, R.

(2014). The Influence Of Brand Awareness, Brand Image And Perceived Qualityon Brand Loyalty: A Case Study Of Oppo

Brand In

Thailand. Interdisciplinary journal of contemporary research in business, 5(12).

Kapferer, J. N. (2008). The New Strategic Brand Management:

Creating and Sustaining Brand Equity.

Kertajaya, Hermawan. 2002.Hermawan Kertajaya in Marketing. Jakarta:

Penerbit PT. GramediaPustaka Utama.Keller, K. L. (2003a). Brand Synthesis: The Multidimensionality of Brand Knowledge. Journal of Consumer Research, 29(4), 595- 600.

Kertajaya, Hermawan. 2008. Marketing Plus. 2000 : Siasat MemenangkanPersaingan Global.

Edisi Soft Cover. Jakarta: Penerbit PT. GramediaPustaka Utama.

Keller, Kevin Lane. 2013. Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity, Fourth Edition. Pearson Education Limited, USA.

Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2005).

Blue ocean strategy. California management review, 47(3), 105- 121.

Kocoglu, C., Tengilimoglu, D., Ekiyor, A., & Guzel, A. 2015. The Effects of Brand Loyalty on the Consumer Buying Behaviors: The Example of Perfume in the Province of

(11)

Ankara. International Journal of Humanities and Management Sciences, 3(5), 318-323.

Kotler, Philip & Amstrong, Gary. 2012.

Principles of Marketing. Pearson Education, New Jersey.

Kotler, Philip& Keller, Kevin Lane.

2012.Marketing Management Edisi 14, Global Edition. Pearson Prentice Hall.

Kotler, P, & Keller, K, L. 2014.

Marketing Management, 14th edn.

Pearson, USA.

Kumalasari, P., & SUGIARTO, Y.

(2013). Analisis Pengaruh Brand Awarenessdan Brand Image TerhadapBrand Equity dan Dampaknya Pada Minat Beli Konsumen (Studi Kasus Product Placement Mie Instan Indomie Di Dalam Film 5 Cm). (Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomika dan Bisnis).

Lin, Y. T., Chen, S. C., Hung, C. S.

2011.The impacts of brand equity, brandattachment, product involvement and repurchase intention on bicycle users. African Journal of BusinessManagement, 5.

Malang Times. 2015. Indonesia Smart Nation Award. Dilihat 23 Januari 2018

<http://www.malangtimes.com/baca/531 7/20151021/123058/kota-batu-raih- penghargaan-kota-terbaik-se- indonesia/>

Malik, P. D. M. E., Ghafoor, M. M., Iqbal,H. K., Riaz, U., Hassan, N.

U.,Mustafa, M. & Shahbaz, S.

2013.Importance of Brand Awareness andBrand Loyalty in assessing PurchaseIntentions of Consumer.International Journal of Businessand Social Science, 4.

Maurya, U. K. & Mishra, P. 2012. What is a brand? A Perspective on Brand Meaning. European Journal ofBusiness and Management, 4.

Mowen, J. C., & Minor, M. 2002.

Perilaku konsumen jilid 1. Penerjemah: Lina Salim.

Erlangga. Jakarta.

Muhidin, S. A., & Abdurahman, M.

2007. Analisis korelasi, regresi, dan jalur dalam penelitian. Bandung:

Pustaka Setia.

Queen Apple. 2017. Peresmian Queen Apple. Dilihat 24 Januari 2018.

<https://www.queenapple.co.i>

Pather, P. 2016. “Brand Equity as a Predictor of Repurchase Intention of Male Branded Cosmetic Products in South Africa”(Doctoral dissertation).

Pradhita, A. 2015. “The Influence of Brand Awareness on Repurchase Intention : The Mediating Role of Brand Loyalty and Perceived Quality (A Study on Ready To Drink Coffee’s Customers in Malang”.Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 4(1).

Rangkuti, F. 2002. The Power of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.\

(12)

Santoso, C. R. & Cahyadi, T. E. 2014.

Analyzing the Impact of Brand Equity towards Purchase Intention in Automotive Industry: A Case Study of ABC in Surabaya. iBuss Management, 2.

Sarwono, J. 2007. Analisis jalur untuk riset bisnis dengan SPSS. Penerbit Andi, Yogyakarta, 321.

Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Edisi 4 Buku 2. Salemba Empat, Jakarta.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

2017. Tahun 2017 Kita Genjot Sektor Pariwisata. Dilihat 23 Januari 2018,

<http://setkab.go.id/tahun-2017- kita-genjot-sektor-pariwisata/>

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

CV. Alfabeta, Bandung.

Tirto. 2017. Proporsi Tipe Konsumsi terhadap Total Konsumsi Masyarakat Indonesia Berdasarkan Triwulan Tahun 2016 – 2017.

Dilihat 24 Januari 2018.

<https://tirto.id/bergeserkah-pola- konsumsi-masyarakat-czRL>

Tirto. 2017. Laju Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga.Dilihat 24 Januari 2018.

<https://tirto.id/penurunan-daya- beli-atau-peralihan-pola-belanja- cx7Z>

Ukpebor, P., Ipogah, B., Aronsson, B.,

& Svensson, M. 2008. A Study to Indicate the Importance of Consumer-Based Brand Equity on Consumer Perception of Brand: A

Case Study of Fast Food Restaurants. Retrieved on April, 18, 2009.

Umar, Husein. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Vazifehdoost, H., & Negahdari, A.

Relationships of Brand Awareness, Brand Association and Perceived Quality with Brand Loyalty and Repurchase Intention.

Wardhana, B. G. 2016. “Pengaruh Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, Loyalitas Merek, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Konsumen Sepatu Merek Asic (Studi pada Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang)”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 4(2).

WEF. 2016. “The Financial Development”. Dilihat 23 Januari

2018. <

http://reports.weforum.org/financial -development-report-2012/>

World Bank. 2015. The Travel and Tourism Competitiveness Report 2015. Dilihat 23 Januari 2018.

<http://documents.worldbank.org/c urated/en/992511468488204800/pd f/PIDC0070288-PID-P157599- PUBLIC-ACS.pdf>

Referensi

Dokumen terkait

RERANGKA TEORITIS DAN HIPO- TESIS Alam dan Yasin 2010: 80 mengadopsi kon- sep yang telah ditemukan pada penelitian Hong Youl 2004 bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan