• Tidak ada hasil yang ditemukan

budidaya terung secara baik

N/A
N/A
Asep Pebriandi

Academic year: 2024

Membagikan "budidaya terung secara baik "

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BUDIDAYA TERONG

(2)

Tanah dibajak dengan traktor, kemudian disisir. Pengolahan tanah kedua dilakukan dengan membuat bedengan sementara dengan Lebar ±110 cm, jarak antar bedengan minimal 50 cm.

Pupuk kandang dan kapur pertanian ditabur diatas permukaan tanah dua minggu sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luasan bedengan 25 m2:

Pupuk kandang ayam : 100 kg Kapur pertanian : 10 kg

Pupuk dasar berupa NPK, ZA, Superphos dan KCl dengan perbandingan 5 : 2 : 4 : 5. Tambahkan 20 kg Carbofuran kedalam 800 kg campuran pupuk dasar. Campuran pupuk dasar diberikan sepuluh hari sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luas bedengan 25 m2 (± 84 populasi) sebanyak 10 kg campuran pupuk diatas. Setelah itu bedengan langsung ditutup mulsa.

PERSIAPAN LAHAN

±110 cm 50 cm

(3)

• Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas.

• Pemasangan mulsa plastik ini sebaiknya dilakukan pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal.

PEMASANGAN MULSA

(4)

PERSEMAIAN

Benih terong termasuk agak lambat berkecambah, maka sebelum semai benih sebaiknya direndam dengan air yang dicampur fungisida 1,5 ml/l dan bakterisida 1 – 1,5 g/l atau dengan air hangat kuku (35oC – 40oC) selama ½ jam

Setelah direndam benih ditiriskan kemudian disemai pada pot tray atau mini polybag dengan diameter 5 cm, bisa dibuat dari plastic es yang dipotong-potong atau daun pisang dengan media semai berupa tanah kering dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1.

Benih berkecambah setelah umur 7 – 10 hari setelah semai.

(5)

PENANAMAN

Bibit yang dipilih adalah yang sehat dan telah berumur 20 - 25 hari setelah semai.

Sebelumnya bibit disiram agar tanah tetap utuh saat pindah tanam.

Waktu penanaman sore hari dengan cara melepaskan bibit dari polibag dan usahakan tanahnya tetap utuh.

Jarak tanam dalam barisan 50 cm dan antar barisan 70 – 80 cm.

(6)
(7)

Pemasangan ajir atau turus dilakukan setelah tanaman selesai ditanam di bedengan. Tinggi ajir atau turus yang digunakan adalah 1,5 - 2 meter, bagian bawah yang dimasukkan ke dalam tanah 25 cm.

Ajir atau turus dipasang miring ke luar (model

“V”). Pemasangan ajir dilakukan di setiap tanaman dengan jarak sekitar 10 cm dari batang tanaman.

Setelah ajir atau turus dipasang, tanaman harus segera diikatkan di ajir atau turus tersebut dengan menggunakan tali rafia.

Pengikatan tanaman dilakukan pertama kali di batang. Namun, setelah tanaman mengalami penambahan tinggi, pengikatan dilakukan di percabangan pertama.

PERLAKUAN TANAMAN

10 cm

(8)

• Pengendalian hama dan penyakit yang diterapkan bersifat preventif dengan menyemprotkan pestisida secara teratur.

• Penyemprotan mulai dilakukan pada umur tanaman ± 1 MST menggunakan pestisida sesuai sasaran hama/penyakit & konsentrasi/Dosis anjuran dengan jarak waktu semprot (interval penyemprotan) 4 hari.

• Penyemprotan dilakukan lebih intensif lagi jika terjadi hujan

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

(9)

Bahan aktif : Siantraniliprol Dinotefuran Imidakloprid Tiametoksam Demolish, Agrimex, Alika (pestisida)

(10)

Layu bakteri dan layu fusarium

(11)

• Terong dipanen saat buah masih muda, mulai dapat dipanen pada umur 50 – 55 hari setelah tanam.

• Kriteria buah yang baik adalah dagingnya belum keras dan warna buah mengkilat.

• Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemanenan adalah pagi atau sore hari sehingga buah tetap segar. Pemanenan dapat dilakukan seminggu dua kali. Potensi hasil per tanaman mencapai 21 buah atau 55 – 65 ton/ha.

PANEN

(12)

4 Jenis Pewiwilan Pada Tanaman

Cabai/ Terung 

(13)

Pewiwilan/perempelan berarti pembuangan tunas,

bunga, buah serta daun pada tanaman

(14)

1. Pewiwilan tunas samping di bawah cabang Y

Pewiwilan tunas samping di bawah cabang Y bertujuan untuk

memaksimalkan pertumbuhan

tanaman cabai saat fase vegetatif.

Saat fase ini biarkan tanaman cabai membentuk vigor atau bentuk

tanaman yang kuat dulu, batang utama serta percabangan yang kuat dulu.

Tunas samping yang tumbuh pada batang utama cabai terbukti

menghambat pertumbuhan

tanaman cabai, dan vigor tanaman yang terbentuk tidak terlalu bagus.

Selain itu, dari segi produktivitas, tunas samping tidaklah terlalu

produktif (buah yang dihasilkan sedikit).

(15)

2. Pewiwilan bunga pada cabang Y

Pewiwilan bunga pada cabang Y tujuannya sama dengan pewiwilan tunas samping.

Pewiwilan bunga pada cabang Y dilakukan segera setelah bunga pertama muncul. Jadi tidak menunggu sampai bunga tadi jadi buah. Karena kalau sudah jadi buah akan mengganggu pertumbuhan cabang di atasnya, karena aliran nutrisi akan banyak masuk pada buah tadi.

(16)

3. Pewiwilan daun tua di bawah cabang Y

Pewiwilan daun tua cabai biasanya dilakukan saat

tanaman sudah mulai berbuah lebat dan kanopi daun sudah melebar. Tujuannya dari pewiwilan daun tua

adalah untuk mencegah terjadinya kelembaban terlalu tinggi (iklim mikro), karena daun tua jadi sumber penyebaran hama penyakit.

(17)

4. Pewiwilan cabang atau tunas tidak produktif di atas cabang Y

• Cabang atau tunas tidak produktif adalah cabang atau tunas yang tidak ada

buahnya.

• Selain itu lakukan juga pewiwilan pada cabang yang sakit (misal terkeba bercak daun), kering serta yang arah

pertumbuhannya ke dalam.

• Tujuannya aliran nutrisi bisa masuk ke cabang lain yang ada buahnya.

(18)

Pewiwilan tunas samping di bawah cabang Y

Pewiwilan bunga pada cabang Y

Pewiwilan daun tua di bawah cabang Y

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 4 Nilai FCR (dalam bobot basah) benih ikan lele yang telah direndam dengan rElGH dosis 2 mg/L pada larva umur 5 hari pascamenetas, dibandingkan dengan

Dalam pelaksanaannya, prinsip dasar yang diadopsi oleh para petani, adalah : (1) Pengolahan tanah dan pemupukan; (2) Menyiapkan benih yang bermutu; (3) Persemaian benih pada

Perlakuan terhadap benih jagung. Biji jagung yang telah bertunas dan berakar ± umur 4 hari digunakan untuk tiga perlakuan: 1). akar kecambah jagung tidak dipotong, lalu direndam

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan invigorasi meningkatkan daya berkecambah benih 1-8% dan kecepatan tumbuh benih 0,7-4,3 (%/24 jam) pada benih padi hibrida Hipa 5

Perlakuan terhadap benih jagung. Biji jagung yang telah bertunas dan berakar ± umur 4 hari digunakan untuk tiga perlakuan: 1). akar kecambah jagung tidak dipotong, lalu direndam

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) metode ekstraksi benih terbaik yaitu pengeringan dengan seed drier selama 5 jam (produksi benih 12,51 g, kadar air 6,5%, daya berkecambah

1. Menciptakan struktur tanah yang dibutuhkan untuk persemaian atau tempat tumbuh benih. Tanah yang padat diolah sampai gembur sehingga mempercepat infiltrasi air,

Biji mengkudu direndam dalam larutan fungisida (0,5 g/l) dan bakterisida (1 g/l) selama 30 menit dan dibiarkan dibawah air mengalir selama 30 menit. Biji kemudian