• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADMINISTRASI PERUSAHAAN PERKEBUNAN(Tingkat Kantor Unit Usaha)

N/A
N/A
Ulat Api

Academic year: 2023

Membagikan "ADMINISTRASI PERUSAHAAN PERKEBUNAN(Tingkat Kantor Unit Usaha)"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

ADMINISTRASI MODAL KERJA

Tujuan Pembelajaran

Materi Pembelajaran

Soal Latihan

Tugas

ADMINISTRASI KAS/BANK

Menjelaskan pengertian dan tujuan pengelolaan kas, sumber pendapatan kas/bank, sasaran pengeluaran kas/bank pada perusahaan perkebunan. Untuk membedakannya dengan bukti pembayaran tunai/bank, bukti masuk dicetak dengan warna berbeda, misalnya: merah muda. Membuat rangkap dua bukti pengeluaran kas dan meneruskan bukti pengeluaran kas beserta lampirannya kepada kepala tata usaha.

Kasir akan membubuhkan stempel “TELAH BAYAR” pada slip pengeluaran kas dan lampirannya, serta mencantumkan tanggal pembayaran dan inisialnya. Kasir mencatat sertifikat pengeluaran kas pada buku kasir (PB – 5) dan meneruskan sertifikat pengeluaran kas lembar ke-1 dan ke-2 beserta lampirannya ke Bagian Akuntansi. Setelah pembayaran dilakukan, pada Tanda Terima Pencairan Tunai/Bank (AU 12) harus diberi stempel “PAID” atau “TELAH DIBAYAR”.

Pencatatan nomor penerimaan kas/bank, kode rekening dan keterangan pada Penerimaan Pencairan Kas/Bank (AU 12) harus akurat, benar dan jelas. Untuk membedakannya dengan Bukti Masuk Tunai/Bank, Bukti Pembayaran Tunai/Bank (AU 12) dicetak dengan warna berbeda, misalnya: biru (beberapa perusahaan juga menggunakan warna putih atau warna/tanda lain sesuai dengan kebijakan perusahaan).

ADMINISTRASI PERSEDIAAN BARANG/BAHAN

Pembelian barang/bahan dilakukan dengan tujuan untuk menggantikan barang/bahan yang ada di gudang, baik untuk pembelian barang melalui kantor direktur maupun pembelian unit usaha dari supplier. Kepala bagian tata usaha mengendalikan DBPP dan menentukan jumlah yang akan diperoleh/diminta dari kantor direktur atau pemasok lokal. Bagian gudang menerima barang dari kantor direktur berdasarkan permintaan pembelian beserta dua kwitansi permintaan dan pengeluaran atau dari pemasok berdasarkan pesanan pembelian lokal dengan dua pesanan pengiriman atau invoice.

Mengembalikan lembar ke-2 tanda terima dan pengeluaran barang ke kantor Direktur dan lembar ke-1 surat perintah penyerahan/faktur kepada Pemasok. Saldo rekening giro merupakan suatu transaksi non tunai yang tujuannya adalah untuk memindahkan catatan/nilai antara perkebunan dengan kantor direktur dan antar perkebunan (atasan yang sama). Berdasarkan jurnal di atas, Perkebunan A mengirimkan pengingat ke kantor direksi, yang menjadi bukti pembukuan bagi direksi sebagai penerima.

Orang yang bertanggung jawab mengelola hubungan transaksi berjalan di tingkat unit bisnis adalah administrator dan di tingkat manajemen, kepala departemen pembiayaan. Segala transaksi yang terjadi di Kantor Eksekutif, termasuk transaksi antar perkebunan, harus dibuktikan dengan nota debet dan nota kredit (Lampiran AU-64 dan 65). Setiap perusahaan harus menyiapkan dan menyerahkan ke kantor direktur pada akhir setiap bulan ringkasan debit dan kredit laporan direktur untuk bulan itu, seperti yang ditunjukkan dalam buku pertanian.

Ringkasan ini akan digunakan oleh Kantor Direksi untuk mencocokkan laporan Kantor Direksi dan bank perkebunan. Selisih antara saldo rekening koran Kantor Direktur dengan saldo rekening koran perkebunan, setelah dilakukan pencocokan oleh Kantor Direktur, wajib dianalisa dan bila dipandang perlu dikoreksi untuk menghilangkan akumulasi selisih tersebut. Transaksi antara Kantor Direktur dengan perkebunannya dan transaksi antar perkebunan dicatat dalam akun ini.

Kartu Rekening Buku Besar juga diproduksi di sisi taman, tetapi hanya untuk rekening giro di kantor Direksi. Semua transaksi antar perkebunan disalurkan melalui kantor Direktur untuk dicatat dengan baik debit dan kredit perkebunan yang bersangkutan. Rekonsiliasi antara Rekening Giro Kantor Direktur dan Rekening Giro Pertanian akan dilakukan setiap bulan untuk mengidentifikasi perbedaan dan memperbaiki perbedaan serta memungkinkan rekonsiliasi antara Rekening Kantor Direktur dan rekening perkebunan.

Cahyo pindah bekerja di kantor direktur, sehingga Kebun A harus membayar sisa pinjaman sebesar Rp. Dengan demikian, pencatatan hutang pegawai atas nama Cahyo yang dialihkan ke kantor direktur dicatat di kantor direktur, dan kemudian Pak Cahyo wajib membayar hutang tersebut ke kantor direktur. Direktorat melakukan penjualan pokok hasil samping ke perkebunan A berupa penjualan minyak pala sebanyak 500 kg senilai Rp.

Diproduksi oleh petugas akuntansi melalui aplikasi komputer berdasarkan tanda terima pengingat atau nota kredit yang berasal dari unit usaha/perkebunan dalam satu perusahaan induk, antar badan hukum atau antar instansi/mitra usaha (perbankan), kantor direktur.

Gambar 3. 1 Persediaan Pupuk, Bahan Kimia dan Suku Cadang
Gambar 3. 1 Persediaan Pupuk, Bahan Kimia dan Suku Cadang

ADMINISTRASI ALAT PENGANGKUTAN (EAP)

SDM/GAR & ADMINISTRASI PENGGAJIAN

ADMINISTRASI AFDELING (UPAH)

ADMINISTRASI HUBUNGAN REKENING KORAN

Kantor direksi atau perkebunan yang menerbitkan nota debet dan nota kredit wajib mencantumkan kata “TERAKHIR” setelah nomor urut nota debet dan nota kredit yang terakhir diterbitkan pada bulan tertentu untuk keseragaman dalam menentukan batas waktu transaksi yang dicantumkan dalam pembukuan. akun untuk bulan itu. Transaksi antar perkebunan yang berupa pemberian jasa gotong royong, pemindahtanganan bahan baku dan bahan penolong harus dibuktikan dengan Nota Debet dan Nota Kredit yang dibuat paling sedikit tiga rangkap dengan pembagian sebagai berikut. Dengan ketentuan seperti ini, peternakan tidak perlu lagi membuat kartu buku rekening giro antar peternakan untuk transaksi antar peternakan.

ADMINISTRASI PEMBUKUAN

Formulir ini berfungsi sebagai lembar cek akuntansi dan juga sebagai alat bantu akuntansi untuk pembukuan bulanan pada Bagan Buku Besar Akun Kas dan Bank. Dari saldo rekening kartu buku besar setiap akhir bulan, harus dibuat neraca saldo untuk memeriksa kebenaran perhitungan debit dan kredit. Pembukuan tambahan harus disimpan untuk setiap akun buku besar, seperti akun hutang usaha dan piutang serta hutang lain-lain.

Neraca/Neraca Percobaan merupakan laporan yang memuat informasi mengenai posisi aktiva lancar (kas/bank, persediaan, piutang), aktiva jangka panjang (mesin, akumulasi penyusutan, dll), kewajiban, pendapatan dan biaya operasional perusahaan. . dalam periode/tanggal tertentu. Sumber data utama pencatatan transaksi uang/bank adalah Bukti Uang/Bank Masuk dan Bukti Uang/Bank Keluar. Dilakukan oleh petugas bagian akuntansi melalui aplikasi komputer berdasarkan bukti-bukti sesuai formulir yang berlaku untuk realisasi hasil produksi yang diserahkan Bagian Pengolahan secara harian/berkala.

Dibuat oleh petugas akuntansi melalui aplikasi komputer berdasarkan bukti-bukti pendukung koreksi, misalnya: Pemeriksaan/audit kas/bank yang menunjukkan seluruh transaksi yang dilakukan kasir sesuai nomor urut layanan hari itu. Berdasarkan formulir cek tunai/bank, dapat diperiksa keakuratan jumlah pembayaran dan penerimaan tunai/bank, serta keakuratan pendaftaran rekening/counter estimasi penerimaan dan pembayaran tunai/bank.

Unit bisnis sesuai ketentuan WAJIB menyampaikan LPK/B secara berkala kepada Tim Divisi/Divisi/Unit Audit Intern di Kantor Pusat. Pada akhir periode kiriman harian (layanan kasir tutup), bagian pembukuan dapat melakukan proses mutasi pada General Ledger Card (GCC) sehingga dapat diketahui saldo akhir transfer DK seluruh transaksi pada hari itu. Proses KBB pada aplikasi program Neraca menyajikan jumlah akumulasi setiap akun/perkiraan/rekening sampai dengan periode berjalan atau sisa saldo/neraca saldo.

Dalam penyusunan neraca (bulanan) sesuai dengan peraturan perusahaan selalu disertai lampiran sebagai penjelasannya, antara lain. Kartu Detail Piutang: membantu mencatat jumlah mutasi dan saldo rekening masing-masing mitra usaha, baik badan usaha maupun perseorangan, disertai keterangan/penjelasan yang bersifat prinsip mengenai terjadinya masing-masing piutang usaha. Kartu Detail Hutang/Kewajiban: menyajikan catatan jumlah mutasi dan saldo rekening kewajiban masing-masing mitra usaha/individu disertai penjelasannya.

Gambar

Gambar 3. 1 Persediaan Pupuk, Bahan Kimia dan Suku Cadang
Gambar 3. 3 Penerimaan & Perhitungan Barang
Gambar 3. 4 Penyimpanan Pupuk di Dalam Gudang
Gambar 3. 5 Penyimpanan Pupuk di Luar Gudang
+3

Referensi

Dokumen terkait

Upaya Untuk Meningkatkan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pada Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Putri

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap semangat kerja karyawan di Kantor PT.. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Padang

Dari hasil analisis regresi dengan menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh modal usaha, modal kerja, dan tenaga kerja terhadap produktivitas

Masyarakat familiar dengan unit kerja yang disebut Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Karanganyar merupakan salah satu kabupaten dengan penerimaan

UNIT KERJA : BIRO UMUM - ASISTEN ADMINISTRASI UMUM - SEKRETARIAT DAERAH KEADAAN : MEI 2021.. NO

Tujuan pemberian kredit untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana,.. baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja

KCU Malang ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dalam tujuannya untuk meningkatkan pengendalian intern pada Unit Kerja

Hasil penelitian disimpulkan Produktivitas kerja yang ditunjukkan oleh pegawai yang ada di Unit Layanan Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, sudah cukup baik,