• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Ajar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Buku Ajar"

Copied!
171
0
0

Teks penuh

GAMBARAN UMUM TENTANG

HARTA DAN HAK MILIK

Hak Milik

AKAD

  • Unsur-Unsur Akad
  • Syarat –Syarat Akad
  • Subyek Akad ( Al ‘Aqidain)
  • Obyek Akad (Mahallul ‘Aqdi)
  • Prestasi Akad (Maudhu’u al-‘Aqdi)
  • Jenis-Jenis Akad
  • Urgensi Akad Dalam Hubungan Antar Manusia…

Baginda menjawab: “Orang yang bekerja dengan tangannya dan setiap jual beli itu suci”. Jual beli dengan menyempurnakan pindah milik iaitu penceraian antara dua orang yang mempunyai kontrak sebelum ditimbang pindah milik.

JUAL BELI DAN RIBA

Riba

Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami pengertian khiyar, dasar hukum dan penjelasan khiyar, jenis-jenis khiyar, pengertian kafalah, dasar hukum kafalah, rukun dan syarat khafalah, macam-macamnya. dari Kafalah. Kemampuan Anda dalam menguasai mata pelajaran ini terlihat dari sejauh mana Anda berhasil mencapai tujuan pengajaran mata pelajaran tersebut.

Khiyar

Adalah menjadi hak undi kedua-dua pihak dalam kontrak untuk membatalkan kontrak, selagi kedua-duanya masih dalam perhimpunan kontrak dan belum berpecah. Iaitu, transaksi baru dianggap sah apabila kedua-dua pihak yang melaksanakan kontrak telah berpisah atau salah seorang daripada mereka telah membuat pilihan untuk menjual dan/atau membeli. 70. Kedua, Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahawa tidak ada majhelis khiyar dalam jual beli, menurut mereka akad tersebut dianggap sempurna dan lazim (pasti) hanya berdasarkan kehendak kedua-dua pihak yang diungkapkan secara formal melalui ijab dan kabul. 72.

Khiyar ta’yin merupakan hak memilih bagi pembeli dalam memilih barang yang berbeda kualitasnya pada saat jual beli. Merupakan hak untuk memilih yang ditentukan bagi salah satu pihak yang mengadakan perjanjian atau kedua-duanya atau bagi orang lain untuk melanjutkan atau membatalkan jual beli, sepanjang masih dalam batas waktu yang ditentukan. Sedangkan menurut Imam Syafi'i, khiyar ru'yah tidak sah dalam proses jual beli, karena menurutnya jual beli barang yang tidak kasat mata (tidak pada tempatnya) dianggap tidak sah sejak awal.

Kafalah

Tujuan khiyar adalah agar masyarakat yang melakukan transaksi perdata tidak dirugikan dalam transaksi yang dilakukannya, sehingga manfaat yang diharapkan dalam suatu transaksi dapat tercapai sebaik-baiknya. Jaminan pada hakikatnya adalah upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada siapa pun yang melakukan transaksi. Sehingga orang yang berhak merasa tenang terhadap hutang yang dipinjamkan kepada orang lain atau barang yang dipinjam. 86.

Pada akhir mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami pengertian ijarah, dasar hukum ijarah, rukun dan syarat-syarat syah ijarah, pembagian dan hukum ijarah, pengertian kerja, hubungan antara majikan dan majikan. pekerja. , dan konsep upah Islam. Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa mampu: - Memahami dan menjelaskan pengertian Ijarah - Memahami dan menjelaskan dasar hukum Ijarah. Pelajari terlebih dahulu tujuan pembelajaran mata kuliah ini agar Anda mengetahui apa yang diharapkan dosen Anda di akhir perkuliahan tentang topik ini.

IJARAH (SEWA MENYEWA) DAN PERBURUHAN

Perburuhan

Artinya: Barang siapa (haknya) yang dialihkan kepada orang kaya (muhal 'alayh), hendaklah dia menerima pengalihan itu. Artinya: dan dari orang-orang yang hidup di muka bumi mencari sebagian dari karunia Allah SWT.” (Q.S. Al-Muzzamil: 20). ﺨﻧ ﺺﺨﺸﻟﺍ ﻊﻓﺩ Artinya : “Memberikan pohon itu kepada orang yang mau menjaganya, dengan kesepakatan bahwa dia akan mendapat bagian dari buahnya”144.

Maka jika akad wadi’ah mensyaratkan imbalan bagi yang dititipkan, maka akad tersebut dianggap batal. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai syarat pubertas bagi orang yang membuat wasiat. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai wasiat seseorang yang ditempatkan di bawah perwalian karena bangkrut.

UTANG PIUTANG (AL-QARDH)

Hiwalah

Sebab, ia mempercayakan pihak lain yakni al-muhal alayh untuk membayar utangnya. Sebab dalam hivala yang berbentuk muqujyat, seseorang (yang artinya muhil) selain menjadi al-madin (pihak yang berhutang) kepada seseorang yaitu al-muhal, ia juga merupakan al-dayn (yang berhutang). orang lain yaitu al-muhal alayh. Sedangkan Osmani berpendapat, apabila muhalalih mengalami kebangkrutan atau meninggal dunia, maka orang yang berhutang (muhal) dapat kembali kepada muhili untuk menagihnya.

Muhali (orang yang menerima pindahan) boleh mengembalikan hawala kepada muhil jika muhalalaih (orang yang berhutang muhil) muflis dan dia (muhali) tidak mengetahuinya. 124. Namun, jika muhalalih itu orang susah yang suka melambat-lambatkan pembayaran hutangnya, semua ulama berpendapat bahawa muhalalih tidak wajib menerima hivala. Sebahagian besar ulama Maliki, Syafi'i dan Hanebilah berpendapat bahawa tidak ada syarat untuk persetujuan muhal alayh.

SYIRKAH DAN MUDHARABAH

Mudharabah

Syarat sighah ialah kedua-dua pihak menyatakan akad iaitu orang yang memberi amanah (mudi’) dan orang yang diamanahkan (wadi’). Walau bagaimanapun, orang yang bertanggungjawab untuk mengekalkan item akan dibayar balik (dhamaan = ﻥﺎﻤﻀﻟﺍ). 124 Selain pendapat di atas, mazhab Hanabilah menyebut bahawa rukun itu ada 3 (tiga) iaitu: . a) Mereka yang melibatkan ('Aqidain) b) Harta yang disedekahkan (Al-Mauhub) c) Siġat (Ijab-Qabul) 188.

Harta yang dihibahkan hadir pada saat perjanjian dibuat. - Harta itu milik orang yang menghibahkannya. - Harta tersebut mempunyai nilai sesuai syariah'. 138 Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memberikan hak-haknya kepada setiap orang, oleh karena itu tidak boleh lagi membuat wasiat bagi orang yang menerima wasiat.” (HR al Turmudzi). Namun bila pembuat wasiat dapat menulis dan membaca, maka wasiat itu batal karena isyarat.

MUSAQAH, MUZARA’AH DAN MUKHABARAH

Muzara’ah

Secara bahasa, al-muzara’ah mempunyai dua arti, pertama tharh al-zur’ah (melempar tanaman), artinya al-hadzar (modal). Menurut Hanafiyyah, muzareh adalah akad untuk mengolah tanaman dengan sebagian yang keluar dari dalam tanah. Menurut Hambaliah, muzara’ah adalah pemilik tanah yang benar-benar menyerahkan tanahnya untuk ditanami dan yang menggarapnya diberi bibit.

Menurut Syafi’i, muzara’ah adalah buruh yang menyewakan tanah dengan apa yang dihasilkan dari tanah tersebut. Menurut Sulaiman Rasyid, muzara'ah menggarap tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan bagi hasil (setengah, sepertiga, atau seperempat). Jadi muzara'ah menurut bahasanya berarti muamalah di darat dengan sebagian yang keluar darinya.

Mukhabarah

Wahai orang yang berfikir apabila anda tidak meminta wang tunai untuk masa tertentu, anda hendaklah menulisnya. Dalam mazhab Hanafi, hikmah dan akal tidak dijadikan syarat bagi orang yang berakad, maka anak kecil yang diizinkan oleh walinya boleh melakukan akad wadi’ah ini. Sunnah, bagi orang yang meyakini dirinya bahawa dia mampu menjaga amanah yang diamanahkan.

ﺟﺎﻟﻭ ﺪﻌﺑ ﻭﺃ ﺟﺎﻴﺣ ﻝﺎﺣ ﺮﻣﺃ ﻞﻌﻔﺑ ﻡﺎﻴﻘﻟﺍ ﻲﻓ ﺮﻴﻐﻟ ﺍ ﻲﻟﺇ ﺪﻬﻌﻟﺍ Suatu pesan atau janji seseorang kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan, tanpa memandang apakah orang yang mempunyai wasiat itu masih hidup atau sudah meninggal. 200. Dalam hal wasiat yang dibuat oleh orang kafir, maka para ulama sepakat bahwa wasiat tersebut sah meskipun yang membuat wasiat adalah orang kafir,222 karena menjadi seorang muslim tidak menjadi syarat sahnya wasiat tersebut.223. Oleh karena itu, jika seseorang terpaksa membuat wasiat atau melakukan kesalahan (yang tidak disengaja) dalam membuat wasiat, maka wasiatnya dianggap tidak sah.

SALAM DAN ISTISNA

Istisna

Maksudnya: (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang soleh. (Asy-Syu'arā: 83). Menurut ulama mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali. dalam keadaan demikian wasiatnya tidak sah, melainkan jika disetujui oleh orang yang memberi hutang kepadanya. Tambahan pula, dalil yang ada, baik dari al-Quran mahupun dari hadis, sama sekali tidak merujuk kepada orang yang akan menerima. wasiat 233.

Adapun wasiat yang dibuat melalui isyarat yang boleh difahami, menurut ulama Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali, ia hanya boleh diterima jika orang yang membuat wasiat itu bisu dan tidak boleh membaca dan menulis. Manakala pemberian diberikan kepada orang miskin dan kaya, dan bertujuan untuk mendapatkan kasih sayang dan membalas budi atas pemberian yang diberikan. Wakaf mestilah kekal dan berterusan, yang bermaksud ia tidak boleh dihadkan oleh sebarang tempoh masa. Maka tidak sah jika dikatakan oleh orang yang berwakaf.

RAHN (GADAI) DAN WADHIAH

Wadiah

Para ulama fiqih sepakat bahwa status wadi'ah adalah sebuah amanah, bukan suatu tujuan, sehingga segala kerugian terhadap yang dititipkan bukan menjadi tanggung jawab orang yang dititipkan, lain halnya jika kerugian itu disengaja oleh orang yang dititipkan, alasannya adalah demikian. adalah sabda Nabi: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika salah seorang di antara kamu menghadapi kematian, padahal dia hendak membuat wasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang shaleh di antara kamu.” Hal ini didasarkan pada ayat dan hadis di atas212 yang menekankan pentingnya melaksanakan suatu wasiat, tidak hanya bagi pembuat wasiat, tetapi juga bagi penerima wasiat dan ahli waris yang akan ditinggalkan.

Sebaliknya menurut mazhab Hanafi dan Maliki hukumnya tetap sah karena wasiat hanya dapat dipenuhi jika utang orang yang membuat wasiat dilunasi terlebih dahulu.221. Namun menurut ulama Maliki dan Syafi’i, suatu wasiat tetap sah melalui tanda-tanda yang dapat dipahami, meskipun orang yang membuat wasiat itu mampu berbicara dan menulis. Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil ikhtiarmu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu…”.

HIBAH

Kedudukan Hibah

Berdasarkan ayat Alquran dan hadis di atas, banyak ulama yang berpendapat bahwa persetujuan hukum dalam Islam adalah manḓub (sunnah). Selain pendapat di atas, para ulama juga berpendapat bahwa hukum pemberian hadiah diperbolehkan karena tujuannya hanya untuk menjalin taqarrub (hubungan yang lebih erat) antara pemberi dan penerima hadiah. Ketika pemberi hibah dengan sukarela menyerahkan hak kepemilikannya tanpa ada kewajiban mengembalikan atau memberikan kompensasi kepada penerima hibah.

Rukun dan Syarat Hibah

Macam-macam Hibah

Ayat di atas merupakan anjuran untuk membagi harta, baik dalam bentuk hadiah maupun şadaqah, kepada orang-orang yang kita sayangi dan sayangi, serta orang-orang yang memerlukan pertolongan kita. Orang yang membuat wasiat adalah orang yang terbiasa berbuat baik atau al tabarru` 217 (berbuat tanpa imbalan duniawi) dan orang tersebut harus amukallaf (orang yang berakal), mandiri, baik laki-laki maupun perempuan, dan beragama Islam atau kafir. . Lebih lanjut, para ulama fiqih sepakat bahwa wasiat orang yang berada di bawah perwalian karena masalah harta benda, seperti orang yang menyia-nyiakan hartanya atau bodoh, adalah sah karena keadaan pribadinya yang kurang sempurna.

Syarat ini dikemukakan oleh ulama fiqh kerana wasiat baru boleh dibuat oleh ahli waris apabila semua hutang pewasiat telah dibayar.225 Sekiranya hutang pewasiat itu meliputi semua harta yang ditinggalkannya, maka wasiat yang dibuatnya adalah. tidak berguna, kerana hartanya telah habis, untuk membayar hutang. Semasa membuat wasiat, peguam juga menetapkan syarat bahawa penerima wasiat bukanlah salah seorang daripada waris orang yang mencipta wasiat, kecuali apabila waris lain membenarkannya. Tetapi apabila penerima wasiat sudah bersedia atau pasti, maka penerimaan penerima wasiat atau wakilnya disyaratkan selepas kematian pewasiat, kecuali bayi yang masih dalam kandungan ibu.

Adapun dalam hal infak dan athiyah tidak ada bedanya dan terkadang dimaksudkan untuk mengagungkan orang yang menerima infak atau athiyah karena keistimewaan atau alasan tertentu dari alasan yang ada. Para ulama berbeda pendapat mengenai orang yang diberi hadiah, apakah ia wajib menerimanya ataukah yang boleh disunat saja, namun pendapat yang tegas adalah orang yang diberi hadiah itu boleh dan tidak ada syariatnya. aturan. hambatan yang mengharuskan dia untuk menolaknya. Oleh karena itu, ia wajib menerimanya karena dalil-dalil berikut ini. :239.

Referensi

Dokumen terkait