See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/359369967
PERKEMBANGAN REMAJA Adolescense
Chapter · March 2022
CITATIONS
0
READS
43,825
1 author:
Sofa Nabila Universitas Jember 4PUBLICATIONS 17CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Sofa Nabila on 21 March 2022.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
BOOKCHATER
Sofa Faizatin Nabila 210210302059
PERKEMBANGAN REMAJA
Adolescense
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat, taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah mengenai perkembangan masa remaja. Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Nurul Umamah, M.Pd dan Ibu Riza Afita Surya, S.Pd., M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang telah membimbing dalam pengerjaan makalah ini.
Sebuah kehormatan tentunya sulit untuk ditemukan, saya selaku penyusun makalah ini tentunya tak luput dari kesalahan, sehingga saya meminta maaf sebesar-besarnya dan saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun ke arah perbaikan.
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………i
DAFTAR ISI………...ii
BAB PENDAHULUAN………. 1
1.1 Latar Belakang ………...1
1.2 Rumusan Masalah………...1
1.3 Tujuan………1
1.4 Manfaat ……….2
BAB 2 PEMBAHASAN………...3
2.1 Konsep Perkembangan Fase Remaja………..… 3
2.2 Perkemabangan Fisik Fase Remaja………....5
2.3 Perkemabangan Kognitif Fase Remaja………..7
2.4 Perkembangan Sosial Fase Remaja………...….8
2.5 Perkembangan Emosional Fase Remaja………....…9
2.6 Perkembangan Bahasa Fase Remaja……….….9
2.7 Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Fase Remaja….…9 BAB 3 PENUTUP……….…11
3.1 Kesimpulan………... 11
3.2 Saran……….……….…11
DAFTAR PUSTAKA………...…………...12
ii
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individua tau organisme menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan. Pada masa remaja terjadi perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang yang mengandung perubahan biologis, kognitif, psikososial, dan sosial emosional Santrock (2014).
Oleh karena itu, makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi pengembangan wawasan apara pembaca, mahasiswa, terutama bagi pendidik dan orang tua dalam memahami perkembangan remaja yang meliputi perkembangan fisik, kognitif, sosial dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja.
1.1 Rumusan masalah
1. Bagaimana konsep dari perkembanagn remaja ? 2. Bagaimana perkembangan fisik pada fase remaja?
3. Bagaimana perkembangan kognitif pada fase remaja?
4. Bagaimana perkembangan sosial pada fase remaja?
5. Apa saja faktor-faktor perkembangan pada fase remaja?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui konsep dari perkembangan remaja 2. Untuk mengetahui perkembangan fisik pada fase remaja 3. Untuk mengetahui perkembangan kognitif fase remaja 4. Untuk mengetahui perkembangan sosial pada fase remaja
5. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja
1
1.4 Manfaat Penelitian
1. Dapat megetahui konsep perkembangan remaja
2. Dapat mengetahui dari perkembangan fisik fase remaja 3. Dapat mengetahui dari perkembangan kognitif remaja 4. Dapat mengetahui dari perkembangan sosial remaja
5. Dapat mendeskripsikan mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja
2
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Konsep Perkembangan Remaja
Remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang yang mengandung perubahan biologis, kognitif, psikososial, dan sosial emosional Santrock (2014)
Menurut Hurlock (1980) ada tiga tahapan perkembangan remaja yaitu sebagai berikut :
1.) Remaja awal (Early adoloscence) usia 11-13 tahun 2.) Remaja Madya (middle adolescence) usia 14-16 tahun 3.) Remaja akhir (late adolescence) usia 17-20 tahun
Sedangkan menurut Sarwono (2006) ada tiga tahap perkembangan remaja dalam penyesuaian diri menuju dewasa :
1) Remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun
Remaja masih terheran-heran akan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu.
2) Remaja Madya (middle adolescence) usia 13-15 tahun
Remaja sangat membutuhkan kawan. Berada pada kondisi kebingungan karena tidak tahu harus memelih yang mana :peka atau tidak peduli, ramai- ramai atau sendiri, optimis atau pesimis, idealis atau materialis dan lainnya.
3) Remaja Akhir (Late Adolesecence) usia 16- 19 tahun
Pada tahap ini minat yang semakin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek, egonya mencari kesempatan untuk Bersatu dengan orang-orang lain dalam pengalaman-pengalaman baru, dan terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi
Menurut Papalia, dkk (2008) masa remaja dimulai dengan usia 11 tahun atau 12 tahun sampai 20 tahun atau masa remaja akhir, dan masa remaja tersebut terjadi banyak perubahan besar dalam individu. Sdangkan menurut Hurlock (1980) masa remaja berlangsung dari usia 13 tahun sampai 16 tahun atau 17
3
tahun dan akhir masa remaja dari usia 16 tahun hingga 18 tahun, usia tersbut matang secara hukum.
Adapun ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1980) adalah sebagai berikut:
1) Masa remaja adalah periode yang penting 2) Masa remaja sebagai periode peralihan 3) Masa remaja sebagai pencari identitas
4) Masa remaja sebagai masa yang tidak realistic 5) Masa remaja sebagai ambang masa depan
Sedangkan tugas-tugas yang dihadapi oleh remaja menurut Hurlock (1980) adalah sebagai berikut :
1) Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya 2) Mencapai peran pria maupun Wanita
3) Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan secara efektif 4) Mengaharapkan perilaku sosial yang bertanggungjawab 5) Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
6) Mencapai kemandirian emosional dari orang tua.
Tahap pubertas menurut Jahja (2011) dibagi menjadi tiga tahap yaitu sebagai berikut :
a) Tahap Prapuber
Tahap ini bertumpoang tindih dengan satu atau dua terakhir masa kanak-kanak pada saat anak dianggap sebagai “prapuber” yaitu bukan lagi anak atupun bukan seorang remaja. Ciri-cirinya yaitu seks sekunder mulai tampak tetapi organ-organ reproduksi belum sepenuhnya berkembang.
b) Tahap Pubertas
Pada tahap ini merupakan pembagi antara masa anak-anak dan dan masa remaja. Ciri-ciri seks sekunder terus berkembang dan sel-sel diproduksi dalam organ-organ sel
4
c) Tahap Pascapuber
Tahap ini tumpeng dindih dengan dengan tahun pertama atau kedua masa remaja. Pada tahap ini dicirikan dengan seks sekunder berkembang dengan baik dan organ-organ seks mulai berfungsi dengan matang.
2.1 Perkembangan Fisik Pada Fase Remaja
Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik Papalia dkk 2001 (dalam jahja, 2011). Perubahan pada tubuh pada fase remaja ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Perubahan fisik pada fase remaja yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja Jahja ( 2011).
Menurut Marwoko (2019) perubahan fisik pada fase remaja ada 2 yaitu perubahan internal dan eksternal :
a) Perubahan internal 1. Sistem pencernaan
Perut menjadi lebih Panjang, usus bertampah Panjang dan besar, otot perut semakin kuat, hati semakin kuat dan tenggorokan semakin panjang
2. Sistem peredaran darah
Pada usia 17 ataun 18 tahun, berat jantung 12 kali lebih berat dari lahir dan pembuluh darah semakin Panjang dan tebal
3. Sistem pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hamper matang pada usia 17 tahun, anak laki-laki mencapai tingkat kematangan beberapa tahun kemudian
5
4. Sistem endokrin
Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesatdan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran matang sampai akhir remaja atau awal masa dewasa
5. Jaringan tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia 18 tahun. Selain itu, jaringan lain terus berkembang seperti jaringan otot.
b) Perubahan eksternal 1. Tinggi badan
Rata-rata anak perempuan memcapai tinggi yang matang antara usia 17 dan 18 tahun pada anak laki-laki
2. Berat badan
Perubahan berat badan mengikuti perubahan tinggi badan. Tetapi berat badan sekarang tersebar ke bagian-bagian tubuh yang tadinya hanya mengandung sedikit lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.
3. Proporsi tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan tubuh yang baik.
4. Organ seks
Organ seks pria maupun Wanita mencapi ukuran matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian
5. Ciri-ciri seks sekunder
Ciri seks sekunder yang utama berada pada tingkat perkembangan yang matang pada akhir masa remaja
Masa pubertas terjadi proses neuroendokrin otak terutama pada masa remaja awal yang memberika stimulasi untuk perubahan fisik yang cepat. Pertambahan tinggi badan untuk anak perempuan percepatan pertumbuhan adalah 9 tahun dan anak laki-laki adalah 11 tahun. Selama mengalami percepatan pertumbuhan,
6
anak perempuan bertambah sekitar 3,5 inci setiap tahun dan 4 inci untuk anak laki-laki setiap tahunnya Santrock (2014). Pertambahan berat badan terutama terjadi karena perubahan komposisi tubuh, pada anak laki-laki terjadi akibat meningkatnya massa otot, sedangkan pada anak perempuan terjadi karena meningkatnya massa lemak Batubara (2018).
Adapun menurut Thohir (2018) dalam bukunya berjudul Psikologi Perkembangan terdapat perubahan seks pada masa pubertas yaitu perubahan seks primer dan perubahan seks sekunder. Ciri perubahan seks primer pada wanita terjadi perubahan pada vagina, uterus, tuba vallopi, dan ovaries, sedangkan pada laki-laki terdapat perubahan pada penis, scrotum, testis, prostate gland, dan seminal vesicles. Ciri seks sekunder terdapat perubahan buah dada, tumbuh bulu pada bagian tertentu, tekstur kulit, perkembangan maskular, perubahan pada pinggul, dan juga terjadi perubahan suara.
2.2 Perkembangan Kognitif Pada Fase Remaja
Pada tahap remaja adalah tahap formal operation dimana tahap terakhir dari Piaget yang muncul antara usia 11 dan 15 tahun dan berlanjut masa dewasa..
Pada tahap ini, individu dapat berpikir secara abstrak, remaja mengembangkan gambaran tentang keadaan ideal. Dalam memecahkan masalah lebih sistematis, diamna mengembangkan hipotesis tenyang mengapa sesuatu terjadi seperti itu dan kemudian menguji hipotesis tersebut. Selain itu, perubahan kognitif yang terjadi selama masa kanak- kanak ke remaja adalah berpikir lebih fleksibel dan kompleks Santrock (2014).
Menurut Berg (2003) yang mengacu pada teori perkembangan kognitif dari Piaget, ciri perkembangan kognitif remaja adalah mampu menalar secara abstrak dalam situasi yang menawarkan beberapa kesempatan ntuk melakukan penalaran deduktif hipotesis (hypotetico-deductive-reasoning) dan berpikir proposisional (propositional though) , memahami kebutuhan logis dan pemikiran proposisional, memperlihatkan distorsi kognitif yaitu pendengar imajiner/ khayal dan dongeng pribadi yang secara bertahap akan menurun dan menghilang di usia dewasa.a
7
Salah satu perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak yang masih belum ditinggalkan pada masa remaja adalah berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001; Jahja, 2011).
Kematangan Kognitif
Sebagai Tujuan Perkambangan Masa Remaja
Dari arah Ke arah
Menyenangi pripsip- prinsip umum dan jawaban yang final
Membutuhkan penjelasan tentang fakta dan teori
Menerima kebenaran dari sumber otoritas
Memerlukan bukti sebelum menerima Memiliki banyak minat atau perhatian Memiliki sedikit/perhatian terhadap
jenis kelamin yang berbeda dan bergaul dengannya
Bersikap subjektif dalam menafsirkan sesuatu
Bersikap objektif dalam menafsirkan sesuatu
Cole (dalam Jahja, 2011) dalam bukunya Psikologi perkembangan
2.3 Perkembangan Sosial Pada Fase Remaja
Remaja mulai membentuk berbagai jenis hubungan sosial lebih mendalam dan intim dibandingkan masa kanak-kanak dan jaringan sosial yang luas meliputi jumlah orang yang semakin banyak dan jenis hubungan yang berbeda Oswalt (2010).
Perkembangan sosial pada fase remaja dibagi menjadi tiga yaitu remaja awal, remaja tengah dan remaja akhir. Remaja awal ditandai peran peer group sangat dominan, mereka berusaha membentuk kelompok, bertingkah laku sama, berpenampilan sama, mempunyai bahasa yang sama dan kode atau isyarat yang sama. Pada remaja tengah perkembangan sosialnya adalah berusaha untyuk mendapat teman baru dan sangat memperhatikan kelompok lain secara selektif dan kompetitif Batubara (2010). Remaja akhir lebih perkembangan sosial ditunjukkan dengan bergaul dengan jumlah teman yang lebih terbatas dan lebih lama (teman dekat) dan terdapat kebergantungan kepada kelompok sebaya berangsung fleksibel, kecuali dengan teman dekat pilihannya yang banyak memiliki kesamaan minat.
8
2.4 Perkembangan emosional Fase Remaja
Beberapa ciri perkembangan emosional pada masa remaja menurut Zeman (2001) adalah sebagai berikut :
a) Memiliki kapasitas untuk mengembangkan hubungan jangka Panjang, sehat dan berbalasan.
b) Memahami perasaan sendiri dan memiliki kemampuan untuk menganalisis mengapa mereka merasakan perasaan dengan cara tertentu
c) Setelah memasuki masa remaja, individu memiliki kemampuan mengelola emosinya
d) Gender berperan secara signifikan dalam penampilan emosi remaja.
2.5 Perkembangan Bahasa Fase Remaja
Santrock (2007) mengemukakan bahwasannya perkembangan Bahasa pada masa remaja adalah sebagai berikut :
a) Terjadi peningkatan penguasaan dalam penggunaan kata-kata yang kompleks (Fischer &Lazerson, 1984, dalam Santrock)
b) Mengalami kemajuan dalam memahami metafora (perbandingan makna antara dua hal berbeda) dan satir (menggunakan ironi, cemooh, atau lelucon)
c) Meningktaknya kemampuan memahami literatur yang rumit
d) Berbicara dalam kalimat yang mengandng dialek, yaitu variasi bahasa yang memiliki kosa kata, tata Bahasa, atau pengucapan yang khas.
2.6 Faktor-Faktor Perkembangan Fase Remaja
Faktor yang berperan dalam mempengaruhi masa pubertas (remaja) menurut Santrock (2014) antara lain sebagai berikut :
a) Hereditas ( keturunan )
Hereditas (keturunan) merupakan hal yang sangat penting mempengaruhi perkembangan remaja.
9
b) Nutrisi
Remaja memilih makanan lebih penting daripada waktu atau tempat makan. Sayuran dan buah-buahan segar serta produk gandum utuh juga nilai protein diperlukan untuk remaja.
c) Hormon
Hormon bahan kimia yang kuat disekresikan oleh kelenjar endokrin dan dibawa ke seluruh tubuh oleh darah. Dua kelas hormon memiliki konsentrasi yang berbeda secara signifikan pada pria dan Wanita.
Androgen adalah kelas utama hormone sek pria dan estrogen adalah kelas utama hormon Wanita.
d) Lingkungan.
Lingkungan sangat mempengaruhi pada perkembangan remaja.
Lingkungan disini baik lingkungan pertemanan, sekolah maupun keluarga.
10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang yang mengandung perubahan biologis, kognitif, psikososial,, sosial emosional serta bahasa. Perubahan fisik pada fase remaja yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Pada perkembangan kognitif, remaja berada pada tahap operasinoal formal dimana individu dapat berpikir secara abstrak, remaja mengembangkan gambaran tentang keadaan ideal, memecahkan masalah lebih sistematis dan berpikir lebih fleksibel dan kompleks. Perkembangan sosial pada fase remaja lebih luas dan lebih intim. Remaja sudah mampu mengelola emosinya dan perkembangan bahanya semakin kompleks dan luas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah hereditas (keturunan), nutrisi, hormon dan juga lingkungan.
3.2 Saran
Dengan adanya pemaparan terkait perkembangan fase remaja tersebut, diharapkan pembaca dapat menjadikan bahan evaluasi serta memahami perkembangan remaja yang meliputi perkembangan fisik, kognitif , dan sosial serta dapat memahami apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi fase remaja.
11
DAFTAR PUSTAKA
Santrock, J. W. 2014. Adolescence.5 th New York: McGraw-Hill
Santrock, J.W.2007.Child Development, 11 th edition. Jakarta: Erlangga Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan :Suatu
Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta :Gramedia
Jahja, Yudrik. 2011.Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana
Oswalt, A .2010 .Child Development Theory : Adolescence(online).
Tersediahttps:www.helenfarabee.org/poc/view_doc.php?type=doc&id=41184&cn
=1310 (24 maret 2012)
Andi Thahir..2018. “Buku Daras Psikologi Perkembangan".
Sarwono, S.2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Berk, L.E.2003. Child Development, 6 th ed. Boston, MA:Allyn&Bacon Zeman, J.2001. Emotional Development. University of Maine. Tersedia:
https://findararticles.com/p/articles/mi g2602/is 0002/ai 2602000223/ (14 Februari 2012)
Marwoko, Gatot. 2019. Psikologi Perkembangan Masa Remaja.Tasyri : Jurnal Tarbiyah Syariah-Islamiyah 26.1 :60-75
Batubara, Jose. 2010. “Adoloscent development (perkembangan remaja).”
Sari pediatri, 12(1), pp.21-9.
12
View publication stats