• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PERMAINAN TRADISIONAL

N/A
N/A
vira azzahra

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU PERMAINAN TRADISIONAL"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayahnya, kami dapat menyusun dan mengembangkan bahan kuliah buku bahan ajar untuk mahasiswa pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Makasar, yakni mata kuliah Permainan Olahraga Tradisional. Buku bahan kuliah ajar olahraga ini diususun berdasarkan silabus perkuliahan permainan olahraga tradisional.

Penulisan buku bahan kuliah ajar ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dibidang pendidikan jasmani dan kesehatan.

Penulis menyadari bahwa buku ajar ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik sistematikanya masih banyak kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan buku ajar ini kedepanya.

Akhirnya dengan dibuatnya buku ajar ini penulis berharap agar dapat bermanfaat dan membantu dalam memahami materi permainan olahraga tradisional disekolah dasar dan dapat berguna untuk semua pihak yang membutuhkanya, terutama mahasiswa. Terima kasih semoga Allah SWT memberkahi dan meridhoi usaha kita semua, Amin.

Makassar, 22 November Penulis

(2)

DAFTAR ISI KATA PENGATAR

DAFTAR ISI PENDAHULUAN

A. PERMAINAN TRADISIONAL DENGAN ALAT

1. Permainan Tradisional Bekel...4

2. Permainan Terompah Panjang Bakiak...10

3. Permainan Tradisional Stik Es Krim...21

4. Permainan Tradisional Gasing...24

5. Permainan Tradisional Ketapel...26

6. Permainan Tradisional Lari Balok...29

B. PERMAIANAN TRADISIONAL TANPA ALAT 1. Permainan ABC 5 Dasar...41

2. Permainan Elang Dan Anak Ayam...44

3. Permainan Kotak Pos...47

4. Permainan Kucing Dan Tikus...50

5. Permainan Meyentuh Dinding...51

6. Permainan Hitam Hijau...54 DAFTAR PUSTAKA

(3)

PENDAHULUAN

Permainan anak dengan alat merupakan aktivitas bermain yang memerlukan hadirnya alat agar permainan itu bisa berlangsung. Ini tentu dipandang sebagai sebuah perluasan dari permainan tanpa alat, yang lebih memanfaatkan gerak lokomotor ke berbagai arah.

Sehingga semakin banyak kemampuan yang dibutuhkan untuk memperoleh keberhasilan didalam memainkanya.

Dengan mempelajari materi bahan kuliah ajar, mahasiswa diharapkan agar dapat meningkatkan wawasan dalam hal keluasan khasanah permainan anak, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bekal mengajar penjas yang benar-benar kaya akan kemungkinan membantu anak bertumbuh dan berkembang. Materi ini mudah-mudahan dijadikan rujukan untuk memilih permainan yang cocok bagi anak, tanpa menghilangkan sifatnya yang menyenangkan, tetapi sekaligus bermanfaat bagi perkembangan mental, fisikal, emosional anak, serta sosial an

(4)

A. PERMAINAN TRADISIONAL DENGAN ALAT Permainan tradisional dengan alat merupakan aktivitas bermain yang memerlukan hadirmya alat agar permainan itu bisa berlangsung. Meskipun demikian, sebenarnya alat yang diperlukan tidak perlu alat yang mahal, apalagi harus dibatasi oleh ketentuan-ketentuan baku yang mempersulit. Sebagai alat datingati jasmani.

Permainan yang sederhana dengan alat yang juga sederhana dapat dipilih oleh guru, tanpa mengurangi kehidmatan, dan kemeriahan pembelajaran. Bahkan dengan permainan-permainan sederhana itupun, manfaat bagi perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial anak dapat dimaksimalkan.

Manfaat dari pemimpin dengan alat berbeda dengan permainan tanpa alat, yang lebih banyak ditujukan pada pengembangan kecepatan, kelincahan, serta peningkataan, waktu reaksi memanfaatkan gerak-gerak lokomotor. Permainan dengan alat biasanya diarahkan untuk mengembangkan ketereampilan datingative (memaninkan alat) dengan tangan atau dengan bagian tubuh lainya. Sebagaimana diketahui keterampilan

(5)

datingative terdiri dari gerak menangkap, melempar, menyetop bola, memukul dengan alat, menyundul, memantul, atau melambungkan,dsb.

Secara teoritis, keterampilan datingative didadari kemampuan untuk mengenali rangsang dari lingkungan dan memberi respons dengan aksi dari tubuh atau anggota tubuh. Para ahli mengelompokkan keterampilan datingative kedalam kemampuan datingati motor, karena terkait dengan kemampuan mempersepsi rangsang atau lingkungan, sebelum mengambil keputusan melakukan keterampilan tertentu. Dengan memanfaatkan permainan dengan alat yang terdapat dalam modul ini, agar dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan diatas agar siswa memiliki seperangkat keterampilan datingative yang berguna, yang akan membantunya mengembangkan kapasitas belajar dimasa-masa yang akan dating.

1. PERMAINAN TRADISIONAL BEKEL

(6)

A. Permainan Bekel

Bekel adalah salah satu jenis permainan tradisional dari Jawa Tengah. Di kala senggang atau saat pulang dari sekolah mereka biasanya memainkan bekel bersama- sama.

Bekel biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan berusia 7 -10 tahun dengan jumlah pemain 2 sampai 4 orang. Permainan ini bersifat kompetitif atau biisa dipertandingkan degan aturan-atauran yang disepakati bersama.

A. Alat permainan bekel

1. Bola karet. Bola ini terbuat dari karet. Besarnya kira- kira seukuran bola pingpong atau bola golf. Bola ini biasanya berwarna-warni dengan motif yang menarik.

2. Biji Bekel Biji bekel ini ukurannya juga kecil. Biasanya terbuat dari kuningan atau batu batu kecil

(7)

b. Cara bermain

1. Permainan dilakukan dengan berpedoman pada peraturan sebagai berikut:

Pemain mengumpulkan sejumlah sejenis cangkang keong, tutup botol minuman ringan di lantai, dan bola di tangan pemain.

2. Melakukan pengambilan tanpa pengembalian biji bekel pada saat bola.

3. Setelah bola bekel dilempar pemain mengambil satu biji bekel kemudian segera menangkap bola bekel sebelum jatuh untuk kedua kalinya.

4. Melakukan langkah ke-2.1.3 secara berulang, sampai biji bekel terambil semua dari lantai.

(8)

5. Melakukan langkah ke-2.1.4, bedanya, pada setiap lemparan dua biji bekel terambil, setelah habis dilanjutkan dengan 3 biji bekel, 4 biji bekel, dst.

6. Menyamakan posisi biji bekel dengan merubah posisi biji bekel satu-persatu pada saat bola bekel dilempar, lalu jatuh dan memantul selanjutnya ditangkap.

7. Melakukan langkah ke-2.1.4 dan ke-2.1.5 sampai habis biji bekel dilantai.

A. Penerapan Konsep Matematika dalam Permainan Bekel

a. Konsep Klasifikasi

Pemain mengetahui biji bekel, cangkang keong, tutup botol minuman ringan dengan cara mengklasifikasikan jenis benda-benda tersebut. Kemudian saat permainan berlangsung pemain menyamakan sisi biji bekel, penyamaan sisi biji bekel merupakan klasifikasi terhadap bangun ruang sederhana.

b. Konsep Menghitung

(9)

Diawal permainan, setiap pemain mengetahui berapa banyak biji bekel yang digunakan sebagai alat permainan.

Jika terdapat 10 biji bekel, maka setiap kali pemain mengambil biji bekel dilantai, pemain juga menghitung 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, yaitu sudah berapa kali pemain melakukan pengambilan, serta menghitung biji bekel yang diambil saat melakukan pengambilan.

c. Konsep Penjumlahan

Saat pemain mengambil satu persatu biji bekel maka proses penjumlahan terjadi di tangan pemain. Pemain juga dapat mengambil dua biji bekel dalam setiap pengambilan; artinya terdapat proses penjumlahan 2 biji bekel ditambah 2 biji bekel ditambah 2 biji bekel menjadi 6 biji bekel.

1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 = 6 2 + 2 + 2 = 6

3 + 3 = 6

(10)

d. Konsep Pengurangan

Setiap kali pemain mengambil satu persatu atau dua- dua biji bekel maka proses pengurangan terjadi di lantai yaitu sepuluh di ambil satu, diambil satu, diambil satu jadi sisa tujuh biji bekel.

10 – 1 – 1 – 1 = 7 atau 10 – 3 = 7 10 – 2 – 2 – 2 – 2 = 2 atau 10 – 8 = 2 e. Konsep Perkalian

Setiap kali pemain mengambil satu persatu biji bekel maka proses perkalian terjadi di tangan, yaitu banyaknya biji bekel setiap pengambilan dikali banyaknya proses pengambilan. Satu biji bekel pada pengambilan pertama, satu lagi biji bekel pada pengambilan ke 2, satu lagi biji bekel pada pengambilan ketiga, jadi ditangan terdapat 3 biji bekel dari tiga kali pengambilan.

3 x 2 = 6 “Artinya 2 biji bekel diambil tanpa pengembalian, dilakukan 3 kali pengambilan, sehingga didapat 6 biji bekel yang sudah terambil. Dapat juga dikatakan 3 bekel diambil tanpa pengembalian, dilakukan

(11)

2 kali pengambilan, sehingga didapat 6 biji bekel yang sudah terambil.”

3 x 2 = 2 + 2 + 2 = 6 atau 3 x 2 = 3 + 3 = 6 f. Konsep Pembagian

Proses pembagian terjadi di lantai yaitu jika terdapat sepuluh biji bekel dilantai akan diambil dengan cara tiga biji bekel pada setiap kali melakukan pengambilan. Ambil tiga biji bekel pada pengambilan pertama, tiga lagi biji bekel pada pengambilan kedua, lalu tiga biji bekel pada pengambilan ketiga, kemudian sisa satu biji bekel belum terambil. Artinya sepuluh biji bekel dibagi tiga biji bekel disetiap pengambilan, sama dengan atau terjadi tiga kali pengambilan sisa satu biji bekel.

10 : 3 = 3 sisa 1 (artinya terdapat 10 biji bekel, diambil 3 biji pada setiap pengambilan tanpa pengembalian, sehingga didapatkan 3 kali pengambilan, sisa 1 biji bekel yang belum diambil).

10: 2 = 5 (artinya terdapat 10 buah biji bekel, diambil dua biji pada setiap pengabilan tanpa pengembalian, sehingga didapatkan 5 kali pengambilan).

(12)

2. PERMAINAN TEROMPAH PANJANG BAKIAK

A. Sejarah Permainan Terompah Panjang ( Bakiak) Permainan terompah Panjang sejak dulu sudah ada di daerah sepanjang perairan Sungai Rokan, baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan, Kabupaten Kampar, maupun Rokan dibagian Hilir, seperti di bagian Siapi – Api, Bengkalis, Riau. Kini, terompah Panjang sudah merakyat.

Tujuannya adalah untuk berolahraga, mengisi wakatu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Manfaat permainan ini adalah untuk meningkatkan kebugaran, ketegangan menurun, dan kemampuan kerja sama meningkat. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak, remaja, dewasa putra dan putri.

B. Cara Melakukan dan Peraturan Permainan

(13)

1. Lapangan

Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka, rata seperti stadion, lapangan umum, jalan raya (bila memungkinkan). Lapangan dibuat sedemikian rupa agar dalam pelaksanaannya tidak menghadap matahari.

Panjang atau jarak lintasan: 50 meter, dengan lebar 4,5 meter, yang dibagi menjadi 3 lintasan (masing-masing lintasan lebar 1,5 meter). Antarlintasan diberi garis dari kapaur atau diberi tali sebagai pembatas. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish.

2. Peralatan

a. Bendera start (peluit start)

b. Bendera-bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm, bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna merah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bedera 27 cm. Jumlah bendera sesui dengan jumlah lintasan yang dipakai.

c. Kapur/tali untuk membuat lintasan;

(14)

d. Terompah terompah di buat dari bahan balok / papan yang tebal, karet / ban, dan paku.

3. Ukuran Terompah

a. Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm b. Lebar terompah 10 cm

c.Tebal terompah 2,5 cm

d. Berat terompah seluruhnya untuk terompah 3 orang 4 kg (sepasang)

Ukuran Terompah Panjang Sesuai Spesifik.

4. Pemain

Jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri.Kelompok umur anak-

(15)

anak 9-12 tahun, remaja 13-16 tahun, dewasa 17 tahun keatas.

5. Jalannya permainan

a. Sebelum perlombaan dimulai, usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya, kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasangdi dada bagi peserta yang paling depan dan di punggung pemain paling belakang;

b. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yangdiperlombakan;

c. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlahlintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta);

d. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing-masing regu, dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan;

e. Sebelum perlombaan dimulai, peserta dari masing- masing regu berdiri dibelakang garisstart di samping terompahnya;

(16)

f. Aba-aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia, siap,ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah;

g. Pada aba-aba bersedia, peserta berdiri diatas terompah dengan jari-jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet.

Peserta regu berpegangan satu sama lain, boleh pada bahu atau pinggang;

h. Aba-aba siap, peserta siap untuk melakukan jalan;

i. Aba-aba ya, peserta berjalan secepat-cepatnya menempuh jarak 50 meter.

j. Regu dianggap sah, apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakangmelewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. Regu juga masih dianggap sah, waulupun regu tersebut jatuh

(17)

kedepan tetapi kedua kaki masihkontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah;

k. Peserta/regu dianggap gugur apabila,tidak berhasil mencapai garis finish,menginjak lintasan peserta lain, dengan sengaja mengganggu peserta lain, salah satu kaki atau keduakaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak denganterompah, terompah rusak ditengah jalan, regu yang gugur tidak perlu meneruskansampai garis finish

6.Pemenang

Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish,regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.

7. Petunjuk Perwasitan

Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang, diperlukan petugas sebagai juri /wasit, perincian tugas dari masing-masing juri / wasit;

8. Juri pemberangkatan bertugas untuk

(18)

a. Memberi aba-aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunakan bendera start atau peluit

b. Sebelum start dimulai, juri pemberangkatan memanggil peserta untuk berdiri dibelakang garis start dalam lintasan masing-masing;

c. Kemudian juri pemberangkatan memperingatkan agar peserta tidak menginjak / melewati garis start

d. Dalam memberikan aba-aba, juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang memegang bendera direntangkan lurus kesamping;

e. Aba-aba yang diberikan adalah besedia, siap, ya atau peluit dibunyikan. Apabila menggunakan bendera maka pada aba-aba bendera dinaikkan / digerakkan ke atas;

f. Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidak sah start yang dilakukan oleh setiap peserta.

9. Pengawas lintasan bertugas untuk

a. Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung b. Sebelum start dimulai, pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi eseha membawa

(19)

bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri;

c. Pada saat peserta mulai berjalan, pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru, maka permainan peserta tersebut sah. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.

10. Juri kedatangan bertugas untuk

a. Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.

b. Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.

C. Manfaat Setelah Melakukan Permainan Tradisional Bakiak

Nilai budaya

Dalam hal ini kekompakan yang paling utama.

Bagaimana esehatan saling bersama-sama melangkahkan kaki kita dengan teman yang ada di belakang kita. Selain itu diperlukan konsentrasi yang kuat agar tidak terjatuh.

(20)

Konsekuensi kalah menang

Dalam permainan ini setiap kelompok berlomba untuk mencapai kemenangan di sampingmendapatkan hadiah bagi pemenang, juga didorong rasa kebanggaan untuk memperoleh kedudukan sebagai anak yang dianggap terbaik. Hal inilah sebenarnya yang mendorong diri anak itu untuk berusaha mencapai kemenangan. Jelas biasanya anak yang menang itu mempunyai keterampilan yang patut dikagumi, yaitu kekompakkan dalam satu kelompok dan para pemaindapat berlari dengan cepat,serta para pemain mempunyai daya tahan fisik yang baik. Wajarlah anak yang bermain ini berusaha untuk memenangkan permainan tersebut, apalagi permainan ini disaksikan oleh orang banyak. Agar permainan ini lebih ramai dan menarik kepada anak-anak diberikan motivasi sehingga mengaktifkan anak-anak. Kelompok yang kalah dalam melaksanakan permainan ini di beri hukuman seperti skot jump atau dengan hukuman yang lain.

D. Nilai Olahraga Yang Terkandung

(21)

Permainan ini memiliki nilai afektif, kognitif dan psikomotor sebagai bentuk dari pelajaran esehatan jasmani dan esehatan. Lebih terperinci sebagai berikut : a. Nilai efektif

Nilai afektif adalah nilai keaktifan dalam melaksanakan permainan ini. Nilai efektif yang baik saat anggota serius dalam bermain dan melaksanakan tugas dengan baik dan benar.

b. Nilai kognitif

Nilai kognitif adalah nilai tertulis berdasarkan penguasaan materi. Dinilai baik apabila anggota mengerti aturan main dan memahami perannya dalam permainan.

c. Nilai psikomotor

Nilai psikomotor adalah nilai perilaku dalam permainan. Nilai ini berupa kehadiran dan mentaati peraturan bermain. Psikomotor yang baik harus melaksanakan permainan sesuai peraturan permainan.

FOTO ALAT

(22)

3. PERMAINAN TRADISIONAL STIK ES KRIM

(23)

A. Pegertian Cara Bermain Menepuk Stik Es Krim Stik es krim adalah Stik es krim yang salah satu benda yang mudah didapat dan harganya murah untuk dimanfaatkan sebagai mainan sekaligus media untuk belajar Selain bentuknya, ada yang unik dari stik es krim yang digunakan, yaitu ada tulisan berwarna. Ada-ada saja, tulisannya, raja kodok-lah, pemenanglah atau lainnya.Permainan anak jaman now yang sebagian besar dimainkan oleh anak laki-laki dimainkan oleh 2 orang.

Kedua anak tersebut duduk berhadapan, masing- masing membawa satu kantong plastik stik es krim.

Masing-masing anak, memiliki jagoan stik es krim yang digunakan untuk mengadu. Stik es krim jagoan ini, tidak bakal diberikan kepada lawan kecuali sudah tidak sanggup melambung saat ditepuk.Permainan tradisional merupakan salah satu unsur budaya bangsa yang banyak

(24)

tersebar di berbagai penjuru nusantara terutama pada masyarakat pedesaan yang sulit untuk menemukan permainan modern.

B.Sejarah Permainan Stik Tradisional

Sejarah permainan stik tradisional Dilansir oleh Encyclopaedia Britannica (2015), es krim terbuat dari krim atau lemak mentega, susu, gula, perasa dan pemanis.Keberadaan es krim sudah ada sejak 200 sebelum masehi di China. Ketika itu es yang disajikan diambil dari salju dari pegunungan dan dihidangkan bersama buah-buahan dan madu. Es krim berevolusi dari es rasa yang populer di kalangan bangsawan Romawi pada abad ke-4 sebelum masehi.Di mana Kaisar Nero Claudius Caesar telah mengimpor salju dari pegunungan, kemudian mencampurnya dengan madu, dan buah- buahan.Makanan penutup es sudah diperkenalkan sejak dulu ke negara-negara Eropa yang berasal dari Benua Asia.Pada abad ke-13, Marco Polo membawa resep atau pengolahan es buah dari perjalanannya di China saat kembali ke Eropa. Kemudian koki Italia mengembangkan resep dan teknik untuk membuat es air dan es.

(25)

C. Manfaat Dan Kegunaan Permainan Stik

Manfaat dan kegunaan stik adalah Permainan anak menepuk stik es krim hanya membutuhkan stik es krim yang tipis, ringan dan dibentuk sesuka anak-anak.

Bentuknya ada yang menyerupai pedang, ada yang menyerupai perahu. Selain bentuknya, ada yang unik dari stik es krim yang digunakan, yaitu ada tulisan berwarna.

Ada-ada saja, tulisannya, raja kodok-lah, pemenanglah atau lainnya.Permainan anak jaman now yang sebagian besar dimainkan oleh anak laki-laki dimainkan oleh 2 orang.

Kedua anak tersebut duduk berhadapan, masing- masing membawa satu kantong plastik stik es krim.

Masing-masing anak, memiliki jagoan stik es krim yang digunakan untuk mengadu (duh, istilah yang saya dengar kok mengadu, yak?). Stik es krim jagoan ini, tidak bakal diberikan kepada lawan kecuali sudah tidak sanggup melambung saat ditepuk.Stik es krim yang digunakan, bisa stik es krim dari es krim langsung, tapi tidak bisa langsung digunakan. Stik es krim harus di 'amplas' terlebih dulu karena ketebalan dan terlalu berat. Stik es

(26)

krim tersebut apabila dipergunakan dalam permainan anak jaman now ini, tidak dapat meloncat saat ditepuk.

Stik es krim juga bisa di gunakan untuk permainan tepuk di lantai dan mencari lawan bermain.

4. PERMAINAN TRADISIONAL GASING

A. Asal Usul Permainan Gasing

Gasing berasal dari cina laut ke wilayah Austronesia, termasuk Indonesia, gasing menyebar dan menjadi bagian dalam tradisi nusantara.

Pembentukan kayu menjadi sebuah gasing umumnya menggunakan peralatan tradisional berupa parang, golok, pisau, pecahan beling, dan ampelas. Beberapa daerah mengenal gasing dari bambu. Gasing jenis ini bukan golongan adu kuat, tapi adu bunyi.

(27)

B. Aturan Permainan

1. Gangsing di pegang di tangan kiri,tangan kanan memegang tali.

2. Pada hitungan ke 3,semua anak melempar gangsingnya ke tanah.

3. Gangsing yang dilempar akan berputar untuk beberapa saat hingga interaksi kakinya dengan permukaan ke tanah membuatnya tegak lalu berputar untuk beberapa waktu

C. Cara Memainkan Gasing

Cara memainkan gasing adalah tali dililitkan di bagian atas gasing, kemudian gasing dilempar dan akan berputar karena tali ditarik kembali setelah dilempar. Gasing akan berputar mengikuti ikatan tali itu. Biasanya, gasing dimainkan secara berkelompok atau satu lawan satu

5. PERMAINAN TRADISIONAL KETAPEL

(28)

A. Pegertian Permainan Tradisional Ketapel

Permainan Tradisional Ketapel adalah mainan sederhana yang berbentuk huruf Y. Pada bagian atas (kanan dan kirinya) diikat dengan karet dan ditengahnya dipilin dengan sebuah kulit sebagai tempat batu yang akan dilontarkan.

Ketapel sebetulnya digunakan oleh anak-anak zaman dulu untuk berburu, namun seiring perkembangan masa hanya digunakan untuk belajar menembak sasaran.

Alat permainan ini tidak digunakan untuk menembak sasaran manusia, karena dinilai berbahaya. Alat permainan yang sangat dikenal oleh anak-anak yang besar di era 1990-an kerap digunakan untuk menembak buah otor dan jambu.

B. Asal Usul Permainan Ketapel

(29)

Ketapel adalah salah satu penemuan alat penghancur tersebut, senjata ini pun berandil besar terhadap berubahnya jalan perang dan seringkali menjadi unsur penentu yang memutuskan nasib suatu peperangan.

Istilah ketapel (catapult) diambil dari bahasa otori, cata (bawah) dan pollo (melemparkan). Ketapel awal nya ditemukan oleh bangsa otori pada 300SM. Selama bertahun-tahun, ketapel didesain ulang dan digunakan oleh otoric-tentara diseluruh dunia. Ketapel sendiri mulai di gunakan dalam perang pada awal 399 SM.

C. Cara Membuat Permainan Tradisional Ketapel alat dan bahan

- dahan kayu yang berbentuk Y.

- karet atau kain yang elastis - kain atau kulit (sedikit) langkah-langkah

- ikatkan karet pada kedua ujung dahan kayu bagian atas (kanan dan kiri)

- pasangkan kulit atau kain di tengah karet - sekarang ketapel bisa dimainkan

D. Cara Memainkan Permainan Tradisional Ketapel - Masukan peluru ke karet ketapel menghadap ke

sasaran.

- Karet ketapel ditarik bersamaan dengan peluru.

- Bidik ketapel kearah sasaran.

(30)

- Lepaskan karet ketapel dan biarkan peluru mengenai sasaran.

E. Peraturan Permainan Tradisional Ketapel Peraturan Bermain

Pemain harus menyiapkan ketapel dan peluru (dapat sebuah biji-bijian atau batu) harus mengenai sasaran yang berbentuk bulat dengan jarak 5M. bila mengenai sasaran yang tepat di tengah maka mendapat point 10 dst. Atau bisa mengenai objek yang lain yang ditentukan pemain.

Manfaat Permainan Ketapel

Ketapel kayu ini bisa dimainkan untuk anak usia mulai dari lima tahun hingga orang dewasa, sebagai peluru bisa menggunakan batu koral kecil atau menggunakan tanah lempung yang dibulatkan.

Manfaat dari permainan ini antara lain : - Melatih ketepatan

- Melatih kekuatan

- Melatih saraf otoric kasar

Orangtua diharapkan mendampingi aktifitas bermain anak, berikan pengertian untuk tidak menembakkan orang atau hewan sekitar dengan mainan ketapel ini.

6. PERMAINAN TADAISIONAL LARI BALOK

(31)

A. Pengertian Permainan Tradisional Lari Balok Permainan tradisional adalah permainan yang berasal dari tradisi rakyat suatu daerah. Permainan ini dapat menjadi sarana yang baik dalam mengembangkan pemahaman pembelajaran anak. Selain itu, permainan tradisional dapat memberikan unsur pendidikan pada anak dengan biaya murah tanpa mengurangi kualitas yang didapat.

Selain memberikan pemahaman dalam pembelajaran, permainan tradisional menanamkan sikap hidup dan keterampilan seperti nilai kerjasama, kebersamaan, kedisiplinan, kejujuran, dan musyawarah mufakat karena ada aturan yang harus dipenuhi oleh para pemain. Dalam permainan tradisional banyak melibatkan gerak tubuh, melibatkan lagu atau suara sebagai media, dan melibatkan alat main.

Salah satu permainan tradisional yaitu permainan Lari Balok. Lari Balok adalah permainan tradisional yang sering dilombakan pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Olahraga tradisional ini memiliki karakter yang menyenangkan serta mendidik, karena pelaku

(32)

permainan menggunakan seluruh tubuhnya untuk bergerak dan setiap gerakannya itu membutuhkan kelincahan, kekuatan dan ketepatan berpikir dalam membuat strategi.

Permainan ini menuntut kelincahan, keseimbangan, kecepatan dan kooordinasi gerak yang baik atau konsentrasi.Permainan yang dilakukan dengan cara lari diatas lintasan dua balok dari empat balok yang tersedia untuk masing- masing pelari.

Permainan lari balok sudah mulai berkembang di kalangan masyarakat. Permainan ini membutuhkan kelincahan dari para pemainnya untuk dapat dengan cepat memindahkan balok kayu yang dipijak oleh kaki kanan dan kiri kearah garis akhir yang telah ditentukan. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil yang menyerupai batu bata, yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya kedepan sebagai tempat berpijak dan begitu selanjutnya (Suwandhana, 2011).

B. Langkah-langkah Permainan Lari Balok

(33)

Permainan lari balok dilakukan dengan bantuan media berupa balok kayu. Balok tersebut dipergunakan sebagai media pengganti kaki saat berlari, dan masing-masing peserta lomba akan diberikan 4 buah balok. Sebelum permainan ini dimulai seluruh peserta dikumpulkan dan dibedakan sesuai masing-masing jenis kelamin dan kelompok usianya. Setelah itu, peserta menempatkan diri sesuai urutan pemanggilan. Pada tahap persiapan, peserta duduk jongkok diatas 2 balok untuk tumpuan kaki di belakang garis Start dan kedua tangan menyentuh 2 balok yang berada di belakang balok yang diinjak. Aba-aba perlombaan lari balok adalah: “Bersedia! – Siap! – Ya!”.

Maka perlombaan dimulai dan seluruh peserta melangkah dengan cepat ataupun berlari menuju garis Finish dengan menjaga keseimbangan karena kaki harus tetap menginjak balok dan tangan memindahkan balok yang ada dibelakang ke depan.Peserta dinyatakan gugur apabila salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah, anggota badan lain menyentuh tanah, salah satu balok tertinggal dan tidak dipindahkan, keluar dari lintasan dan mengganggu peserta lain.

(34)

Pemenang ditentukan berdasarkan peserta yang lebih dahulu mencapai finish dengan keempat balok melewati garis finish dengan waktu tercepat. Model permainan ini juga bisa dimodifikasi menjadi permainan berkelompok, seperti lari balok estafet (Rohaeni, 2010).

C. Aturan permainan tradisional Lari Balok

Lari balok merupakan cabang permainan atau olahraga tradisional yang peraturan permainannya telah disusun secara nasional, dapat dimainkan secara beregu atau perorangan dan dimainkan di atas lapangan berukuran panjang minimum 15 m, lebar 7,5 m dibagi lima garis lintasan masing-masing 1,5 m. Balok tersebut dari bahan kayu dengan ukuran panjang 23 cm, lebar 9 cm, tinggi/ tebal 4 cm, berat balok sekitar 50 gram- 100 gram

1.) Lapangan terbuka, rata (rumput, tanah, semen, maupun aspal). Jalan raya apabila memungkinkan.

Panjang minimum 15 meter, lebar 7,5 meter. Dibagi 5 garis lintasan masing-masing 1,5 meter.

2.) Peralatan Bahan dari kayu atau balok dimana permukaan tempat berpijak dibuat rata. Spesifikasi alat sebagai berikut.

(35)

a) Bahan terbuat dari kayu.

b) Ukuran balok dengan panjang 25 meter, lebar 9 cm, dan tinggi 4 cm.

c) Berat balok  50 gram – 100 gram.

d) Bendera start berukuran 60 cm x 90 cm (ukuran tidak mutlak).

e) Bendera keccil segitiga merah dan biru berukuran 27 cm x 37 cm.

1.) Pemain Permainan lari balok bisa dimainkan oleh laki- laki maupun perempuan. Klasifikasi :

a) Kelompok I : 6 – 10 tahun b) Kelompok II : 11 – 14 tahun c) Kelompok III : 15 – 18 tahun d) Kelompok IV : 19 tahun keatas 1) Pemimpin Perlombaan

a) Wasit bertugas mengawasi jalanya perlombaan.

b) Juri pemberangkatan bertugas memberi aba- aba start pemberangkatan.

c) Juri lintasan bertugas mengikuti di belakang dari setiap peserta / atlet. Dengan ketentuan apabila tidak ada pelanggaran bendera biru ditangan kiri

(36)

diangkat terus sampai ke garis finish, dan apabila ada pelanggaran bendera merah di tangan kanan diangkat, maka peserta / atlet tersebut dinyatakan gugur.

2) Juri kedatangan, mengawasi peserta / atlet yang telah tiba di finish.

3) Pencatat , mencatat nama/nomor peserta / atlet yang telah tiba di finish (Nur,  2016).

D. Manfaat Permainan Lari Balok

Banyak sekali nilai-nilai melalui permainan tradisional Lari Balok, dalam beberapa kriteria dari sudut penggunaan bahasa, secara bersosialisasi, aktivitas fisik, kekompakkan dan aktivitas psikis. Permainan tradisional yang anak-anak mainkan tentu saja membuat anak merasa terbebas dari segala tekanan, sehingga rasa keceriaan dan kegembiraan dapat tercermin ketika anak sedang memainkannya. Menurut Seriati (2010:7)

Permainan tradisional yang teridentifikasi dapat menstimulus berbagai aspek perkembangan anak khususnya aspek keterampilan sosial. Melalui permainan tersebut anak dapat belajar bersosialisasi dengan teman,

(37)

anak belajar mengendalikan diri atau mengendalikan emosi mereka anak belajar bertanggung jawab, anak belajar tertib terhadap peraturan serta belajar menghargai orang lain. Direktorat Budaya (dalam Kurniati, 2006:4) mengatakan bahwa setiap permainan rakyat tradisional sebenarnya mengandung nilai-nilai yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan anak. Permainan tradisional lari balok selain dapat memupuk kesatuan dan persatuan, juga dapat memupuk kerjasama, kedisiplinan, dan kejujuran. Manfaat yang tercantum diatas merupakan manfaat secara umum dari permainan tradisional lari balok. Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh anak dilihat dari segi kognitif, afektif dan psikomotor yaitu sebagai berikut:

1.) Kognitif

a. Mencerdaskan Anak

Permainan lari balok menuntut anak untuk menggunakan strategi agar bisa menang dari lawannya.

Permainan lari balok dimainkan oleh beberapa orang, mereka berlomba untuk mencapai finish.

b. Meningkatkan Daya Kreatifitas

Permainan lari balok dapat meningkatkan daya

(38)

kratifitas anak yang sedang tumbuh pesat saat masa pertumbuhan juga membuat anak pintar dan unggul bersama teman-temannya. Biasanya permainan ini dapat  meningkatkan daya kreatifitas anak dengan berpikir kreatif untuk mencari cara yang tepat dalam mencapai finish.

2.) Afektif

a. Mengendalikan emosi

Permainan lari balok juga berfungsi untuk mengendalikan emosi anak. Biasanya saat masih kecil anak memiliki emosi yang labil bisa sebentar menangis dan semenit kemudian tertawa kembali. Emosi yang matang membuat anak cepat dewasa dalam memandang kehidupan ini baik agar dia belajar kemandirian sejak dini bahkan sebelum teman-teman sebayanya mandiri.

a) Bekerja sama

Dalam permainan lari balok sangat dibutuhkan kerja sama antar pemain karena permainan ini di bagi menjadi beberapa kelompok dan mereka akan saling bekerja sama antara kelompoknya untuk memenangkan pertandingan yang mereka sukai.

b) Kepercayaan diri

(39)

Permainan tradisional lari balok ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Rasa percaya diri pada anak dapat di ajarkan sejak dini tidak hanya melalui permainan tradisional tapi juga dengan memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat melakukan sesuatu hal.

c) Kemampuan bersosialisasi

Pada permainan tradisonal lari balok, anak di tuntut untuk bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya terutama teman-teman sebayanya. Sehingga, secara tidak langsung permainan ini dapatt melatih kemampuan bersosialisasi.

d) Menghargai prestasi orang lain

Saat bermain tentu ada pihak yang menang dan juga kalah. Dalam permainan tradisional lari balok ini adalah untuk belajar menghargai prestasi orang lain. Prestasi orang lain yang menang anak akan belajar untuk berlapang dada dan menghargai semuanya. Dan saat anak menang dia akan belajar untuk senang tapi tidak secepat itu merasa puas.

e) Demokratis

(40)

Dalam permainan lari balok sikap demokratis anak akan keluar dan anak akan belajar secara pelahan-lahan dengan teman-temannya untuk lebih baik lagi.

3.) Psikomotor

a) Melatih kemampuan motoric

Permainan lari balok juga dapat melatih kemampuan motorik anak. Jika di latih terus menerus perkembangan motorik anak akan menjadi lebih baik untuk masa depan.

b) Meningkatkan fisik anak

Dengan permainan lari balok, anak akan terlatih untuk merasa lelah, lelah disini merupakan lelah yang sehat yang dapat meningkatkan fisik anak. Secara alami tubuh memang memiliki sistem imunitas yang baik untuk melawan serangan penyakit dari luar. Dengan banyak bergerak untuk bermain secara langsung membuat fisik anak menjadi meningkat dan semakin baik kedepannya.

Fisik yang sehat mendukung anak untuk tetap dapat melakukan banyak aktivitas harian (Sugiartanti, 2015).

(41)

B. PERMAINAN TRADISIONAL TANPA ALAT Permainan anak sering juga disebut permainan dasar atau permainan sederhana (low-organized games), yaitu permaina yang berada diluar wilayah permainan formal yang umumnya sudah berkembang karena adanya peraturan baku serta organisasi yang mengelolahnya, seperti sepak bola, tennis, volli, dsb. permainan sederhana adalah permainan yang sebagian timbul dari permainan- permainan rakyat, permainan anak-anak, permainan tradisional. Karena manfaatnya dari segi gerak dan kebugaran fisik, permainan ini dipandang untuk dikembangkan dan digunakan di sekolah-sekolah, dengan dinamakan sebagai permainan dasar atau sering juga disebut permainan kecil.

Yang dimaksud dengan permainan tanpa alat adalah semua aktivitas permainan yang memerlukan adanya alat sebagai syarat berlangsungnya permainan itu.

Maksudnya, tanpa adanya peralatan khusus pun, permaianan itu tetap dapat berlangsung. Yang dipersyaratkan harus ada hanyalah ruangan yang cukup luas agar anak dapat bermain secara leluasa. Meskipun

(42)

tanpa alat, permainan-permainan dalam kelompok ini tidak kalah dalam hal manfaatnya.

Aspek-aspek yang dapat dikembangkan oleh jenis permainan itu meliputi aspek kebugaran fisik, kemampuan motorik, kemampuan berpikir analistis, dan tidak ada kalahnya penting kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Dalam bahan ajar unit 2 ini, akan disajikan jenis-jenis permainan tanpa alat yang dikelompokkan berdasarkan tingkat kesulitanya. Untuk kelompok yang sederhana, disajikan dalam kegiatan belajar 1, dan dapat juga ditujukan secara khusus bagi anak-anak sekolah kelas 1 dan kelas . namun demikian, bukan berarti bawa permainan yang ada 2 kelompok sederhana ini hanya boleh dimainkan oleh kelas 1dan 2 saja. Dengan sedikit variasi dalam peraturan atau tugas gerak yang dimodifikasi, permainan inipun dapat dimainkan pula oleh anak-anak dari kelas yang lebih tinggi.

(43)

1. PERMAINAN ABC 5 DASAR

A. Pengertian

ABC Lima Dasar merupakan permainan tradisional dalam bentuk Permainan kata, yaitu menebak nama benda, hewan, tempat atau nama dari Tokoh-tokoh misalnya artis, pahlawan, dan lain-lain. Sesuai dengan kesepakatan Bersama para pemain di awal sebelum permainan dimulai. Permainan Tradisional ini biasanya dilakukan untuk mengisi waktu luang dan juga bisa Untuk melatih pengetahuan umum para pemainnya. Permainan ini tidak Membutuhkan biaya dan alat apapun kecuali hanya jari-jari tangan. Nantinya, Jari-jari tersebut dipakai sebagai sarana perhitungan abjad.

B. Asal permainan

ABC Lima Dasar merupakan salah satu permainan tradisional di Indonesia yang terdapat di provinsi Jawa Tengah.

(44)

C. Jumlah pemain

Jumlah pemain dalam permainan ini bebas, lebih dari satu orang. Tetapi biasanya tidak terlalu banyak.

D. Tempat bermain Halaman atau lapangan E. Cara bermain

Permainan tebak-tebakan ABC Lima Dasar dimainkan dengan cara sebagai berikut:

1. Sebelumnya Anak-anak membuat kesepakatan mainan tradisional kategori yang akan disebutkan.

Misalnya, kategori nama kota, buah, hewan, atau yang lainnya.

2. Para pemain mengeluarkan jarinya sambil mengatakan “ABCD”. Anak-anak menentukan dulu huruf berdasarkan jumlah jari dari para pemain.

3. Jari boleh dikeluarkan satu, dua, sampai lima.

4. Pemain beradu cepat mengatakan nama yang diawali huruf yang telah ditentukan.

(45)

F. Manfaat

Permainan tradisional ABC Lima bisa menjadi media menghapal huruf secara cepat dengan menyenangkan.

Anak-anak bisa mengingat huruf dari jari yang diacungkan. Setelah permainan diulang-ulang, akan membuat anak mengenal huruf secara berurutan main tradisional ini.

Anak-anak juga bisa mengenalkan kata baru dari mainan tradisional ini karena menyebutkan kata berbeda dengan teman-temannya. Kata yang disebutkan bervariasi dan berbeda. Si kecil juga bisa mengetahui berbagai kelompok namanama benda, hewan, tumbuhan, dll.

Anak-anak yang memainkan ABC Lima dasar juga bisa melatih konsentrasi karena mengucapkan kata secara cepat dan berbeda. Perbendaharaan kata menjadi semakin banyak dan semakin kaya setelah semakin diasah.

(46)

2. PERMAINAN ELANG DAN ANAK AYAM A. Penjelasan

• Jumlah Pemain: Tidak terbatas

• Tempat: Ruangan senam dan Lapangan

• Tujuan: Kemampuan menangkap dan menghindar secepat mungkin

B. Cara Bermain

Seluruh siswa dibariskan menjadi satu atau dua syaf di tengah- tengah ruangan. Seluruh siswa memegang pakaian teman di depannya sehingga satu sama lain saling memegang temannya.

Guru menunjuk salah satu siswa sebagai 'Burung Elang' (titik hitam dalam gambar). Siswa yang menjadi Burung Elang berdiri berhadapan dengan Induk ayam dan anaknya.

'Burung Elang ebas bergerak kemana saja untuk menangkap anak ayam. bebas bergerak kemana saja untuk menangkap anak ayam. Dan Induk ayam bergerak dengan posisi tangan direntangkan ke samping kiri dan kanan untuk menghindari serangan Burung Elang yang akan menyentuh atau menepuk pada anak ayam yang paling ujung. Anak ayam yang tertangkap dapat keluar dari permainan. Dalam seluruh masa permainan setiap anak ayam tidak boleh melepas

(47)

pegangan dari anak ayam lain yang didepannya. Jika terlepas dapat dikatakan tertangkap. Demikian permainan ini dapat diulangi lagi, 'Burung elang diganti anak ayam dan sebaliknya.

Permainan Ayam dan Elang merupakan permainan untuk melatih keterampilan berlari. Berlari sendiri merupakan gerak lokomotor karena gerakan yang dilakukan dengan berpindah tempat.

C. Manfaat permainan

1. Meningkatkan peforma kerja otak

Mampu meningkatkan pasokan oksigen dalam tubuh,mempelancarkan sirkulasi darah dalam tubuh terutama aliran darah keotak.hal ini dipercaya bias meningkatkan kinerja otak lebih baik.

2. Memperkuat ingatan

Olahraga dapat berfungsi memperkuat ingatan,dan ini

tentunya dapat mencegah terserang

penyakitketuaan,sebab di saat melakukan olahraga,darah dan oksigen terpompa ke bagian otak.

3. Untuk meningkatkan kekuatan otot

Dalam bermain anak akan berlari, meloncat, melompat, berjengket, mengangkat, mendorong dan menarik. Semua kegiatan ini tanpa disadarinya akan mempengaruhi otot- otot mereka akan lebih kuat.

(48)

4. Untuk meningkatkan daya tahan otot setempat

Anak yang bermain terus menerus dalam waktu yang lama, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk peningkatan daya tahan otot setempat.

5. Untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskuler Anak yang bermain Elang mengejar anak ayam akan mengalami lari dan mondar mandir untuk melindungi anak ayam agar tidak disambar burung elang,dan bagi anak yang tersamabar maka akan bergantian dari anak ayam menjadi burung elang,dan begitu sebaliknya, dan terus menerus dilakukan berulang-ulang. Tanpa sengaja, anak berlatih secara interval. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi anak dalam peningkatan daya tahanya.

(49)

3. PERMAINAN KOTAK POS

A. Pengertian

Permainan Kotak Pos adalah permainan dari Betawi yang sangat menyenangkan pada masa itu. Permainan ini setidaknya melibatkan minimal tiga atau empat orang ke atas. Nah, permainan kotak pos mengharuskan semua pemain meletakkan tangan dengan posisi tangan ditelungkupkan di atas tangan peserta lain.

Kemudian semua pemain diminta untuk saling bernyanyi dan menepuk tangan yang di atas. Ketika

(50)

nyanyian berhenti dan ada pemain yang terkena tepukan tangan maka ia wajib dikenai tantangan.

B. Jumlah Pemain

Permainan kotak pos sangatlah seru untuk dimainkan, biasanya permainan ini dimainkan oleh minimal 3 orang, dan tidak ada jumlah maksimal pemainnya.

C. Cara Bermain

1. Kumpulkan pemain dan duduk melingkar

2. Letakkan tangan kiri di bawah tangan pemain di kiri dan letakkan tangan kanan di atas tangan pemain di kanan.

Lakukan hingga membuat alur tangan tertutup.

3. Tentukan tema bermain (cth: Binatang) 4. Tunjuk 1 orang sebagai titik awal

5. Ucapkan kata "Kotak pos belum diisi. Mari kita isi dengan isi-isian pak (nama) minta huruf apa ?" sambil menepuk tangan kanan pemain kiri dengan tangan kanan.

Orang yg ditepuk menepuk orang di sebelah kirinya lagi hingga kalimat "Kotak pos belum diisi. Mari kita isi dengan isi-isian pak (nama) minta huruf apa ?" berakhir.

Setiap 1 suku kata mewakili 1 tepukan.

(51)

6. Orang terakhir akan memberikan 1 huruf

7. Kalimat "Kotak pos..." diulang namun mengubah apa menjadi huruf yg dipilih tadi

8. Orang yang terakhir menyebut nama benda yang berawal huruf tadi sesuai tema

9. Lanjutkan permainan hingga ada yang tidak mampu menyebutkan (Kata yang sudah disebut tidak boleh diulang)

Setelah selesai, anak-anak biasa melanjutkan dengan permainan lain (Jadi permainan kotak pos untuk menentukan giliran/peran saja) namun ada juga yang menjadikan kotak pos sebagai permainan intinya.

Biasanya anak-anak membuat peraturan baru yang bersifat lokal, tergantung kebutuhan masing-masing.

D. Manfaat

Permainan kotak pos permainan ini seolah mengandung serangkaian pelajaran sederhana seperti belajar tentang strategi dan bekerja sama serta dapat menjadi pelebur kegiatan bersama.

(52)

4. PERMAIANAN KUCING DAN TIKUS

A. Pegertian

Permainan kucing dan tikus merupakan sebuah permainan yang memiliki fungsi untuk mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak.permainan kucing dan tikus juga memiliki peraturan sebagai pedoman permainan. Hal ini dilakukan agar permainan tetap berjalan dengan sportif sebagaimana mestinya.

B. Cara Bermain

1. Membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan 2. Pilihlah pemain kucing dan tikusnya

3. Pemain yang membentuk lingkaran melindungi tikus

(53)

4. Lakukan permainan dengan baik

5. Pemain kucing dan tikus bisa saling bergantian 6. Melakukan permainan kucing kucingan sampai ada yang ditangkap atau selesai.

C. Manfaat

Permainan ini memiliki manfaat salah satunya melatih anak anak untuk membangun kerja sama kelompok, membangun keseimbangan dan ketelitian anak, membangun rasa percaya satu sama lain, dan juga menjadi tempat untuk anak berolahraga.

5. PERMAINAN MENYENTU DINDING

A. Pengertian

Menyentuh dinding atau benteng-bentengan adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok penawan

(54)

dan tertawan. Masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai dengan delapan orang dan memiliki satu tempat sebagai markas. Markas atau ‘benteng’ bisa berupa sebuah tiang, pohon, Atau pilar.

B. Asal Permainan

Menyentuh dinding atau benteng-bentengan merupakan salah satu permainan tradisional di Indonesia yang terdapat di provinsi Jawa Tengah.

C. Cara Bermain

1. Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut.

2. Yang boleh melalui garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama yang juga sebagai sodor.

3. Masing-masing pemain tim serang dari pangkalan harus berusaha melewati semua garis melintang.

4. Bila pemain tim jaga bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim jaga menang. Lalu tim jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya.

(55)

5. Jika satu petak terisi 2 atau lebih pemain, maka tim serang kalah, dan berganti jadi tim jaga.

D. Jumlah pemain

Jumlah pemain dalam permainan ini minimal 8 orang.

E. Tempat bermain

Di lapangan atau halaman..

F. Tujuan

Tujuan penting permainan ini merupakan melanda serta mengutip ganti baluarti atau markas rival. Khasiat game bentengan: Dalam sesuatu game konvensional, tidak hanya mengasyikkan pastinya ada pelajaran serta catatan akhlak yang bisa di ambil. Tidak hanya itu pula game bentengan ini mempunyai banyak khasiat yang tidak seluruh kanak- kanak mengetahuinya.

(56)

6. PERMAINAN HITAM HIJAU

A. Pengertian Permainan Hitam Hijau

Permainan hitam hijau adalah bentuk permainan sederhana tanpa alat yang dimainkan oleh dua regu yang bertujuan untuk melatih kecepatan reaksi dalam berlari.

B. Cara Bermain

1. Permainan terdiri atas 2 regu yakni "regu hitam" dan

"regu hijau". pemilihan regu tergantung dari guru.

2. Siswa dibagi menjadi 2 banjar / baris dan kedua banjar/

baris regu saling berhadapan.

3. Masing-masing regu tidak memiliki batasan jumlah anggota, yang terpenting keduanya memiliki jumlah anggota yang sama banyak.

4. kedua regu saling berhadapan dengan jarak kira-kira 3 atau 4 langkah kaki orang dewasa.

(57)

5. Regu yang dipanggil adalah regu yang berlari dan regu yang tidak dipanggil adalah regu yang mengejar.

6.Tiap siswa hanya mengejar siswa yang menjadi pasangannya (inilah alasan mengapa jumlah anggota regu masing-masing harus sama banyak)

7. permainan dimulai ketika guru meneriakkan nama salah satu regu.

8.Bila guru meneriakkan "hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii maka regu hitam harus berlari dan regu hijau mengerjar pasangannya yang berada dalam regu hitam. begitu pula sebaliknya, bila guru meneriakkan "hiiiiiiiiiijau" maka regu hijau harus berlari secepat mungkin untuk menghindari tangkapan siswa dari regu hitam.

9. Untuk teriakan dalam menyebut nama regu, guru bisa memanjangkan suku kata awal agar terkesan mendebarkan dan membuat bingung siswa (untuk meningkatkan konsentrasi). karena kedua nama regu mempunyai suku kata awal yang sama.

10. Siswa yang berhasil menangkap siswa yang dikejarnya berhak mendapatkan reward berupa hukuman bagi siswa yang tertangkap. misalnya siswa yang menangkap meminta gendong siswa yang tertangkap kira- kira 10 meter gendongan.

11. Hukuman bisa bervariasi tergantung kesepakatan awal.

(58)

12. Lakukan permainan berulang 3 atau 4 kali.

C. Jumlah Pemainan Hitam Hijau

Permainan terdiri atas 2 regu yakni "regu hitam" dan

"regu hijau". pemilihan regu tergantung dari guru atau kesepakatan. Masing-masing regu tidak memiliki batasan jumlah anggota, yang terpenting keduanya memiliki jumlah anggota yang sama banyak.

D. Tempat Bermain Hitam Hijau Lapangan ,halaman dan ruang senam.

E. Manfaat

1. Melatih konsentrasi, yaitu saat wasit menyebut nama tim dibutuhkan konsentrasi agar tidak keliru apakah harus mengejar atau dikejar.

2. Melatih kelincahan dan kecepatan saat berlari dan menghindari lawan.

3. Meningkatkan kerja sama antar kelompok, yaitu saat menyelamatkan anggota timnya yang ditawan

4. Sebagai sarana refreshing.

(59)

DAFTAR PUSTAKA

Rindani, F. 2017. Pengembangan Sikap Sosial Dengan Permainan Tradisional.

https://www.kompas.tv/article/319649/serunya-lomba- lari-balok-permainan-tradisional-yang-menyehatkan https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58814171.amp https://banjarmasin.tribunnews.com/2022/04/0/

kalselpedia-sejarah-permainan-tradisional-ketapel.

https://text-id.123dok.com/document/4yro1onpy- permainan-hitam-hijau-analisis-permainan-hitam- hijau.html

http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku/

Warisan-Nusantara/Bekel. Diakses tanggal 24 April 2013

http://www.jurukunci.net/2011/12/10-permainan-klasik- anak indonesia.html

http://ekahariani.wordpress.com/belajar-matematika- dengan-permaian-tradisional/permainan-

bekel/.Diakses tanggal 24 April 2013

(60)

http://bagazz1995.blogspot.co.id/2014/12/Permianan- tradisional-stik-.html. (pada hari sabtu tgl 7 januari)

Referensi

Dokumen terkait

Dari proses penelitian ini nantinya akan berupa sebuah gambaran deskriptif mengenai kejadian dan gambaran kegiatan bermain anak-anak dan juga bisa digunakan untuk melihat

Dalam permaian ini anak-anak diajak bermain permaian tradisional dintaranya / Lepetan / jamuran / lintang arahan / dan gangsingan // Dengan dibantu oleh pembibim yang berasal

Bermain merupakan suatu bentuk aktivitas yang menyenangkan dengan bermain, anak dapat menjalankan tuntutan dan kebutuhan perkembangan anak dalam dimensi motorik

Taman Kanak-Kanak merupakan wa- dah bagi anak belajar sambil bermain yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak untuk belajar bersosialisasi melalui kegiatan ber-

yaitu: a) Pada pertemuan pertama, anak masih belum kondusif karena masih ada sebagian yang berlari-lari sehingga mengganggu konsentrasi anak-anak yang sedang

Permainan ini tidak memerlukan alat bantu dari benda, hanya memakai kata-kata yang merupakan tanya jawab atau bernyanyi yang dilakukan sendiri oleh anak-anak yang bermain..

Agar dapat bermain dengan baik bersama yang lain, anak harus belajar berkomunikasi dalam arti mereka dapat mengerti dan sebaliknya mereka harus belajar mengerti apa

Dari proses penelitian ini nantinya akan berupa sebuah gambaran deskriptif mengenai kejadian dan gambaran kegiatan bermain anak-anak dan juga bisa digunakan untuk melihat