• Tidak ada hasil yang ditemukan

CA KULIT Shalsa Aurora Diva

N/A
N/A
Shalsa Aurora Diva

Academic year: 2025

Membagikan "CA KULIT Shalsa Aurora Diva"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

CA KULIT

DISUSUN OLEH :

SHALS A AURORA DIVA DOSEN PENGAMPU :

APT.GUSTIA INDAH PRABANDASARI,M.FARM

(2)

PENDAHULUAN

Kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar yang terdiri dari 2 lapisan yaitu : Epidermis dan Dermis

Ca Kulit:

Non melanoma

melanoma

(3)

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT

(4)

KANKER KULIT

Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit juga bermacam-macam sesuai dengan jenis sel yang

terkena.

Jenis kanker kulit yang umum dijumpai adalah :

karsinomasel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM).

(5)

EPIDEMIOLOGI KANKER KULIT

Dua jenis utama : melanoma maligna & melanoma non- maligna (80% kanker kulit non-melanoma adalah BCC dan SCC)

SCC lebih berbahaya dan bertanggung jawab atas banyak kematian

Secara keseluruhan, 80% kanker kulit adalah BCC, 16%

adalah SCC dan 4% adalah melanoma

(6)

FAKTOR RISIKO

1. Paparan sinar UV dari matahari atau tanning bed (UVA lebih berbahaya dari UVB)

2. Bekerja diluar ruangan

3. Riwayat keluarga dengan kanker kulit.

4. Kulit terang yang mudah terbakar.

5. Tahi lalat yang tidak normal (atypical moles).

6. Sistem kekebalan tubuh yang lemah. (Hendaria et al, 2013)

(7)

Basal Cell Ca Squamous Cell Ca Melanoma Maligna

• Paling sering

• Di kepala, leher, bahu

1. Pearly/transparant to fleshy papule 2. Ulkus rodent

3. Bleeding berulang 4. Localy aggressive

Jarang sekali metastasis

• Kedua tersering

• Di bagian bawah wajah, punggung tangan

Merah/sewarna kulit Papule/plak keratotik

→ ulkus

Sangat cepat menyebar 5%

metastasis

• Paling jarang,tapi paling ganas

ABCDE Asymmetry

Border that is irreguler Color varies

Diameter >6mm Evolving

Sering metastasis, paling sering

menyebabkan kematian

(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

Hystologi Basal Cell Carcinoma

Rounded nests of “basaloid” cells

Peripheral palisading

Fibromyxoid stroma

Cleft formationg

(13)

Hystologi Squamous Cell Carcinoma

Poliferation of anastromosing nests,sheets and strands of atypical keratinocytes

Originating in the epidermis and infiltrating into the dermis

Pleomorphism of the tumour cells

At high power view

• Intercelullar bridges are

commonly seen (black arrow)

(14)

Hystologi Maligna Melanoma

Predominance of single cell melanocytes over nests of

Melanocytes along the dermaopidermal junction

Pagetoid (upward) migration of single cell melanocytes

Cellular dyscohesion

Lack of uniform melanin distribution

(15)

Asymmetry,

atypical pigment

network

(16)
(17)

DIAGNOSIS

1. Pemeriksaan fisik

2. Biopsi kulit untuk analisis jaringan abnormal.

3. Dermatoskopi untuk memeriksa struktur

kulit lebih detail.

(18)

PENCEGAHAN

1. Menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30.

2. Menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 10.00–16.00.

3. Memakai pakaian pelindung seperti topi dan kacamata UV.

4. Rutin memeriksa kulit untuk mendeteksi

perubahan dini.

(19)

Pengobatan Kanker Kulit Non-melanoma (Karsinoma Sel Basal Dan Sel Skuamosa)

a. Eksisi Bedah

Prosedur: Pengangkatan tumor secara lengkap bersama jaringan sehat di sekitarnya untuk mencegah kekambuhan.

Cocok untuk: Kanker pada tahap awal dan tumor yang belum menyebar.

b. Elektrokauter dan Kuretase

Prosedur: Pengikisan tumor menggunakan kuret, kemudian area dirawat dengan arus listrik untuk menghancurkan sel kanker.

Cocok untuk: Tumor kecil dan superfisial.

(20)

c. Cryotherapy

Prosedur: Pembekuan jaringan kanker menggunakan nitrogen cair.

Mekanisme: Suhu ekstrem membunuh sel kanker.

Cocok untuk: Karsinoma sel basal superfisial.

d. Terapi Topikal

1. 5-Fluorouracil (5-FU):

Mekanisme: Menghambat sintesis DNA dengan

mengganggu pembentukan timin, mencegah pembelahan sel kanker.

Aplikasi: Krim topikal untuk karsinoma superfisial.

Efek samping: Kemerahan, iritasi kulit.

(21)

2. Imiquimod:

Mekanisme: Meningkatkan respon imun lokal dengan merangsang pelepasan sitokin seperti interferon-α.

Aplikasi: Krim topikal untuk lesi superfisial.

Efek samping: Kemerahan, bengkak.

e. Terapi Fotodinamik (Photodynamic Therapy - PDT):

Prosedur: Aplikasi obat fotosensitizer (seperti aminolevulinic acid) pada kulit, diikuti dengan paparan cahaya untuk

menghancurkan sel kanker.

Mekanisme: Cahaya mengaktifkan obat sehingga menghasilkan radikal bebas yang membunuh sel kanker.

Cocok untuk: Lesi superfisial.

(22)

Pengobatan Kanker Kulit Melanoma

a. Pembedahan

Prosedur: Pengangkatan melanoma bersama margin jaringan sehat yang luas.

Cocok untuk: Melanoma stadium awal tanpa penyebaran.

b. Terapi Sistemik untuk Melanoma Stadium Lanjut 1.Terapi Target

Ditujukan untuk mutasi spesifik pada melanoma, terutama pada gen BRAF atau MEK.

Obat-obatan:

Vemurafenib dan Dabrafenib (inhibitor BRAF):

Mekanisme: Menghambat aktivitas protein BRAF bermutasi, menghentikan proliferasi sel kanker.

Efek samping: Nyeri sendi, kelelahan, kulit sensitif.

Trametinib (inhibitor MEK):

Mekanisme: Menghambat jalur MEK yang diaktifkan oleh mutasi BRAF, mencegah pembelahan sel.

Efek samping: Nyeri otot, edema.

(23)

2.Imunoterapi

Meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan sel kanker.

Obat-obatan:

Pembrolizumab dan Nivolumab (anti-PD-1):

Mekanisme: Menghambat protein PD-1 pada sel T, sehingga sel T dapat menyerang sel kanker secara lebih efektif.

Efek samping: Reaksi autoimun (radang pada paru-paru, usus, hati).

Ipilimumab (anti-CTLA-4):

Mekanisme: Memblokir protein CTLA-4 pada sel T untuk meningkatkan respon imun terhadap kanker.

Efek samping: Diare, peradangan kulit.

(24)

3.Kemoterapi

Digunakan jika terapi target atau imunoterapi tidak efektif.

Obat: Dacarbazine.

Mekanisme: Menghambat sintesis DNA dan menyebabkan apoptosis sel kanker.

Efek samping: Mual, rambut rontok, kelelahan

(25)

Terapi Lanjutan Dan Dukungan

a. Radioterapi

Mekanisme: Menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker.

Cocok untuk: Kanker yang tidak dapat dioperasi atau menyebar ke area lain.

b. Terapi Kombinasi

Gabungan imunoterapi dan terapi target untuk melanoma stadium lanjut.

c. Pendukung Psikososial

Konseling dan terapi untuk membantu pasien mengatasi dampak emosional dari kanker.

(26)

REFERENSI

Hendaria, Made Putri, A. A. G. N. Asmarajaya, and Sri Maliawan.

"Kanker kulit." Kanker Kulit (2013): 1-17.

Nadeak, Betsy Yosia. "A Basosquamous Cell Carcinoma." Jurnal Kedokteran 11.3 (2022): 969-975.

Ardhiansyah, Azril Okta. Deteksi dini kanker. Vol. 1. Airlangga University Press, 2019.

Pardede, Jasman, and Dwi Adi Lenggana Putra. "Implementasi DensetNet Untuk Mengidentifikasi Kanker Kulit

Melanoma." Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi 6.3 (2020).

Firdaus, Fikri, Febryanti Sthevanie, and Kurniawan Nur

Ramadhani. "Deteksi Kanker Kulit Melanoma Menggunakan Aturan Abcd." eProceedings of Engineering 5.3 (2018).

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis ( Garcinia mangostana Linn. ) tidak memberikan efek sitotoksik terhadap sel kanker serviks (HeLa cell line ). Kata kunci : Kulit

Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Tanjung memiliki efek sitotoksik yang kurang poten terhadap sel kanker payudara T47D.. Kata Kunci :

Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang wanita dan memiliki angka kelangsungan hidup terendah dibandingkan dengan kanker payudara dan kanker endometrium. Kanker

1) Mendeskripsikan ciri-ciri fisik wayang kulit Dewi Sinta gaya Yogyakarta sebagai landasan dalam proses pemaknaan wayang kulit purwa Dewi Sinta gaya Yogyakarta. 2)

bredasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) memiliki efektivitas anti kanker terhadap sel MCF-7 yang lebih

Melanoma Maligna merupakan jenis kanker kulit yang paling ganas, dapat menyebar kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa.Penyebab yang timbul adalah factor

Karsinoma sel basal atau ulkus rodens merupakan kanker kulit yang paling sering penyakit ini umum nya terkalit dengan pajanan terhadap sinar matahari yang berlansung.. bertahun

26 4.4.5 Scene 5: Kontribusi Dalam bentuk montage, menjelaskan kontribusi dan potensi desa Pucung dalam pelestarian wayang kulit, selain itu juga menjelaskan distribusi wayang kulit