2.8 Multivariate test
Pengujian multivariat adalah teknik untuk menguji hipotesis dimana beberapa variabel dimodifikasi. Tujuan pengujian multivariat adalah menentukan kombinasi variasi mana yang terbaik dari semua kombinasi yang mungkin. Situs web dan aplikasi seluler dibuat dari kombinasi elemen yang dapat diubah. Tes multivariat akan mengubah banyak elemen, seperti mengubah gambar dan judul pada saat bersamaan. Tiga variasi gambar dan dua variasi judul digabungkan untuk membuat enam versi konten, yang diuji bersamaan untuk menemukan variasi kemenangan. [7]
Proses menjalankan tes multivariat mirip dengan pengujian split A / B , namun berbeda dalam pengujian A / B yang hanya menguji satu variabel. Dalam tes A / B, minimal satu variabel diuji untuk mengetahui pengaruh perubahan terhadap satu variabel. Dalam uji multivariat, beberapa variabel diuji bersama untuk mengungkap kombinasi ideal yang efektif dalam meningkatkan tujuan akhir. [7]
Analisis statistik multivariat merupakan metode statistik yang memungkinkan melakukan penelitian terhadap lebih dari dua variabel secara bersamaan. Dengan menggunakan teknik analisis ini maka dapat menganalisis pengaruh beberapa variabel terhadap variabel lainnya dalam waktu yang bersamaan. Teknik analisis multivariat dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu analisis dependensi dan interdependensi. Analisis dependensi berfungsi untuk menerangkan atau memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan dua atau lebih variabel bebas. [ Dapus Baru]
Metode dependensi diklasifikasikan didasarkan pada jumlah variabel tergantung, misalnya satu atau lebih dan skala pengukuran bersifat metrik atau non metrik. Jika variabel tergantung hanya satu dan pengukurannya bersifat metrik, maka teknik analisisnya digunakan analisis regresi berganda. Jika variabel tergantung hanya satu dan pengukurannya bersifat non-metrik, maka teknik analisisnya digunakan analisis diskriminan. Jika variabel tergantung lebih dari satu dan pengukurannya bersifat metrik, maka teknik analisisnya digunakan analisis multivariate variance. Jika variabel tergantung lebih dari satu dan pengukurannya bersifat non-metrik, maka teknik analisisnya digunakan analisis
conjoint. Jika variabel tergantung dan bebas lebih dari satu dan pengukurannya bersifat metrik atau non metrik, maka teknik analisisnya digunakan analisis korelasi kanonikal. Analisis depedensi dibagi menjadi analisis regresi berganda, analisis diskriminan, analisis multivariate variance, dan analisis korelasi kanonikal . [ Dapus Baru juga]
Metode interdependensi diklasifikasikan didasarkan pada jenis masukan variabel dengan skala pengukuran bersifat metrik atau non metrik. Jika masukan data berskala metrik, maka kita dapat menggunakan teknik analisis faktor, analisis kluster dan multidimensional scaling. Jika masukan data berskala non-metrik, maka kita hanya dapat menggunakan teknik analisis multidimensional scaling.
Analisis interdependensi berfungsi untuk memberikan makna terhadap seperangkat variabel atau membuat kelompokkelompok secara bersama-sama.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini ialah analsis faktor, analisis kluster, dan multidimensional scaling. [ Dapus Baaru ]