KELOMPOK 6 1DB01
HUKUM ISLAM (SYARI’AH)
Pada materi tersebut memiliki 2 point utama, yaitu Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Islam. Makna asal syari’ah adalah jalan ke sumber (mata) air, dahulu (di Arab) orang mempergunakan kata syari’ah untuk sebutan jalan setapak menuju ke sumber (mata) air yang diperlukan manusia untuk minum dan membersihkan diri.(Mohammad Daud Ali; 1997: 23 5). Kata syari’ah ini juga berarti jalan yang lurus, jalan yang lempang tidak berkelok-kelok, juga berarti jalan raya. Kemudian penggunaan kata syari’ah ini berrnakna peraturan, adat kebiasaan, undang- undang dan hukum.(Ahmad Warson Munawwir ; 1984: 762).
Selain itu ada juga beberapa para pakar hukum Islam selalu berusaha memberikan batasan pengenian “Syariah” yang lebih tegas. Seperti Imam Abu Ishak As-Syatibi dalam bukunya AI-Muwafaqatfi ushulil ahkam, Syikh Muhammad Ali Ath-thahawi dalam bukunya kassyfid istilahilfimu, dan Prof.
DR. Mahmud Salthut. Adapun ruang lingkup hukum Islam (syari’ah) adalah meliputi:
1. Hubungan manusia dengan Tuhannya secara vertikal, melalui ibadah, sepexti: Shalat, puasa,zakat, haji dan sebagainya.
2. Hubungan manusia muslim dengan saudaranya yang muslim, dengan silatur rahmi, saling mencintai, tolong menolong dan bantu membantu di antara mereka dalam membina keluarga dan membangun masyarakat mereka.
3. Hubungannya dengan sesamanya manusia, dengan tolong menolong dan bekerja sama, dalam meningkatkan tarafhidup dan kehidupan masyarakat secara umum dan perdamaian yang menyeluruh.
4. Hubungannya dengan alam lingkungan khususnya, dan alam semesta pada umumnya, dengan jalan melakukan penyelidikan tentang hikmah ciptaan Allah. Untuk memanfaatkan pengaruhnya, dalam kamakmuran dan kesej ahteraan ummat manusia seluruhnya.
5. Hubungannya dengan kehidupan dengan jalan bemsaha mencari karunia Allah yang halal, dan memanfaatkannya di jalan yang halal pula, sebagai tanda kesyukuran kepada—Nya, tanpa tabdzir atau bakhil, atau penyalahgunaan atas nikmat dan karunia Allah SWT itu.
Kelima faktor tesebut merupakan hakikat (inti) syariat Islam, yang di dalam Al—Qur’an disebut Amal shalih. Sedangkan akidah yang merupakan dasar pokok disebut dengan Iman. Integrasi antara akidah dan syariah disebut dengan Islam. Dan orang yang meyakini kebenarannya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya disebut dengan muslim dan mukmin (Muhhadiyah Djafar : 1993 :21-25.