• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Sejarah dan Perkembangan

N/A
N/A
Andira Azzahra

Academic year: 2025

Membagikan " Catatan Sejarah dan Perkembangan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MATA KULIAH

TATA TULIS PENULISAN ILMIAH

Dosen Pengampuh:

Professor Dr. Mithen Lullulangi, M.T.

Nurrany Taufiq ,P.hD

Disusun Oleh :

Andira Azzahra Putri Rahmat 210211502003

Arsitektur 02/B

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2022

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Arsitektur Gothik umumnya dipahami sebagai warisan budaya yang telah ada selama hampir 500 tahun. Ideologi Renaissance percaya bahwa jatuhnya Kekaisaran Romawi menyebabkan munculnya periode penurunan budaya sebelum kebangkitan budaya dan seni di abad ke-15. Untuk merayakan pencapaian ini, para penulis Renaisans menggambarkan seni abad pertengahan sebagai lentera yang merenung, atau "zaman kegelapan". Itu terjadi ketika orang barbar dari utara menyerbu budaya kuno atau merusaknya dan menggantinya dengan budaya mereka sendiri. Orang-orang Goth, yang sebenarnya menimbulkan sedikit kerusakan fisik ketika Romawi mengambil alih pada tahun 410, adalah suku yang bertanggung jawab atas bencana ini. Adapun istilah Gothik dengan demikian diciptakan oleh Renaisans sebagai bagian dari definisinya sendiri.

Arsitektur Gothik adalah salah satu karya seni paling spektakuler dalam perkembangan arsitektur Eropa Barat, dan baik sejarawan seni maupun arsitek tidak meragukannya.

Arsitektur Gothik telah kehilangan kejayaannya di Eropa, sekarang didominasi oleh gedung pencakar langit, atap runcing dan kubah kubah yang megah.

2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan arsitektur gothik ? 2. Bagaimana sejarah arsitektur ghotik ?

3. Apa yang melatar belakangi munculnya arsitektur gothik?

4. Sebutkan macam-macam pendekatan gothik ! 5. Bagaimana struktur dari bangunan gothik ?

3. Tujuan

1. Mengetahui pengertian arsitektur ghotik.

2. Mengetahui sejarah yang ada pada arsitektur gothik.

3. Mengetahui apa yang melatar belakangi munculnya arsitektur ghotik.

4. Mengenal macam-macam pendekatan arsitektur gothik.

5. Mengenal struktur dari bangunan gothik.

4. Manfaat

Mampu untuk menambah wawasan dan memperkenalkan lebih jauh lagi tentang sejarah

(3)

dan perkembangan arsitektur Gotic. Untuk mengetahui jenis dan material dari bangunan arsitektur Gotic.

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Arsitektur Ghotik

Arsitektur Gothik adalah gaya arsitektur yang berkembang selama periode Abad Pertengahan. Gaya ini berevolusi dari arsitektur Romanesque dan diteruskan oleh arsitektur Renaissance. Arsitektur Gothik berasal dari abad ke-12 sampai abad ke-16 di Perancis, sehingga arsitektur Gothic dikenal selama periode sebagai “Gaya Perancis” (Opus Francigenum).

Arsitektur gothik diketahui berlaku di sebagian besar katedral, biara, dan gereja paroki Eropa. Dalam perkembangannya, gaya gothik juga diterapkan pada arsitektur bangunan kastil, istana, balai kota, balai serikat, universitas besar, dan pada tingkat lebih rendah rumah pribadi.

2. Sejarah Arsitektur Gothik

Seni Arsitektur Gothic diperkirakan muncul dan berkembang pada kisaran tahun 1200 – 1500 Masehi. Bangsa yang pertama kali mengusung Seni Arsitektur Gothic adalah Prancis yang mengembangkannya pada abad ke-12. Para Arsitek Prancis saat itu telah mengembangkan Seni Arsitektur Romawi Kuno menuju ke tingkatan yang lebih tinggi dan rumit, melanjutkan Gaya Arsitektur Romanesque yang sangat “minimalis” saat itu.

Awalnya periode perkembangan jenis Gaya Arsitektur ini disebut dengan istilah Opus Francigenum yang berarti “Karya Prancis”. Kemudian Istilah Penamaan Gothic dipopulerkan pada Masa Renaisans (kisaran abad ke-17 Masehi) yang memiliki arti “Seni Akhir era Abad Pertengahan”. Penamaan Gothic juga memiliki arti bahwa fase tersebut adalah keruntuhan Kesenian Periode Abad Pertengahan di Eropa.

Seni arsitektur gothic pada saat itu berkembang di Kekaisaran Bizantium dan dikembangkan oleh Khilafah Islam dan Kekaisaran Persia. Karena kedekatan wilayah kerajaan yang berbeda ini, arsitektur Gotik dipengaruhi oleh arsitektur Islam dan beberapa elemen klasik arsitektur Mesopotamia klasik. Beberapa elemen disesuaikan dengan pengaruh eksternal tersebut, seperti dekorasi kubah dan fasad. Seni arsitektur Gotik mulai muncul hingga tahun 1137 M, ketika seorang kepala biara yang dikenal sebagai Kepala Biara Sugar bereksperimen dengan seni arsitektur sambil membangun Biara Saint-Denis,

(4)

utara Paris yang terkenal dan populer. Elemen arsitektur bangunan suci yang dihadirkannya menjadi titik awal lahirnya arsitektur gothic.

3. Macam-Macam Pendekatan Arsitektur Gothik

Pendekatan kedua menafsirkan arsitektur Gotik sebagai bagian dari seni daripada ilmu statistik. Beberapa pengamat menekankan peran garis. Ini mengambil alih struktur internal yang semakin terlihat, mengubahnya dari massa yang berat menjadi komposisi yang elegan, ringan dan dinamis. Penekanan lain pada pencahayaan, tidak hanya terhadap sinar yang dipancarkan lembaran kaca berwarna, tetapi juga terhadap apa yang dinamakan efek terang benderang dimana struktur gothik diperhitungkan untuk menciptakan tempurung rangkap visual yang secara optis memotong soliditas struktur. Interior Gotik kemudian terlihat seperti lapisan-lapisan berbentuk kanopi yang saling mengunci. Atau menonjolkan orientasi diagonal rusuk dan balok kubah (berlawanan dengan gaya Romawi yang lebih terbuka).

4. Struktur Bangunan Gothik

Bangunan gothic mudah dikenali dari fitur dan karakteristik tertentu yang menekankan aspek vertikalitas dan pencahayaan. Ciri-ciri tersebut dapat dilihat pada struktur bangunan.

Bangunan tidak lagi berdinding kokoh, melainkan kerangka batu yang terdiri dari kolom, kubah, dan pilar. Dalam arsitektur Gotik, kombinasi unik dari teknik yang ada menciptakan gaya arsitektur baru: teknik lengkungan runcing atau lengkungan runcing, kubah rusuk dan penopang. Bangunan gothic biasanya berbentuk seperti gereja gothic yang khas. Konstruksi balok penopang beban juga terlihat di era Romantis - konstruksi balkon dan kolomnya, yang selain berfungsi sebagai penyangga, juga berfungsi sebagai dekorasi interior. Dalam bangunan Gotik, ide arsitektur ditetapkan sebagai hasil akhir yang harus benar-benar dicapai. Berlawanan dengan kesan kokoh dari bahan dasarnya (batu pecah), hasil akhirnya sangat indah.

Gereja Gotik merupakan bangunan dengan sistem kerangka dan penopang. dinding- dindingnya berfungsi sebagai pelindung yang melingkupi ruang dalam gereja seperti selubung tipis. beban atapnya yang melengkung dan tiang tinggi, ditopang oleh pilar-pilar, ditempatkan mengerombol dan saling berkaitan.

Kerangka pada atap melengkung dan konstruksi penopangnya yang dibuat berdasarkan tuntutan pengaturan ruang, sangat menguntungkan dinding penutupnya. bidang dinding yang terletak antara kerangka penopang, hampir tidak memikul beban, selain beban beratnya sendiri. Hal ini memberikan kesempatan pada perkembangan bentuk jendela.

(5)

jendela dibuat semakin besar karena kekhawatiran akan masalah statika tidak ada. selain itu, lengkungan menyudut, lengkungan bersudut dapat membagikan beban statikanya daripada lengkungan setengah lingkaran, sehingga tiang penopang juga menerima beban yang lebih merata dan ringan.

BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan

Arsitektur Gothik adalah gaya arsitektur yang berkembang selama periode Abad Pertengahan. Gaya ini berevolusi dari arsitektur Romanesque dan diteruskan oleh arsitektur Renaissance. Dalam perkembangannya, gaya gothik juga diterapkan pada arsitektur bangunan kastil, istana, balai kota, balai serikat, universitas besar, dan pada tingkat lebih rendah rumah pribadi.

Seni Arsitektur Gothik diperkirakan muncul dan berkembang pada kisaran tahun 1200 – 1500 Masehi.Seni arsitektur gothik pada saat itu berkembang di Kekaisaran Bizantium dan dikembangkan oleh Khilafah Islam dan Kekaisaran Persia. Karena kedekatan wilayah kerajaan yang berbeda ini, arsitektur gotik dipengaruhi oleh arsitektur islam dan beberapa elemen klasik arsitektur Mesopotamia klasik.

Pendekatan kedua menafsirkan arsitektur Gothik sebagai bagian dari seni daripada ilmu statistik. Beberapa pengamat menekankan peran garis. Ini mengambil alih struktur internal yang semakin terlihat, mengubahnya dari massa yang berat menjadi komposisi yang elegan, ringan dan dinamis. lasik.

Bangunan gothic mudah dikenali dari fitur dan karakteristik tertentu yang menekankan aspek vertikalitas dan pencahayaan. Gereja Gothik merupakan bangunan dengan sistem kerangka dan penopang. dinding-dindingnya berfungsi sebagai pelindung yang melingkupi ruang dalam gereja seperti selubung tipis. beban atapnya yang melengkung dan tiang tinggi, ditopang oleh pilar-pilar, ditempatkan mengerombol dan saling berkaitan.

2. Saran

Arsitektur gothik diciptakan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknis bangunan, tetapi juga sebagai karya seni yang dipengaruhi oleh aspek filosofis dan religius yang berkembang pada saat itu. Bentuk dan desain yang kompleks memiliki landasan filosofis yang sulit dipahami oleh orang awam. Oleh karena itu, studi arsitektur Gotik membutuhkan pendekatan yang komprehensif dari semua sisi.

Referensi

Dokumen terkait

Bahkan di zaman ini, terjadi sebuah revolusi budaya yang beberapa dari budaya tersebut masih digunakan manusia pada zaman modern.. Zaman Neolitikum ini, terjadi perpindahan

"Conservation and Preservation of Moveable Cultural Objects". la menga- cakan, bahwa preservasi dan konservasi warisan budaya nasional perlu di- kerjakan, tidak saja

BINCANGKAN PERKEMBANGAN FALSAFAH SEJARAH DALAM ZAMAN PERTENGAHAN DI EROPAH.. SEJARAH

Vrouwentuchthuis adalah tempat menampung orang-orang perempuan Bangsa Belanda yang karena melanggar kesusilaan (overspel). Zaman Pemerintahan Hindia Belanda. a)

Secara garis besar, Amsal Bakhtiar membagi periodeisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan menjadi empat periode: pada zaman Yunani kuno, pada zaman Islam, pada

Heritage – Unesco (1995), karya arsitektur termasuk kategori warisan budaya. Warisan budaya diartikan dengan monumen, kelompok bangunan, dan situs yang

Pada zaman Impressionisme ditandai dengan penggunaan melodi dan tangga nada Pada zaman Impressionisme ditandai dengan penggunaan melodi dan tangga nada yang dipengaruhi oleh

• PADA MASA KEGELAPAN INI ILMU PENGETAHUAN DI EROPA TIDAK BERKEMBANG. KARYA ILMUWAN YANG MASIH MENJADI PEGANGAN HANYA KARYA ARISTOTELES. PADA ABAD 12 M, YANG DIKLAIM SEBAGAI AWAL