• Tidak ada hasil yang ditemukan

CBR-EKRAF-PENUS LEONARD RONINGSIH SINURAT...

N/A
N/A
PENUS LEONARD RONINGSIH SINURAT

Academic year: 2025

Membagikan "CBR-EKRAF-PENUS LEONARD RONINGSIH SINURAT..."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

(CRITICAL BOOK REVIEW) EKONOMI KREATIF (Ivo Selvia Agusti, SE., M.Si.)

Disusun Oleh:

Penus Leonard Roningsih Sinurat (7223141017)

PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Book Review ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Kreatif.

Penulisan CBR ini telah dibuat dari beberapa sumber dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan tugas ini.

Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan tugas CBR ini, terutama kepada Ma’am Ivo Selvia Agusti, SE., M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Ekonomi Kreatif.

Dalam penulisan Critical Book Review ini, penulis telah berusaha menyajikan yang terbaik. Akhir kata semoga tugas yang saya buat ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan dapat memberikan nilai lebih pada proses pembelajaran mata kuliah Ekonomi Kreatif, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Medan, 24 April 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI COVER

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 3

BAB I Pendahuluan 4

A. Rasionalisasi Pentingnya Critical Book Review 4 B. Tujuan Penulisan Critical Book Review 4

C. Manfaat Critical Book Review (CBR) 4 D. Identitas Buku 5

BAB II Ringkasan Isi Buku 6

A. Ringkasan Buku Utama...6

B. Ringkasan Buku Pembanding... 21

BAB III Pembahasan... A. Pembahasan Isi Buku...32

B. Kelebihan dan Kekurangan Buku...32

BAB IV Penutup ...33

A. Kesimpulan... 33

B. Saran……... 33

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya Critical Book Review

Keterampilan membuat critical book review dapat menambah kemampuan seseorang dalam meriew, menganalisis, dan meringkas sebuah buku serta membandingkannya dengan buku yang lain, mengenal dan memberi nilai serta mengkritik sebuah karya tulis yang dianalisis.

Seringkali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca, terkadang kita hanya memilih satu buku untuk dibaca tetapi hasilnya masih belum memuaskan misalnya dari segi analisis bahasa dan pembahasan, oleh karena itu penulis membuat critical book review Ekonometrika ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi terkhusus pada pokok bahasa tentang Ekonometrika.

B. Tujuan Penulisan Critical Book Review

Adapun tujuan dalam pembuatan Critical Book Review, yaitu:

1. Menyelesaikan salah satu tugas KKNI yang diberikan oleh dosen pengampu pada mata kuliah Ekonomi Kreatif.

2. Memberikan ilustrasi kepada pembaca mengenai akuntansi, ringkasan buku, kelebihan dan kelemahan buku baik dari segi sistematika penulisan, maupun keterpaduan penyusunan materi buku.

3. Menambah literasi pembaca karena didalam buku disajikan masalah serta solusi yang akan menambah ilmu pengetahuan kita.

C. Manfaat Critical Book Review (CBR)

Adapun manfaat dalam pembuatan Critical Book Review, yaitu:

2. Menambah pengetahuan tentang Ekonomi Kreatif.

3. Meningkatkan kemampuan menemukan inti sari suatu buku, kemampuan membandingkan buku dengan buku lainnya dengan baik.

4. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap bab dari buku pertama dan buku kedua.

(5)

D. Identitas Buku

1. Identitas Buku Utama

a. Judul : Ekonomi Kreatif b. Pengarang : Suryana

c. Penerbit : Salemba Empat d. Tahun terbit : 2013

e. Kota terbit : Bandung

f. ISBN : 978-979-061-249-5 Cover buku:

2. Identitas Buku Pembanding

a. Judul : Ekonomi Kreatif : Pilar Pembangunan Indonesia b. Edisi/Cetakan : 1

c. Pengarang : Rochmat Aldy Purnomo, S.E., M.Si.

d. Penerbit : Ziya Visi Media e. Kota Terbit : Surakarta f. Tahun Terbit : 2017

g. ISBN : 978-602-317-319-8 Cover buku:

(6)

BAB II

RINGKASAN ISI BUKU A. RINGKASAN BUKU UTAMA

1. BAB I Evolusi dan Gelombang Ekonomi Baru

Ekonomi kreatif merupakan hasil dari perubahan orientasi ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri, jasa, informasi, dan kreatifitas. Gelombang ekonomi kreatif ini diidentifikasi oleh Howkins pada awal abad ke-21, ditandai dengan peranannya yang semakin besar dalam perekonomian global.

Perkembangan ekonomi kreatif didorong oleh inovasi, riset, dan pengembangan terus-menerus dalam berbagai sektor, seperti industri, teknologi, seni, dan kerajinan.

Inovasi teknologi dan kreativitas ilmu pengetahuan telah menjadi pendorong utama dalam perubahan pola produksi, distribusi, dan konsumsi, serta menciptakan produk-produk baru yang tidak hanya berupa barang fisik tetapi juga jasa dan karya seni.

Konsep destruksi kreatif oleh Joseph Schumpeter menggambarkan bagaimana inovasi menggantikan industri lama dengan yang baru yang lebih kreatif dan inovatif.

Siklus hidup produk yang cepat menunjukkan pentingnya perubahan karakter produk, desain, dan merek dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

Pasar ekonomi kreatif berkembang pesat, terutama dalam sektor industri kreatif seperti riset dan pengembangan, perangkat lunak, penerbitan, penyiaran, film, musik, mainan, periklanan, dan seni. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina telah berhasil mengembangkan ekonomi kreatif mereka dengan memanfaatkan kekayaan intelektual, seperti paten, hak cipta, merek dagang, dan desain.

Namun, peran ekonomi kreatif tidak hanya berdampak positif bagi negara maju, tetapi juga bagi negara sedang berkembang seperti Indonesia. Meskipun terdapat penetrasi produk dan perusahaan asing, negara-negara sedang berkembang juga dapat memanfaatkan potensi ekonomi kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, ekonomi kreatif menawarkan peluang besar bagi negara-negara untuk mengembangkan kekayaan intelektual mereka, menciptakan nilai tambah, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

(7)

2. BAB II Konsep Dan Konteks Ekonomi Kreatif Konsep dan Konteks Kreativitas

Konsep dan konteks kreativitas merujuk pada sebuah proses mental yang melibatkan penghasilan ide-ide baru dan transformasinya menjadi tindakan yang nyata.

Secara etimologi, kreativitas berasal dari bahasa Latin "creo" yang berarti "menciptakan", yang kemudian berkembang menjadi kata "create" dalam bahasa Inggris pada Abad ke-14.

Demi mengubah ide-ide menjadi nilai yang nyata, kreativitas membutuhkan inovasi, yang merupakan proses mentransformasikan ide-ide menjadi tindakan melalui seleksi, perbaikan, dan penerapan. Untuk melahirkan kreativitas, diperlukan talenta dan keterampilan, dengan talenta sebagai bakat bawaan dan keterampilan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas dengan baik.

Hasil dari kreativitas adalah produk kreatif, yang mencakup barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan dari kreativitas. Proses kreatif melibatkan unsur-unsur seperti orisinalitas, imajinasi, inspirasi, kecerdikan, dan penemuan.

Kapan dan di Mana Kreativitas Muncul?

Kreativitas bisa muncul kapan saja dan di mana saja dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini terjadi ketika seseorang berpikir, berimajinasi, atau membangun skenario baru.

Misalnya, saat seseorang sedang berjalan-jalan santai, merancang taman, atau bahkan ketika berada di kamar mandi. Kreativitas juga bisa muncul dalam berbagai konteks, termasuk dalam bisnis, manajemen perusahaan, pendidikan, dan setiap aspek kehidupan.

Konteks Berpikir Kreatif

Konteks berpikir kreatif dapat bervariasi tergantung pada sudut pandang dan penekanan yang digunakan oleh individu, organisasi, atau negara. Beberapa pemahaman tentang kreativitas menekankan dimensi manusiawi yang lebih luas, sementara yang lain fokus pada aspek seni dan budaya. Perbedaan ini tercermin dalam penggunaan istilah dan pendekatan yang berbeda dalam memahami kreativitas.

NESTA (National Endowment for Science, Technology and the Arts), misalnya, memiliki pandangan yang luas tentang kreativitas yang mencakup aspek manusiawi,

(8)

termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan rekayasa. Pandangan ini mencakup ide-ide baru dan inovasi dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagaimana Agar Proses Kreatif Terjadi?

Menurut Howkins (2001: 16), ada lima tahap proses kreatif:

1. Peninjauan/pengkajian ulang (Review) 2. Inkubasi (Incubation)

3. Mengkhayal (Dreams) 4. Rangsangan (Excitement)

5. Pemeriksaan secara nyata (Reality check)

Macam-Macam Kreativitas dan Karekteristiknya

Menurut UNDP dan UNCTAD (2008: 9), dilihat dari sisi usaha manusia, ada beberapa karekteristik kreativitas sebagai berikut.

1. Kreativitas Artistik: Melibatkan imajinasi dan kemampuan untuk menghasilkan ide- ide baru yang diekspresikan dalam bentuk seni seperti lukisan, patung, atau karya suara.

Peranannya tidak hanya dalam menciptakan seni, tetapi juga dalam mendorong ekonomi dan pariwisata.

2. Kreativitas Ilmu Pengetahuan: Terkait dengan keingintahuan dan eksperimen untuk menghasilkan pemecahan masalah baru. Hal ini melibatkan penelitian di laboratorium dan eksperimen yang dilakukan oleh peneliti dan perusahaan.

3. Kreativitas Ekonomi: Mendorong inovasi dalam teknologi, praktik bisnis, dan pemasaran untuk meningkatkan daya saing dalam ekonomi. Ini melibatkan menciptakan cara-cara baru dalam proses bisnis untuk meningkatkan nilai tambah.

Siklus kreativitas dimulai dengan penggunaan produk baru yang menginspirasi ide- ide kreatif baru. Ini kemudian memicu siklus kreativitas baru. Konsep inovasi penting dalam menghasilkan nilai tambah bagi pengguna, dengan fokus pada pembaruan dan perubahan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Bagaimana Siklus Kreativitas Itu Muncul?

Siklus kreativitas memiliki berbagai tahapan yang dimulai dari rangsangan atau inspirasi, kemudian melalui proses berpikir, berimajinasi, dan mengembangkan ide-ide baru, hingga akhirnya menghasilkan produk atau karya yang baru dan berbeda. Proses ini bisa dimulai dari berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk melalui penggunaan produk baru.

Menurut Anita Roddick, penggunaan produk baru dapat menjadi sumber inspirasi untuk memicu kreativitas. Ketika seseorang berinteraksi dengan produk baru, hal itu dapat

(9)

memicu proses berpikir kreatif, berimajinasi, dan mengembangkan ide-ide baru. Dalam konteks ini, produk baru dapat menjadi pemicu bagi seseorang untuk memulai kembali siklus kreativitasnya.

Konsep dan Konteks Keinovasian

Konsep dan konteks keinovasian mengacu pada proses dan hasil dari menciptakan solusi baru atau perubahan yang signifikan dalam produk, proses, layanan, teknologi, atau ide. Kata "inovasi" berasal dari bahasa Latin "innovare", yang berarti "pembaruan atau perubahan". Inovasi mencakup aspek pembaruan, perubahan, dan keunggulan dalam konteks penggunaannya.

Inovasi sebagai Pembaruan (Innovation as Novelty): Merujuk pada penciptaan nilai tambah baru bagi pengguna. Kebaruan (novelty) adalah konsekuensi dari implementasi praktis inovasi, dan inovasi selalu memiliki unsur baru yang berkontribusi pada nilai tambah.

Inovasi sebagai Perubahan (Innovation as Change): Inovasi di sini dilihat sebagai perubahan atau transformasi dalam proses atau objek. Ini menekankan pada proses baru yang menghasilkan objek baru atau perubahan dalam sistem atau lingkungan.

Inovasi sebagai Keunggulan (Innovation as Advantage): Dalam dimensi sosial, inovasi merujuk pada penciptaan bentuk-bentuk keunggulan baru. Ini bisa berupa penggunaan tanda-tanda baru atau manajemen yang inovatif untuk membedakan diri dari pesaing.

Inovasi pada dasarnya melibatkan penciptaan nilai tambah baru dalam berbagai konteks, seperti produk, proses, metode, teknologi, atau manajemen.

Proses inovasi melibatkan empat langkah utama:

1. Konsepsi Gagasan 2. Pengkajian Gagasan

3. Pengumuman dan Pemahaman Gagasan

4. Pengambilan Keputusan dan Penerapan Gagasan

Inovasi merupakan upaya yang terus-menerus untuk meningkatkan produk, layanan, proses, atau model bisnis untuk menciptakan nilai baru bagi para pemangku kepentingan.

Hakikat dan Inti Ekonomi Kreatif

Hakikat ekonomi kreatif adalah sebuah paradigma ekonomi yang menekankan pada kreativitas berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memiliki nilai komersial.

Definisi ini menyoroti kontribusi kreativitas dalam menghasilkan inovasi, produk seni dan budaya, penemuan ilmiah, dan penerapan teknologi.

(10)

Ada tiga konsep utama dalam kreativitas ekonomi: menciptakan sesuatu dari yang tidak ada, berkolaborasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dari yang lama, dan menggunakan sesuatu untuk menciptakan sesuatu yang lebih sederhana atau lebih baik.

Peran ekonomi kreatif

Peran ekonomi kreatif sangat penting dalam perekonomian suatu bangsa karena berkontribusi pada beberapa hal yang vital, seperti:

1. Pendapatan: Ekonomi kreatif dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi individu, perusahaan, dan pemerintah melalui penjualan produk seni, budaya, dan karya-karya kreatif lainnya.

2. Penciptaan Lapangan Kerja: Industri kreatif menyediakan peluang kerja bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk para seniman, desainer, penulis, dan profesional kreatif lainnya. Hal ini dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

3. Penerimaan Ekspor: Produk dan jasa kreatif dapat menjadi sumber pendapatan ekspor yang signifikan bagi negara, menghasilkan devisa dan meningkatkan neraca perdagangan.

4. Pengembangan Teknologi: Ekonomi kreatif mendorong pengembangan teknologi baru, baik dalam hal proses produksi maupun distribusi.

5. Peningkatan Kekayaan Intelektual: Industri kreatif menciptakan nilai tambah dalam bentuk kekayaan intelektual, seperti desain, merek dagang, paten, dan hak cipta. Hal ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi para pencipta, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi produk dan jasa.

6. Promosi Aspek Sosial dan Budaya: Ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga mempromosikan keanekaragaman budaya dan inklusi sosial.

7. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Industri kreatif memerlukan keterampilan dan bakat yang beragam, sehingga dapat mendorong pengembangan sumber daya manusia dalam bidang seni, desain, teknologi, dan kreativitas lainnya.

8. Inovasi Multidisiplin: Ekonomi kreatif mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu dan sektor, yang dapat menghasilkan inovasi baru dan solusi kreatif untuk berbagai masalah sosial dan ekonomi.

Melalui peran-peran ini, ekonomi kreatif menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial, memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa.

Jenis-Jenis Kreativitas yang Membentuk Ekonomi Kreatif Jenis-jenis kreativitas yang membentuk ekonomi kreatif mencakup:

1. Kreativitas Ilmu Pengetahuan

(11)

2. Kreativitas Ekonomi 3. Kreativitas Budaya 4. Kreativitas Teknologi

3. BAB III Modal Pasar dan Aktor Penggerak Ekonomi Kreatif

Perkembangan ekonomi kreatif sangat bergantung pada berbagai faktor dan komponen, seperti faktor modal, komponen inti, komponen pendukung, aktor penggerak, dan faktor pendorong. Modal kreatif (creative modal) modal intelektual berupa kekayaan intelektual, seperti desain produk, merk dagang, hak cipta, paten, dan royalti.

Menurut Home Affairs Bureau (2005:41) ada 4 modal dalam ekonomi kreatif yaitu:

1. Modal Insani (human capital) merupakan modal intelektual yang berupa kecakapan, pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk menghasilkan kekayaan intelektual seperti paten, merk dagang, royalti, dan desain.

2. Modal sosial (social capital) adalah modal kepercayaan dan kejujuran serta etika dalam menjalankan usaha.

3. Modal budaya (cultural capital) modal budaya terdiri dari nilai-nilai, orientasi, kebiasaan, adat istiadat dan bentuk lain dari budaya.

4. Modal kelembagaan dan struktural merupakan modal yang diperlukan oleh industri kreatif yang berasal dari pemerintah dalam bentuk kebijakan yang dapat mengakomodasi dan melindungi industri kreatif.

Komponen inti dan pendukung ekonomi kreatif

Komponen inti dan pendukung merupakan mesin pendorong perkembangan kegiatan ekonomi kreatif. Komponen inti adalah komponen utama pelaku ekonomi kreatif, yang meliputi individu, kelompok, dan perusahaan yang menghasilkan produk. Sementara komponen pendukung adalah komponen yang mendukung terciptanya iklim ekonomi kreatif, seperti lingkungan geografis masyarakat, lingkungan industri, dan organisasi budaya.

Aktor penggerak ekonomi kreatif

Aktor utama penggerak ekonomi kreatif terdiri atas:

1. Cendekiawan (Intelectuals) yang memiliki peran yaitu sebagai penyebar atau diseminator ilmu pengetahuan dan teknologi, pelaksana (implementor) ilmu pengetahuan dan teknologi, pencipta nilai konstruktif di masyarakat bagi pengembangan industri kreatif.

2. Pebisnis (Business) yang berperan sebagai pencipta pasar, barang dan jasa kreatif, serta lapangan pekerjaan dan membentuk komunitas dan entrepreneur kreatif.

3. Pemerintah (Government) berperan sebagai katalisator dan advokasi, regulator, konsumen, investor, entrepreneur, serta menjangkau publik.

(12)

Peran utama ketiga aktor tersebut dinamakan triple Helix. Teori triple Helix mengungkapkan bahwa pentingnya penciptaan Sinergi 3 kutub yaitu akademis, bisnis, dan pemerintah. Di Indonesia dikenal dengan konsep ABG (akademisi, bisnis, dan government) atau IBG (Intelectuals, Business, And Government), dengan tujuan pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis pengetahuan. Sinergi dari ketiga kutub ini diharapkan terjadi sirkulasi pengetahuan yang berujung pada inovasi yaitu inovasi yang memiliki potensi ekonomi atau knowledge capital (modal pengetahuan).

Pemegang kepentingan ekonomi kreatif terdiri dari pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Pendorong (drivers) perluasan ekonomi kreatif

Faktor-faktor pendorong ekonomi kreatif terdiri atas teknologi permintaan dan turis.

Kreativitas dalam kinerja bisnis

Untuk melihat seberapa jauh kreativitas dalam kinerja bisnis dapat dilihat melalui beberapa indikator seperti volume usaha,skala usaha, cakupan usaha, daya saing, pangsa pasar, jumlah pelanggan, banyaknya saluran distribusi, jumlah karyawan, rasio modal, jumlah relasi mitra usaha, banyaknya pesanan atau order, permintaan, dan tingginya probabilitas.

Ada 4 domain dalam kinerja bisnis yang sangat penting yaitu:

 Kreativitas, berperan dalam penelitian dan pengembangan desain serta pembentukan iklim kreatif.

 Inovasi yaitu bergantung pada Berapa banyak desain dikembangkan dan frekuensi riset dilakukan.

 Produktivitas bisnis sangat bergantung pada seberapa banyak inovasi dilakukan dan desain dikembangkan.

 Kinerja bisnis sangat bergantung pada iklim kreatif produktivitas dan ragam desain yang dikembangkan. Iklim bisnis tentu sangat menentukan kinerja bisnis, semakin tinggi iklim bisnis semakin tinggi kinerja bisnis.

4. BAB IV Rantai Nilai Dan Model Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif Rantai Nilai (Value Chain)

Rantai nilai merupakan urutan proses produksi dari masuknya input tertentu untuk sebuah produk tertentu ke dalam produksi primer, transformasi, pemasaran, dan sampai pendistribusian kepada konsumen akhir. Rantai nilai industri kreatif yang menciptakan nilai adalah kreasi dan produksi.

Strategi penciptaan nilai (Value creation strategy)

(13)

Salah satu strategi penciptaan nilai yang populer saat ini adalah strategi inovasi nilai samudra biru (blue ocean) yaitu suatu area baru yang diciptakan dengan cara kreativitas dan imajinasi. Menurut strategi ini jika ingin memenangi persaingan secara elegan, kita harus selalu bersikap kreatif sehingga mampu menciptakan Pasar Baru yang membawa dan memberi nilai lebih bagi pelanggan.

Agar tercipta nilai tambah diperlukan kreativitas berpikir. Kreativitas berpikir adalah proses menghasilkan ide, gagasan, imajinasi, khayalan-khayalan (dreams).

Nilai tambah yang dihasilkan dalam setiap Rantai nilai sangat mudah untuk diukur, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Model-Model Penciptaan Nilai Tambah Dan Ekonomi Kreatif 1. Model pencipta nilai dengan cara kreasi dan gagasan 2. Model penciptaan nilai melalui produksi

3. Model penciptaan nilai melalui distribusi 4. Modal penciptaan nilai melalui pemasara 5. Model penciptaan nilai melalui inovasi

6. Model penciptaan nilai oleh enterpreneur kreatif 7. Model penciptaan nilai tambah pada pekerjaan

8. Model penciptaan peluang melalui penawaran dan permintaan 9. Model penciptaan iklim ekonomi kreatif

Rantai Nilai (Value Chain) Industri Kreatif

Yang dimaksud Rantai nilai atau plo chain dalam industri kreatif adalah rantai Proses penciptaan nilai yang pada umumnya terjadi dalam industri kreatif. Rantai nilai yang menjadi pokok perhatian pengembangan industri kreatif memiliki urutan linier tahapan kreasi, produksi, distribusi dan komersialisasi.

Kreasi adalah penciptaan, di mana Daya Kreasi merupakan faktor masukan ( input) dalam industri kreatif.

Produksi adalah segala aktivitas dalam mentransformasikan input menjadi output baik berupa barang maupun jasa.

Komersialisasi adalah segala aktivitas yang berfungsi memberi pengetahuan kepada pembeli tentang produk barang dan jasa yang disediakan.

Ada lima langkah rantai nilai yaitu (a) pre-creation, (b) creation, (c) realization, (d) consumption, dan (e) post-sale.

Ada empat tahap pendekatan inovasi Rantai nilai:

10. Tahap penentuan yaitu proses mengenali nilai individu dan diikuti dengan pemaparan jaringan nilai yang dipersepsikan oleh para pemangku kepentingan.

(14)

11. Tahap Desain yaitu mengembangkan proporsi nilai dan peta pengantaran nilai ke pihak yang membutuhkan.

12. Tahap distribusi yaitu pelaksanaan proporsi nilai sampai dapat diperoleh realisasi nilai.

13. Tahap diagnosis yaitu diagnosis yang melihat Apakah ada kelemahan dari inovasi Rantai nilai yang telah berlangsung.

5. BAB V Industri Kreatif

Industri kreatif didefinisikan sebagai siklus, produksi, dan distribusi barang dan jasa yang menggunakan kreativitas dan modal intelektual sebagai input utama. Industri kreatif terdiri dari seperangkat pengetahuan berbasis activate aktivitas untuk menghasilkan barang-barang real dan intelektual non real atau jasa-jasa artistik yang memiliki kandungan kreatif, nilai-nilai ekonomi, dan objek pasar. Dengan kata lain industri kreatif adalah industri yang mengkombinasikan kreativitas, keterampilan, dan kecakapan untuk menghasilkan kekayaan dan lapangan pekerjaan. Industri kreatif dibentuk oleh budaya kreatif, ya itu budaya yang mengombinasikan kreasi, produk, dan komersialisasi. Produk dari industri kreatif disebut produk komersialisasi yaitu berupa barang dan jasa kreatif.

Karakteristik industri kreatif yaitu:

1. Fluktuasi pertumbuhan nilai tambah terjadi hampir pada seluruh subsektor industri kreatif.

2. Fluktuasi pertumbuhan nilai tambah tersebut diikuti oleh fluktuasi pertumbuhan jumlah perusahaan.

3. Fluktuasi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tinggi tetapi tidak setinggi fluktuasi pertumbuhan perusahaan.

4. Memiliki tingkat teknologi dan produktif produktivitas modal yang relatif konstan.

Terdapat 14 subsektor industri yang berbasis kreativitas seperti periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, pakaian, video film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan perangkat lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.

Ekonomi kreatif memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional maupun Global karena memberikan kontribusi terhadap berbagai aspek kehidupan baik secara ekonomi maupun non ekonomi.

Keunggulan dari industri kreatif yaitu kebutuhan terhadap modal uang dan material relatif lebih kecil, fleksibel terhadap perubahan sehingga lebih tahan terhadap goncangan eksternal, dan kelincahan dalam bermain terutama dalam distribusi dan pemasaran. Selain itu industri kreatif juga responsif terhadap fenomena-fenomena sosial konsumen dengan cara menciptakan produk-produk yang berkarakter baru.

6. BAB VI Sumber Daya Ekonomi Kreatif

(15)

Sumber daya manusia kreatif adalah orang-orang yang menciptakan ide-ide baru, teknologi dan metode baru, serta kandungan baru (new content). Pondasi dalam ekonomi kreatif adalah modal Insani yang terdiri dari modal intelektual yang diwujudkan dalam bentuk pola berpikir kreatif.

Berpikir kreatif merupakan kegiatan berimajinasi, abstrak dan berobsesi.

Ada 7 kemampuan yang diperlukan dalam ekonomi kreatif yaitu:

1. Kemampuan berkolaborasi dan menyelaraskan.

2. Kemampuan dalam menginfeksi segala sesuatu.

3. Kemampuan dalam menjabarkan suatu konteks.

4. Kemampuan dalam menciptakan nilai tambah.

5. Kemampuan dalam mengadaptasi terhadap lingkungan baru.

6. Kesadaran yang tinggi terhadap kelestarian alam.

7. Kemampuan yang andal dalam menciptakan kandungan lokal.

Orang kreatif selalu tidak puas terhadap apa yang dicapainya dan selalu ingin tampil berbeda dan terbaik. Oleh sebab itu orang kreatif selalu berimajinasi dan berobsesi untuk menciptakan kreasi-kreasi baru.

Kepribadian kreatif terdapat pada entrepreneur kreatif yaitu seseorang yang selalu menciptakan peluang untuk mencari peluang, atau Mencari peluang dengan menciptakan peluang, dan orangnya disebut pencipta peluang. Beberapa ciri dari orang yang memiliki daya kreativitas yaitu kuatnya motivasi untuk berprestasi, penuh komitmen, memiliki inisiatif dan optimisme yang unggul, berpikir divergen dengan melihat sesuatu dibalik yang tampak, tidak Mudah hanyut atau terpengaruh oleh keadaan, mampu berpikir abstrak, selalu membiasakan diri untuk mencari alternatif alternatif.

7. BAB VII Kondisi Dan Faktor-Faktor Pembentuk Karakter Kreatif Dan Inovatif Menurut Howkins terdapat tiga kondisi penting kreativitas yaitu meliputi kepribadian (personality), keaslian (originality), dan makna (meaning).

Karakteristik dari orang yang kreatif yaitu memiliki sifat:

1. keterbukaan dalam berpikir.

2. Mengutamakan kualitas yaitu kebebasan berpikir. Orang kreatif menyukai dalam mematahkan aturan dan tidak menyukai untuk membuat aturan.

3. Tidak takut perubahan. Perubahan melahirkan sesuatu yang baru dan Berbeda sehingga sesuatu yang baru dan berbeda adalah merupakan nilai tambah dan nilai tambah adalah kualitas.

4. Lembaran kosong dari 'kertas tes'. Orang kreatif tertantang oleh ruang dan keinginan untuk meletakkan sesuatu ke dalam sesuatu yang artinya orang kreatif ingin selalu menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada.

5. Mengembangkan rasa humor yang baik. Orang kreatif adalah orang yang suka mengembangkan rasa humor ataupun lelucon.

6. Orang kreatif adalah orang yang kompetitif dan ambisius.

(16)

Orang kreatif selalu berambisi untuk menciptakan sesuatu dan selalu mementingkan persaingan. Tanpa persaingan tidak akan ada tantangan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakter kreatif dan inovatif yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor eksternal terdiri atas lingkungan, keluarga, pendidikan, pengalaman, organisasi, dan kelompok. Sedangkan faktor internal yaitu Bakat, pengetahuan, kemauan, sikap, motivasi, jiwa, perilaku, dan pengendalian diri.

8. BAB VIII Manajemen Kreativitas

Manajemen kreativitas adalah menyangkut pengetahuan (knowing) tentang Pertama, bagaimana menggali sifat-sifat yang tidak menyamai/menandingi (nonrivalrous) dari ide-ide. Kedua, bagaimana menyatakan (assert) hak kekayaan intelektual dan membuat ide-ide yang dimilikinya sebagai produk yang memiliki kesamaan (rivalrous).

Dua sisi keputusan itu merupakan hal yang pokok (crux) dari proses manajemen.

Gagasan-gagasan kreatif bisa muncul dari karyawan berbagai tingkatan dan bahkan lebih kreatif dari yang paling bawah. Manajer paling tingkat aftad biasanya jarang berpikir hal-hal yang relatif kecil, padahal sangat penting dalam menunjang kegiatan manajerial.

Kreativitas adalah suatu keterampilan yang dapat dikembangkan dan suatu proses yang dapat dikelola.

Ekonomi imajinatif membahas Bagaimana mengelola dan membuat keuntungan atau profit. Untuk memahami manajemen kreativitas tentunya kita harus memahami kreativitas ekonomi.

Terdapat 10 prinsip manajemen kreativitas yaitu:

1. Orang kreatif Di mana orang kreatif selalu mentransfer pikirannya kepada tugas yang dikerjakannya.

2. Pekerjaan pemikir di mana menyangkut semua elemen yang ada pada proses review, incubation, dreams, excitement, and reality.

3. Wirausaha kreatif yang disebut dengan entrepreneur kreatif.

4. Pekerjaan setelah bekerja yang biasanya dilakukan oleh para entrepreneur dalam bentuk pekerjaan bebas ataupun pekerjaan separuh waktu dan pekerjaan informal.

5. Orang yang tepat waktu.

6. Perusahaan sementara yaitu untuk rapat khusus dan tujuan-tujuan jangka pendek.

7. Kantor jaringan dan kelompok bisnis yaitu untuk alasan keperluan praktis seperti berangkat pagi, mengenal kolega kolega, kertas kerja, menyelenggarakan pertemuan, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan kantor.

8. Kerja tim.

9. Keuangan.

10. Kontrak dan perjanjian.

(17)

Kaidah-kaidah untuk meraih sukses yaitu:

1. Menemukan sendiri

2. Letakkan prioritas pada ide-ide bukan pada data 3. Jadilah pengembara

4. Pastikan diri anda sendiri dengan aktivitas yang anda miliki bukan oleh dari orang lain yang diberikan kepada anda.

5. Belajarlah terus tanpa akhir serta berinovasi.

6. Galih popularitas dan rayakan

7. Perlakukanlah sebaik-baiknya sebagai suatu kenyataan dan sebaliknya.

8. Berbaik hati lah

9. Kagumi keberhasilan secara terbuka 10. Berambisilah dan berani pergi.

9. BAB IX Mengelola Ide Dan Gagasan

Ide akan muncul apabila kita memikirkan, merenung, berimajinasi, dan menghayalkan sesuatu yang akan kita lakukan, baik tentang cara-cara baru maupun karakter baru dari sesuatu yang akan kita kembangkan.

Gagasan adalah kecenderungan untuk menggunakan ide-ide dalam bentuk tindakan untuk menciptakan sesuatu, baik dalam bentuk modifikasi terhadap sesuatu baik barang ataupun jasa maupun modifikasi terhadap cara atau metode itu sendiri.

Cara untuk mengembangkan gagasan yaitu:

1. Kepekaan terhadap masalah 2. Aliran gagasan

3. Keaslian yaitu menemukan sesuatu yang baru dan berbeda untuk melahirkan keragaman.

4. Fleksibilitas yang di mana Banyak pendekatan untuk memecahkan berbagai masalah.

Ide-ide bersumber dari pengetahuan, pengalaman, intuisi seseorang. Semakin banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman ataupun kecakapan seseorang maka akan semakin banyak ide-ide yang muncul ataupun dihasilkan. Agar ide-ide menjadi peluang cara yang sangat sederhana adalah dengan melakukan evaluasi dan pengamatan terhadap apa yang sudah ada secara terus-menerus.

Untuk menciptakan peluang, ada beberapa langkah proses penjaringan: (a) ciptakan produk baru dan berbeda. Produk-produk atau cara-cara itu harus mengandung pembaruan (new), berguna (usefull), dan dapat dimengerti (understandable), (b) kemampuan menganalisis dan mengevaluasi karakter dan sifat-sifat yang sudah ada; (c) kemampuan menganalisis sifat-sifat dan perilaku pengguna atau pasar (analisis pasar); (d) kemampuan untuk menganalisis keunggulan-keunggulan yang dapat dijadikan daya saing atau peluang;

(e) mengamati peluang dengan cara mengamati potensi yang dimiliki: (f) analisis produk dan proses secara mendalam untuk memastikan dan menjamin apakah jumlah dan kualitas

(18)

yang dihasilkan memadai atau tidak, apakah proses sudah efisien atau tidak: (g) menaksir kemungkinan risiko yang mungkin terjadi.

Agar risiko tidak terlalu besar, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan (a) kesederhanaan (simplicity), yaitu user friendly, (b) integritas (integrity), yaitu apa yang didesain harus baik sejak pertama dibuat; (c) fokus pada orang (human focus), yaitu memperhatikan peranan komplementer pemakai akhir untuk mendesain integritas pemakainya seara ekonomis; (d) berdaya juang (synergy), yaitu bahwa desain produk yang baik memerlukan kombinasi antara pengalaman, pengetahuan, dan kecakapan dari suatu tim profesional; (e) kreativitas (creativity), yaitu menjadi lingkungan kreatif; (1) risiko (risk), yaitu bahwa desain produk yang baik ditunjukkan oleh produk-produk yang terus eksis sampai batas akhir.

Seorang kreator menciptakan peluang dari belajar yang tidak berhenti, dari perubahan. dan dari pertumbuhan dalam kehidupannya. Untuk menciptakan peluang, ubahlah kebiasaan-kebiasaan Anda sebagai berikut. (a) Create, innovate, and activate.

Untuk menciptakan peluang kita harus memiliki kebiasaan untuk menciptakan, menemukan, dan menggiatkan/menggerakan. (b) Always be on the look out for new opportunities. Harus selalu mencari peluang-peluang baru, dengan menciptakan cara-cara dan karakter-karakter baru. (c) Keep it simple. Berpikirlah secara sederhana, tidak jelimet (rumit). (d) Try it, fix it, do it. Cobalah, canangkanlah, dan lakukanlah. (e) Shoot for the top.

Kejarlah yang terbaik, terunggul, terdepan, dan tercepat. (1) Don't be ashamed to start small. Jangan malu-malu untuk memulai hal-hal yang kecil dan sederhana.

10. BAB X Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual adalah hak milik seseorang bukan dalam bentuk barang atau gagasan itu sendiri tetapi dalam bentuk hubungannya dengan seseorang.

Ada enam macam kekayaan intelektual yaitu:

1. Paten, adalah hibah oleh negara untuk penemu atau ditunjuknya memberikan hak eksklusif untuk membuat, menggunakan, menjalankan dan menjual penemuan untuk jangka waktu terbatas dengan imbalan yang dituangkan dalam dokumen paten.

2. Hak cipta, adalah hak istimewa guna melindungi pencipta dari originalitas ciptaannya, misalnya karangan, musik, lagu, dan hak memproduksi, memperbaiki, mendistribusikan, ataupun menjual.

3. Merk dagang, Iya itu tanda berupa gambar, nama, kata-kata, huruf, angka-angka susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

4. Desain dan kerahasiaan.

5. Rahasia dagang, adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan atau bisnis, serta informasi tersebut bernilai ekonomi yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha serta kerahasiaannya dijaga oleh pemilik rahasia dagang.

(19)

6. Desain tata letak sikuit terpadu. Desain merupakan konstruksi barang dan jasa dalam bentuk model, tipe, artistik, dan estetika.

Cara mendaftarkan hak kekayaan intelektual adalah:

1. Mengisi formulir tersedia rangkap 4.

2. Formulir permintaan merk harus dilampiri atau dilengkapi merek yang diminta, surat pernyataan ditandatangani oleh pemilik merek, serta harus ditulis dalam bahasa Indonesia.

3. Adanya etiket merk 20 lembar.

11. BAB XI Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pengembangan ekonomi kreatif didasarkan pada fungsi, peran, dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Ekonomi kreatif perlu dikembangkan disebabkan oleh:

1. Kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan terhadap ekonomi Indonesia adalah terhadap pendapatan domestik bruto (PBD), penciptaan lapangan kerja, dan perolehan ekspor.

2. Ekonomi kreatif berdampak sosial karena dapat meningkatkan kualitas hidup dan peningkatan toleransi sosial.

3. Ekonomi kreatif dapat menciptakan iklim bisnis yang kondusif karena dapat menciptakan lapangan usaha, pemasaran, dan dampak bagi sektor lainnya.

4. Ekonomi kreatif mendorong Inovasi dan kreativitas karena memunculkan ide-ide baru dan gagasan yang berperan dalam penciptaan nilai tambah.

5. Dengan ekonomi kreatif sumber daya menjadi terbarukan karena berbasis pengetahuan, kreativitas, dan Green Community.

6. Dengan ekonomi kreatif Citra dan identitas bangsa menjadi terbentuk karena mendatangkan wisatawan, membangun budaya, warisan budaya, dan nilai-nilai budaya bangsa sebagai ikon nasional yang bernilai komersial dan ekonomis.

Dengan demikian ekonomi kreatif dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Beberapa bidang yang dapat dikembangkan secara kreatif yaitu antara lain:

1. Bidang kepariwisataan.

2. Bidang budaya

3. Bidang pengelolaan hasil sumber daya 4. Bidang pertanian

5. Bidang kehutanan 6. Bidang peternakan 7. Bidang arsitektur 8. Bidang jasa

Pembaruan sumber daya dalam ekonomi kreatif terdiri atas empat yaitu:

(20)

1. Pembaruan sumber daya alam, adalah bagaimana memperbarui sumber daya alam untuk menghasilkan manfaat ekonomi ( Green ekonomi).

2. Pembaruan produk ekonomi, produk-produk ekonomi yaitu seperti pada sektor pertanian misalnya sayur-sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan bahan makanan lainnya yang bisa ditingkatkan nilai tambahnya.

3. Pembaruan seni dan kerajinan, pada kerajinan dan seni dapat direkayasa sehingga memiliki nilai tambah.

4. Pembaruan ekonomi kepariwisataan, dengan mengembangkannya sehingga dapat menghasilkan pembaruan serta nilai tambah baru dari waktu ke waktu.

Selain alasan pengembangan ekonomi kreatif, ada tiga alasan mengapa industri kreatif perlu dikembangkan di Indonesia, yaitu (a) alasan fungsional yang berkaitan dengan peranan ekonomi kreatif dalam perekonomian Indonesia; (b) alasan politis karena secara politis merupakan kewajiban pemerintah menciptakan iklim ekonomi kreatif; (c) alasan pembaruan yaitu bahwa ekonomi kreatif menciptakan kebaruan.

Pada tahap awal pengembangan ekonomi kreatif dimaksudkan untuk menghasilkan kreativitas modal sosial (Social Capital Reaction), yang meliputi (a) pembentukan gerak komunitas kreatif, (b) kesadaran berkreasi, (c) perluasan jejaring, (d) kolaborasi orang kreatif. Terdapat dua tahap pengembangan industri kreatif yaitu tahap penguatan dan tahap akselerasi.

Untuk pengembangan industri kreatif diperlukan pemetaan kekuatan, kelemahan, peluang serta tantangan. Beberapa kesulitan dalam pengembangan ekonomi kreatif yaitu kekurangan modal baik modal material ataupun modal intelektual dan modal sosial, kekurangan keterampilan dalam berwirausaha khususnya keterampilan berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru dan berbeda, serta kekurangan infrastruktur dan kelembagaan yang dapat menciptakan iklim ekonomi kreatif.

Pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan diarahkan pada pembinaan sektor tradisional dengan cara menciptakan industri-industri pengolahan hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, dan hasil peternakan untuk menghasilkan nilai tambah yang bersifat komersial. Sementara itu pengembangan ekonomi kreatif di perkotaan diarahkan pada pembinaan sektor formal untuk melakukan rekayasa yang menghasilkan paten dan royalti.

B. RINGKASAN BUKU PEMBANDING 1. BAB I Pengertian Ekonomi Kreatif

Istilah Ekonomi kreatif berkembang dari konsep modal berbasis kreatifitas yang dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Agung Pascasuseno (2014), “ekonomi kreatif merupakan ekonomi gelombang ke-4 yang mana kelanjutan dari ekonomi gelombang ketiga dengan orientasi pada kreativitas, budaya, serta warisan budaya dan lingkungan”.

(21)

Ekonomi kreatif adalah suatu konsep untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan berbasis kreativitas. Pemanfaatan sumber daya yang bukan hanya terbarukan, bahkan tidak terbatas, yaitu ide, gagasan, bakat atau talenta dan kreativitas. Nilai ekonomi dari suatu produk atau jasa di era kreatif tidak lagi ditentukan oleh bahan baku atau sistem produksi seperti pada era industri, tetapi lebih kepada pemanfaatan kreativitas dan penciptaan inovasi melalui perkembangan teknologi yang semakin maju. Industri tidak dapat lagi bersaing di pasar global dengan hanya mengandalkan harga atau kualitas produk saja, tetapi harus bersaing berbasiskan inovasi, kreativitas dan imajinasi.

Mengutip dari Cetak Biru Ekonomi Kreatif 2025, ekonomi kreatif merupakan suatu penciptaan nilai tambah (ekonomi, sosial, budaya, lingkungan) berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Kreativitas tidak sebatas pada karya yang berbasis seni dan budaya, namun juga bisa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, engineering dan ilmu telekomunikasi. Terdapat 3 hal pokok yang menjadi dasar dari ekonomi kreatif, antara lain kreativitas, inovasi dan penemuan.

Istilah Ekonomi Kreatif mulai ramai diperbincangkan sejak John Howkins, menulis buku "Creative Economy, How People Make Money from Ideas". Howkins mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah Gagasan. Atau dalam satu kalimat yang singkat, esensi dari kreativitas adalah gagasan. Maka dapat dibayangkan bahwa hanya denganmodal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang relatif tinggi.

Ekonomi Kreatif sebagai penggerak terciptanya Indonesia yang berdaya saing dan masyarakat berkualitas hidup:

1. Berdaya saing yang ingin diwujudkan adalah sebuah kondisi masyarakat yang kreatif, mampu berkompetisi secara adil, jujur dan menjunjung tinggi etika.

2. Berkualitas Hidup yang ingin diwujudkan adalah sebuah kondisi masyarakat yang bahagia Adapun misi dari ekonomi kreatif, antara lain untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelestarian sumber daya lokal yang berdaya saing, dinamis, dan berkelanjutan. Kemudian mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, beragam, dan berkualitas dan mengembangkan lingkungan kondusif yang mengarusutamaan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

2. BAB II Sejarah Ekonomi Kreatif di Indonesia

Pada tahun 2005, mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tentang pentingnya mengembangkan industri pada sektor yang bersumber pada kerajinan dan kreativitas bangsa. Setelah itu, pada tahun 2006, menteri perdagangan RI saat itu, Dr. Mari Elka Pangestu meluncurkan program Indonesia Design Power di jajaran Departemen Perdagangan RI, suatu program pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia dipasar domestik maupun luar negeri.

(22)

Program Indonesian Design Power menitikberatkan pada pengembangan sektor jasa, dan dapat memberikan ruang bagi pelaku dan industri kreatif. Setelah itu, istilah Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif mulai sering diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Tepat satu tahun setelah program Indonesian Design Power berjalan, terdapat agenda Pekan Produk Budaya Indonesia dengan tema “Bunga Rampai Produk Budaya Indonesia untuk Dunia”. Program Indonesian Design Power ini terus berjalan dan juga pada tahun 2008 diluncurkan buku studi pemetaan industri kreatif Indonesia. Buku tersebut merupakan buku pertama di Indonesia yang membahas tentang potensi dan pemetaan sektor industri kreatif di Indonesia.

Pada tahun 2010, dibuat suatu platform digital yang bernama Ekonomi Kreatif Indonesia (indonesiakreatif.net) yang berfungsi untuk wadah bagi masyarakat indonesia untuk mengetahui perkembangan industri kreatif di Indonesia. Disisi lain, mulai adanya sosialisasi yang semakin intens dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam perihal pembuatan data eksportir, importir, para pengusaha, kalangan asosiasi dan para pelaku industri kreatif serta lembaga pendidikan formal maupun non-formal.

Saat ini, sub sektor ekonomi kreatif sudah bertambah satu sektor, yaitu sektor kuliner. Total sampai saat ini ada 15 sub-sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Pemetaan Industri kreatif di Indonesia ditetapkan berdasarkan studi akademik atas Klasifikasi Baku Usaha Industri Indonesia (KBLI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik dan sumber data lainnya seperti komunitas kreatif, lembaga pendidikan dan pelatihan yang dirilis di media elektronik maupun media cetak.

3. BAB III Ruang Lingkup Ekonomi Kreatif di Indonesia

Definisi industri kreatif menurut Creative Industries Task Force, adalah “Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill &talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content”.

Sampai dengan saat ini, Pemerintah Indonesia sendiri telah mengidentifikasi lingkup industri kreatif mencakup 15 sub-sektor, antara lain:

Periklanan (advertising)

Meliputi proses kreasi, operasi, dan distribusi dari periklanan yang dihasilkan, misalnya dimulai dari riset pasar, setelah itu dibuat perencanaan komunikasi periklanan, media periklanan luar ruang, produksi material periklanan, promosi dan relasi kepada publik.

1. Arsitektur

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan desain bangunan secara menyeluruh, baik dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) sampai level mikro (detail konstruksi).

2. Pasar Barang Seni

(23)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni dan sejarah yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan dan internet, meliputi barang barang musik, percetakan, kerajinan, auto-mobile, dan film.

3. Kerajinan (craft)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga pengrajin.

4. Desain

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset

pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

5. Fesyen (fashion)

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, dan juga bisa terkait dengan distribusi produk fesyen.

6. Video, Film dan Fotografi

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film.

7. Permainan Interaktif (game)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer ataupun android serta iOS maupun video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi.

8. Musik

Kegiatan kreatif yang berupa kegiatan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukkan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

9. Seni Pertunjukkan (showbiz)

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukkan.

10. Penerbitan dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, saham dan surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya.

11. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software) atau Teknologi Informasi

Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk layanan jasa komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

12. Televisi & Radio (broadcasting)

13. Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya),

(24)

penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar) siaran radio dan televisi

14. Riset dan Pengembangan (Research and Development)

Kegiatan kreatif terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi, serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan teknologi tersebut guna perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

15. Kuliner

Kegiatan kreatif dengan usaha inovatif yang menawarkan produk-produk kuliner yang menarik, mulai dari penyajian, cara pembuatan, sampai dengan komposisi makanan atau minuman yang disajikan.

4. BAB IV Menumbuhkan Pola Ekonomi Kreatif di Indonesia

Ada beberapa fakta baru yang membuat konsep ekonomi kreatif perlu dipertahankan keberadaannya di Indonesia. Antara lain:

 Perubahan Pola Pasar dan Masyarakat

Menjadi manusia dengan latar belakang pendidikan tinggi merupakan suatu bentuk kesuksesan, untuk dapat memperbaiki pola hidup sendiri dan orang lain.

Dalam proporsi yang pas, masyarakat yang kurang mengecap pendidikan tinggi pun memiliki motivasi sosial, motivasi aktualisasi diri dan motivasi percaya diri yang sama untuk bisa menghasilkan suatu hal yang bermanfaat.

 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

Konsepnya yaitu seseorang yang memiliki ide dan gagasan, dapat memproteksi atau melindungi idenya itu dan tidak memperbolehkan orang lain untuk menggunakannya tanpa seijin dari penemu atau penciptanya.

 Cuaca Bisnis Indonesia Hari Ini

Salah satu upaya untuk merangsang investasi di Indonesia ialah dengan memanfaatkan industri kreatif dengan pengolahan dari lingkungan yang kondusif dan diikuti oleh penciptaan suatu tatanan tempat yang berlatar kreativitas dan inovasi, seperti kota kreatif, desa kreatif.

Kreativitas membangun Identitas Indonesia.

Dari sekian banyak kelebihan‐kelebihan Indonesia, upaya pembangunan citra yang lebih positif perlu diberlakukan baik ke bangsa Indonesia maupun dunia internasional. Upaya untuk dapat menarik lebih banyak investasi dan perdagangan serta pariwisata datang ke Indonesia akan menjadi lebih sulit.

Referensi

Dokumen terkait

Hexamine merupakan bahan baku yang mempunyai kegunaan dalam industri, antara lain sebagai bahan peledak, bidang kedokteran sebagai bahan antiseptik, dalam

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan produksi industri ban Indonesia lebih ditentukan oleh peningkatan intensitas pemakaian tenaga kerja, bahan baku, energi,

Jika dilihat dari perbandingan harga bahan baku dan produk, secara ekonomi adanya pabrik sodium silikat menguntungkan karena bahan baku industri ini, khususnya

Dari hasil analisis dapat diketahui dampak produksi produk kerajinan keramik, alternatif terbaik pemanfaatan limbah sebagai bahan baku tambahan produk kerajinan

Konsep Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of

Selama periode tahun 2010-2016, peningkatan PDRB ekonomi kreatif atas dasar harga konstan menggambarkan peningkatan volume nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan

Sementara itu, UNCTAD dan UNDP (2008) mendefinisikan industri kreatif sebagai proses kreasi, produksi, dan distribusi barang dan jasa yang menggunakan kreativitas dan modal

Martian Studio adalah Rumah Produksi Kreatifyang bergerak dalam industri kreatif yang bertujuan memberikan jasa produk media kreatif dalam lingkup utama Universitas Dian