CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI SELEMBAR CATATAN LAWAS KARYA B. IRAWAN MASSIE
ARTKEL ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
(STRATA 1)
DESRI NPM 09080004
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATRA BARAT PADANG
2014
An Imagery in Poetry Collection Selembar Catatan Lawas By B. Irawan Massie
By
𝐃𝐞𝐬𝐫𝐢𝟏, 𝐀𝐫𝐮𝐧𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐥𝐚𝟐, 𝐙𝐮𝐥𝐟𝐢𝐭𝐫𝐢𝐲𝐚𝐧𝐢𝟑
1) College Of Student Of STKIP PGRI West Sumatera 2)3) The Lecture Of Indonesian Department
Of STKIP PGRI West Sumatera
ABSTRACT
The problem of this research was to know the imagery which is used by a poet in poetry, the clear understanding of imagery elements and the importance of imagery elements in literature especially in poetry literature. The type of this research is qualitative research with descriptive comparative design. The data was taken includes word, phrase, sentence in line of poetry collection Selembar Catatan Lawas by B. Irawan Massie. This poetry consists of 21 poetries in Islamic theme. The result showed that the imagery which was gotten by the researcher in poetry collection Selembar Catatan Lawas consist of six imagery, they are 115 lines of sight imagery, 39 lines of hearing imagery, 4 lines of sense imagery, 3 lines of feeling imagery, 12 lines of touch imagery, and 10 lines of movement imagery
.
keyword : an imagery in poetry collection Selembar Catatan Lawas
CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI SELEMBAR CATATAN LAWAS KARYA B. IRAWAN MASSIE
Oleh
𝐃𝐞𝐬𝐫𝐢𝟏, 𝐀𝐫𝐮𝐧𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐥𝐚𝟐, 𝐙𝐮𝐥𝐟𝐢𝐭𝐫𝐢𝐲𝐚𝐧𝐢𝟑
1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat
2)3) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Masalah dalam penelitian adalah salah satu untuk mengetahui citraan yang digunakan penyair dalam puisinya, pemahaman lebih tajam terhadap unsur citraan dan begitu pentingnya unsur citraan dalam karya sastra khususnya karya sastra puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Jenis penelitian ini adalah penelitian kulitatif dengan mengunakan metode deskriptif komparatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat dalam larik-larik yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas terdiri dari 21 puisi yang bertemakan islami. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas terdapat enam citraan yaitu citraan penglihatan 115 larik, citraan pendengaran 39 larik, citraan penciuman 4 larik, citraan rasaan 3 larik , citraan rabaan 12 larik, dan citraan gerak 10 larik.
kata kunci: citraan, kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas
Pendahuluan
Bahasa merupakan sarana komunikasi dalam penyampaian ide dan pemikiran seseorang kepada orang lain. Bahasa merupakan sarana penyampaian pemberian peluang yang besar bagi seseorang penyair dalam memperoleh kebebasan pengungkapan ide melalui karya yang dihasilkannya. Pemanfaatan bahasa dalam karya sastra khususnya puisi bersifat khas. Adapun yang melatar belakangi penulis memilih judul ini yaitu karena penting dan menariknya peranan bahasa dalam puisi, maka dalam penelitian ini unsur tersebut menjadi pusat perhatian untuk dianalisis, khususnya sarana bahasa yang menyangkut citraan. Hal ini disebabkan oleh citraan ikut memberikan nilai tersendiri terhadap karya sastra khususnya puisi. Selain itu puisi-puisi karya B. Irawan Massie dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut karena di dalam kumpulan puisi tersebut banyak puisi yang bernuansa Islami.
Dengan menggunakan citraan yang beraneka ragam dan menarik, kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie lebih bernilai rasa tinggi dan penuh keindahan. Untuk itu penulis ingin lebih lanjut untuk meneliti penggunaan citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie dengan judul penelitian, Citraan dalam Kumpulan Puisi Selembar Catatan Lawas Karya B. Irawan Massie.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Adapun rencana untuk pemecahan masalah, peneliti melakukan analisis citraan terhadap kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas, dengan tujuan untuk menemukan citraan apasajakah yang digunakan pengarang dalam puisinya. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu hakikat puisi, menurut pendapat Atmazaki (2008: 5-6) puisi adalah karangan yang terikat oleh baris, rima, irama, jumlah kata, dan suku kata dalam tiap baris. Menurut Tarigan (1984: 4), kata puisi berasal dari bahasa Yunani
“poesis” yang berarti penciptaan. Caulay (dalam Aminuddin, 2002: 134-135), puisi merupakan bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi. Mulyana dalam Semi (1988:93) menyatakan bahwa puisi adalah sintesis dari berbagai peristiwa bahasa yang telah tersaring semurni-murninya dan sebagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya, terutama dengan sistem korespondensi dalam suatu bentuk.
Menurut waluyo, 1987:25) puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun melalui pengkonsentrasian semua unsur kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan batinnya. Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang indah dan imajinatif berasal dari pengalaman penyair, terstruktur atas struktur fisik dan struktur batin yang padu.
Atmazaki (2008: 8-16) mengemukakan 5 ciri puisi: unsur formal, tidak bercerita, ritmis, konotatif, dan resepsi pembaca. Sementara itu menurut Nurgiyantoro (2005:30), puisi memiliki ciri-ciri yaitu bahasa konsentrif dan indah, memiliki rima yaitu persamaan bunyi= sajak tidak terbatas pada suku kata akhir, diksi, dan keberagaman makna. Selain memiliki ciri-ciri puisi juga memiliki struktur. Menurur Boulou dalam Semi (1988:107) struktur puisi terdiri atas dua bagian yaitu bentuk fisik dan bentuk formal. Sedangkan Aminuddin (2002:136) mengangap bahwa puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun yang merupakan unsur-unsur terpadu yang tidak dapat dipisahkan dari unsur lainnya dan saling berhubungan satu sama lainya.
Struktur pembentuk puisi terbagi dua yakni struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik puisi berupa diksi, dencitraan, majas, kata kongkret, ritma, dan tipografi.
Teori selanjutnya yaitu citraan. Menurut Pradopo dalam Hasanuddin WS, 2001:110) Gambaran angan di dalam sajak disebut citra, sedangkan setiap gambaran-gambaran pikiran dan bahasa yang menggambarkan itu disebut citraan. Waluyo (1987:78) mengemukakan bahwa citraan merupakan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran dan perasaan. Sedangkan Hasanuddin WS (2001:111) mengemukakan bahwa citraan merupakan pemanfaatan sarana kebahasaan di dalam puisi.
Pemanfaatan citraan secara baik dan tepat menciptakan suasana kepuitisan. Citraan bermacam jenisnya, yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan penciuman, citraan rasaan, citraan rabaan, dan citraan gerak (Hasanuddin WS, 2001:117). Fungsi citraan dalam puisi sebenarnya tidak hanya sekedar memberi ilustrasi dan dekorasi pada sebuah puisi, tetapi lebih dari itu. Esten (1987:1) mengemukakan bahwa proses pengimajinasian adalah sesuatu yang juga
menjadikan puisi berbeda dari karya sastra lainnya seperti prosa. Segenap unsur puisi (musikalitas, korespondensi, dan bahasa) berfungsi menciptakan atau membangun suatu imaji ataau citraan tertentu. Bunyi dan rima hubungannya satu bait dengan bait yang lain, dan pilihan kata serta idiom-idiom semuanya berfungsi membangun imaji atau gambaran tertentu yang dikesankan oleh puisi itu.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka, tapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris. kemudian dipresentasikan melalui metode deskriptif yaitu mendeskripsikan data tentang citraan puisi. Metode deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai citraan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober. Adapun yang menjadi target atau sasaran dalam penelitian ini untuk mendapatkan citraan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Subjek penelitian ini adalah kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas Karya B Irawan Massie. Data dalam penelitian ini adalah data yang berupa kata, frase, ungkapan dan kalimat berupa citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas Karya B. Irawan Massie terbitan Expose Cetakan Kedua Tahun 2012, yang bertemakan islami. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas Karya B. Irawan Massie yang diterbitkan Ekspose pada tahun 2012 di Jakarta.
Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti menggunakan format inventaris data yaitu suatu format yang membantu peneliti dalam mengelompokkan jenis-jenis citraan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini sebagai berikut: pertama, membaca kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas Karya B. Irawan Massie. Kedua, mencatat hal yang berkaitan dengan masalah penelitian berupa citraan atau gambaran angan yang terdapat dalam masing-masing puisi.
Ketiga, mengumpulkan data yang telah ditandai dalam bentuk format inventarisasi data.
Proses analisis data dapat dilakukan dengan cara: pertama, menganalisis data yang terkait dengan citraan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas Karya B. Irawan Massie. Kedua, data dianalisis secara perbaris. Ketiga, membahas sesuai dengan temuan dalam penganalisisan data, dan kesimpulan penelitian dilakukan dalam bentuk skripsi. Dalam penelitian ini teknik pengabsahan data yang yang digunakan adalah uraian rinci. Moleong (2012:237) menyatakan bahwa teknik uraian rinci menuntut peneliti melaporkan hasil penelitiannya. Teknik pengabsahan data ini dilakukan dengan pembuktian yang diambil langsung dari kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie. Bagian yang diambil adalah berupa kata, frase, ungkapan dan kalimat yang digunakan pengarang dalam kumpulan puisi tersebut.
Hasil dan Pembahasan
Dari analisis citraan terhadap 20 puisi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie dihasilkan enam citraan yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaraan, citraan rabaan, citraan penciuman, citraan gerak, dan citraan perasaan. Citraan penglihatan terdapat pada puisi “Amanah”, “Safaat Orang Suci”, “Dari Samudra Ke Telaga”, “Arum Sari Bunga-Bunga”, “Puisi Rindu Untuk Rasul”, “Doa Pertiwi”, “Darah dan Air Mata Di Mega Kuningan”, “Pelita”, “Tiga Pohon Cemara”, “Mei”, “Ramadhan”, “Menunggu Subuh”, “Pada Suatu Hari Nanti”, “Kaligrafi”, “Malam, Yang Berpakaian Serba Hitam”, “,Panembrama”,,
“Perundingan Rahasia Di Mesjid At-Taqwa”, “Kepada Anakku”, dan “Waktu Berbuka Puasa”.
Citraan pendengaran terdapat pada puisi “Amanah”, “Safaat Orang Suci”, “Dari Samudra Ke Telaga”, “Arum Sari Bunga-Bunga”, Puisi Rindu Untuk Rasul”, “Doa Pertiwi”, “Tiga Pohon Cemara”, “Ramadhan”, “Menunggu Subuh”, “Panembrama”, “Perundingan Rahasia Di Mesjid At-Taqwa”, dan “Waktu Berbuka Puasa”. Citraan penciuman terdapat pada puisi “Arum Sari Bunga-Bunga”, “Panembrama”, dan “Perundingan Rahasia”. Citraan rasaan terdapat pada puisi
“Menunggu Subuh”, dan “Kepada Anakku”. Citraan rabaan pada puisi “Amanah”, “Arum Sari Bunga-Bunga”, “Puisi Rindu Untuk Rasul”, “Menunggu Subuh”, “Pada Suatu Hari Nanti”,
“Malam, Yang Berpakaian Serba Hitam”, dan “Aku Hanya Ingin Mengenakan Kain Sarungku”.
Citraan gerak terdapat pada puisi “Safaat Orang Suci”, “Puisi Rindu Untuk Rasul”, “Pelita”,
“Tiga Pohon Cemara”, dan “Mei”.
Berdasarkan hasil analisis ditemuka enam citraan yaitu: pertama, citraan penglihatan adalah citraan yang timbul karena daya sarana penglihatan. Dari analisis citraan terhadap 20 puisi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas terdapat 115 larik yang menggunakan citraan penglihatan. Kedua, citaan pendengaran yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha memancing bayangan pendengaran guna membangkitkan suasana tertentu di dalam sajak. Dalam analisis ini terdapat 39 larik citraan pendengaran. Ketiga, citraan penciuman yaitu Ide-ide abstrak yang dicoba dikonkretkan oleh penyair dengan cara melukiskan atau menggambarkannya lewat suatu rangangan yang seolah-olah dapat ditangkap oleh indra penciuman, pada analisis ini citraan penciuman terdapat 4 larik.
Keempat, citraan rasaan merupakan segala yang berhubungan dengan segala sesuatu yang menancing emosi pendengar untuk seolah-olah dapat merasakan sesuatu. Citraan penciuman terdapat 3 larik. Kelima, citraan rabaan merupakan lukisan yang mampu menciptakan sesuatu daya saran bahwa seolah-olah pembaca dapat tersebut, bersentuhan, atau yang melibatkan efektivitas indera kulitnya. Citraan rabaan terdapat 12 larik, dan keenam, citraan gerak dimanfaatkan dengan tujuan lebih menghidupkan gambaran dengan melukiskan sesuatu yang diam itu seolah-olah bergerak. Citraan gerak dalam analisis terdapat 10 larik. Berdasarkan hasil analisis citraan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie citraan penglihatan adalah citraan yang paling dominan dari keenam citraan tersebut.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan analisis terhadap citraan puisi-puisi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie, dapat disimpulkan: pertama, puisi-puisi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie sebagian besar memanfaatkan citraan untuk mengungkapkan ide kreatif penyair. Kedua, alam analisis itemukan 6 citraan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B. Irawan Massie yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan penciuman, citraan rasaan, citraan rabaan, dan citraan gerak. dan Ketiga, dari analisis citraan yang dilakukan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas, citraan yang paling banyak ditemukan adalah citraan penglihatan sebanyak 115 larik.
Berdasarkan kesimpulan yang telah penulis kemukakan, maka penulis menyarankan agar pelajar dan mahasiswa dapat lebih meningkatkan daya apresiasinya dengan memperbanyak membaca karya-karya B. Irawan Massie lainnya. Hal tersebut perlu dilakukan karena bentuk perkembangan sastra khususnya puisi juga ikut ditentukan oleh penyair. Puisi-puisi karya B.
Irawan Massie mengandung dan mengungkapkan nilai-nilai kehidupan yang bernuansa religius dan dapat menambah khasanah pengetahuan pembaca serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Pustaka
Moeleong, Lexy. J. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Atmazaki, 2008. Analisis Sajak, Teori, Metodologi dan Aplikasi. Bandung: Angksa Semi, Atar. 1980. Anatomi Sastra. Padang: FBSS
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta :Erlangga.
Aminuddin. 2002. Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hasanuddin, WS. 2001. Membaca dan Menilai Sajak; Pengantar Pengkajian dan Penginterpretasian. Bandung: Angkasa Bandung.
Esten, Mursal. 1987. Sepuluh Petunjuk dalam Memahami dan Membaca Puisi. Jakarta: Depdikbud Pradopo, Rahmat Djoko. 2001. Penelitian Sastra dengan Pendekatan Semiotik dan Dewa Telah Mati; Kajian Strukturalisme-Semiotik dalam Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Hanindita.