• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH ARTIKEL tentang kebakaran Kalimantan Tengah

N/A
N/A
Nurul Uyun

Academic year: 2023

Membagikan "CONTOH ARTIKEL tentang kebakaran Kalimantan Tengah"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1. CONTOH ARTIKEL

Lima Hektar Lahan di Kalteng Kebakaran, Waspada Awal Musim Kemarau

JAKARTA - Lahan dengan luas kurang lebih lima hektar terbakar di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (8/5) pada pukul 14.00 WIB. Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama TNI, anggota Polsek Pantai Luci, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Cabang Barat.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun saat terjadi kebakaran wilayah Kabupaten Sukamara sudah beberapa hari tidak turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa itu.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini terkait awal fase musim kemarau yang mulai melanda sebagian wilayah di Tanah Air pada bulan Mei.

Dalam keterangan resmi BMKG, awal musim kemarau itu ditandai dengan adanya fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari,

(2)

yang dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di wilayah utara garis ekuator.

Di sisi lain, BMKG menjelaskan bahwa hal itu juga diikuti dengan adanya pertumbuhan awan dan fenomena hujan yang akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang akan cukup mendominasi.

Menyikapi adanya informasi awal musim kemarau yang akan didominasi dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) di beberapa wilayah di Tanah Air, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah agar meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Beberapa upaya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan waduk dan penampungan air, pemeliharaan konservasi lahan dan air serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menghemat air agar dilakukan sedini mungkin.

Di samping itu, seluruh komponen di daerah harus bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan cara patroli rutin, mengawasi titik rawan kebakaran, segera melakukan pemadaman api ketika ditemukan titik api hingga benar- benar padam, membuat penampungan air, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak sengaja atau sembarangan membakar.

Abdul Muhari, Ph.D.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

(3)

2. PENYEBAB KEBAKARAN

Penyebab terjadinya kebakaran hutan pada artikel di atas adalah secara alami yaitu ada beberapa kemungkinan antara lain adanya kilat yang menyambar pohon atau tanaman, dan gesekan antara ranting tumbuhan kering yang mengandung minyak, karena goyangan angin yang menimbulkan panas atau percikan api.

3. ANCAMAN AKIBAT KEBAKARAN

Kebakaran hutan membawa dampak yang besar pada keanekaragaman hayati. Hutan yang terbakar berat akan sulit dipulihkan, karena struktur tanahnya mengalami kerusakan. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah tererosi, dan tidak dapat lagi menahan banjir.

4. SOLUSI

Solusi yang untuk mencegah punahnya hewan dan tumbuhan akibat kebakaran hutan adalah dengan melakukan upaya pelestarian, yaitu:

Pelestarian in situ

Adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asli hewan dan tumbuhan.

Contohnya suaka margasatwa, hutan lindung, dan taman nasional.

Pelestarian ex situ

Adalah pelestarian yang dilakukan di luar habitat asli hewan dan tumbuhan. Karena makhluk hidup tersebut telah kehilangan tempat tinggalnya.

Upaya pelestarian ini dilakukan sebagai upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan langka. Contohnya taman safari, kebun binatang, dan penangkaran.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan komposisi jenis vegetasi tumbuhan bawah dan anakan pohon serta untuk mengetahui dampak terjadinya kebakaran terhadap sifat

Sementara itu, Dimitrakopoulos dan Bemmerzouk (1996) telah mengevaluasi penggunaan F W I dari data harian untuk memprediksi cuaca kebakaran hutan dan lahan. Koreiasi kuat

Kebakaran hutan yang berdampak transnasional ini telah menyebabkan masyarakat Negara-negara yang dirugikan meminta agar Pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas

Untuk menunjang keberhasilan dalam Implementasi Peraturan Daerah Propinsi Kalimantan Tengah Nomor 5 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Propinsi

Pencegahan kebakaran hutan dapat dipandang sebagai kegiatan yang tak terpisah dari pengendalian kebakaran, namun keberhasilannya hendaknya dievaluasi dalam konteks keberhasilan

Berbagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Katingan yaitu salah satunya mengefektifkan perangkat hukum

Tujuan penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 ini adalah untuk melihat dampak dan kebakaran hutan terhadap kejadian ISPA dan pneumonia di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi

Kerusakan individu pohon akibat kebakaran tahun 2005 dan 2006 berdasarkan lokasi kerusakan secara umum terjadi pada bagian batang bawah dan atas, sementara dilihat dari